Anak Aku Genius

Anak Aku Genius
Melamun Makanan Enak Jenis Apa


__ADS_3

Arjuna kini menerbitkan senyum lebar di wajahnya yang tampan walaupun umurnya masih kecil, sementara Melisa masih heran dengan makanan enak apa yang di lamunkan Arjuna.



Melisa sangat penasaran dengan makanan tersebut, apalagi Arjuna tadi menjawab kalau Arjuna bukan hanya melamun makanan tersebut, tapi Arjuna juga membayangkan rasa makanan tersebut.



Tingkat kepo Melisa semakin tinggi, sehingga kini Melisa menatap ke arah Arjuna secara intens, Melisa melihat kalau Arjuna sedang tersenyum sangat lebar, membuat Melisa menduga kalau Arjuna masih membayangkan rasa makanan enak tersebut.



Karena Melisa yang tak bisa membendung rasa keponya yang sudah tingkat dewa, membuat Melisa bertanya tentang makanan apa yang di lamunkan Arjuna.


"Arjuna kamu sebenarnya melamun makanan enak jenis apa ? biar mommy buatkan makanan tersebut buat kamu" tanya Melisa kepada Arjuna yang masih setia mengumbar senyum lebar di wajahnya.


Arjuna yang melamun karena bangga dan bahagia, karena Arjuna sudah menemukan alasan yang tepat untuk Melisa, membuat Arjuna tak bisa menghentikan senyum lebar yang tercipta dan terpatri di wajahnya.



Melisa yang telah menunggu selama beberapa menit, namun Melisa sama sekali tak dapat mendengar jawaban Arjuna, mungkin lebih tepatnya Melisa sama sekali tak mendengar jawaban dari Arjuna.



Memang sampai sekarang Arjuna masih sibuk tersenyum lebar, sehingga Arjuna belum menjawab perkataan dari Melisa, hal itu membuat Melisa menyimpulkan kalau Arjuna kini juga sedang melamun.


Melisa menghela nafas berat, sungguh Melisa heran sendiri dengan kelakuan Arjuna, yang melamun berkali kali ini membuat Melisa semakin penasaran dengan topik yang di lamunkan oleh Arjuna.

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu lama dan tanpa mengulur ngulur waktu, tangannya Melisa terulur untuk menepuk pundak Arjuna, tentu saja hal itu membuat Arjuna menghentikan semua lamunannya gara gara merasakan sentuhan di pundaknya Arjuna.


Lalu Arjuna menoleh ke arah sumber tangan yang memegang pundaknya, betapa kagetnya Arjuna sampai melunturkan senyum lebar yang sejak tadi terpasang di wajahnya, kini Arjuna tersenyum kikuk saat mengetahui bahwa Melisa yang menepuk pundaknya.


"Mom mom mommy ngapain menepuk pundak aku ? apa mommy membutuhkan sesuatu ?" tanya Arjuna dengan nada terbata, sementara Melisa menaikkan satu alisnya ke atas.


Sungguh Melisa curiga dengan nada bicara Arjuna yang terbata, kini Melisa curiga kalau Arjuna menyembunyikan sesuatu darinya, lalu Melisa berkata.


"Arjuna sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dari mommy ? apa yang kamu lamunkan sejak tadi ?" tanya Melisa tegas, bukannya menjawab Melisa malah melemparkan pertanyaan buat Arjuna.


Arjuna meremas kedua tangannya sendiri karena panik dan syok, kini Arjuna menyiapkan jawaban yang tepat buat pertanyaan yang di lontarkan oleh Melisa, Arjuna memikirkan jawaban yang masuk akal supaya Melisa percaya dan tak menuduh Arjuna menyembunyikan sesuatu, walaupun pada kenyataannya memang Arjuna menyembunyikan sesuatu.



Arjuna nampak berpikir untuk menjawab pertanyaan Melisa, namun sedetik kemudian senyum lebar mengembang di wajahnya Arjuna, sepertinya Arjuna sudah menyiapkan jawaban untuk Melisa.


Kini Arjuna memberanikan diri untuk menatap ke arah Melisa, tentunya dengan senyum lebar yang kini menghiasai wajahnya Arjuna.


Jujur sebenarnya Melisa curiga dan tidak percaya dengan jawaban Arjuna, namun Melisa berpikir lagi, kalau Melisa tak percaya dengan jawaban Arjuna yang melamun tentang makanan enak, lalu Arjuna melamun tentang apa.



Kini Melisa menatap intens ke matanya Arjuna, itu bertujuan untuk mencari kebohongan di mata Arjuna, sementara Arjuna yang di tatap intens oleh Melisa mencoba bersikap biasa saja, dan mencoba meredam semua kepanikan yang melanda hatinya.


Jujur Arjuna sangat panik kalau Melisa mengetahui kebohongan Arjuna, namun Arjuna bersikap biasa saja supaya Melisa tak curiga sama sekali.


"Arjuna apa benar tadi kamu cuma melamunkan makanan enak saja ngga melamun hal lain ?" tanya Melisa menatap ke arah Arjuna dengan tatapan serius, sementara Arjuna mengangguk anggukkan kepalanya dalam hati Arjuna tertawa puas karena Melisa tak mengetahui kebohongannya.

__ADS_1


Melisa merasa kalau dari tatapan Arjuna tak menemukan sebuah kebohongan, sehingga untuk memastikan Melisa bertanya seperti itu kepada Arjuna.



Arjuna seperti mendapat angin segar karena dirinya sangat bahagia Melisa percaya dengan perkataannya, walaupun jujur dalam hati Arjuna juga merasa bersalah karena telah membohongi Melisa, namun kalau bicara jujur takut Melisa akan marah kepada Arjuna, sehingga Arjuna memutuskan untuk berbohong supaya Melisa tidak marah kepada Arjuna.


"Iya mommy tadi aku cuma melamun tentang makanan yang enak saja tidak melamunkan hal hal lain, lagian aku masih kecil jadi ngga mungkin melamun tentang hal lain" jelas Arjuna sambil berbicara dengan nada serius, sementara Melisa manggut manggut percaya dengan perkataan Arjuna.


Melisa berpikir dalam hati kalau tidak mungkin Arjuna melamun hal hal dewasa, dan melamun tentang lawan jenis atau bahasa gaulnya Arjuna melamun tentang seseorang yang di cintai.



Kini Melisa penasaran makanan enak apa yang tadi di lamunkan oleh Arjuna, saat Melisa akan bertanya hal itu, tiba tiba terdengar suara yang tidak asing di telinga Melisa, membuat Melisa mengurungkan niatnya untuk bertanya tentang makanan enak yang di lamunkan oleh Arjuna.


"Mommy sebaiknya sekarang fokus makan saja, supaya mommy tidak terlambat datang ke tempat mommy bekerja, apalagi mommy baru akan kerja di tempat itu" saran Arjuna mencoba mengalihkan pembicaraan supaya Melisa tidak membahas apa yang di lamunkan Arjuna.


Melisa yang mendengar suara dari Arjuna membuat Melisa menatap ke arah Arjuna dengan senyum yang mengembang di wajahnya, lalu Melisa menatap ke arah jam dinding yang terpasang di dinding, bukan terpasang di lantai.



Tanpa menunggu perintah untuk yang kedua kalinya, kini Melisa mengambil sendok yang terletak di piring yang terdapat sebuah nasi dan lauk pauk.



Lalu Melisa menyendok makanan dengan sendok yang ada di tangannya, setelah makanan nasi dan lauk pauk menempel di sendok, tanpa menunggu waktu lama Melisa langsung menyuapkan sendok tersebut ke mulutnya.


Arjuna yang melihat Melisa sudah menyuapkan makanan tersebut ke mulut Melisa membuat Arjuna menerbitkan senyum lebar di wajahnya.

__ADS_1


Sungguh Arjuna bahagia karena Melisa mau makan makanan yang di bawa olehnya, itu artinya sebentar lagi Melisa akan meminum obat yang di bawa Arjuna, sehingga Arjuna pikir sariawan Melisa akan sembuh.


Beda hal dengan apa yang di pikirkan Melisa kali ini, karena Melisa memikirkan cara supaya Melisa tidak meminum obat sariawan yang di bawa Arjuna, karena sebenarnya Melisa tak sakit sariawan sama sekali tapi Melisa tak menjawab semua perkataan Arjuna tadi karena sedang melamun.


__ADS_2