
Hal itu memang benar, di saat Travis menunjukan sebuah foto lewat layar handphonenya. Dan foto yang di tunjukan oleh Travis tak lain adalah fotonya Rio.
"Dia mantan mu kan? Dan juga sekaligusnya ayah biologisnya Beby." ungkap Travis yang memang sudah mengetahui semuanya.
"Kau mana mungkin kau bisa tau kalau dia adalah ayahnya Beby?" tanya Puja merasa heran karena selama ini ia tidak pernah memberitahukan pada siapapun siapa ayahnya Beby yang sebenarnya. Terkecuali ayahnya sendiri yang tak lain adalah Anwar!
Sementara di lain ruangan, masih di kamar hotel yang sama.
"Beby sus mau kesana sebentar ya, kamu disini dulu." pinta Andra, dan Beby langsung mengangguk setuju.
Andra berniat ingin mengintip sekaligus menguping pembicaraan mereka karena terlanjur di buat penasaran.
"Aku tau karena aku penasaran, maka dari itu aku mencari taunya." balas Travis dengan enteng.
"Kau ingat sewaktu paman menghubungiku. Bahwa kau akan datang ke Malaysia, dan ayahmu memintaku untuk menjadi bodyguard pribadimu dan menjagamu selama ada disana. Dia sempat menceritakan bahwa keadaanmu sedang hamil, dan paman bilang ayah dari bayi yang kau kandung tidak ingin bertanggung jawab. Namun paman tidak memberitahu siapa nama pria yang sudah menghamilimu. Maka dari itu aku membuat utusan untuk mencari tau, dan ternyata mantan mu adalah seorang Aktor besar yang cukup terkenal." sambung Travis lagi menjelaskan semuanya.
Puja hanya bisa terdiam dan terduduk lemas di pinggir ranjang, sembari mendengarkan ucapan sepupunya.
"Dan kau tau Puja, pada sore itu Beby sempat menghilang."
"Apa?" Spontan wanita itu berdiri dan melayangkan tatapan tajam ke arah sepupunya. Setelah mendengar ucapan dari Travis yang mengatakan jika putrinya Beby sempat menghilang.
"Bagaimana mungkin bisa?" tanya Puja merasa sangat khawatir setengah mat*.
"Ya setelah aku selidiki ternyata putrimu yang kelewat bijak itu kabur dari pantauan Andra pada saat di mall, dan memilih untuk mengikuti ayahnya keluar dari mall menuju ke taman." jelas Travis, karena pada saat setelah kejadian sore itu. Dia langsung memeriksa cctv dan menemukan kejadian-kejadian Beby dan juga Rio.
__ADS_1
Sungguh sebenarnya, pada saat Rio sempat membuka kacamata hitamnya. Travis sudah di buat kaget, karena matanya sangat mirip dengan wajah seorang aktor besar yang bernama Rio, dan itu artinya pria yang bersama Beby adalah mantan kekasih Puja sekaligus ayah kandung keponakannya.
Namun karena ingin memastikan, Travis terpaksa mencari tau terlebih dahulu, dan ternyata benar. Pria yang bersama Beby pada sore itu memanglah Rio.
"Apa kau bilang?" tanya Puja masih belum percaya, dan belum bisa menerima kenyataan jika putrinya harus bertemu dengan pria brengsek itu.
Hal yang begitu sangat ditakutkan nya kini telah terjadi.
"Entahlah Puja aku juga tidak mengerti, mungkin ini sudah takdir mereka berdua untuk bertemu setelah 4 tahun lamanya mereka berdua terpisah." ucap Travis secara spontan.
Sehingga membuat Puja langsung marah.
"Apa kau bilang? Dengar ya Travis! Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan dia tau bahwa Beby adalah putrinya. Aku tidak rela jika sampai putriku memiliki ayah yang sangat buruk dan bajing*n sepertinya." jawab Puja dengan begitu lantang.
"Tapi nyatanya memang seperti itu, kau tidak bisa menolak kenyataan." kata Travis.
"Oh ya! Dengarkan aku baik-baik! Sebaiknya jika kamu tidak menginginkan mereka berdua bertemu kembali, dan jangan sampai ayah dan anak itu tau tentang rahasia yang kau sembunyikan. Maka cepatlah kembali ke Malaysia. Hanya dengan cara itu kamu bisa menghindar dari Rio! Mengingat tentang kejadian semalam sore, pertemuan mereka juga secara tidak sengaja dan sangat kebetulan. Padahal Rio hanya lewat sekilas saja, tapi putrimu malah mengejarnya sampai keluar. Mungkin ikatan mereka sangat kuat, terbukti dengan kedekatan mereka dan keduanya merasa sangat nyaman satu sama lain." ucap Travis berkata dengan sangat serius.
Dan di saat pria itu hendak keluar, Puja langsung mencegah tangannya.
Secara bersamaan dengan Andra yang langsung bergegas pergi dari sana karena takut ketahuan. Dan memutuskan untuk kembali bermain dengan Beby.
"Ja-jadi pria yang semalam itu adalah ayah biologisnya Beby? Mana mungkin! Ya ampun bagaimana perasaan nona sekarang? Dia sudah sekuat tenaga menjauhkan Beby dari pria yang tidak bertanggung jawab dan brengsek. Bahkan aku sendiri merasa benci ketika mendengarnya. Semoga saja Beby tidak kembali di pertemukan oleh pria itu." ucap Andra di dalam hati. Merasa sangat prihatin dengan kondisi nonanya.
Karena selama ini Andra memang mengetahui jika Puja adalah korban dari ulah pria bajingan yang tidak mau bertanggung jawab.
__ADS_1
Sementara di dalam kamar.
"Aku tidak yakin setelah pertemuan mereka berdua, Rio pasti sudah tau jika Beby adalah putriku. Kau sendiri tau jika wajah kami berdua sangatlah mirip." ujar Puja yang kini sudah tidak sanggup lagi menahan air matanya lebih lama.
Travis langsung menghela nafas.
"Tidak jangan khawatir soal itu! Aku sudah menanganinya. Memang dia menyuruh sesorang untuk menyelidiki tentang identitas putrimu, tapi bahkan selama ini paman Anwar sangat memegang teguh tentang privasi mu dan juga Beby. Tidak ada identitas Beby yang bisa di ketahui orang luar, terkecuali family kita. Jadi jangan cemas! Saran dari ku hanya satu, kembali lah ke Negeri Jiran untuk menghindari pertemuan mereka kembali." balas Travis, yang setelah itu langsung pergi dengan meninggalkan Puja sendirian di dalam kamar.
Andra terus memperhatikan punggung Travis hingga akhirnya pria itu telah keluar dari kamar hotel.
Setelah kepergian Travis, Andra langsung bangkit dan menutup kembali pintu hotelnya, dan pergi menuju ke dalam kamar ingin melihat keadaan sang nona.
"Nona!" panggil Andra yang langsung berlari di kala melihat Puja yang sedang menangis.
"Andra." ucap Puja, wanita itu merasa sudah tidak sanggup menahan beban ini sendirian, dan langsung saja menceritakan masalah yang sedang di alaminya kepada suster itu.
Andra masih terus mendengarkan penjelasan dari Puja, dengan sesekali mencoba untuk menenangkan nonanya. Meskipun sebenarnya ia sudah tau tentang permasalahannya, namun wanita itu memilih untuk mendengarkannya saja, sampai Puja selesai.
Setelah Puja selesai berbicara, barulah Andra memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu.
"Maafkan saya nona sebelumnya! Tapi sebenarnya saya sudah mendengar semuanya dan menguping pembicaraan nona dan Travis tadi. Jadi saya mohon maaf!" ungkap Andra merasa bersalah, dan Puja hanya bisa membalasnya dengan senyuman.
"Tidak masalah, terimakasih juga karena kamu sudah respect kepada saya dan mau mendengarkan cerita saya panjang lebar. Padahal sebenarnya kamu sudah tau." balas Puja.
"Ta-tapi nona! Maafkan saya juga karena tidak becus dalam menjaga Beby sehingga membuat pertemuan yang tidak di inginkan ini harus terjadi. Padahal jika seandainya saya tidak mengajak Beby untuk memilih baju, mungkin dia tidak akan bertemu dengan pria itu. Maafkan saya nona, saya bersedia jika seandainya saya harus di pecat karena kesalahan saya ini." ungkap Andra benar-benar merasa bersalah.
__ADS_1
"Saya tidak bodoh Andra! Sudahlah ini buka karena kesalahanmu. Memang Beby saja yang kelewat bijak sampai berani mengikuti Rio keluar. Maka sekarang! Lebih baik kamu bantuin saya berkemas, karena malam ini kita akan pulang ke Malaysia. Sudah cukup kita berada disini." balas Puja, dan keduanya pun mulai bersiap-siap memberesi barang-barang untuk berangkat nanti malam.