
Arjuna menatap ke arah Melisa sambil menerbitkan senyum lebar di wajahnya, sedangkan Melisa masih sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri, lebih tepatnya Melisa sedang melamun memikirkan semua perkataan Arjuna.
Arjuna mendekatkan tubuhnya ke tubuh Melisa, bukan hanya mendekatkan saja tapi Arjuna menyenggol tubuhnya Melisa, sehingga membuat Melisa yang merasakan ada yang menyenggol, langsung membuyarkan dan membubarkan lamunannya.
Kini Melisa menatap ke arah sumber orang yang menyenggol tubuhnya, betapa kagetnya Melisa karena yang menyenggol tubuhnya lagi dan lagi adalah Arjuna sang anaknya sendiri yang kini sedang tersenyum lebar ke arah Melisa.
"Arjuna apa kamu tadi yang menyenggol tubuhnya mommy ? kenapa kamu menyenggol tubuhnya mommy ? oh mommy tahu apa mommy menginjak kakinya kamu sehingga kamu menyenggol tubuhnya mommy ?" cerca Melisa dengan pertanyaan yang bertubi tubi sambil menatap ke arah Arjuna dengan tatapan yang di penuhi dan di selimuti tanda tanya, sedangkan Arjuna dengan cepat menggelengkan kepalanya tanpa melunturkan senyum lebar yang terpancar di wajahnya.
"Mommy sebaiknya meminum obat sariawan yang aku bawa, supaya sariawan mommy sembuh, karena sebentar lagi mommy berangkat bekerja, kalau mommy di ajak mengobrol sama teman kerja mommy, tapi gara gara mommy tidak mau meminum obat sariawan yang aku bawa, membuat mommy masih merasakan sariawan, dan mommy ngga bisa menjawab omongan semua teman mommy" jelas Arjuna sambil menatap ke arah Melisa, sementara Melisa hanya menganggukkan kepalanya pasrah dengan omongan Arjuna.
Arjuna yang melihat anggukan kepala dari Melisa langsung menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, lalu tanpa di komando Arjuna menyodorkan nampan yang berisi makanan, minuman, dan obat sariawan ke Melisa, dengan lesu Melisa menerima nampan yang di sodorkan Arjuna ke dirinya.
"Ayo mommy minum obat sariawan yang aku bawa, tapi sebaiknya mommy makan dulu makanan yang aku siapkan di nampan" imbuh Arjuna dengan kedua matanya yang berbinar sedangkan Melisa hanya menanggapi sambil tersenyum kecut.
__ADS_1
"Arjuna sebenarnya mommy sudah kenyang, masa mommy harus makan lagi, padahal niat mommy itu mau ke kamar mommy buat ambil tas yang akan di bawa ke tempat kerja mommy" elak Melisa mencoba bernegosiasi dengan Arjuna, hanya itu alasan yang tercantum di otaknya tadi sehingga Melisa berusaha mengatakan kepada Arjuna, berharap Arjuna tidak menyuruhnya makan dan meminum obat sariawan yang Arjuna bawa.
Arjuna yang mendengar keluh kesah Melisa langsung berpikir sebentar, sedetik kemudian Arjuna langsung mengeluarkan senyum lebar karena mendapat ide briliant, lalu Arjuna berkata kepada Melisa.
"Walaupun mommy sudah kenyang, lebih baik mommy tetap makan walaupun hanya beberapa sendok, juga tak apa yang penting itu sebagai dasar sebelum mommy meminum obat sariawan yang aku bawa" nasehat Arjuna sambil menatap ke arah Melisa, sedangkan Melisa menatap ke arah Arjuna dengan kagum, karena sungguh pemikiran Arjuna sangat dewasa sampai bisa menasehati Melisa seperti itu.
Melisa sangat bangga dan sangat bahagia bisa melahirkan putra seperti Arjuna, entah mengapa dirinya begitu menyesal seandainya dulu menggugurkan janin yang ada di kandungannya, beruntung Melisa berpikir berkali kali sebelum mengambil keputusan, sehingga Melisa tidak jadi menggugurkan janin yang tak lain adalah Arjuna.
"Oke Arjuna mommy akan makan sedikit ayo kita berdua ke ruang makan" ajak Melisa lalu tanpa menunggu jawaban dari Arjuna Melisa melangkahkan kakinya menuju ke ruang makan.
"Mommy sebaiknya kita berdua ke kamar mommy dulu buat mengambil tas yang akan di bawa mommy ke tempat kerja, setelah mengambil tas baru kita berdua ke ruang makan supaya mommy bisa makan dengan bebas di sana, kalau ke ruang makan dulu, nanti bolak balik karena pasti mommy akan ke kamar untuk mengambil tas yang akan di bawa ke tempat kerja mommy" saran Arjuna sambil menatap ke arah Melisa dengan tatapan serius, sedangkan Melisa yang mendengar saran dari Arjuna langsung mengumbar senyum lebar di wajahnya.
"Arjuna ternyata kamu anak yang pintar bisa kepikiran sampai situ, padahal tadi mommy ngga berpikir sampai ke situ, ayo Arjuna kita berdua lanjutkan ke kamar mommy buat mengambil tas" ajak Melisa lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya, sementara Arjuna mengikuti langkah kakinya Melisa dari belakangnya.
Setelah Melisa dan Arjuna sudah berjalan selama beberapa puluh menit, kini Arjuna dan Melisa sudah ada di depan pintu kamarnya Melisa, lalu dengan cepat Arjuna membuka pintu kamarnya Melisa, hal itu membuat Melisa semakin bangga kepada Arjuna sang anak.
__ADS_1
Setelah pintu kamar Melisa terbuka, membuat Melisa melangkah masuk ke kamarnya, di ikuti oleh Arjuna, lalu Melisa berjalan menuju ke almari tas yang terdapat banyak tas di sana, melihat itu membuat Arjuna juga menjalankan kakinya menuju ke almari tas milik Melisa.
"Mommy biar aku saja yang ambilkan tas buat mommy, soalnya mommy sedang memegang nampan pasti repot kalau harus mengambil tas, mending mommy tunjukkan bentuk dan warna tas yang akan mommy bawa ke tempat kerja mommy" jelas Arjuna yang kini ada di tengah tengah antara almari tas dan Melisa, sementara Melisa nampak menatap ke arah almari tas yang ada di depannya.
Setelah beberapa menit kemudian, Melisa telah menemukan tas yang ingin dia bawa ke tempat kerja, sehingga Melisa memberikan petunjuk tentang tas yang akan di bawa oleh dirinya ke tempat kerja mulai dari warna, bentuk, dan letak tas tersebut.
Arjuna mendengarkan penjelasan alias petunjuk Melisa dengan seksama dan cermat, itu bertujuan supaya Arjuna tidak salah dalam mengambil tas, setelah Melisa menjelaskan secara detail tas yang dia incar untuk di bawa ke tempat Melisa bekerja, Arjuna mengambilkan tas yang Melisa maksud dengan senang hati.
"Mommy apa ini tas yang mommy akan bawa ke tempat kerja mommy ?" tanya Arjuna kepada Melisa setelah Arjuna mengambil satu tas sesuai dengan petunjuk dari Melisa, sementara Melisa mengumbar senyum lebar di wajahnya sambil menatap ke arah tangan Arjuna yang memegang tas yang Melisa maksud.
"Ya Arjuna itu tas yang mommy maksud, makasih kamu sudah membantu mengambilkan tas buat mommy" jelas Melisa secara singkat dengan kedua matanya yang berbinar bahkan senyum lebar mengembang di wajah Melisa, sedangkan Arjuna juga ikutan tertular menerbitkan senyum lebar di wajahnya.
"Sama sama mommy, lebih baik kita berdua ke ruang makan supaya mommy bisa makan dan minum obat sariawan, tasnya biar aku saja yang bawa" jelas Arjuna sambil menatap ke arah Melisa sementara Melisa menganggukkan kepalanya pasrah.
"Oke Arjuna" sahut Melisa singkat mendapatkan jawaban itu membuat Arjuna langsung melangkahkan kakinya menuju ke pintu kamar Melisa, sedangkan Melisa juga mengekori Arjuna di belakangnya.
__ADS_1