
Melisa masih sibuk dengan lamunannya sehingga tak mendengar perkataan dari Arjuna membuat Arjuna sang anak sangat panik, Arjuna mengira bahwa Melisa terkena penyakit sariawan yang belum sembuh lebih tepatnya menurut dugaan Arjuna, sariawan yang di derita Melisa kambuh lagi setelah tadi sembuh.
Arjuna sangat panik memikirkan Melisa yang masih diam di tempat dan seperti tidak mendengar omongan Arjuna sama sekali, sehingga Arjuna memutar otaknya untuk berpikir dengan sangat keras melebihi kerasnya baja, supaya Melisa mendengar omongan Arjuna.
"Mommy aku kenapa diam terus sih dari tadi aku ajak bicara, jangan jangan mommy aku terserang penyakit sariawan lagi, keterlaluan banget tuh sariawan bukannya tadi sudah pergi dari tubuhnya mommy kenapa datang lagi, bikin aku emosi aku harus menyadarkan mommy koq menyadarkan ? mommy aku kan ngga pingsan lebih tepatnya aku harus membuat mommy aku mendengar suara aku yang sangat merdu sekali sedunia, aku harus cari akal supaya mommy aku mendengar suara aku, aku harus memaksa otaknya aku untuk berpikir dengan sangat keras dan sangat kencang koq jadi bahas kencang ? kayak lagi naik motor pegangan yang kencang supaya ngga jatuh, lebih tepatnya aku harus memaksa otaknya aku untuk berpikir dengan sangat keras dan sangat pokoknya sangat apapun yang penting mommy aku mendengar suara merdunya aku" batin Arjuna sambil menatap ke arah Melisa yang sedang menatap ke arah depan.
Arjuna yang telah memutar otaknya selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Arjuna memutar otaknya selama beberapa puluh menit kini Arjuna telah menemukan ide yang sangat briliant dan sangat cemerlang, supaya Melisa bisa mendengar suaranya Arjuna.
"Aku punya ide supaya mommy mendengar suara merdunya aku, pokoknya aku gunakan misi yang kayak sebelumnya saja yaitu dengan cara aku menyenggol tubuhnya mommy, soalnya kalau aku megang dengan tangannya aku ke tangannya mommy kayaknya belum bisa soalnya mommy aku sedang memegang nampan yang berisi makanan, minuman, dan obat sariawan buat mommy" batin Arjuna sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya.
Sungguh Arjuna sungguh sangat bahagia karena mendapat ide briliant supaya Melisa dapat mendengar suaranya Arjuna, memikirkan hal itu membuat Arjuna selalu mengembangkan senyuman lebar di wajah tampannya.
__ADS_1
Arjuna menatap ke arah Melisa sekilas lalu Arjuna mulai menjalankan rencana yang tadi di keluarkan oleh otaknya dan kepalanya yaitu Arjuna menyenggol tubuhnya Melisa, kini Arjuna mendekatkan tubuhnya ke Melisa lalu Arjuna menyenggol tubuhnya Melisa dengan sangat pelan supaya Melisa tak merasa kaget dengan senggolan yang di berikan oleh Arjuna.
Melisa yang merasakan ada yang menyenggol dirinya membuat Melisa langsung membuyarkan semua lamunannya, lalu Melisa menatap ke arah sumber orang yang menyenggol dirinya, berapa terkejutnya Melisa melihat bahwa Arjuna yang telah menyenggol dirinya tadi.
"Mommy minum obat sekarang juga" ucap Arjuna sambil menatap ke arah Melisa dengan senyum lebar yang mengembang di wajahnya sedangkan Melisa menaikkan satu alisnya, bingung itu yang di rasakan oleh Melisa.
"Arjuna siapa yang sedang minum obat ? memangnya kamu sedang sakit apa sampai minum obat ?" cerca Melisa sangat panik dan sangat cemas kepada Arjuna, takut Arjuna sang anak mengalami sakit, bahkan tanpa ragu kini tangannya Melisa memegang keningnya Arjuna untuk mengecek suhu tubuh dari Arjuna.
Arjuna yang mendapat perlakuan seperti itu dari Melisa langsung paham akan arah pembicaraan dari Melisa, bahkan Arjuna paham dengan ketakutan dan kepanikan yang melanda Melisa takut kalau Arjuna itu sakit demam atau sakit yang lainnya.
__ADS_1
"Mommy aku ngga papa justru yang sakit itu mommy" jelas Arjuna sesingkat dan sepadat mungkin, punggung tangannya Melisa yang sedang berada lebih tepatnya mendarat di kening Arjuna langsung melempaskan tangannya Melisa dari keningnya Arjuna, lalu punggung tangannya Melisa yang tadi habis memegang keningnya Arjuna langsung di arahkan ke keningnya Melisa namun punggung tangannya Melisa tidak merasakan panas sama sekali membuat Melisa menatap ke arah Arjuna lalu berkata.
"Arjuna keningnya mommy ngga panas koq kenapa kamu bilang mommy yang sakit ?" tanya Melisa sambil menatap ke arah Arjuna dengan tatapan yang di penuhi banyak tanda tanya dan di penuhi tanda tanya sedangkan Arjuna menggeleng gelengkan kepalanya samar melihat tingkah Melisa orang yang telah melahirkan dirinya.
"Mommy maksudnya aku mommy itu bukan sakit panas alias bukan panas dalam koq jadi panas dalam sih maksudnya itu lho apa yah" Arjuna nampak berpikir karena bingung dengan apa yang akan di katakan kepada Melisa sementara Melisa menaikkan satu alisnya ke atas.
"Terus maksudnya kamu apa Arjuna ?" tanya Melisa dengan wajah yang sangat penasaran bingung dengan kelanjutan apa yang akan di katakan oleh sang anak sementara Arjuna masih sibuk berpikir kata apa yang akan di katakan kepada Melisa.
"Maksudnya aku itu mommy ngga sakit panas di kening dan mommy juga ngga sakit dendam maksudnya aku mommy malah jadi bahas panas dalam" jelas Arjuna sambil mengeluarkan cengirannya sementara Melisa hanya mengangguk anggukkan kepalanya lalu berkata.
"Oh jadi maksudnya kamu mommy ngga sakit panas, ngga sakit demam, dan ngga panas dalam juga ? iya sih kamu benar soalnya tadi mommy cek juga suhu tubuh mommy ngga tinggi, jadi mommy menyimpulkan bahwa mommy ngga sakit dong" jelas Melisa sambil tersenyum penuh bangga dan penuh kemenangan karena Melisa tidak sakit, sementara Arjuna menggelengkan kepalanya sambil menatap ke arah Melisa.
"Tapi menurut aku mommy itu sakit walaupun sakitnya mommy itu bukan sakit panas, bukan sakit demam, dan bukan panas dalam" cerocos Arjuna dengan mimik wajah yang serius sedangkan Melisa yang sedang sibuk mengumbar senyum penuh bangga dan penuh kemenangan langsung melunturkan semua senyum yang terpancar di wajahnya, lalu Melisa menatap ke arah Arjuna dengan tatapan serius.
__ADS_1
"Arjuna mommy sakit apa memangnya ? mommy ngga merasa sakit apapun, dan seperti yang kamu bilang kalau mommy ngga sakit panas, bukan sakit demam, dan bukan sakit panas dalam" celoteh Melisa menjelaskan bahwa Melisa tidak sakit apapun kepada Arjuna sementara Arjuna mengeluarkan senyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dia sedang tersenyum.
"Mommy ngga sakit panas, ngga sakit demam, dan ngga sjajy panas dalam tapi mommy itu sakit sariawan masa mommy lupa" jelas Arjuna sambil menatap ke arah Melisa sedangkan Melisa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.