
"Hai," sapa Riskah kepada salah satu temannya di acara pesta itu.
Keduanya tampak mengobrol sebentar hingga pada akhirnya Riskah memilih untuk mengakhirinya. Karena sebentar lagi acara pembukaan akan di mulai.
Sementara itu, Rio terlihat sedang memandang ke arah jam tangannya. Memperhatikan jarum jam yang terus bergerak, sambil menghela nafas.
Begitu membosankan, dan juga acara seperti ini bukanlah acara yang menyenangkan menurutnya.
Hingga pada akhirnya, pada saat Riskah hendak masuk dia malah tak sengaja berjumpa dengan pria itu disana. Kebetulan Rio juga hendak masuk dan menyusul Tanu. Tapi siapa sangka dirinya akan berjumpa dengan wanita masalalunya.
"Sudah lama tidak berjumpa, bagaimana kabarmu sekarang?" tanya Rio dengan memasang wajah biasa-biasa saja.
Sementara Riskah malah di buat tidak nyaman karena harus bertemu dengan pria bajingan ini.
"Itu bukan urusanmu!" sahut nya dengan ketus. Dan langsung pergi meninggalkannya begitu saja.
Rio merasa tak percaya jika Riskah akan se cuek ini kepadanya.
Dengan bersusah payah Riskah menjauh dan berusaha menghindar dari Rio, meskipun terlihat jika pria itu sedang mengejarnya dan ingin mendekatinya. Akibat terlanjur di buat tidak nyaman, akhirnya Riskah memutuskan untuk pergi saja dari lokasi pesta dan berniat ingin pulang.
Namun tiba-tiba saja!
"Aw," jerit Riskah secara reflek karena tidak sengaja menabrak seorang pelayan pembawa minuman. Sehingga membuat beberapa minuman yang di bawa oleh pelayan itu menjadi tumpah dan mengenai bajunya.
__ADS_1
Tak luput juga dengan pandangan para tamu lain yang kini sedang terfokus kepadanya.
Seolah jika hal ini memang takdir agar ia segera pulang dari sini.
Pendiri Agensi datang menghampirinya, dan menanyakan apakah keadaan Riskah baik-baik saja.
Spontan dia menjawab. "Yess aku baik pak, sepertinya aku harus pulang karena baju ku basah." ucap Riskah yang seolah kini mendapatkan alasan agar dirinya bisa pulang tanpa membuat sang pemilik acara bertanya-tanya dengan alasan kepulangannya.
"Oh, baiklah! Maafkan pelayanku karena sudah membuatmu jadi seperti ini." balas sang pendiri agensi merasa tidak enak.
Namun Riskah hanya tersenyum kikuk dan melihat-lihat sebentar ke arah orang-orang yang juga sedang memandang ke arahnya. Dan namun sialnya dia malah melihat Rio di antara orang-orang itu. Membuat hatinya kini semangkin bertambah gelisah saja.
Tanpa membuang-buang waktu Riskah akhirnya memilih untuk segera berpamitan. "Terima kasih atas acaranya, sangat mengesankan!" ujar wanita itu yang langsung pergi setelahnya.
Pendiri agensi hanya bisa memandang kepergian Riskah dengan tatapan yang sulit di percaya.
"Kau mau kemana? Acara kan belum selesai." kata Tanu merasa sedikit curiga dengan gelagat yang di tunjukan oleh kekasihnya itu.
Seperti ada yang di sembunyikan!
Karena memang Tanu juga tidak tau kalau sebenarnya Riskah merupakan mantan nya Rio.
Langsung saja Tanu menggandeng lengan kekasihnya dan mereka akhirnya kembali bergabung dengan para undangan lain untuk menikmati acara pesta.
__ADS_1
Setelah bergabung sebentar. Rio berpamitan kepada beberapa temannya, karena ingin pergi ke toilet.
Akhirnya Tanu membiarkan pria itu pergi. Sementara dia memilih untuk mengambil beberapa hidangan pesta lalu mulai menyantapnya.
Di lain sisi Rio terus berjalan menuju ke toilet, karena sekarang ini ia sedang berusaha membuka jam tangannya. Sampai-sampai membuat pria itu menjadi tak sadar jika ada seorang wanita kini sedang berjalan tepat di hadapannya.
Hingga pada akhirnya mereka berselisihan. Membuat Rio baru menyadari akan sesuatu.
"Wangi itu!"
Wangi yang sama dengan harum pada tubuh kekasih nya dulu. Ya, siapa lagi kalau bukan Puja.
Rio langsung menoleh ke belakang untuk memastikan siapa sebenarnya wanita itu.
Namun sayang dia sudah tak menemukan keberadaannya lagi, dan jejaknya malah menghilang begitu saja.
Rio langsung memegangi kepalanya sendiri akibat terasa sedikit pusing. Mungkin karena efek dari minuman alkohol yang baru saja di minumnya, membuat pria itu menjadi berhalusinasi seolah-olah sedang melihat keberadaan Puja disini.
Hingga akhirnya Rio memutuskan untuk kembali berjalan ke depan, ingin segera pergi ke kamar mandi.
Menurutnya kejadian tadi hanyalah sebatas hayalan nya saja, dan tidak percaya jika wanita itu adalah Puja.
Di dalam kamar mandi, Rio hanya bisa tersenyum miris sambil membuka resleting celananya.
__ADS_1
"Rio-Rio, kau ini terlalu mencintainya sampai-sampai melihat kehadirannya dimana pun." ujar pria itu berbicara seorang diri.
Karena memang belakangan ini Rio selalu saja di teror oleh penampakan mantan kekasihnya itu. Mau itu di dunia mimpi atau pun di dunia nyata sekaligus.