
Di saat Sus Andra dan juga Beby sampai di sebuah Mall.
Wanita itu langsung saja mengajak anak asuhnya masuk ke bagian lantai 2.
"Beby, kita pergi dulu ke toko baju ya? Nanti kalau sudah selesai, baru pergi ke tempat permainan." ucap Andra, dan Beby hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Namun tak sengaja pandangan mata gadis kecil itu malah melihat ke arah seorang pria dewasa yang tengah berjalan sambil mengedipkan sebelah mata ke arahnya.
Tentu Beby langsung di buat salting.
Sementara Rio hanya bisa tertawa ketika berhasil menjahili anak kecil yang sangat manis itu.
"Siapa namanya? Wajahnya sangat manis dan seperti tidak asing bagiku!" ujar Rio berbicara sambil berjalan keluar dari Mall.
Beby yang penasaran, sesaat memandang ke arah Sus Andra! Gadis kecil itu melihat bahwa sang suster sedang sibuk memilih baju. Beby pun akhirnya kabur, dan secara diam-diam mengikuti pria dewasa itu keluar dari dalam Mall.
Rio masih belum tau jika ada anak kecil yang mengikutinya sejak tadi. Hingga akhirnya dia memilih untuk duduk di sebuah kursi yang terletak di taman dan tak jauh dari lokasi Mall.
Pria itu mulai memakan roti nya, namun tiba-tiba saja!
"Hai!" suara kecil dan nyaring itu mampu mengalihkan perhatian Rio.
Dia spontan menoleh ke samping dan melihat ada seorang anak kecil yang sedang tersenyum ke arahnya.
Beby langsung ikut duduk di samping Rio. Membuat pria itu benar-benar tak menyangka, jika anak ini bisa sangat berani terhadapnya. Sampai-sampai mengikutinya hingga kesini.
"Hallo om! Apa kabar? Namaku Beby, nama mu siapa? Senang berkenalan denganmu!" ucap Beby yang langsung memperkenalkan dirinya.
Sungguh membuat Rio masih tak percaya dengan semua ini.
"Kau sangat cerewet, padahal masih kecil." balas Rio dengan enteng, namun Beby malah menjawab.
"Memangnya kenapa kalau aku cerewet? Bukannya wanita itu di ciptakan memang harus cerewet! Supaya laki-laki takut pada kami."
Rio yang baru saja menegak minuman sodanya, harus kembali memuntahkan minuman soda itu dengan spontan, setelah mendapat jawaban yang menohok dari anak kecil ini.
"Benarkah? Aku bahkan baru mengetahuinya." ucap Rio sembari tersenyum, dan Beby juga ikut mengangguk.
"Sepertinya kau harus belajar lagi om! Supaya bisa mengenal lebih, tentang wanita." kata Beby.
__ADS_1
Sementara Rio tak kuasa lagi untuk menahan tawanya.
"Oh ya! Dimana ibumu? Apakah wanita muda itu tadi adalah ibumu?" tanya Rio, karena mengira jika Andra adalah ibunya Beby. Namun gadis kecil itu langsung menggeleng!
"Bukan! Dia susterku. Momy sedang bekerja hari ini." jawab Beby dengan jujur.
"Benarkah? Lalu apa pekerjaan momy mu itu? Kelihatannya sangat sibuk, sampai-sampai anaknya harus pergi ke Mall bersama dengan pengasuh! Dan itu tidak baik." ungkap Rio sembari menoleh ke arah Beby.
"Momy seorang pengusaha sama seperti kakek ku! Tapi aku tidak suka pada Momy! Karena pekerjaan nya itu, dia harus bekerja setiap hari. Dan tidak punya waktu untukku!" curhat Beby kepada Rio.
Jujur sebagai seorang anak yang masih berusia 5 tahun, membuat Beby pastinya sangat membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya!
Meskipun tidak dari ayahnya, namun Beby telah berharap besar kepada Momynya.
Tapi apa mau di kata! Kesibukan itu mampu membuat Puja lalai dari tugasnya sebagai seorang ibu. Dan keseharian Beby lebih banyak di habiskan bersama dengan sang suster.
"Seharusnya ibu mu lebih baik di rumah saja, dan biar ayahmu yang bekerja!"
"Tapi ayah ku sudah meninggal!" jawab Beby dengan cepat, sehingga membuat Rio langsung syok.
"Benarkah?" tanya Rio merasa tak percaya.
Sesaat Rio terlihat berpikir, dan sedang memutar otak untuk mencari solusi.
"Hm, kalau begitu suruh saja ibumu menikah lagi. Dengan begitu biar ayah baru mu yang bekerja, agar ibumu bisa selalu menemanimu di rumah!" ucap Rio lagi.
"Apa itu ayah baru? Memangnya momy ku bisa menikah lagi setelah ayah meninggal? Tapi momy bilang tidak bisa, dan akan di tangkap polisi jika sampai berkhianat kepada orang yang telah tiada!"
Jawaban dari Beby benar-benar mampu menggelitik perutnya! Sampai-sampai membuat Rio langsung tertawa dengan lepas.
"Om, om! Kenapa tertawa? Apa itu lucu?" tanya Beby mencoba untuk mengoyang-goyang tubuh pria itu.
Seketika Rio langsung menggelengkan kepala, namun masih dengan tawa yang menyertai.
"Tentu itu sangat lucu Beby! Ibu mu terlalu munafik! Lain kali katakan padanya, supaya mau berkenalan dengan om! Dan om pastikan dia akan mau menikah lagi dengan Om mu yang tampan ini." seloroh Rio hanya bercanda.
Namun tidak dengan Beby! Dia menganggap bahwa perkataan dari pria dewasa itu pasti benar.
"Hm, kalau begitu aku akan memperkenalkan Om ini pada momy nantinya! Pasti momy akan langsung tertarik sama seperti ku. Dan dengan begitu mereka berdua akan menikah, dan aku bisa mempunyai ayah baru lagi. Ah senangnya! Aku akan pamer pada teman-temanku di sekolah, bahwa aku sudah memiliki ayah yang sangat tampan." batin Beby merasa sangat senang ketika membayangkan jika nantinya sang momy menikah dengan om-om yang sangat di sukainya.
__ADS_1
Mulai sekarang dia pasti akan menjadi ship sejati, antara momynya dan juga Rio.
Di saat Rio sedang asyik memandangi ke arah sekelilingnya. Tiba-tiba saja pria itu tak sengaja melihat seorang wanita yang tak lain adalah Andra.
"Bukannya wanita itu adalah sustermu?" tanya Rio.
"Iya benar! Dia adalah sus ku, memangnya kenapa? Mungkin dia sedang mencariku! Kalau begitu aku pergi dulu ya om! Sampai jumpa!" pamitnya dengan segera.
Setelah itu Beby pun langsung turun dari kursi yang di dudukinya, dan berniat ingin menghampiri suster Andra.
Namun dengan segera Rio menggendong tubuh gadis kecil itu dan membawanya pergi dari sana.
Di saat sudah aman dan di rasa bahwa keberadaan mereka tidak akan telihat oleh Andra, Rio langsung menurunkan Beby dari gendongannya! Dan pria itu lalu berjongkok, dan berhadapan dengan Beby secara langsung.
Terlihat gadis kecil itu yang sedang kebingungan, sambil menaikan sebelah alisnya.
"Kenapa om membawaku kesini? Aku mau bertemu dengan sus! Dia pasti sedang mencariku!" ucap Beby.
Namun Rio langsung tersenyum!
"Kau tidak boleh pergi, bermainlah sebentar dengan Om! Kita akan pergi ke tempat permainan. Om ingin menghabiskan waktu dengan mu!" ucap Rio sembari memasang wajah memohon, agar gadis kecil itu tidak menolaknya.
Karena jujur dia sangat menyayangi anak kecil ini, dan merasa tertarik karena sikap Beby yang selalu saja mampu membuatnya tertawa dengan lepas.
Entah mengapa ada rasa di dalam hatinya yang sangat sulit untuk di jabarkan!
Beby hanya tersenyum dan tak lama kemudian, ia pun langsung mengangguk pertanda setuju.
"Tapi beritahu dulu nama om siapa? Soalnya kita belum berkenalan satu sama lain." ungkap Beby sembari mengulurkan tangannya.
Rio langsung menerima uluran tangan kecil itu, dan menjawab.
"Namaku Rio! Kita akan menjadi teman mulai sekarang. Apa kau punya handphone?" tanya pria itu, dan Beby langsung mengambil hp nya dari dalam tas punggung miliknya.
"Ini," Dia pun menyerahkan handphone itu kepada Rio. Secara bersamaan dengan pria itu yang langsung menerimanya sambil tersenyum!
"Aku sudah menambahkan nomor ponsel ku di hpmu, jangan lupa hubungi aku jika kamu sedang rindu!" goda Rio sembari mengedipkan sebelah matanya, dan tak lupa menyerahkan kembali benda pipih itu kepada Beby.
Sementara Beby, hanya bisa tersenyum manis, dan kembali menyimpan handphonenya di dalam tas.
__ADS_1
Satu kecupan yang berasal dari bibir mungil Beby, berhasil mendarat tepat pada bagian pipi Rio. "Aku pasti akan selalu merindukan om!" balas Beby dengan sangat antusias.