Anak Jenius Putri Seorang Aktor

Anak Jenius Putri Seorang Aktor
HARI INI


__ADS_3

Hari ini Puja pergi menuju ke butik untuk memesan baju ulang tahun untuk anaknya yaitu Beby.


Mengingat dia pasti akan merayakan hari spesial itu dengan sangat mewah nantinya.


Setelah selesai dengan urusan baju. Barulah Puja pergi menuju ke perusahaan milik ayahnya. Dan hari ini dia akan memantau terlebih dahulu bagaimana kondisi perusahaan selama Anwar sakit.


Puja turun dari dalam mobilnya dan langsung di sambut oleh beberapa karyawan, sekaligus orang kepercayaan ayahnya.


Nama pria parubaya itu adalah Darma. Selama beberapa bulan belakangan ini, Anwar memang sudah tidak sanggup lagi untuk mengurus seluruh perusahaannya, dan memberikan kepercayaan terhadap Darma.


Perusahaan utama yang bahkan dengan perusahaan nya sendiri di Malaysia tidak akan ada sebandingnya. Perusahaan utama milik Anwar sudah menjadi penguasa pasaran di Indonesia maupun luar Negri. Jadi tidaklah heran, mengapa Anwar benar-benar sangat berharap agar Puja yang mewarisi perusahaan utama tersebut. Karena memang wanita itu sudah paham dengan yang namanya dunia perbisnisan.


Tapi sayangnya Puja merasa sedikit ragu untuk memegang kendali nya, dan takut jika perusahaan ini akan hancur pada saat berada di tangannya.


Namun Anwar tetap berusaha meyakinkan wanita itu, bahwa semuanya akan baik-baik saja dan berjalan sesuai dengan alurnya.


Setelah cukup di rasa memantau area perusahan dan kinerja para karyawan. Akhirnya Puja memutuskan untuk segera pulang. Karena memang cuaca sudah mendung dan hampir sore.


Wanita itu melangkahkan kaki menuju ke arah mobil dengan sedikit berlari, sambil menutupi kepalanya dengan sebuah tas berwarna kuning. Karena memang ternyata sudah gerimis, dan secara perlahan jalanan sudah mula basah. Akibat terkena tetesan air hujan!


Secara bersamaan dengan mobil yang membawa Puja sudah berjalan dan meninggalkan area gedung perusahaan milik ayahnya.


Puja memandangi ke arah luar jendela mobil, dan secara perlahan membuka kacanya. Membiarkan agar udara sejuk itu masuk ke dalam mobilnya.


Dan kini wanita itu memilih untuk pokus ke arah layar handphonenya, dan kembali menutup kaca jendela mobil itu. Karena ada pesan masuk yang di kirimkan oleh Travis kepadanya.

__ADS_1


Singkat cerita!


Setelah Puja sampai di hotel tempat penginapannya. Wanita itu terus saja berjalan di lorong-lorong kamar, dan saat ia sudah sampai di lantai 12. Puja malah tak sengaja berselisihan dengan pasangan yang sedang berc*mbu mesra dan melakukan hal dewasa di tempat terbuka seperti ini.


Benar-benar membuat Puja tak habis pikir dan merasa risih sekaligus jijik.


Rian yang menyadari jika ada orang selain mereka, langsung saja mendorong tubuh Tanu sehingga membuat kekasihnya itu menjadi kesal.


"Kau, ada apa sebenarnya? Kenapa malah mendorongku seperti tadi?" protes Tanu sambil melayangkan tatapan tajam ke arah Rian.


Sementara Rian hanya tersenyum singkat, sembari memberikan kode. Sehingga membuat Tanu langsung menoleh ke arah Puja.


Barulah wanita paham, dan tak lupa juga untuk melayangkan tatapan sinis ke arah Puja yang saat ini terlihat sedang santai sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Kau yang sialan! Seharusnya kalian yang pergi dari tempat ini. Apa kau tidak punya harga diri, dengan mengumbar adegan dewasa di tempat umum? Kenapa tidak sekalian membuat vid*o porn* dan menyebarkan nya ke sosial media, agar kamu mendapatkan uang." balas Puja tidak mau kalah dengan wanita itu.


Mendengar akan hal itu malah semangkin memancing kemarahan bagi Tanu, dan ia sudah bersiap hendak maju dan melawan Puja. Namun sayangnya Rian langsung menarik tangan wanita itu, sehingga membuat Tanu langsung mundur ke belakang dengan spontan.


Tanu yang semangkin kesal langsung menghempaskan tangan Rian secara kasar, dan memandang ke arah Puja dengan tatapan yang sengit.


"Dengarkan aku! Tidak baik mengumbar hal negatif seperti itu disini. Jika kalian ingin melakukannya, maka lakukanlah di kamar. Agar tidak ada anak-anak yang ternoda karena aksi kalian itu." ucap Puja memberikan nasehat namun langsung di tolak secara mentah-mentah oleh Tanu.


"Diam kau! Jangan campuri urusan ku! Memangnya kenapa kalau kami mau melakukannya disini? Apa kau tidak senang? Asal kan kamu tau, kalau aku ini adalah model dengan bayaran termahal se Asia." jawab Tanu sambil berteriak, dan setelah nya wanita itu langsung tertawa dengan penuh emosional karena merasa puas ketika melihat wajah kesal yang di tunjukan oleh Puja.


Tanu mengira jika setelah ini Puja pasti akan pergi meninggalkan nya, setelah tau siapa dirinya yang sebenarnya.

__ADS_1


Dan benar saja, setelah itu Puja memang langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


Sehingga membuat Tanu langsung tersenyum puas, dan beralih memandang ke arah Rian.


"Kau lihatkan tadi sayang? Dia sok melawan ku. Padahal dia tidak tau bahwa aku adalah seorang model yang memiliki banyak uang. Setelah tau, dia malah kabur!" ujar Tanu berbicara sembari tertawa, dan memegang dada bidang Rian secara perlahan.


Rian pun juga ikut tertawa dan langsung menyatukan kening mereka. "Mungkin dia takut padamu!" balas Rian dengan cepat.


Dan setelah itu, dia kembali melah*p bibir kekasihnya dengan sangat rakus, sambil terus meraba-raba kedua p*ha mulus milik Tanu. Sehingga membuat sang empunya langsung menger*ng tak karuan, sembari memejamkan matanya karena merasakam hal yang begitu nikm*t.


Tetapi tak lama kemudian.


"Hei, hentikan! Kalian sudah berbuat hal tak senonoh di tempat umum seperti ini." tegur salah satu penjaga, sehingga membuat kedua manusia itu langsung kaget dan spontan menghentikan aksi gila mereka.


Tanpa berbasa-basi lagi, kedua penjaga itu langsung menggeret Tanu dan juga Rian untuk di bawa ke lantai utama, agar keduanya dapat menemui atasan mereka.


Tanu merasa kesal dan langsung protes.


"Apa-apaan ini? Bisa-bisanya penjaga seperti mereka berani menggeretku sampai ke lantai bawah. Seperti kambing saja!" ucap wanita itu, berbicara kepada Manager Hotel.


"Anda memang pantas di perlakukan seperti itu. Sudah berbuat m*sum di tempat umum, menganggu kenyamanan tamu hotel lain. Sudah begitu, bahkan kalian berdua bukanlah suami istri." balas sang manager hotel sambil menggelengkan kepalanya, begitu prustasi dengan kelakuan kedua sejoli ini.


Namun Tanu malah abai, dan seolah cuek, tidak mau memperdulikan apapun. Karena dia hanya tidak terima dengan perlakuan dari para penjaga itu yang seenaknya saja sudah membuat malu dirinya. Apalagi pada saat dia dan Rian di geret ke lantai dasar, tentu ada banyak orang yang menyaksikan kejadian itu.


Sehingga membuatnya merasa tidak terima, dan akan segera menuntut pihak hotel.

__ADS_1


__ADS_2