
Puja yang marah langsung saja menggendong putrinya untuk di bawa ke dalam kamar mandi.
Bertujuan ingin menghukum Beby dengan cara memandikan anak itu di bawah guyuran air dingin.
"Apa katamu? Ulangi lagi! Momy harus menghukum mu, karena kau sudah kurang ajar Beby! Sejak kapan kamu bisa berkata kasar seperti itu pada momy mu sendiri? Hah?" bentak Puja yang masih belum mau menghentikan air showernya, dan masih terus mengguyur tubuh Beby.
Bahkan kini Puja juga harus ikut basah, karena memegangi putrinya agar tidak lari dan tetap di tempat.
"Ampun momy, Beby minta maaf! Beby janji tidak akan mengulanginya lagi." mohon gadis kecil itu sembari menangis.
Namun Puja masih belum juga mau menghentikannya. Sementara kini putrinya sudah terlanjur kedinginan.
"Momy Beby mohon ampun, papaaaaa!!!" Jeritan anaknya langsung membuat Puja tersadar akan perbuatannya.
Mungkin karena sang momy tidak juga mengampuninya, gadis malang itu harus menjerit minta tolong kepada papanya.
"Beby!" gumam Puja merasa panik dan langsung mematikan showernya, lalu menggendong putrinya untuk di bawa keluar dari kamar mandi.
...****************...
Setelah di periksa kan oleh Dokter Anak. Ternyata Beby kini sedang terkena flu, sehingga membuat badannya menjadi hangat dan tidak enak.
Puja merasa bersalah dan langsung memutuskan untuk naik ke atas ranjang.
Kini putrinya itu sudah tidur dengan pulas, setelah beberapa saat tadi sempat merengek akibat hidung yang tersumbat, membuat Beby jadi susah bernafas.
"Maafkan momy sayang! Momy melakukan hal ini karena tidak sengaja dan sudah terlanjur marah. Momy tidak mau menikah lagi, dan mencarikan mu papa baru. Kamu tidak tau saja bagaimana berjuangnya momy untuk keluar dari kelamnya masa lalu, yang sampai kini masih membuat momy trauma dan takut untuk dekat dengan laki-laki." ucap Puja pelan.
Sebenarnya dia sangat tidak tega ketika melihat putrinya yang tumbuh besar tanpa di dampingi oleh seorang ayah.
Sementara teman-teman seusianya memiliki kedua orang tua yang lengkap. Tapi mau bagaimana lagi? Karena Puja telah memutuskan untuk tidak menikah seumur hidupnya.
"Papa!!! Papa!!" rengek Beby masih dengan mata yang terpejam, sehingga membuat Puja berinisiatif langsung membuatkan susu untuk putrinya.
Dan di saat wanita itu telah kembali dengan membawa sebotol susu dot, tiba-tiba saja Beby berkata.
"Papa, aku mau papa Rio!! Momy jahat, dan Paman Travis juga sangat jahat." rengek Beby terus-terusan berbicara melantur, karena kondisi gadis kecil itu memang masih tertidur.
__ADS_1
Membuat tubuh Puja seketika langsung menegang, ketika putrinya menyebut nama Rio.
Nama yang sudah sejak lama dia sembunyikan, tetapi kenapa tiba-tiba Beby bisa mengetahuinya.
Hingga tanpa tersadar botol susu yang tengah di pegangnya langsung terjatuh seketika ke lantai. Dan untungnya botol tersebut tidak pecah, dan Puja langsung mengambilnya kembali.
Memperhatikan wajah putrinya yang kini sudah kembali tertidur pulas. Akibat tidak ingin mengganggu Beby, Puja akhirnya memutuskan untuk keluar dari dalam kamar.
Di saat Puja sampai di bagian ruang tamu, tiba-tiba saja Andra keluar dari dalam kamarnya, sehingga sempat membuat wanita itu sampai terkejut.
"Hh, nona ada apa? Bagaimana keadaan Beby sekarang? Apa masih merengek?" tanya Andra merasa sangat cemas, karena tadinya dia sempat terbangun karena mendengar tangisan Beby.
"Ah tidak apa-apa, kamu tidur saja kembali. Tidak usah pikirkan dia, lagi pula ada aku disini." jawab Puja.
Andra yang paham, memutuskan untuk pergi ke dapur sebentar karena ingin membuatkan sang nona kopi hitam.
Setelah kembali, dia langsung menaruh segelas kopi hitamnya tepat di atas meja.
"Nona pasti tidak bisa tidur." ujar Andra.
"Kalau begitu nona, saya sudah membuatkan kopi hitam supaya nona tidak mengantuk. Jika nona merasa lelah, banguni saja saya. Biar bergantian saya yang menjaga Beby!" ungkap Andra, dan Puja langsung segera mengangguk.
Setelah itu Andra sudah kembali masuk ke dalam kamarnya, sementara Puja memilih untuk begadang dan menjaga putrinya.
...****************...
Keesokan pagi, tepat pada pukul 10... Travis masuk ke dalam kamar hotel Puja, dan pandangan matanya langsung tertuju ke arah Andra yang terlihat sedang bermain bersama Beby.
Pria itu berinisiatif menghampiri keduanya.
"Dimana momy mu?" tanya Travis kepada Beby. Namun gadis kecil itu memilih untuk cuek dan diam saja.
"Nona ada di dalam kamarnya sedang tertidur." jawab Andra.
"Apa? Tidur sampai siang hari? Apa benar itu Puja?" tanya Travis merasa tak percaya.
"Iya, tadi malam nona berjaga karena Beby sedang sakit."
__ADS_1
"Benarkah?" Setelah itu Travis beralih memandang ke arah keponakannya.
"Kau sedang sakit apa Beby?" tanya pria itu.
"Lebih baik paman diam saja, dan tidak usah berbicara padaku!" ketus Beby yang sudah terlanjur malas kepada Travis.
Karena masih teringat akan kejadian pada sore itu. Di mana sang paman memukul wajah om tampan nya sampai beberapa kali.
Hal itu membuat Beby menjadi sangat benci pada Travis. Mengingat jika selama ini hubungan keduanya memang tidak terlalu baik. Karena Beby sangat tidak suka terhadap pria arogan yang dingin, dan lebih menyukai tipe pria yang humoris seperti om tampannya.
"Hm baiklah! Sangat cerewet sama seperti momynya." ujar Travis yang setelah itu langsung pergi berlalu menuju ke arah kamar Puja.
"Apa dia bilang? Dasar pria arogant dan pemarah. Aku tidak suka padanya!" ketus Beby yang mengadu pada Andra.
"Hm baiklah, tapi meski begitu dia tetap lah pamanmu." jawab Andra dengan segera sambil tersenyum manis.
"Hh, sungguh aku tidak mau memiliki paman seperti itu." kata Beby merajuk, dan Andra hanya bisa tertawa setelah itu.
"Baiklah, baiklah! Jangan pikirkan hal itu, lebih baik lanjutkan saja puzzle mu ini." balas Andra, dan kini keduanya telah kembali lanjut bermain untuk menyusun teka-teki.
Sementara di dalam kamar!
"Puja, bangunlah! Ada sesuatu hal yang sangat penting ingin aku bicarakan." ucap Travis.
"Hm, hal penting apa? Sudahlah aku sangat mengantuk, jadi tolong jangan ganggu aku." protes wanita itu yang sudah terlanjur malas untuk bangun, dan malah kembali melanjutkan tidurnya.
"Puja, kau akan menyesal karena putrimu sudah bertemu dengan ayahnya." jelas Travis langsung tutup point.
Sehingga membuat Puja reflek langsung bangun dan turun dari atas ranjang.
"Apa? Apa maksudmu? Jangan pernah mengada-ngada, dan membuatku jantungan Travis. Kau pasti berbohong!" tebak Puja merasa jika omongan sepupunya sama sekali tidak benar, dan hanya ingin menakut-nakuti nya saja.
"Apa selama ini aku pernah berbohong? Apa wajahku menunjukan suatu ketidak seriusan?" tanya Travis balik.
Sesaat Puja memperhatikan wajah pria itu. Ekspresinya benar-benar sangat serius, serta mengingat jika selama ini Travis adalah orang yang pemarah dan dingin. Jadi mana mungkin pria itu bisa bercanda seperti sekarang.
Itu artinya!...
__ADS_1