
Melisa dan Arjuna kini kompak berjalan ke arah kamarnya Melisa untuk mengambil tas yang akan di bawa ke perusahaan tempat Melisa bekerja Melisa dan Arjuna berjalan sambil berpegangan tangan.
Saat di tengah perjalanan menuju ke kamarnya Melisa tiba tiba Arjuna teringat sesuatu membuat Arjuna langsung menanyakan hal itu kepada Melisa orang yang telah melahirkan Arjuna ke dunia ini.
"Mommy boleh aku nanya ?" tanya Arjuna sambil menatap ke arah Melisa sekilas lalu Arjuna menatap ke arah depan lagi sambil kedua kakinya tetap di ajak berselancar ke kamarnya Melisa sedangkan Melisa yang mendengar pertanyaan dari Arjuna langsung menoleh ke arah Arjuna sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya
"Arjuna memangnya kamu mau bertanya apa ke mommy ?" tanya balik Melisa langsung menghentikan langkah kakinya dengan kedua matanya yang mengarah ke arah Arjuna dengan tatapan di selimuti dan di penuhi banyak tanda tanya sedangkan Arjuna yang melihat Melisa menghentikan langkah kakinya membuat Arjuna mengikuti gerakan kedua kakinya Melisa yaitu menghentikan langkah kakinya lalu menatap ke arah Melisa dengan tatapan serius.
__ADS_1
"Mommy aku mau bertanya memangnya kalau mendaftar bekerja itu sudah pasti di terima di tempat itu ?" tanya Arjuna dengan mimik wajah serius menatap ke arah Melisa sedangkan Melisa menahan tawanya dalam hati dan menelan kembali tawa yang hendak meluncur dari bibirnya lalu Melisa menggelengkan kepalanya samar sebagai jawaban pertanyaan Arjuna
"Arjuna tidak semua orang yang mendaftar bekerja itu di terima karena kadang ada saja yang sudah mendaftar tapi belum di terima sama sekali, soalnya kalau mendaftar bekerja harus ada kriteria supaya bisa di terima di tempat perusahaan mendaftar pekerjaan, bahkan peraturan dan kriteria antara tempat kerja satu dengan tempat kerja yang lain berbeda beda" jelas Melisa kepada Arjuna dengan nada sangat lembut dan sangat halus melebihi halusnya dan lembutnya sutera sedangkan Arjuna menaikkan satu alisnya ke atas
"Mommy kenapa tidak semua orang yang mendaftar di perusahaan itu di terima ? oh gitu mommy, aku kira malah semua orang yang mendaftar bekerja pasti di terima di tempat orang itu mendaftar bekerja memangnya kriteria apa saja mommy, aku belum tahu kirain semua perusahaan mempunyai peraturan dan kriteria yang sama antara perusahaan yang satu dengan yang lain" celoteh Arjuna sambil tersenyum kikuk dengan tangannya yang menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali salah tingkah sementara Melisa terkekeh kecil mendengar omongan Arjuna lalu Melisa berkata sambil menatap ke arah Arjuna.
''Aku belum mikir sampai ke sana mommy karena aku kira malah semua orang yang, iya mommy benar juga masa kalau mommy cuma membutuhkan enam orang buat bekerja di perusahaan mommy terus mommy yang mendaftar jadi karyawan mommy di perusahaan sampai ratusan milyar, masa di terima semua kebanyakan dong nanti mommy, aku baru tahu tentang peraturan bekerja di sebuah perusahaan oh iya mommy lebih baik kita berdua lanjutkan berjalan ke arah kamarnya mommy buat mengambil tas yang akan di bawa mommy ke perusahaan supaya mommy ngga terlambat'' ajak Arjuna panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sementara Melisa dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap sebagai jawaban persetujuan atas tawaran yang di berikan oleh Arjuna
Perkataan Arjuna sangat menggema di ruang makan sedangkan Melisa yang tak enak hati kalau suaranya Arjuna di dengar oleh banyak orang dan membuat semua seisi rumah itu terbangun karena kaget gara gara perkataan Arjuna yang sangat keras dan sangat kencang.
__ADS_1
Melisa memberikan kode kepada Arjuna dengan cara meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya sebagai tanda bahwa Arjuna di larang berbicara keras supaya tidak menggangu orang orang yang ada di rumah itu Arjuna yang mengerti dan tersadar bahwa Arjuna berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang, langsung membungkam mulutnya sendiri dengan satu tangannya yang terletak di depan mulutnya.
''Sssstttt Arjuna kamu bicaranya jangan keras keras dan jangan kencang kencang takutnya opa masih tertidur dan terbangun dari tidur gara gara kamu kalau oma mommy yakin oma kamu sudah terbangun dari tadi pagi karena oma memasak makanan dengan porsi yang sangat banyak" jelas Melisa sambil masih tetap meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya sendiri sedangkan Arjuna manggut manggut tanda paham dengan apa yang di jelaskan oleh Arjuna
''Iya mommy maaf aku belum ingat tanpa sadar aku berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang, iya aku belum ingat pasti jam segini opa masih tertidur dan belum terbangun dari tidur soalnya ini menurut opa pasti masih pagi, iya mommy aku juga tahu pasti oma sudah terbangun dari tidur sampai sudah memasak makanan dengan porsi banyak ayo mommy kita berdua lanjutkan jalan ke kamarnya mommy sekarang'' lagi dan lagi Arjuna mengajak Melisa ke kamarnya, membuat Melisa tanpa menjawab perkataan Arjuna langsung menggerakkan kedua kakinya untuk berjalan di ikuti oleh kedua kakinya Arjuna yang juga kita berjalan ke arah kamar Melisa
''Arjuna mommy bangga sama kamu karena kamu hebat bisa mencerna setiap omongan mommy dan setiap mommy mengajarkan satu kali perkataan kamu juga paham, jadi bangga aku sama kamu Arjuna karena kamu pria yang bikin mommy selalu bahagia dan selalu bikin aku bahagia pokoknya aku bangga sama kamu Arjuna karena kamu sangat berarti bagi mommy kamu ibaratnya adalah belahan hati aku, maafkan mommy yang sempat akan menggugurkan kamu supaya kamu ngga lahir ke dunia ini mommy dulu sangat frustasi dengan keadaan mommy saat itu mommy hamil di luar menikah bahkan saat mommy akan minta tanggung jawab ke orang yang menanam benih di rahim mommy juga mommy ngga ingat dengan wajah pria yang menghamili mommy" batin Arjuna sambil menatap lekat ke arah Arjuna sedangkan Arjuna juga menatap dirinya dengan tatapan kedua matanya we berbinar
__ADS_1