
Melisa kini menatap tajam ke arah Arjuna, sedangkan Arjuna berkali kali menelan salivanya, sungguh saat ini Arjuna seperti buah semangka yang manis, koq buah semangka maksudnya kini Arjuna seperti buah simalakama.
Arjuna sangat merutuki dirinya sendiri, karena menurut Arjuna dirinya begitu ceroboh tadi langsung menganggukkan kepalanya mantap, tanpa Arjuna tahu pertanyaan dari Melisa, mungkin refleks kaget atau karena Arjuna yang tak bisa berbohong sehingga begitu Melisa bertanya seperti tadi Arjuna langsung menganggukkan kepalanya mantap.
Namun sedetik kemudian setelah Arjuna menganggukkan kepalanya, baru Arjuna sadar pertanyaan dari Melisa, sehingga dengan cepat Arjuna berubah menggelengkan kepalanya, namun sepertinya kini Melisa sudah curiga kalau Arjuna menyembunyikan sesuatu.
Melisa yang sejak beberapa menit lalu menatap Arjuna dengan tatapan tajam, sambil menunggu jawaban yang akan di keluarkan oleh Arjuna, namun beberapa menit menunggu ternyata Arjuna masih diam membeku dan diam membisu seperti patung, sehingga Melisa yang geram langsung mengeluarkan suara lagi, namun Melisa bertanya kepada Arjuna bukan dengan suara teriakan atau bentakan.
"Arjuna kenapa kamu diam saja, apa yang kamu sembunyikan dari mommy" cerca Melisa dengan mengeraskan suaranya ratusan milyar oktaf, sedangkan Arjuna yang sedang sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri, lebih tepatnya Arjuna sedang melamun, langsung buru buru Arjuna membubarkan dan membuyarkan lamunannya.
Arjuna yang samar samar mendengar suara Melisa, kini menatap ke arah Melisa yang sedang menatap Arjuna dengan tatapan tajam, membuat Arjuna tersenyum manis sekali melebihi manisnya buah semangka.
Arjuna tersenyum manis supaya Melisa tidak marah kepadanya, jujur Arjuna bingung apa yang tadi Melisa bicarakan, karena Arjuna tidak mendengar suara Melisa sama sekali, walau satu katapun atau satu hurufpun Arjuna tetap tidak mendengar suara Melisa.
Arjuna yang di tatap tajam seperti itu oleh Melisa, membuat Arjuna salah tingkah dan Arjuna menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal, sambil tetap setia mengeluarkan senyum manis yang dia miliki, senyum Arjuna sangat manis tanpa pemanis buatan.
__ADS_1
"Mommy tadi bicara apa, aku tadi belum dengar mommy bicara apa" sahut Arjuna sejujur jujurnya, mendengar jawaban yang keluar dari mulutnya Arjuna, membuat Melisa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.
Sungguh Melisa heran dengan Arjuna, kenapa suara Melisa tidak di dengar oleh Arjuna, namun sedetik kemudian Melisa mengeluarkan senyum kecil dari bibirnya, entah apa arti senyuman itu.
Dalam hatinya Melisa berpikir bahwa pasti Arjuna berpura pura tidak mendengar suara Melisa, karena Arjuna takut di tanya oleh Melisa tentang apa yang di sembunyikan Arjuna dari Melisa, cuma itu yang muncul di otaknya Melisa.
Melisa mengembangkan senyum tipis, sangat tipis sekali sehingga hanya Melisa yang tahu kalau saat ini Melisa sedang tersenyum, saking tipisnya senyuman Melisa.
"Arjuna mommy tahu kalau kamu berpura pura tidak mendengar suara mommy, supaya kamu bisa menghindar dari mommy tentang pertanyaan kamu yang menyembunyikan sesuatu dari mommy, dan mommy yakin kamu menyembunyikan sesuatu dari mommy" cibir Melisa sambil menatap ke arah Arjuna dengan tatapan mengejek, sementara kedua matanya Arjuna yang mendengar tuduhan dari Melisa langsung terbelalak lebar dengan mulut yang terbuka lebar.
Dalam hatinya Arjuna kenapa Melisa sampai berpikir seperti itu, padahal Arjuna bukan anak yang licik, tadi memang sebenarnya Arjuna tidak mendengar suara Melisa karena Arjuna melamun, apakah Arjuna harus bilang ke Melisa kalau dia tadi melamun.
Arjuna yang bersiap berbicara kalau terus terang ke Melisa kalau Arjuna melamun, namun sedetik kemudian Arjuna mengurungkan niat tersebut, Arjuna takut malah Melisa akan marah karena sedang bersama dengan Melisa tapi malah Arjuna melamun, sehingga Arjuna sedang memutar otaknya mencari alasan yang tepat kenapa Arjuna tidak mendengar suara Melisa.
Arjuna kini telah menemukan alasan kenapa dirinya tak mendengar suara Melisa, sehingga membuat Arjuna mengeluarkan senyum tipis di wajahnya, namun Melisa tak mengetahui senyuman Arjuna karena Arjuna senyumnya sangat tipis.
__ADS_1
"Mommy sebenarnya aku beneran ngga dengar mommy ngomong apa tadi, aku jujur ke mommy kalau aku ngga dengar suara mommy bukan aku pura pura ngga dengar suara mommy, sebenarnya aku ngga menyembunyikan apa apa dari mommy" jelas Arjuna sambil menatap ke arah Melisa, sementara Melisa memicingkan mata ke arah Arjuna.
Melisa lalu menatap ke arah Arjuna untuk melihat apakah Arjuna berbicara jujur atau bohong, namun Melisa tahu kalau Arjuna tidak berbohong sama sekali, karena kelihatan dari gelagat dan gerak gerik Arjuna.
Melisa mengernyitkan keningnya heran, sungguh Melisa bingung dengan pikirannya, dalam hati Melisa berpikir kalau Arjuna hanya pura pura tidak mendengar suara Melisa, namun dari sorot mata Arjuna terlihat kejujuran bahwa Arjuna memang tidak mendengar suara Melisa, bukan malah Arjuna berpura pura tak mendengar suara Melisa.
Melisa jadi bingung, apakah benar kalau Arjuna benar benar tak mendengar suara Melisa, tapi kalau di lihat dari gelagatnya memang benar Arjuna jujur kalau tak mendengar suara Melisa, karena Melisa di penuhi dan di selimuti dengan rasa penasaran tingkat dewa, membuat Melisa bertanya kepada Arjuna.
"Arjuna apa benar kamu tidak mendengar mommy bicara tadi ? terus apa penyebab kamu tak mendengar pembicaraan mommy ?" tanya Melisa sambil menatap ke arah Arjuna dengan tatapan serius, sementara Arjuna langsung menelan salivanya berkali kali, walau Arjuna telah menemukan alasan jawaban yang tepat, namun tetap saja perasaan takut menghantui Arjuna.
"Aku tadi ngga dengar suara mommy karena suara mommy sangat lirih, sehingga aku ngga mendengar suara mommy" elak Arjuna berusaha menjelaskan dengan intonasi yang jelas tanpa terbata bata, karena Arjuna takut kalau Arjuna menjawab dengan nada terbata bata pasti Melisa akan semakin curiga kalau Arjuna berbohong.
Melisa yang mendengar secara langsung jawaban Arjuna membuat kedua mata Melisa terbuka lebar, sungguh Melisa tersulut emosi gara gara jawaban Arjuna, namun Melisa berusaha meredam semua amarah yang sudah ada di ubun ubun.
Melisa memang merupakan seorang ibu yang sabar dan sangat penyayang, sehingga Melisa tidak pernah memarahi Arjuna kalau Arjuna tidak melakukan kesalahan besar, dan untuk saat ini Melisa rasa Arjuna tidak melakukan kesalahan, sehingga Melisa berusaha meredam sekuat tenaga emosi yang ada di dadanya.
__ADS_1
"Arjuna kamu jangan bohongi mommy, suara mommy itu tadi sedang dan suara mommy juga ngga sangat lirih, atau jangan jangan memang kamu yang sedang melamun sehingga tak mendengar suara mommy, padahal porsi volume suara mommy seperti biasa saat kita bicara bahkan mommy sempat menaikkan suara menjadi beberapa ratus oktaf" jelas Melisa sambil menatap ke arah Arjuna dengan tatapan menelisik, sementara Arjuna menelan salivanya berkali kali.