Anak Aku Genius

Anak Aku Genius
Jadi Pengin Jus Jambu


__ADS_3

Arjuna beringsut berisi setelah dia mendapat anggukan kepala dari Melisa, Arjuna merasa senang karena Melisa mau meminum obat sariawan yang Arjuna bawa.


Melisa yang melirik Arjuna lewat ekor matanya, tiba tiba membuat hatinya Melisa bahagia, bahkan Melisa tak sungkan untuk menerbitkan senyum lebar di wajahnya.



Sungguh Melisa merasa rencana dirinya yang tidak meminum obat sariawan yang di bawa Arjuna akan terlaksana, kini Melisa tak memudarkan senyum lebar yang ada di wajahnya.


"Mommy aku sepertinya kehausan makanya dia menyuruh aku untuk mengambilkan jus jambu, sebaiknya aku langsung mengambilkan jus jambu supaya mommy aku ngga kehausan lagi" batin Arjuna yang kini telah berdiri di samping Ane.


Arjuna mulai menjalankan kedua kakinya menuju ke arah dapur, Arjuna bertekad akan menuruti perintah Melisa termasuk perintah untuk mengambilkan minuman jus jambu ke Melisa.


"Alhamdulillah sepertinya rencana aku berhasil, ternyata gampang banget cara membuang obat sariawan yang Arjuna bawa, Arjuna maafkan mommy soalnya mommy ngga sakit sariawan, sehingga mommy terpaksa membuang obat sariawan yang kamu bawa" batin Melisa walaupun dirinya bahagia dan senang, namun ada perasaan rasa bersalah yang menyelinap masuk ke hatinya Melisa.


Melisa menatap ke arah Arjuna yang semakin menjauh, Melisa sekarang sudah bersiap untuk menjalankan rencana yang tadi di rencanakan oleh otaknya.


Waktu terus berputar, setelah beberapa menit kemudian kini Arjuna sudah tidak terlihat di kedua matanya Melisa, istilah gaulnya Melisa sudah tak melihat Arjuna karena sosok Arjuna sudah pergi dan tak kelihatan batang hidungnya.


Tanpa ba-bi-bu kini Melisa langsung mengulurkan kedua tangannya ke arah obat sariawan yang di bawa Arjuna, dengan gesit Melisa langsung memasukkan obat sariawan tersebut ke tas miliknya yang ada di meja.


Melisa memang tadi sempat berencana membuang obat sariawan itu ke tempat sampah, namun Melisa mengurungkan niatnya, sehingga Melisa kini hanya meletakkan obat sariawan itu ke tas miliknya yang akan di bawa ke tempat kerja.

__ADS_1


Melisa menghela nafas lega karena dirinya sudah berhasil memasukkan obat sariawan itu ke tas miliknya, tanpa terasa Melisa mengangkat sudut bibirnya untuk mengeluarkan senyuman.


"Sebaiknya aku buang obat sariawan yang di bawa Arjuna ke tas miliknya aku saja, niatnya tadi mau buang ke tempat sampah tapi nanti kalau bungkus sekaligus obat sariawannya ketahuan sama Arjuna bisa gawat, Arjuna itu anak yang cerdas dan cerdik jadi ngga akan bisa di bohongi, beruntung aku juga punya otak yang cerdas dan cerdik, sebelas seratus sama Arjuna, jauh amat deh maksudnya sebelas dua belas sama Arjuna" batin Ane sambil mengeluarkan senyum di wajahnya.


Arjuna kini tetap mengayunkan kedua kakinya ke arah dapur, bahkan kini Arjuna mempercepat langkah kakinya supaya cepat sampai ke dapur, dan bisa secepatnya kembali ke ruang makan.


"Aku harus secepatnya sampai ke dapur dan secepatnya mengambilkan minuman jus jambu buat mommy, soalnya aku pengin menyaksikan sendiri mommy aku meminum obat sariawan yang aku bawa, sepertinya mommy benar benar mau meminum obat sariawan yang aku bawa" batin Arjuna sambil tetap melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


Setelah beberapa menit melangkah, kini Arjuna sudah sampai di dapur, tanpa komando dan tanpa membuang waktu, kini Arjuna bergegas melangkah menuju ke kulkas yang tergeletak di dapur.



Kedua matanya Arjuna nampak berbinar karena dirinya sudah sampai di dapur, sehingga kini Arjuna hanya tinggal satu tugas lagi dari Melisa, yaitu Arjuna mengambilkan jus jambu buat Melisa.


Setelah Arjuna mengayun langkah kakinya selama beberapa menit, kini Arjuna sudah sampai di samping kulkas, tempat untuk menyimpan makanan, minuman, dan sayur sayuran supaya tidak basi dan busuk.



Kedua matanya Arjuna nampak berbinar melihat kulkas yang ada di depannya, kini kedua tangannya Arjuna terulur untuk membuka pintu kulkas.


__ADS_1


Setelah pintu kulkas terbuka, kedua matanya Arjuna berselancar mencari jus jambu yang Melisa inginkan, cuma butuh beberapa detik kini kedua matanya Arjuna sudah menangkap jus jambu sesuai keinginan Melisa.



Tanpa menunggu terlalu lama dan tanpa basa basi, tangannya Arjuna mengambil jus jambu tersebut, tentunya Arjuna kini menerbitkan senyum lebar di wajahnya.


Setelah gelas yang berisi jus jambu ada di tangannya, kini Arjuna langsung menutup pintu kulkas tersebut, lalu setelah pintu kulkas tertutup rapat, kini Arjuna bergegas langsung pergi menjalankan kedua kakinya ke ruang tamu dimana Melisa berada.


"Wah kelihatannya segar banget jus jambu ini, dan aku yakin rasanya juga enak, jadi pengin jus jambu juga, tapi aku sengaja ngga ambil jus jambu buat aku takut mommy aku kelamaan menunggu aku, apalagi mommy aku hari ini pertama kali masuk kerja, jadi aku ngga mau mommy aku terlambat ke tempat kerja cuma gara gara aku yang kelamaan mengambil jus jambu" batin Arjuna dengan raut wajah yang terlihat bahagia.


Walau terbesit keinginan dalam hati Arjuna ingin meminum jus jambu juga, namun Arjuna mengurungkan niatnya hanya supaya Melisa tak terlalu lama menunggu Arjuna.


Arjuna juga takut kalau Melisa terlalu lama menunggu Arjuna akan mengakibatkan Melisa terlambat berangkat kerja, sungguh pemikiran Arjuna itu pemikiran dewasa walaupun usainya masih kecil namun Arjuna sudah bisa berpikir seperti itu.


Melisa meletakkan tas miliknya ke tempat semula, Melisa menatap ke arah tas miliknya yang sudah di tutup rapat tanpa jejak.


Melisa berharap Arjuna tak bertanya macam macam tentang kemana perginya obat sariawan itu, karena Melisa tak mau membohongi Arjuna terlalu banyak, kalau Arjuna banyak tanya tentang obat sariawan itu otomatis akan membuat Melisa membohongi Arjuna terlalu banyak.


Melisa komat kamit entah apa yang Melisa baca dan hafalkan, intinya Melisa ingin Arjuna percaya kalau Melisa sudah meminum obat sariawan yang Arjuna bawa tadi.


__ADS_1


Sungguh jauh dari lubuk hatinya Melisa merasa bersalah kepada Arjuna, karena Melisa membohongi Arjuna dengan cara meminta Arjuna mengambilkan jus jambu, walaupun sebenarnya Melisa sama sekali tak haus dan tak ingin minum jus jambu.


"Semoga saja Arjuna nanti percaya kalau aku sudah meminum obat sariawan yang Arjuna bawa, semoga saja Arjuna juga tak banyak bertanya tentang obat sariawan itu, tapi aku harus memikirkan cara supaya bisa mengalihkan pembicaraan Arjuna nanti, supaya Arjuna tak banyak menanyakan tentang obat sariawan itu" batin Melisa yang kini sedang memutar otaknya untuk berpikir dengan keras.


__ADS_2