Anak Jenius Putri Seorang Aktor

Anak Jenius Putri Seorang Aktor
SESAAT PUJA BERDIRI


__ADS_3

Sesaat Puja berdiri tepat di depan kaca pintu mobil, karena ingin memoleskan lipstik pada bibirnya terdahulu.


Di saat sudah selesai, dan wanita itu sudah bersiap ingin melangkahkan kaki, tiba-tiba saja!


"Aw, sorry-sorry! Saya tidak sengaja." ucap seorang wanita yang tak sengaja menabrak Puja.


Keduanya langsung sama-sama mematung di kala menyadari bahwa ternyata mereka saling mengenal satu sama lain.


"Puja!" ucap Riskah secara spontan.


Ya, dialah Riskah! Orang yang selama ini selalu di hindari oleh Puja, dan memutuskan untuk menjauh dari sang kakak beserta ibunya. Namun siapa sangka mereka malah kembali di pertemukan di sini.


Tidak ingin berlama-lama, karena merasa muak dengan kakaknya. Akhirnya Puja memilih untuk segera pergi.


Riskah dengan spontan langsung berlari dan mengejar kemana perginya sang adik. Namun sayang, karena kehilangan jejak membuat Riskah tak berhasil menemukan di mana keberadaan Puja.


Hingga akhirnya terpaksa Riskah pergi dari lokasi permainan karena tak berhasil menemukan di mana keberadaan wanita itu.


Padahal dia sudah mencoba keliling untuk mencari keberadaan adiknya namun tak kunjung ketemu juga.


Sesampainya di parkiran, Riskah langsung mengambil hp nya dari dalam tas, karena berniat ingin menghubungi Jenny.


"Hai mom, dia ada disini sekarang! Dan dia belum kembali ke Malaysia. Awalnya aku kaget, tapi dia sudah menghilang, dan aku kehilangan jejaknya." ucap Riskah memberikan informasi kepada Jenny, bahwa Puja masih berada di Indonesia.


Mereka berdua pikir tadinya Puja sudah pergi, dan tinggal di Indonesia hanya 1 hari saja. Tapi ternyata tidak, dan wanita itu masih ada disini sekarang.


Setelah sambungan telpon di matikan, Riskah berniat ingin pergi menuju ke arah mobilnya.


Namun siapa sangka, dia malah tak sengaja berpas-pasan dengan Travis.


Keduanya sama-sama menghalangi jalan satu sama lain. Pada saat Travis ingin mengambil jalan sebelah kiri, tetapi Riskah juga malah mengambil jalan yang sama. Begitu pun juga sebaliknya! Hingga akhirnya hal yang serupa terjadi sampai berulang-ulang! Dan keduanya menjadi kesal karena ulah yang di perbuat oleh mereka sendiri.

__ADS_1


"Hey gadis sialan, minggirlah! Jangan menghalangi jalanku." gertak Travis , sehingga membuat Riskah langsung melotot.


"Beraninya kau menyebutku gadis sialan, kau pikir siapa yang sudi menghalangi jalanmu, yang ada kamu lah yang sudah menghalangi jalanku. Dasar lelaki katrok!" balas Riskah yang tidak mau kalah.


Tanpa berbasa-basi Travis langsung menyingkirkan tubuh Riskah dari hadapannya. Sehingga membuat wanita malang itu menjadi tersungkur akibat keselo karena perbuatan Travis.


Rasa sakit sekaligus malu telah melebur menjadi satu, dan Riskah benar-benar menyumpahi perbuatan pria sialan itu.


"Awas kau ya! Dasar pria sombong dan Arrogant aku sangat membencimu. Sudah wajahmu jelek tapi banyak gaya!" umpat Riskah merasa jengkel.


Dengan perlahan wanita itu pun kembali bangkit, dan mulai berjalan meninggalkan lokasi. Masih dengan tatapan yang di berikan oleh orang-orang di sekitarnya, membuat Riskah benar-benar merasa sangat malu, dan ingin terbang saja ke atas langit. Sekaligus juga dengan rasa sakit pada bokong nya juga tidak bisa tertahankan.


Riskah masuk ke dalam mobil dan langsung menjalankannya.


Sementara di lain sisi, Travis baru saja mengambil dompet miliknya yang tertinggal di dalam mobil, dan sudah keluar kembali karena berniat ingin menyusul Beby di wahana permainan.


Puja kini sedang asyik mengajak anaknya bermain dan benar-benar menghabiskan waktu untuk bersenang-senang kali ini. Karena biasanya Puja selalu saja sibuk bekerja, sampai lupa akan statusnya yang sudah menjadi seorang ibu.


...****************...


Di dalam sebuah ruangan, Rio baru saja menerima informasi dari orang suruhannya.


Pria itu berkata tidak bisa menemukan apapun tentang identitas Beby, dan tidak dapat di ketahui secara pasti siapa sebenarnya anak kecil itu, dan siapa kedua orang tuanya.


Al hasil Rio mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwasannya Puja pasti tidak mungkin memiliki anak, dan Beby pasti tidak ada hubungan apapun dengan wanita masalalu nya itu.


"Ayolah Rio, kenapa kau masih memikirkannya? Dia masalalu mu, buat apa mencari tau lebih dalam?" ucap Rio berbicara pelan kepada dirinya sendiri, karena sudah melangkah terlalu jauh demi hanya ingin mengetahui tentang identitas anak kecil itu yang memilih wajah sama seperti Puja.


Pria itu lalu bangkit dari duduknya, dan tak lupa Rio juga meraih sebuah jas hitam dan langsung pergi keluar dari dalam ruangan tersebut.


...****************...

__ADS_1


"Momy...Momy!" panggil Beby karena sejak tadi Puja selalu saja sibuk dengan handphonenya.


Al hasil wanita itu harus meletakan kembali benda pipih itu, dan memilih untuk pokus terhadap anaknya.


Setelah tadinya selesai dan merasa sudah lelah bermain. Akhirnya Beby memilih untuk menyudahi nya, dan beralih untuk mengajak sang momy pergi ke restoran karena gadis kecil itu sudah merasa sangat lapar.


Dan kini mereka berdua sedang duduk sambil menyantap makanan lezat yang sudah di hidangkan oleh serorang pramusaji restoran.


"Sekertaris ku menelpon, dan menanyakan kapan aku kembali. Apa sebaiknya aku segera pulang ke Malaysia, dan meninggalkan ayah disini?" ujar Puja berbicara dengan sepupunya itu.


Jujur dirinya merasa tidak enak pada sekretarisnya itu. Padahal pada saat sebelum kepergiannya sang sekretaris meminta cuti kepadanya selama beberapa hari, namun karena kepergian Puja tidak bisa di tunda. Akhirnya sang sekretaris lah yang mengalah, dan Puja sudah berjanji tidak akan berlama-lama berada di Indonesia. Tapi buktinya sampai sekarang dia pun belum kembali juga. Puja berniat ingin pulang hari ini, dan menitipkan ayahnya kepada Travis.


"Apa kamu bisa menjaga ayahku di rumah sakit Travis? Beberapa hari kemudian setelah sekretarisku menyelesaikan masalah pribadinya. Pasti aku akan kembali. Rasanya sangat tidak enak karena aku sudah ingkar janji padanya!" ucap Puja lagi.


Namun dengan cepat Travis malah menjawab.


"Tidak, aku tidak bisa menjaga ayahmu! Kau adalah anaknya, dan kau lebih peduli pada orang lain dari pada ayahmu sendiri?" tanya pria itu yang benar-benar tak menyangka jika Puja ingin meninggalkan Pamannya yang kini sedang di rawat di rumah sakit.


"La-lalu aku harus bagaimana?" balas Puja merasa bingung, karena Travis malah menyalahkannya.


"Apa hanya sekretarismu yang bisa kau andalkan untuk mengurus perusahaan? Apa tidak ada yang lain?" tanya Travis.


Namun Puja langsung menggeleng! Karena memang hanya satu orang saja yang bisa di percaya untuk menangani perusahaan selama ke pergiannya di Indonesia.


Mengingat jika selama ini Perusahaannya selalu saja terdeterksi ada penyeludupan dana yang di lakukan oleh beberapa oknum, dan hanya sekretarisnya lah yang sampai saat ini masih bisa di percaya dan bertahan di perusahaan.


...----------------...


Bab sebelumnya gak jadi di revisi ya.. Jadi gak perlu baca ulang!


Smile!

__ADS_1


__ADS_2