
Arjuna menatap ke arah Melisa dengan tatapan bingung sekaligus cemas bercampur jadi satu, Arjuna kini memilih untuk membuat Melisa mendengar suaranya karena Arjuna akan menyuruh Melisa meminum obat sariawan yang Arjuna bawa, berbeda hal dengan apa yang ada di pikiran Melisa karena Melisa sedang berpikir bahwa Melisa akan menolak untuk meminum obat sariawan yang di bawakan Arjuna, bukan karena takut Arjuna salah obat, tapi karena pada kenyataannya sejak tadi Melisa tidak terserang penyakit sariawan sedikitpun.
Arjuna tidak akan salah obat dan tidak akan keliru obat karena Arjuna sudah bisa membaca huruf sehingga kalau Arjuna mengambil obat itu membaca kemasan obatnya terlebih dahulu sehingga Arjuna selalu benar dalam mengambil obat.
Arjuna menatap ke arah Melisa sekilas lalu menjalankan aksinya supaya Melisa mendengar apa yang Arjuna katakan, kini Arjuna menyenggolkan tubuhnya ke Melisa membuat Melisa yang sedang sibuk dan asyik melamun banyak hal tiba tiba langsung membuyarkan semua lamunannya dan membuang semua lamunannya.
"Mommy lebih baik minum obat yang aku bawa supaya mommy cepat sembuh dari sariawan" ucap Arjuna sambil menatap ke arah Melisa sedangkan Melisa yang merasakan ada yang menyenggol badannya langsung menoleh ke arah sumber yang menyenggol badannya.
Melisa menaikkan satu alisnya kepada Arjuna, seakan Melisa bertanya kenapa Arjuna menyenggol tubuhnya, mungkin karena tadi Melisa memikirkan orang yang menghamili dirinya sehingga Melisa lupa kalau Arjuna pasti menyenggol tubuhnya berguna untuk memanggil Melisa yang sejak tadi hanya diam saja.
Setelah Arjuna tadi berpikir memang sebaiknya Arjuna menyenggol tubuhnya Melisa dari pada Arjuna harus memegang tangannya Melisa atau tubuhnya Melisa, bukan karena takut memegang tangannya Melisa dan tubuhnya Melisa namun tangannya Arjuna sedang sibuk memegang nampan yang berisi makanan, minuman, dan obat sariawan buat Melisa.
__ADS_1
Arjuna menerbitkan senyum lebar di wajahnya begitu melihat kalau Melisa menatap ke arahnya, entah mengapa Arjuna bahagia karena artinya Melisa bisa mendengar suaranya Arjuna kalau Arjuna sedang berbicara.
"Arjuna kenapa kamu menyenggol tubuhnya mommy, kenapa kamu ngga memegang tangannya mommy, atau memegang pakaian mommy supaya mommy tahu kalau kamu manggil mommy" jawab Melisa sambil memicingkan satu mata ke arah Arjuna sedangkan Arjuna tersenyum kikuk sambil menatap ke arah Melisa sebenarnya Arjuna juga ingin menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal namun di tangannya Arjuna sedang kerepotan membawa nampan dan kawan kawannya.
"Mommy maaf soalnya tangannya aku sedang repot makanya aku tadi menyenggol tubuhnya mommy" sahut Arjuna sambil melayangkan senyum kikuk sedangkan Melisa menaikkan satu alisnya ke atas dalam hatinya Melisa dirinya bingung Arjuna memangnya repot kenapa.
"Arjuna memangnya kamu sedang repot kenapa ?" tanya Melisa dengan raut wajah yang di selimuti dan di hinggapi rasa penuh tanda tanya sementara Arjuna menatap ke arah nampan yang ada di tangannya lalu Arjuna menoleh ke arah Melisa dan Arjuna berkata.
"Bukannya mommy tahu tangannya aku repot kenapa ?" bukannya menjawab Arjuna malah melemparkan pertanyaan kepada Melisa membuat Melisa bingung karena jujur Melisa belum ingat tangannya Arjuna membawa apa soalnya kan tadi Melisa sangat sibuk dan sangat asyik melamun sehingga Melisa lupa kalau tangannya Arjuna di gunakan untuk membawa nampan yang berisi makanan, minuman, dan obat sariawan untuk Melisa.
"Mommy tangannya aku sibuk buat memegang nampan yang berisi makanan buat mommy, minuman buat mommy, dan obat sariawan buat mommy juga aku sengaja menyiapkan semua ini buat mommy supaya mommy cepat sembuh dari sariawan" jelas Arjuna panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sedangkan Melisa menatap ke arah sumber tatapan yang di tuju oleh matanya Arjuna
Melisa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga melihat apa yang ada di hadapannya yaitu kedua tangannya Arjuna memegang nampan yang berisi makanan, minuman, dan obat sariawan buat Melisa.
__ADS_1
Melisa baru tersadar kalau Arjuna memang tadi sebelum Melisa melamun dan asyik dengan dunia lamunannya sendiri, memang Arjuna membawa nampan yang berisi makanan, minuman, dan obat sariawan dari Melisa, bahkan sebelum Melisa berselancar dengan lamunannya.
Kini Melisa ingat bahwa Arjuna juga menyuruh Melisa untuk meminum obat sariawan yang Arjuna bawa, mendengar omongan dan paksaan untuk meminum obat sariawan yang di bawa Arjuna membuat Melisa langsung menyelami lamunannya.
"A A Arjuna mommy sudah sembuh dari sariawan jadi mommy ngga perlu meminum obat yang kamu bawa" elak Melisa dengan nada terbata bata karena jujur Melisa sangat panik dan cemas sehingga Melisa menjawab dengan kata kata terbata bata sementara Arjuna menatap lekat ke arah Melisa yang menurut Arjuna membingungkan, karena jujur baru kali ini Arjuna mendengar jawaban Melisa yang terbata bata seperti tadi.
"Mommy kenapa jawabnya terbata bata apa mommy sedang bohongi aku ? biasanya mommy dari dahulu ngga pernah jawab pertanyaan aku terbata bata kenapa tadi jawabnya terbata bata jangan bilang kalau mommy itu sekarang lagi bohongi aku" tuduh Arjuna tanpa basa basi sambil menatap tajam ke arah Melisa sementara kedua matanya Melisa terbelalak lebar dengan .
Melisa yang mendapat tuduhan seperti itu dari Arjuna membuat Melisa ketar ketir sendiri bahkan Melisa berkali kali menelan salivanya, sungguh ingin rasanya Melisa tadi diam saja sekarang Melisa merutuki kebodohannya yang tiba tiba saja pakai gknankw ke dan .
Melisa yang mendapat serangan pertanyaan dari Arjuna, langsung memutar otaknya untuk berpikir bagaimana caranya mencari alasan supaya Arjuna percaya dengan dirinya, Melisa sangat bahagia karena niatnya Melisa cuma membuat kayak gitu semalam
Melisa memutar otaknya supaya Melisa bisa membuat Arjuna percaya dengan omongannya karena memang tadi adalah jawaban Melisa yang dalam posisi terbata bata biasanya Melisa selalu menjawab dengan perkataan lancar tanpa terbata bata.
__ADS_1
"Gimana dong ini apa aku ketahuan kalau aku sedang memakai baju lainnya, tetap saja aku paham dengan kamu karena wajahnya kamu lho yang sama jadi walaupun kamu bilang bukan tetap aku tidak percaya, pokoknya aku harus memutar otaknya aku untuk mencari alasan yang tepat supaya Arjuna percaya lagi dengan aku karena aku tadi ngga sengaja menjawab pertanyaan Arjuna dengan terbata bata" batin Melisa sambil menelan salivanya berkali kali karena ketakutan yang menghinggapi hatinya.