Anak Jenius Putri Seorang Aktor

Anak Jenius Putri Seorang Aktor
BAGUSLAH KALAU DIA MEMANG MENYESAL


__ADS_3

"Baguslah kalau dia memang menyesal, mom akan sangat bersyukur dan berharap suatu saat nanti Rio akan mengemis cinta kepada adikmu. Mengingat jika pada saat itu betapa hancurnya dia saat Rio menolak untuk bertanggung jawab dan malah tidak menganggap adikmu sebagai kekasihnya." sahut Jenny dengan perasaan yang begitu gelisah dan juga tidak enak.


Ketika tiba-tiba saja malah memikirkan tentang mantan suaminya.


"Oh ya, bagaimana keadaan ayahmu sekarang? Mom sempat beberapa kali menghubunginya, tapi nomornya tidak aktif." ujar Jenny bertanya-tanya.


"Aku tidak tau mom, mungkin ayah sedang sibuk." jawab Riskah sambil bermain dengan hanphonenya.


Meskipun sudah berpisah lama, namun hubungan Jenny dan Anwar cukup baik selama ini.


...****************...


"Sayang, ayolah! Agensi model akan mengadakan pesta besar-besaran. Kau harus menjadi fatner undanganku." bujuk Tanu yang terus berusaha untuk mengejar langkah kaki Rio.


Karena kekasihnya itu selalu saja berusaha untuk menghindarinya. Hingga pada akhirnya Tanu berhasil meraih tangan pria itu, dan langsung menariknya lalu menyudutkan Rio pada dinding tembok.


"Kenapa kau selalu menghindar dari ku! Apa kau tidak merindukan ku sayang? Ayolah, sebagai imbalannya kita akan bersenang-senang pada malam ini. Aku akan memuaskanmu sekarang!" rayu Tanu mencoba untuk berbicara dengan nada yang sensual berharap agar Rio bisa tergoda dengan tubuh moleknya.


Namun dengan cepat pria itu langsung mendorong tubuh Tanu, sehingga membuatnya menjadi kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke lantai.


Wanita itu hanya bisa meringis kesakitan sembari mengusap bagian bokongnya, dan beberapa kali sempat mengumpati kelakuan Rio yang selalu seenaknya saja.

__ADS_1


"Menjauhlah dari ku dan jangan dekati aku lagi." perintah Rio yang sudah terlanjur muak.


Ingin rasanya pria itu menjawab, agar Tanu pergi bersama dengan selingkuhannya saja ke pesta itu. Namun semua perkataan itu di urungkannya, karena tidak ingin Tanu tau kalau sebenarnya ia sudah mengetahui tentang perselingkuhannya dengan manager itu.


Melihat kepergian Rio, dia pun langsung kembali berdiri dan mengejarnya.


"Tunggu dulu, kau mau kemana?" cegah Tanu merasa tak percaya jika sikap Rio akan berubah sedrastis ini kepadanya.


Ya meskipun dulunya Rio juga tidak pernah bersikap romantis terhadapnya. Tetapi pria itu tak pernah mengabaikanya seperti ini.


"Kau akan pergi denganku kan malam ini?" tanya Tanu yang benar-benar ingin memastikan apakah Rio bersedia ikut ke pesta dengannya.


Dengan penuh pertimbangan akhirnya Rio menjawab. "Hm, bersiaplah!" jawab pria itu singkat, dan langsung menyerahkan sebuah kartu kredit agar Tanu bisa segera pergi dari hadapannya.


Dengan begitu, maka Rio bisa terbebas dari gangguan wanita iblis itu.


Tentu siapa yang tidak senang ketika di hadapkan dengan sebuah uang yang tak terhitung nilainya? Dengan begitu maka ia bisa berbelanja sepuasnya.


Tanu langsung mengembangkan sebuah senyuman manis dan langsung menyambar kartu kredit tersebut dari tangan Rio.


Dia pergi sembari bernyanyi-nyanyi tidak jelas, akibat terlanjur di buat senang.

__ADS_1


"Hari yang cerah, dan indah! Akhirnya kekasihku ini peka dan memberikan ku uang juga~ Na~Na~Na~Na~Na." ucap Tanu bersenandung ria, sampai-sampai tak melihat ke arah jalan. Sehingga membuat kakinya tersandung, dan akhirnya Tanu terjungkal tepat di hadapan Rio.


Pria itu hanya bisa mengusap wajahnya secara kasar ketika melihat kejadian absrud tersebut. Lalu memutuskan untuk pergi dari sana, meninggalkan Tanu seorang diri yang kini sedang menahan malu karena kecerobohannya yang di perbuat oleh dirinya sendiri.


"Aw, bisa-bisanya dalam sehari aku terjatuh sampai dua kali." gerutu Tanu yang merasa badmood dan kesal.


Namun ketika pandangan matanya tertuju ke arah kartu kredit yang di berikan oleh Rio. Membuat sebuah senyuman kembali mengembang di bibirnya, dan seketika Tanu langsung lupa dengan kejadian tadi.


Dia berdiri dan langsung mencium kartu kredit tersebut dengan perasaaan yang sangat senang. Lalu memutuskan untuk segera pergi setelah itu.


Sampai-sampai membuat seorang cleaning servis merasa curiga jika Tanu adalah orang gila. Karena berbicara sendiri dan juga tersenyum-senyum tidak menentu.


...****************...


Malam harinya..


Sesuai dengan jadwal pesta, pada pukul 9 malam Tanu dan juga Rio telah sampai di lokasi penggelaran.


Dengan memakai gaun berwarna merah cerah, dan tak lupa dengan lipstik yang sangat menor kini tengah menghiasi bibir model itu.


Tanu masuk dan langsung menyapa beberapa rekan kerjanya disana. Sementara Rio memilih untuk berada di luar dan berada di dekat mobilnya.

__ADS_1


Acara yang sangat mewah dan juga menakjubkan. Pesta ini di adakan untuk memperingati ulang tahun agensi yang ke 50 th.


Cuaca yang tidak mendung, terasa sangat mendukung. Suara musik pop terdengar meramaikan acara.


__ADS_2