Anak Aku Genius

Anak Aku Genius
Ngga Pernah Mengajari Kamu Untuk Berbohong


__ADS_3

Setelah Arjuna dan Melisa melangkah selama beberapa jam, kelamaan dong maksudnya setelah Arjuna dan Melisa melangkah selama beberapa menit, kini Arjuna dan Melisa telah sampai di meja makan, lalu Arjuna langsung menjatuhkan bokongnya ke kursi tempat dirinya duduk.



Sementara Melisa mendaratkan pantatnya dengan lesu, lalu Melisa meletakkan nampan yang berisi makanan, minuman, dan obat sariawan ke atas meja, setelah itu Melisa menatap ke arah depan dengan tatapan mata kosong.



Arjuna menatap ke arah Melisa sambil mengerutkan keningnya heran, dalam hatinya Arjuna kenapa Melisa hanya meletakkan nampan ke atas meja, kenapa Melisa tidak langsung menyantap makanan yang ada di nampan, karena Arjuna yang di selimuti dan di hinggapi rasa penasaran membuat Arjuna memberanikan diri untuk bertanya kepada Melisa.


"Kenapa mommy tidak langsung memakan makanan yang aku bawa ? bukankah mommy akan berangkat bekerja sebaiknya mommy makan sekarang makanan yang aku bawa supaya mommy tidak terlambat bekerja ?" ucap Arjuna dengan suara lembut sambil menetap lekat ke arah Melisa, sedangkan Melisa yang sedang sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri, tak mendengar celotehan yang di keluarkan oleh Arjuna.


Melisa masih diam membisu dan sibuk melamun, setelah beberapa menit Arjuna menunggu, namun Arjuna tak mendengar suara Melisa menjawab perkataannya, sehingga Arjuna mempunyai inisiatif untuk memegang tangan Melisa.


"Mommy kenapa ngga jawab pertanyaan aku, apa jangan jangan mommy hanya diam saja karena mommy masih sariawan, makanya aku bilang ke mommy supaya mommy minum obat sariawan yang aku bawa supaya mommy bisa menjawab semua perkataan aku" jelas Arjuna sambil menambahkan volume suaranya lima oktaf, sedangkan Melisa yang merasa tangannya di pegang oleh seseorang, membuat Melisa menatap ke arah sumber tangan yang menggenggam tangannya Melisa.


Kini Melisa tahu siapa yang memegang tangannya, ternyata yang memegang tangan Melisa adalah Arjuna, namun Melisa tak mendengar suara Arjuna, karena tadi Melisa masih sibuk dan asyik melamun, lalu Melisa yang tak mendengar semua omongan Arjuna membuat Melisa bertanya kepada Arjuna.


"Arjuna kenapa kamu menggenggam tangannya mommy, apa kamu butuh sesuatu, atau kamu masih lapar, kalau masih lapar sebaiknya makanan itu buat kamu saja, sudah komplit juga sudah ada minumannya sekalian, pasti kamu ngga akan kehausan seandainya kamu makan makanan yang ada di nampan" jelas Melisa sambil mengusap rambut Arjuna dengan tangan satunya, sementara Arjuna membelalakkan kedua matanya sangat lebar.


Dalam hatinya Arjuna apakah kalau terserang sariawan akan berakibat rusaknya pendengaran, karena kenapa Melisa tidak mendengar omongan Arjuna, padahal tadi Arjuna menyuruh Melisa untuk meminum obat sariawan, kenapa malah Melisa menyuruh Arjuna memakan makanan yang ada di nampan, karena Melisa mengira Arjuna masih lapar.

__ADS_1



Arjuna berpura pura tersenyum sambil menatap ke arah Melisa, kini otaknya Arjuna sedang berpikir harus bagaimana lagi caranya supaya Melisa mau makan makanan yang dia bawa, bukan hanya itu tapi Melisa juga meminum obat sariawan yang di bawakan oleh Arjuna.



Melisa menaikkan satu alisnya ke atas, sungguh Melisa bingung dengan ekspresi senyum yang di keluarkan oleh Arjuna, karena Melisa itu orang yang peka sehingga Melisa bisa membedakan senyum yang tulus, dan senyum yang berpura pura, namun Melisa heran kenapa Arjuna mengeluarkan senyum pura pura ke Melisa, pertanyaan itu yang kini berputar putar di otaknya Melisa.


"Arjuna kenapa kamu tersenyum palsu seperti itu ? apa yang kamu sembunyikan dari mommy, ayo cerita ke mommy" ucap Melisa memecahkan keheningan yang tercipta selama berapa menit sejak tadi mereka berdua hanya diam saja.


Sementara Arjuna yang sedang sibuk dan asyik dengan dunianya, lebih tepatnya Arjuna sedang sibuk dan asyik melamun memikirkan cara supaya Melisa memakan makanan yang dia bawa dan meminum obat sariawan yang dia bawa.




Walaupun Arjuna samar samar mendengar suara Melisa, namun Arjuna tidak dapat mendengar jelas semua omongan dan perkataan Melisa, sehingga Arjuna kini seperti buah semangka, koq buah semangka maksudnya Arjuna kini seperti buah simalakama.


Arjuna sedang berpikir dalam hati, apakah Arjuna akan jujur bilang ke Melisa kalau Arjuna tak mendengar suara dari Melisa, tapi kalau Arjuna berkata jujur seperti itu ke Melisa, Arjuna takut kalau nanti Melisa menuduh Arjuna budeg dan tuli akut.


Padahal Arjuna tidak mendengar suara dan perkataan Melisa bukan karena Arjuna budeg dan tuli, tapi karena Arjuna sedang sibuk dan asyik melamun memikirkan cara supaya Melisa mau memakan makanan yang Arjuna bawa, serta Melisa juga mau meminum obat sariawan yang Arjuna bawa.

__ADS_1



Apakah Arjuna akan berbohong kepada Melisa kalau Arjuna tadi mendengar semua omongan dan perkataan Melisa, tapi mendadak Arjuna lupa dengan semua perkataan dan omongan Melisa, tapi Arjuna malah takut kalau Melisa akan menuduh Arjuna pelupa, dan lebih parahnya lagi Melisa akan menuduh Arjuna pikun.



Kini Arjuna masih sibuk dan asyik dengan pikirannya, sementara Melisa yang sejak tadi menunggu jawaban Arjuna, namun setelah beberapa menit menunggu Melisa tidak mendengar suara jawaban dari Arjuna, membuat Melisa heran dengan tingkah Arjuna.


"Arjuna kamu kenapa apa kamu sedang sakit ?" tanya Melisa panik lalu meletakkan punggung tangannya ke kening Arjuna, sedangkan Arjuna yang merasakan sentuhan lembut di keningnya membuat Arjuna buru buru membubarkan dan membuyarkan semua lamunannya.


Arjuna kini menoleh ke arah sumber tangan yang masih memegang keningnya, Melisa yang merasakan suhu tubuh Arjuna standar dan tidak demam langsung memicingkan satu mata ke arah Arjuna.



Arjuna yang melihat kalau Melisa sedang menatapnya dengan tatapan heran, membuat Arjuna cengengesan, lalu tangannya Melisa langsung pergi dari keningnya Arjuna.


"Arjuna sekarang kamu jujur sama mommy apa ada yang kamu sembunyikan dari mommy ?" tanya Melisa sambil menatap ke arah Arjuna dengan tatapan menelisik, sedangkan Arjuna yang tidak bisa berbohong mendengar pertanyaan dari Melisa membuat Arjuna dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap.


Namun sedetik kemudian Arjuna baru sadar kalau Arjuna salah menjawab, sehingga sedetik kemudian Arjuna menggeleng gelengkan kepalanya mantap, sementara Melisa mengulum senyum tipis, karena kini Melisa telah menemukan jawabannya.


Melisa memang sudah curiga kalau Arjuna menyembunyikan sesuatu darinya, apalagi dengan bukti bahwa Arjuna tidak mendengar perkataan dan omongan Melisa, begitu Melisa cek dengan tangannya ternyata keadaan Arjuna baik baik saja dan tidak demam.

__ADS_1


"Arjuna jangan bohong sama mommy, apa yang kamu sembunyikan dari mommy, asal kamu tahu mommy sudah tahu kalau kamu menyembunyikan sesuatu dari mommy, jangan bohong mommy ngga pernah mengajari kamu untuk berbohong" sahut Melisa dengan lantang sambil menatap ke arah Arjuna dengan ekor matanya, sementara Arjuna menelan salivanya berkali kali bingung akan menjawab apa.


__ADS_2