
Hingga pada akhirnya tiba-tiba saja Darren mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya.
"Apa kau masih perawan?" tanya pria itu sehingga membuat Riskah yang baru saja menelan daging steak di mulutnya, tiba-tiba saja daging itu harus kembali keluar dari tenggorokan nya dan loncat bahkan hampir mengenai wajah Darren jika seandainya pria itu tidak segera menghindar.
"Maaf..Maaf!" ucap Riskah dengan spontan.
Sementara Darren hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kecil.
"Kau sangat brutal Riskah! Pantas saja banyak brondong yang menyukaimu. Dan itu termasuk aku!" kata Darren.
Riskah tidak menjawab dan hanya diam.
"Apa maksud perkataan mu tadi?" tanya wanita itu akhirnya.
"Pertanyaan yang mana?" tanya Darren balik.
"Kau tadi sempat bertanya kepadaku, apakah aku masih perawan atau tidak? Memang nya kenapa kalau misalnya aku sudah tidak perawan? Apa itu menjadi masalah besar?" tanya Riskah dengan serius.
Baru kali ini ada pria yang menanyai tentang status keperawanan nya. Karena biasanya mereka yang pernah berkencan dengannya, sebelumnya tidak sampai membahas tentang hal seperti itu, dan hanya berlelucon dan mengobrol santai. Tapi sepertinya Darren berbeda, dan pria itu kini mampu membuat Riskah menjadi tidak nyaman.
"Tentu akan menjadi masalah besar! Kau tau keluarga ku adalah keluarga yang terpandang. Apa jadinya jika aku mendapatkan calon istri yang sudah tidak perawan lagi, atau merupakan seorang pel*cur." jawab Darren dengan santainya.
Sehingga mampu memancing kemarahan bagi Riskah!
"Apa maksudmu? Jadi aku ini adalah pel*cur karena sudah tidak perawan lagi? Kau tidak bisa menilai seorang wanita hanya dengan 1 pembuktian saja. Kau tidak tau apa penyebab diriku sampai bisa kehilangan keperawananku sendiri, dan itu karena bukan hal yang di sengaja." ucap Riskah dengan penuh emosi.
Darren langsung menjadi panik dan tidak paham mengapa Riskah bisa sampai semarah ini. Perkataan wanita itu barusan benar-benar membuatnya bingung!
__ADS_1
Padahal Darren tidak mengatakan jika Riskah adalah seorang pel*cur. Dia hanya ingin memastikan jika wanita itu masih perawan atau tidak! Karena mengingat jika pekerjaan Riskah adalah seorang model, tentunya kehidupan wanita itu pasti akan sangat bebas. Darren hanya tidak ingin jika nantinya dia akan menyesal karena sudah menjalin hubungan dengan seorang wanita pel*cur yang mau menjual harga dirinya dengan sebuah uang.
Apalagi zaman sekarang, sangat banyak para model yang menjual diri mereka pada seorang pria hidung belang dan para pria kaya.
"Tunggu dulu, bukan seperti itu maksudku! Aku tidak mengatakan jika kau adalah pel*cur. Jika kau bukan pel*cur lalu kenapa bisa sangat marah seperti ini? Apa jangan-jangan!" tebak Darren yang baru menyadari jika Riskah memang sudah tidak perawan lagi sesuai dengan omongannya.
"Ya, aku memang pel*cur dan aku tidak sudah tidak perawan lagi. Apa kau menyesal sudah bertemu dengan wanita seperti ku? Kalau begitu ayo kita akhiri saja pertemuan ini sekarang juga!"
Riskah langsung saja mengambil tasnya, dan sudah bersiap ingin pergi meninggalkan pria itu.
"Riskah, tunggu dulu! Kau mana mungkin melakukan hal itu, karena aku percaya kepada mu." Darren berbicara dengan nada yang sangat kuat. Berharap agar wanita itu mau kembali kepadanya, namun terlambat!
Karena pada saat ini Riskah sudah masuk ke dalam mobilnya, dan langsung saja pergi dari lokasi tersebut.
"Akhhh! Semua laki-laki memang sama saja! Sama-sama brengsek dan menjijikan." umpat Riskah yang benar-benar merasa kesal, karena pertemuan nya kali ini benar-benar sangat jauh dari ekspetasinya.
Biarlah kali ini ia akan menjadi single seumur hidup, dari pada harus mendengarkan omongan pedas dari laki-laki.
Sementara kini Darren benar-benar menyesal, karena kebodohannya dia harus kehilangan wanita yang begitu sangat di cintainya.
Darren hanya tidak menyangka saja jika Riskah adalah seorang wanita pel*cur. Karena awalnya ia mengira kalau Riskah pasti tidak akan sama dengan para model lainnya. Dan merupakan wanita yang baik-baik! Tapi ternyata perkiraannya itu salah besar.
...****************...
Riskah turun dari mobilnya dan berniat ingin membeli es kelapa yang ada di pinggir jalan, karena dirinya benar-benar merasa haus sekaligus badannya terasa sangat panas meskipun di dalam mobil mewahnya tersebut terdapat sebuah AC. Tapi karena kemarahannya tak kunjung reda, membuat suhu tubuhnya menjadi naik meskipun dia sedang berada di dalam mobil yang memiliki sebuah pendingin.
Setelah menghabiskan 2 bungkus es kelapa, barulah otak serta tenggorokannya telah kembali merasa dingin.
__ADS_1
Wanita itu pun baru bisa kembali mengendarai mobilnya dengan tenang. Pada saat Riskah sudah siap ingin pergi, namun tiba-tiba saja pandangan matanya kini malah tertuju ke arah seorang wanita yang terlihat sedang membawa beberapa paperbag untuk di masukan ke dalam mobil.
Dan posisi mobil wanita itu sendiri kini sedang berada tepat di depan mobilnya.
Wanita itu tak lain adalah adiknya sendiri, yaitu Puja.
Tanpa mau membuang-buang waktu. Akhirnya Riskah kembali turun, dan berlari cepat ke arah wanita itu.
"Puja!" panggilan dari Riskah mampu membuat sang pemilik nama langsung menoleh ke arahnya.
Terlihat dengan jelas wajah panik yang di tunjukan oleh sang adik, ketika mengetahui akan kehadirannya yang muncul secara tiba-tiba.
Puja langsung melihat ke arah sang sopir, dan ingin mengajak sopir tersebut agar segera masuk ke dalam mobil. Dan mereka berdua bisa pergi dari sini.
Namun tidak akan semudah itu tentunya untuk lari dari sang kakak yang saat ini benar-benar ingin berbicara kepadanya.
"Puja jangan mencoba untuk kabur dari ku!" ancam Riskah, dan dia langsung mengambil handphone milik adiknya yang kebetulan memang sedang di pegang oleh wanita itu.
"Riskah kembalikan!" Dengan spontan Puja benar-benar merasa panik atas apa yang di lakukan oleh kakaknya itu.
Dan ternyata Riskah hanya ingin menyalin nomor handphone miliknya. Tapi meskipun sudah selesai, Riskah masih belum mau mengembalikan benda pipih tersebut dan malah menahannya.
"Aku tidak akan mengembalikannya! Aku tau di dalam handphone ini pasti terdapat nomor-nomor orang penting. Karena kau adalah petinggi perusahaan!" ucap Riskah.
Benar-benar rasanya pada saat ini kesabaran Puja sungguh sedang di uji oleh saudaranya sendiri.
Niat hati hanya ingin mengambil pesanan baju di butik, tapi siapa sangka dia akan mendapat kesialan dan bertemu dengan kakaknya sendiri yang selama ini selalu saja berusaha untuk di hindarinya.
__ADS_1