
Melisa menatap lekat kepada Arjuna, sementara Arjuna yang di tatap seperti itu tak bisa mengelak lagi, sehingga Arjuna menganggukkan kepalanya samar.
Melisa mengeluarkan senyum tipis di wajahnya, sangat tipis sehingga tak ada yang tahu kalau Melisa sedang tersenyum.
Jujur Melisa merasa bahagia karena Arjuna kini tak membohongi dirinya lagi, anggukan kepala dari Arjuna membuat perasaan Melisa membuncah dan bahagia tiada tara.
Arjuna sudah jujur kepada Melisa melalui anggukan kepala Arjuna sebagai jawaban, sehingga kini tugasnya Melisa sekarang adalah mengorek informasi apa yang Arjuna lamunkan tadi.
"Arjuna mommy penasaran memang apa yang membuat kamu melamun ?" tanya Melisa sambil menaikkan satu alisnya ke atas.
Arjuna yang mendengar pertanyaan yang keluar dari Melisa, membuat Arjuna berkali kali meneguk air liurnya sendiri, dan berkali kali Arjuna menelan salivanya.
Arjuna kini di landa bimbang dan bingung, haruskah Arjuna jujur apa yang tadi Arjuna lamunkan tadi, namun Arjuna takut kalau Arjuna jujur akan membuat Melisa marah kepada Arjuna.
Setelah Melisa menunggu selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Arjuna menunggu selama beberapa puluh menit, kini Arjuna belum juga menjawab pertanyaan yang keluar dari mulutnya Melisa.
Melisa mengerutkan keningnya heran, mengapa Arjuna hanya diam saja dan belum menjawab, jujur tingkat kepo Melisa kini berselimut di dadanya, sungguh Melisa kepo tingkat dewa dengan apa yang Arjuna lamunkan tadi.
"Arjuna kenapa kamu diam saja ? apa yang kamu lamunkan tadi ? jawab mommy jangan diam saja Arjuna" perintah Melisa sambil menaikkan suaranya ratusan milyar oktaf, sementara Arjuna yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri alias lamunannya membuat Arjuna tak mendengar perkataan Melisa.
Lagi dan lagi Melisa menunggu selama beberapa puluh menit, namun Melisa tak kunjung mendapatkan jawaban dari Arjuna, hal itu membuat Melisa frustasi seandainya tingkat kesabaran Melisa setipis tisu.
__ADS_1
Namun karena Melisa yang mempunyai tingkat kesabaran tinggi, membuat Melisa menghela nafas dengan nada berat, lalu Melisa mencari cara supaya Arjuna mendengar perkataannya.
Melisa sangat yakin kalau kini Arjuna sedang melamun, sehingga Melisa memutar otaknya supaya Arjuna membubarkan semua lamunan di otaknya Arjuna.
Setelah Melisa berpikir selama beberapa menit, tiba tiba Melisa menerbitkan senyum lebar di wajahnya, sekarang wajah Melisa berbinar seperti mendapat undian berhadiah atau mendapat hadiah jackpot, sepertinya Melisa menemukan ide briliant untuk menyadarkan Arjuna dari lamunannya.
Melisa menoleh ke arah Arjuna, lalu tangannya Melisa terulur memegang pundak Arjuna, sementara Arjuna yang merasa kalau pundaknya di pegang oleh seseorang membuat Arjuna menoleh ke arah sumber orang yang memegang pundaknya.
"Ada apa mommy ?" tanya Arjuna sambil tersenyum kikuk ke arah Melisa, sedangkan Melisa hanya menggelengkan kepalanya samar, sungguh Melisa heran dengan pertanyaan yang terlontar oleh Arjuna.
Melisa semakin yakin kalau Arjuna itu tadi melamun lagi, makanya Arjuna bertanya kepada Melisa apa yang Melisa bicarakan tadi, namun yang membuat Melisa heran apa yang Arjuna lamunkan, itu yang sejak berkecamuk di pikiran Melisa.
Melisa menatap lekat ke arah Arjuna, berharap Melisa tahu apa yang Arjuna lamunkan tadi, namun Melisa sama sekali tak menemukan apa yang Arjuna lamunkan tadi.
Karena Melisa tak tahu sama sekali apa yang Arjuna lamunkan, membuat Melisa bertekad mengorek informasi kepada Arjuna apa yang Arjuna lamunkan.
"Arjuna mommy heran sama kamu kenapa kamu ngga jawab pertanyaan mommy ?" tanya Melisa menatap ke arah Arjuna sambil memegang pundak Arjuna, sementara Arjuna yang samar samar mendengar perkataan Melisa membuat Arjuna menelan salivanya berkali kali.
__ADS_1
Arjuna masih bungkam dan diam saja, entah mengapa lidah Arjuna terasa kelu, bingung menjawab apa kira kira alasan yang tepat supaya Melisa tak marah kepada Arjuna.
Namun beberapa menit Arjuna berpikir, masih saja Arjuna belum menemukan jawaban yang pantas dan tepat kepada Melisa.
Melisa yang tak sabar menunggu jawaban Arjuna membuat Melisa memikirkan cara supaya Arjuna tersadar dari lamunannya, entah mengapa diamnya Arjuna itu menurut Melisa karena Arjuna berkelana dengan dunianya sendiri, bahasa gaulnya adalah Arjuna sedang melamun lagi.
Melisa berpikir apakah Arjuna dari tadi diam saja karena sedang memikirkan jawaban atas pertanyaannya, entah itu hanya dugaan saja atau kenyataan Melisa belum tahu pasti.
Namun dalam hati Melisa kalau seandainya Arjuna tidak sedang memikirkan jawaban atas pertanyaan Melisa, pasti Arjuna sudah sejak tadi menjawab pertanyaan Melisa, namun kenyataannya Melisa sama sekali belum mendengar jawaban yang terlontar dari mulutnya Arjuna.
"Aku heran sama Arjuna kenapa dia belum jawab pertanyaan aku, apa sebenarnya yang Arjuna lamunkan, apa Arjuna melamun gajah yang bertelur, tapi dalam kamus manapun yang namanya gajah pasti beranak bukan bertelur, aku harus lakukan sesuatu supaya Arjuna mendengar suara aku yang merdu ini, mubazir dong kalau sampai suara merdu aku ngga di dengar Arjuna" batin Melisa sambil memijit pelipisnya.
Melisa juga sedang memutar otaknya supaya berpikir keras cara membuat Arjuna mendengar perkataan Melisa, sementara Arjuna masih sibuk dengan pemikirannya sendiri, Arjuna sedang mencari alasan yang tepat supaya Melisa tak curiga kepadanya terus menerus.
Sejujurnya Arjuna tak mau berbohong kepada Melisa, namun menurut Arjuna kalau Arjuna berkata jujur kepada Melisa, Arjuna takut akan membuat Melisa marah kepada Arjuna.
Setelah Arjuna berpikir matang matang melebihi matangnya semangka, kini Arjuna sudah bertekad untuk berbohong kepada Melisa, sungguh dalam hati Arjuna dirinya terpaksa melakukan itu supaya Melisa tak marah kepada Arjuna.
"Aku harus mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan mommy, sebenarnya aku ngga ada niat buat bohong kepada mommy, tapi kalau aku bicara jujur aku takut mommy akan marah kepada aku, sehingga lebih baik aku berbohong cari alasan yang tepat apa yang aku lamunkan tadi, maaf mommy kalau aku salah aku terpaksa melakukan ini supaya mommy tidak marah sama aku" batin Arjuna tulus dengan tatapan kosong ke arah depan, sementara Melisa kini mengeluarkan senyum di wajahnya, hal itu membuat kecantikan Melisa bertambah beribu ribu kali lipat.
__ADS_1
"Sepertinya aku punya ide supaya Arjuna anaknya aku mendengar suara aku, semoga saja Arjuna benar benar bisa mendengar suara aku dan mau menjawab perkataan aku, tapi yang buat aku penasaran dan kepo tingkat dewa itu apa yang membuat Arjuna melamun, lebih baik aku jalankan misi aku supaya Arjuna bisa mendengar suara aku, setelah itu baru aku pikirkan cara mengorek informasi lagi kepada Arjuna" kata Melisa dalam hati dengan senyum tipis menghiasi wajahnya, sedangkan Arjuna masih berkutat dengan lamunannya.