Anak Jenius Putri Seorang Aktor

Anak Jenius Putri Seorang Aktor
ANDRA BERGEGAS BANGKIT


__ADS_3

Andra bergegas bangkit setelah mendengar suara deringan yang berasal dari handphonenya.


"Iya, hallo nona." ucap wanita itu karena yang menelpon ternyata adalah Puja.


Sementara di Rumah Sakit! Puja langsung memberitahukan kepada Andra bahwa keberangkatan mereka harus di tunda. Karena Anwar tiba-tiba saja terkena serangan jantung, dan harus segera di tangani oleh Dokter pada malam ini.


Dan Andra hanya bisa mengiyakan ucapan dari nonanya itu. Dan akan segera menyusul kesana.


Sementara kini Puja dan Travis di buat sangat panik dengan keadaan Anwar.


"Ini semua gara-gara momy! Kakek tidak ingin momy pulang ke Malaysia. Tapi momy malah memaksa dan keras kepala. Lihat sekarang kakek jadi kritis!" ujar Beby merasa kesal.


Dia mendengar tentang perdebatan momy nya dan juga kakeknya. Sehingga membuat Anwar harus terkena serangan jantung seperti sekarang.


Membuat Puja spontan ingin marah saja ketika harus di salahkan oleh anaknya.


"Apa katamu? Kau ini anak kecil, tidak usah mencampuri urusan orang dewasa. Memangnya apa yang kau ketahui, momy ingin pulang ke Malaysia itu juga demi kamu Beby." jawab Puja berbicara dengan nada yang keras, sehingga membuat Travis dengan spontan berdiri dari duduknya dan mencoba untuk menenangkan wanita itu.


"Puja berhenti berbicara keras! Pelankan nada bicaramu! Ini tempat umum, apa kau tidak malu?" tanya Travis namun Puja hanya bisa memutar bola mata malas.


Serta tak lupa memijat keningnya yang terasa berdenyut hebat.


Sungguh rasanya Puja tidak paham lagi. Kenapa sang ayah tidak mau mengerti dengan posisinya sekarang. Tadinya setelah sampai di rumah ayahnya, Puja sempat mengajak Anwar untuk berbicara sebentar dan ingin pamit karena malam ini mereka harus kembali ke Malaysia.


Namun Anwar malah marah dan tidak terima ketika mengetahui hal itu. Dan tidak mengizinkan Puja untuk kembali kesana. Anwar ingin agar putrinya itu harus tinggal menetap di Indonesia, untuk mewarisi seluruh harta kekayaannya.


Tidak peduli meskipun Puja sudah menjelaskan mengapa mereka harus kembali kesana, adalah demi menghindari pertemuan Rio dan juga Beby. Namun Anwar malah mengatakan jika dia akan menikahkan Puja dan Rio sekalian, agar cucunya Beby bisa memiliki ayah.


Sungguh hal itu mampu membuat Puja menjadi sinting sendiri dan akhirnya pergi dari ruangan tersebut, dan tidak memperdulikan lagi tentang ayahnya.


Namun pada saat sampai di luar rumah dan Puja sudah bersiap ingin masuk ke dalam mobilnya. Salah seorang pelayan berlari ke arahnya dan memberitahukan jika Anwar sudah tergeletak lemas di lantai ruangan itu.


Sehingga membuat Puja yang tadinya ingin pergi meninggalkan rumah itu. Harus terpaksa kembali lagi masuk untuk melihat keadaan ayahnya yang ternyata sudah terlihat tak berdaya.


"Nona!" panggilan seseorang mampu membuat lamunan Puja langsung buyar seketika.


Dia melihat ternyata Andra lah yang datang, dan tak lupa juga Andra langsung saja menghampiri Beby.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Tuan Anwar? Apakah baik-baik saja?" tanya wanita itu.


"Iya dia baik-baik saja!" balas Travis dengan cepat.


Andra langsung mengangguk paham.


"Andra tolong kamu bawa Beby keluar dari rumah sakit ini. Aku sedang tidak mood sekarang, jangan sampai aku harus membentaknya lagi setelah ini." perintah Puja, dan Andra langsung bergegas membawa Beby untuk segera meninggalkan momy nya karena paham dengan keadaan Puja.


Namun sebelum itu, Beby sempat menjulurkan lidahnya ke arah momynya, sehingga memancing tawa bagi Travis. Sementara Puja sendiri hanya bisa memasang wajah datar.


"Memangnya apa yang lucu?" tanya Puja setelah itu.


"Tidak! Dia memang keras kepala, sama seperti mu. Jadi harap maklum dengan tingkahnya!" balas Travis.


Sebelum menjawab, Puja menyempatkan diri untuk menarik nafas terlebih dahulu.


"Kau tau Travis, aku tidak mengerti dengan sikap anak ku sendiri. Di umurnya yang masih 5 tahunan, tapi pikirannya sudah seperti orang dewasa. Dan itu crazy!" ucap Puja.


"Itu namanya genius, apa kau tidak tau?" balas Travis.


"Dia sempat mengatakan padaku jika Rio adalah pria yang tampan. Dan jika aku bertemu dengannya, aku pasti akan langsung di buat jatuh cinta. Sungguh anak itu tidak tau saja jika aku sangat membencinya." ucap Puja yang kebetulan mengingat dengan ucapan Beby beberapa hari yang lalu.


"Eh!" Puja baru sadar akan perkataannya barusan, dan mencoba untuk bersikap biasa saja terhadap pria itu.


Kini wanita itu mencoba untuk mengalihkan perhatiannya, dan berdiri dari duduknya.


"Travis, a-aku duluan! Aku ingin menyusul anakku. Tolong jaga ayah, dan jangan lupa hubungi aku jika Dokter sudah selesai menanganinya." kata Puja yang sudah bersiap ingin pergi.


"Kau bilang dirimu sedang tidak mood, jangan sampai kau harus membentak Beby lagi ya." pesan Travis sengaja menggoda wanita itu.


Namun Puja malah mempercepat langkah kakinya. Karena ingin menghindari Travis!


Bukannya pergi mencari Beby, tetapi ia malah memilih untuk duduk sendirian di sebuah tempat yang lumayan ramai.


"Ya Tuhan! Apa-apaan ini? Puja ayo move-on! Pria itu pria bajingan dan brengsek! Kamu masih bisa hidup kok meski tanpa dia." gumam Puja yang berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri.


Jujur sebenarnya masih ada sedikit rasa di dalam hatinya. Meski sekuat tenaga Puja mencoba untuk membenci dan melupakan Rio! Tak menutup kemungkinan rasa itu bisa hilang begitu saja dengan mudah. Secara bersamaan dengan luka yang di perbuat oleh pria itu juga.

__ADS_1


Antara Benci dan Cinta yang telah menjadi satu!


...****************...


Sementara di lain tempat!


Ternyata Andra memilih untuk membawa Beby ke tempat penjual eskrim, sekaligus mukbang seafood secara bersamaan.


"Kenapa sih? Momy itu buru-buru mau pulang? Beby kan masih mau tinggal di sini." ketus gadis kecil itu merasa kesal, sembari bercak pinggang menghadap ke arah sang suster.


Membuat Andra sekilas memberhentikan aktivitas makannya, dan menegak air sejenak.


"Mau ngapain lama-lama disini?" tanya Andra bingung.


"Tentu saja aku masih mau bertemu dengan om tampan."


Mendengar ucapan dari Beby membuat Andra langsung tersedak secara tiba-tiba. Akibat daging kepiting yang baru saja di makannya harus tertelan secara utuh.


"Apa katamu? Om tampan yang semalam itu?" tanya Andra yang meyakini jika om tampan yang di maksud oleh Beby adalah Rio.


"Iya sus benar! Namanya Rio, tapi aku memanggilnya om tampan, karena wajahnya sangatlah tampan. Aku berniat ingin menjodohkan momy dengan om tampan ku." ucap Beby dengan senyuman sumeringah.


Andra hanya bisa memejamkan matanya sesaat.


"Beby sudahlah jangan mengada-ngada! Apa kau tidak takut jika harus di marahi oleh momy mu lagi? Kau tau momy mu itu sedang darah tinggi." balas Andra dengan cepat membawa anak asuhnya pergi dari tempat itu.


"Hh momy itu memang cerewet dan selalu saja marah-marah padaku! Semoga saja dia tidak cepat tua, karena sering marah-marah!" ucap Beby pula dengan entengnya.


Sehingga membuat Andra langsung spontan tersenyum, namun hanya sebentar.


"Iya dia cerwet, dan sekarang malah menurun kepadamu! Apa kau tidak sadar jika dirimu ini juga sangat cerewet." jawab Andra.


"Ya aku sadar semenjak om tampan itu memberitahukannya!"


"Memang apa yang di katakannya padamu?" tanya Andra yang terlanjur di buat penasaran dan spontan memberhentikan langkah kakinya.


"Dia bilang aku sangatlah cerewet padahal masih kecil." balas Beby sambil tersenyum tidak jelas.

__ADS_1


"Oh!" Hanya kata singkat itu yang di berikan oleh Andra setelah mendapatkan jawaban dari Beby.


__ADS_2