Anak Jenius Putri Seorang Aktor

Anak Jenius Putri Seorang Aktor
PUJA MELIHAT KE ARAH PUTRINYA


__ADS_3

Puja melihat ke arah putrinya yang saat ini sedang bermain dengan sang suster.


Sementara dia sendiri, merasa sangat dilema.


Perkataan dari Travis mampu membuatnya langsung berpikir panjang. Sehingga harus mengurung kan niatnya untuk kembali ke Malaysia.


Al hasil, kini Travis lah yang menjadi kepercayaan nya untuk mengurus perusahaan. Dan pria itu akan berangkat pada malam ini juga.


Puja memutuskan untuk bangkit, dan langsung menghampiri Andra.


"Aku akan ke rumah sakit untuk menjenguk ayah ku. Tolong jaga putriku ya!" ucap Puja memberikan perintah kepada wanita itu.


"Baik nona!" jawab Andra langsung.


Setelah kepergian Puja, Andra langsung mengajak anak asuhnya menuju ke dalam kamar, dan tak lupa untuk menutup pintu hotelnya terlebih dahulu.


Singkat cerita!


Puja telah sampai di Rumah Sakit, dan langsung pergi menuju ke kamar rawat inap ayahnya.


Dia dapat melihat dengan jelas, bagaimana pucatnya wajah Anwar yang kini hanya bisa terbaring lemah di atas ranjang pasien.


Secara perlahan Puja mulai mendekat, dan memegang tangan sang ayah yang terasa sangat dingin.


"Apa ayah sudah makan?" tanya Puja dengan suara yang sangat lembut.


Namun ayahnya hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, karena mungkin sedikit kesulitan untuk berbicara.


"Puja bawakan ayah makanan, cobalah sedikit!" sambung wanita itu lagi, yang langsung beralih memandang ke arah tempat makan yang berisikan sebuah nasi beserta lengkap dengan sayuran sehatnya, dan juga lauk ikan.


Puja mengerti jika makanan rumah sakit rasanya pasti tidak enak, maka dari itu dia berinisiatif untuk memasak makanan terlebih dahulu setelah pulang dari tempat permainan pada saat menemani putrinya.

__ADS_1


Kebetulan Puja juga sudah izin kepada Dokter yang merawat Anwar. Bahwa dia akan memberikan ayahnya makanan dari rumah, dan sang dokter juga tidak melarang.


Dan kini Puja langsung menyuapi Anwar secara sabar, meskipun pada akhirnya nasi yang di bawakannya tidaklah habis semua, dan tersisa separuh. Tetapi Puja cukup di buat senang, karena ayahnya mau memakan masakannya meskipun hanya sedikit saja.


Setelah selesai, dan Puja langsung memberesi kotak makannya. Wanita itu sudah kembali duduk di samping ranjang pasien ayahnya.


"Berjanjilah padaku bahwa ayah akan sembuh! Aku juga berjanji tidak akan kembali, dan memutuskan untuk menetap di Indonesia demi ayah." ucap Puja berkata dengan sangat tulus.


Sudah lama Puja memikirkan tentang hal ini. Dan akhirnya ia sudah membuat keputusan untuk tetap berada di Indonesia, dan Perusahaannya akan di tangani penuh oleh Travis.


Anwar langsung tersenyum ketika mendengar pengakuan dari putrinya itu, dan akhirnya bisa merasa lega. Karena seluruh aset turun temurun dari keluarga besarnya jatuh di tangan orang yang tepat. Dan orang itu berasal dari keturunan nya langsung.


"Maka dari itu berjuang lah untuk sembuh ayah! Aku tidak punya siapa-siapa lagi sekarang, jika ayah tiada lalu aku harus dengan siapa disini?" tanya Puja berbicara dengan bersungguh-sungguh.


Rasa sesal ketika dulunya ia menolak permintaan dari ayahnya dan tetap kekeh untuk pulang ke Malaysia sehingga berunjung membuat Anwar harus di rawat di rumah sakit hingga sekarang.


Pria tua itu langsung menarik nafas ketika mendengar ucapan dari putrinya.


Ia merasa jika sekarang sudah waktunya Puja harus berdamai dengan keadaan dan melupakan tentang masalalunya.


Mendengar akan hal itu membuat Puja merasa tidak terima. Dan langsung berdiri dengan spontan.


"Ayah ku mohon jangan memaksa ku, dan memancingku untuk marah. Aku belum bisa bertemu dengan mereka, jadi tolong jangan memaksa ku lagi!" tekan Puja, yang langsung bernisiatif untuk pergi dan keluar dari kamar ayahnya.


Puja benar-benar tidak bisa harus berdamai dengan keluarganya. Mengingat jika pertemuannya dengan Rio pada saat itu juga terjadi karena Riskah yang


mengajaknya untuk pergi ke club malam.


Jika seandinya pada saat itu Jenny tidak meminta agar Puja mau menggantikannya datang ke acara club malam itu. Mungkin hingga sekarang tidak akan ada permasalahan yang menimpa mereka bertiga.


Puja memutuskan untuk pulang karena tidak ingin harus kembali memarahi ayahnya lagi. Setelah sampai di hotel, Puja melihat jika putrinya sudah tidur bersama Andra.

__ADS_1


Karena tidak ingin menganggu mereka berdua. Akhirnya Puja memilih untuk berlalu dan pergi menuju ke kamarnya sendiri. Membiarkan malam ini agar Beby tidur dengan susternya.


Malam yang sudah larut serta sunyi, mungkin semua orang yang menginap di hotel ini sudah pada tidur. Dan hanya Puja sendiri yang masih bertahan untuk membuka matanya, dan belum bisa tertidur karena rasa kantuk yang belum seberapa.


Hingga tiba-tiba saja wanita itu mengingat akan sesuatu dan langsung mengambil sebuah kalender dari atas meja.


Sekarang sudah bulan April pertengahan. Dan sebentar lagi akan menyambut bulan Mei awal. Itu berarti Beby akan berulang tahun pada bulan tersebut. Dengan usia nya yang akan genap 6 tahun.


Beruntung karena Puja tidak melupakan hal itu, sehingga dia bisa mempersiapkan acara yang nanti akan di buatnya untuk merayakan ulang tahun putrinya yang ke enam tahun.


...****************...


Pagi harinya!


Puja langsung menelpon Travis untuk memastikan apakah pria itu sudah sampai dengan selamat ke tempat tujuannya.


Dan benar saja, ternyata pada saat ini Travis sedang berada di Apartemennya.


Pria itu benar-benar sangat kelelahan sekaligus mengantuk. Namun Puja malah menghubunginya secara tiba-tiba. Terpaksa dia pun bangkit untuk mengambil hanphone nya yang kini masih terletak di dalam tas nya.


Setelah panggilan di matikan, pria itu terpaksa harus mandi, karena rasa kantuk yang mendera nya telah hilang secara bersamaan.


"Kenapa sangat melelahkan? Pekerjaan ku sekarang bukan hanya menjadi bodyguardnya. Tapi juga harus terpaksa mengurus perusahaan kosmetiknya. Semoga saja paman tidak marah kepadaku. Karena aku sudah lalai dalam menjalankan tugas yang seharusnya adalah menjaga Puja kemana pun." gumam pria itu, mengingat jika selama ini Anwar menyuruhnya untuk menjadi bodyguard Puja.


Dan harus mengikuti kemana pun sepupunya itu pergi, namun sekarang dia tak lagi menjalankan tugasnya itu dan malah pergi ke Malaysia.


Travis hanya berharap semoga saja harta warisan yang di janjikan oleh Anwar kepadanya tidak akan di tarik kembali karena dirinya yang malah lalai dalam menjalankan tugas sebagai seorang pengawal pribadi untuk sepupunya sendiri.


Ya, Travis memang di beri jaminan oleh pamannya itu, bahwa satu perusahaan serta berhektar-hektar kebun cokelat akan di berikan kepadanya. Jika seandainya Travis bisa menjaga Puja dengan benar.


Tapi kini sepertinya dia tidak bisa berharap lebih, dan besar kemungkinan Anwar akan marah setelah mengetahui jika dirinya sudah kembali ke negri Jiran dan meninggalkan Puja di Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2