Anak Jenius Putri Seorang Aktor

Anak Jenius Putri Seorang Aktor
KU RASA NONA HARUS CEPAT-CEPAT MENIKAH


__ADS_3

"Ku rasa nona harus cepat-cepat menikah. Agar Beby dengan segera dapat melupakan tentang Rio, ketika sudah memiliki ayah baru nantinya." ujar Andra memberikan sebuah pendapat.


"Tapi itu tentunya tidak akan mudah, aku harus benar-benar mencari pria yang mau menerima ku dan juga putriku dengan baik." balas Puja dengan serius.


Andra sangat setuju dengan ucapan nonanya! Lalu dia berpikir sebentar dan tiba-tiba saja pikirannya malah tertuju kepada Travis.


"Ya, kalau begitu nona! Menikahlah dengan Travis." ucap Andra pula dengan entengnya, sehingga membuat Puja sendiri pun sampai melotot tak percaya dengan omongan Andra yang begitu asal.


"Apa kau gila? Dia itu sepupuku sendiri, dan kau malah menyuruh ku untuk menikah dengannya?" tanya Puja berbicara dengan nada yang cukup tinggi akibat sudah terlanjur emosi dan tidak terima.


Sementara Andra hanya bisa tersenyum kikuk, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Andra hanya berpikir jika Travis sudah cukup layak untuk untuk menjadi suami sang nona dan juga sekaligus menjadi ayah bagi Beby! Mengingat jika Puja dan juga Travis sudah sangat lama bersama dan juga saling kenal satu sama lain.


"Bukannya itu tidak masalah nona! Anda dan Travis juga sudah saling mengenali. Lagipula Travis merupakan pamannya Beby, meskipun mereka berdua tidak terlalu dekat juga sih! Tapi mungkin semua ini akan di mulai melalui pendekatan terlebih dahulu." Secara ragu Andra kembali memberikan masukan terhadap nonanya.


Meskipun ia sendiri sangat tidak yakin jika Puja akan mau menerima tentang ide gilanya tersebut.


Namun entah mengapa Andra merasa jika Puja dan Travis adalah pasangan yang sangat serasi.


Apalagi Andra tau betul siapa itu Travis! Meskipun arogant dan dingin, namun pria itu merupakan pria yang setia terhadap pasangannya. Di jamin bahwa sang nona pasti tidak akan di khianati olehnya, apalagi mengingat jika Travis sendiri juga takut dengan Puja. Jadi mana mungkin pria itu berani selingkuh, jika seandainya dia benar-benar menikah dengan Puja.


"Bagaimana nona? Apa nona tertarik dengan ide gila ku itu? Kalau pun nona tidak tertarik itu tidak akan menjadi masalah. Masih banyak laki-laki di dunia ini! Jika nona mau sabar mencarinya. Nona pasti akan menemukan dengan sesuai kemauan nona sendiri." ungkap Andra sambil memandangi wajah majikannya tersebut yang kini terlihat sedang terdiam sembari berfikir keras.


"Travis?" tanya Puja pelan.


Dan Andra langsung mengangguk.

__ADS_1


...****************...


Hari ini Riskah akan bertemu dengan seorang pria. Sesuai dengan janji yang mereka buat s3belumnya.


Karena di umurnya yang sekarang sudah bekepala 3, membuat Jenny terus mendesak putrinya itu agar segera menikah.


Namun sejak dulu, model tersebut sama sekali tidak memiliki pacar. Karena Riskah hanya terpokus pada karirnya. Terakhir kalinya wanita itu menjalin hubungan yaitu bersama Rio dan itu sudah sangat lah lama.


"Mom aku pergi ya!" pamit Riskah dengan segera, dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


Wanita itu pergi menuju ke sebuah tempat kencan yang telah di kirimkan alamatnya oleh pria yang akan menjadi fatnernya tersebut.


Awal mula perkenalan Riskah dan juga pria itu bermula dari instagram. Hingga sekarang akhirnya dia memberanikan diri untuk bertemu dengan Darren.


Ya, namanya adalah Darren! Seorang pengusaha muda berketurunan tionghoa.


Ini sudah kesekian kalinya Riskah mengadakan kencan dengan lawan jenis, bertujuan agar hubungan mereka bisa menjadi jelas, dan tak hanya sekedar batas pertemanan saja.


Ya, meskipun tak menutup kemungkinan jika pria itu juga sudah tidak perjaka lagi. Tapi tentu sangat sulit untuk mengetahuinya.


Riskah hanya takut jika seandainya nanti mereka menikah pria itu akan mengungkit-ungkit tentang masalalunya, ketika mengetahui jika ternyata dirinya sudah pernah berhubungan int*m dengan pria lain.


Dan kali ini Riskah benar-benar berharap semoga dirinya tidak akan mundur lagi, karena ia yang selalu merasa tidak pantas untuk siapapun.


Sebelum masuk ke tempat kencan, Riskah memilih untuk membenarkan rambutnya terlebih dahulu sambil berkaca di depan pintu ruangan itu. Karena memang kebetulan pintu tersebut terbuat dari bahan kaca.


Setelah selesai, barulah wanita itu langsung masuk dan bergegas mencari keberadaan Darren.

__ADS_1


"Permisi, apa anda adalah Nona Riskah?" tanya salah satu petugas yang tiba-tiba datang dan menegurnya.


"Ah iya!"


"Kalau begitu ikutlah dengan saya, karena Tuan Darren sudah menunggu anda sejak tadi." ungkap petugas itu yang langsung mengajak Riskah untuk pergi ke suatu tempat.


Wanita itu benar-benar tak habis pikir, tempat seluas dan semewah ini ternyata sudah di bayar oleh Darren hanya untuk kencan mereka berdua.


"Hallo!" sapa Riskah duluan, saat dia sudah sampai di meja kencan, dan melihat pria itu yang kini sedang sibuk bermain handphone.


Mungkin karena dirinya terlambat datang, membuat pria itu sampai menjadi jenuh. Sehingga timbul rasa bersalah di hati Riskah, karena sudah membuat Darren harus menunggu lama.


"Aku minta maaf! Jalanan Jakarta terlalu macet, mungkin karena siang hari merupakan jam istirahat kantor sehingga membuat jalanan kota menjadi penuh. Kalau tidak macet, mungkin aku akan sampai lebih awal tadinya." ucap Riskah dengan memberikan alasan keterlambatannya. Dan berharap semoga Darren mau mengerti tentang kondisinya tersebut.


Mendengar penjelasan itu, Darren akhirnya langsung meletakan handphonenya ke atas meja, dan memilih untuk pokus terhadap wanita yang ia ketahui adalah seorang model ternama.


"Baiklah, aku menerima alasan itu!" jawab Darren dengan cepat.


Akhirnya Riskah bisa bernafas dengan lega, dan langsung memesan beberapa makanan.


Keduanya akhirnya mulai mendekatkan diri, dan mengobrol ringan layaknya seorang teman. Tidak ada yang romantis, karena mereka berdua memang bukanlah sepasang kekasih.


Namun terlihat jika Riskah dan juga Darren saling nyaman dan juga terhubung dengan baik. Obrolan keduanya sama-sama masuk, dan tidak bertentangan. Meskipun umur mereka berselisih cukup jauh, karena kini Riskah sudah berumur 30 tahun, sementara Darren sendiri masih sangat lah muda yaitu berusia 26 tahun.


Bisa di katakan Riskah kini mendapatkan lelaki brondong. Tak hanya sekali, namun sampai beberapa kali. Teman kencan Riskah selama ini memang lah para daun muda yang masih sangat ABG dan belum dewasa.


Entahlah, Riskah sendiri pun sampai di buat bingung kenapa para pria yang menyukainya dan mendekatinya selalu saja para anak muda yang masih di bawah umur.

__ADS_1


Maka dari itu kecocokan pun tak pernah ia dapatkan, selain hanya dengan Darren. Baru kali ini Riskah merasa sangat cocok dan nyaman bersama dengan pria yang memiliki umur di bawanya.


Mungkin meskipun umur Darren belum sampai 30 tahun. Tetapi cara berpikir pria itu sangat dewasa, dan tidak kekanak-kanakan. Hal itulah yang membuat Riskah sampai takjub dan juga tertarik untuk berkomunikasi lebih lanjut dengannya tentang hubungan ini.


__ADS_2