
"Aku tidak ingin teman momy, yang aku inginkan hanyalah om tampan yang menjadi papa baru ku. Bukan paman Travis ataupun yang lainnya." balas Beby berkata dengan gemblangnya, sehingga membuat Puja langsung menghela nafas dan mulai terpancing emosi.
"Apa katamu? Jangan harap momy akan menurutinya, apa kau sudah gila? Sudah momy katakan_"
"Nona!" panggil Andra yang seketika membuat Puja langsung terdiam.
Andra sengaja memberikan kode agar Puja tidak terlalu terbawa emosi, karena Beby hanyalah seorang anak-anak. Dan tidak sepatutnya di bentak seperti itu.
Beruntungnya karena Puja peka dan mengerti dengan kode yang di berikan oleh Andra, hingga pada akhirnya dia memilih untuk pergi saja dari dalam hotel.
"Kenapa anak itu tidak mau mengerti denganku? Selalu saja dia yang mau di mengerti. Masih beruntung karena aku mau mencarikan nya ayah baru, jika tidak! Maka dia hanya akan hidup denganku selamanya." gerutu Puja sembari berjalan cepat, benar-benar emosi rasanya ketika dia sudah berusaha memberikan Beby yang terbaik. Namun anaknya malah menolak dan meminta hal yang begitu mustahil untuk ia berikan.
Beby tidak tau saja jika Puja mati-matian dengan keras untuk melupakan perasaannya terhadap Rio. Dan ingin membangun masa depan yang cerah bersama pria lain.
Namun putrinya itu malah mengacaukannya, dan menolak akan rencananya tersebut secara mentah-mentah.
__ADS_1
Singkat Cerita!
Kini Riskah sedang duduk dan menunggu Puja di sebuah restoran. Sambil bermain dengan hanphone nya. Dia tidak terlalu memperhatikan daerah sekelilingnya, sehingga seseorang datang dan langsung memegang pundaknya.
Siapa yang tidak akan terkejut jika hal itu terjadi pada kalian? Begitu pun juga dengan Riskah, wanita itu langsung terlonjak sehingga membuat benda pipih yang di pegangnya terpental dan jatuh ke lantai.
Riskah benar-benar tidak menyangka jika pertemuan ini harus di awali dengan melihat wajah pria bajingan itu lagi.
"Rio!" ucapnya dengan nada suara yang berat.
"Stop, stop! Pelankan suaramu, kau sudah mengganggu para pelayan restoran yang sedang bekerja, dan membuat mereka tidak konsen karena teriakanmu itu." ucap Rio memberikan perintah.
Namun bukannya diam, Riskah malah semangkin marah dan menjadi-jadi.
"Kau yang diam dan lebih baik pergi dari hadapanku! Biarkan saja aku berteriak, lagi pula restoran ini sudah ku sewa untuk pertemuanku dengan_" Beruntungnya karena Riskah masih bisa berpikir waras dan tidak jadi menyebutkan nama Puja.
__ADS_1
Dia hanya diam, dan mengantung ucapannya tersebut, sehingga membuat Rio menjadi penasaran.
"Pertemuan dengan siapa? Apakah dengan pacar mu?" tanya Rio menebak-nebak.
"Ya, memangnya kenapa?"
Setelah itu Riskah langsung memanggil penjaga yang kebetulan terlihat sedang berlari ingin menghampirinya.
"Apakah bapak tidak bekerja? Kenapa kambing jantan ini bisa masuk kesini, restorannya kan sudah ku sewa? Sekarang tolong bawa dia keluar secepatnya. Aku tidak ingin pertemuan istimewaku harus di kacaukan olehnya." perintah Riskah dengan tegas.
Spontan penjaga itu langsung mengangguk paham. "Maafkan saya nona, tadinya saya dan beberapa penjaga lainnya sudah berusaha mencegah. Namun para bodyguardnya malah menahan kami. Dan tuan ini bisa lolos dan masuk begitu saja!" ujar Penjaga tersebut, mengadukan tentang peristiwa yang terjadi sebelum Rio datang menemuinya.
"Benarkah?" tanya Riskah merasa tak percaya.
Tanpa berbasa-basi Rio pun langsung menarik tangan Riskah untuk di bawa menuju ke bagian taman Restoran.
__ADS_1