Anak Jenius Putri Seorang Aktor

Anak Jenius Putri Seorang Aktor
MOMY, KITA MAU KEMANA?


__ADS_3

"Momy, kita mau kemana? Kenapa semua baju ku momy masukan ke dalam koper?" tanya Beby yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar.


Sesaat Puja langsung menghentikan aktivitasnya sebentar. Dan beralih memandang ke arah putrinya.


"Kita akan kembali sayang! Bukannya sebentar lagi kamu juga harus masuk sekolah? Hm!" tanya Puja berbicara dengan nada yang lembut.


"Yess, tapi aku masih rindu dengan kakek! Maukah momy mengantarkanku ke tempat kakek sore ini? Aku ingin pamit dan memberikan sesuatu pada kakekku." ujar Beby memohon.


Puja langsung tersenyum dan melihat mata bulat putrinya itu. "Ya, momy akan mengantarkan mu nanti. Maka bersiaplah! Karena kita tidak bisa berlama-lama sayang! Nanti malam kita harus berangkat." ucap Puja, dan Beby langsung mengangguk.


Sungguh rasanya sulit di percaya hingga sekarang. Jika putrinya itu telah bertemu dengan ayah kandungnya! Pantas saja di saat Beby sempat mengigau dan menyebutkan nama Rio. Membuat Puja sedikit merasa aneh dan curiga. Sangat tidak mungkin jika putrinya itu tau siapa nama ayahnya, karena Puja tidak pernah memberitahukan tentang hal itu.


Dan ternyata semuanya kini telah terungkap, dan terjawab sudah rasa penasarannya. Kenapa bisa Beby mengetahui nama Rio, dan ternyata mereka berdua sempat bertemu pada sore itu.


Sesuai dengan permintaan Beby! Akhirnya Puja mengantarkan putrinya itu untuk pergi ke rumah sang kakek.


Namun sebelum itu, Puja memutuskan untuk menelpon Travis terlebih dahulu.


"Hallo!! Kau ada dimana sekarang? Bisakah kau datang ke hotel sekarang? Tolong antarkan aku dan putriku ke rumah ayah."


"Iya, Beby masih merindukan kakeknya dan ingin bertemu dengan ayah sebentar. Sebelum kami kembali ke Malaysia." ucap Puja menjelaskan lewat telpon nya.


Hingga akhirnya panggilan sudah di akhiri, dan tak lama kemudian Travis juga sudah tiba di hotel, dan langsung menjemput sepupunya serta keponakannya.


Di tengah perjalanan. Tiba-tiba saja!!


"Paman, tolong berhentikan mobilnya sebentar! Aku mau membeli buah tangan untuk kakek. Apa kau dengar paman?" tanya Beby, dan spontan Travis langsung memberhentikan mobilnya tepat di depan supermarket yang ada di pinggir jalan kota.


"Momy ayo temani aku!" ajak Beby dengan menarik tangan momy nya.


"Baiklah!" balas Puja dengan segera.


Keduanya langsung turun, dan bergegas Beby mengambil keranjang belanja.


Serta tak lupa juga Puja memberikan uang kepada putrinya.

__ADS_1


"Apa 500 Ribu cukup?" tanya wanita itu.


"Sangat cukup!" balas Beby dengan cepat, dan langsung menerima uang yang di berikan oleh momy nya.


Puja lantas tersenyum dan tak lupa mengacak-acak rambut putrinya itu karena merasa gemas.


Puja membiarkan Beby pergi untuk memilih barang ataupun sesuatu yang ingin di beli oleh anaknya.


Sementara dia sendiri lebih memilih untuk melihat-lihat, meskipun ada beberapa juga yang ingin di beli oleh Puja. Hingga akhirnya wanita itu sudah selesai dan berinisiatif ingin membayar belanjaannya.


Tak lama kemudian! Beby sudah kembali dan menyusul momynya ke meja kasir.


Puja langsung di buat terkejut, ketika melihat isi keranjang putrinya penuh dengan banyaknya bermacam-macam cokelat dengan beragam merek serta jenis. Mulai dari susu cokelat, serta cokelat batangan telah menumpuk menjadi satu.


Sehingga mampu membuat Puja tak habis pikir! Dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kau ini mau membelikan sesuatu untuk kakek, atau untuk dirimu sendiri?" tanya Puja merasa heran.


"Tentu saja untuk kakek dan untuk ku juga." jawab Beby dengan enteng.


"Hh, kau pikir kakek mu itu suka dengan coklat? Meskipun kakekmu memiliki banyak kebun coklat tapi dia tidak suka mengkonsumsi coklat." ucap Puja, sembari menerima kantong belanjaan miliknya yang telah di hitung oleh sang kasir.


"Lalu?" tanya Puja.


Beby langsung mengambil sesuatu dari keranjangnya, dan langsung menyerahkannya kepada sang momy.


"Susu tulang untuk lansia?" Puja membaca tulisan pada kotak yang di berikan oleh putrinya barusan, dan langsung beralih memandang ke arah Beby dengan tatapan sulit di percaya.


Tidak pernah tau jika putrinya itu menyimpan sesuatu di balik tumpukan cokelatnya yang banyak. Dan ternyata sekotak susu tulang untuk orang yang sudah lanjut usia!


"Apa maksudnya ini Beby?" tanya Puja masih belum paham, kenapa putrinya itu memberikan sekotak susu tulang yang di peruntukan kepada orang yang sudah lanjut usia kepadanya.


Bahkan Puja sempat berpikir jika Beby sedang mengerjainya kembali seperti yang sudah-sudah.


"Apa kau pikir momy mu ini sudah lanjut usia, dan tulang momy sudah rapuh? Sehingga kau membelikan susu tulang ini untuk momy?" tanya Puja berbicara dengan suara yang keras, karena sudah terlanjur di buat marah.

__ADS_1


Spontan Beby langsung menepuk jidatnya sendiri, secara bersamaan dengan datangnya Travis yang menyusul mereka berdua.


"Kenapa lama sekali?" tanya pria itu, namun Puja tidak menjawab. Karena pandangan nya kini hanya terpokus ke arah Beby saja.


Travis yang mengerti hanya bisa cuek dan memilih untuk pergi berlalu, karena ingin membeli minuman.


Setelah kepergian Travis, Beby langsung memperhatikan kepergian pamannya.


Sehingga membuat Puja langsung marah, dan kembali menegur putrinya.


"Beby, lihat wajah momy! Kenapa kau bisa sekurang ajar ini pada momymu?" tanya Puja, sementara mbak kasir hanya ikut terdiam dan kebingungan.


Karena tidak berani berbuat apapun, kasir wanita itu sangat yakin jika ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya ini pasti bukanlah orang sembarangan, dan tentunya orang kaya. Dia tidak ingin membuat masalah terhadap orang yang berduit, dan lebih memilih untuk diam saja.


"Momy, momy sudah salah paham pada Beby! Susu itu sebenarnya untuk kakek, dan aku memberikannya pada momy supaya momy saja yang membayarnya. Apa momy tau, kakek sudah sangat tua dan tulangnya pasti sangat rapuh, aku takut jika kakek tidak bisa menggendongku lagi nantinya. Maka dari itu aku membelikannya susu tulang, agar kakek bisa kembali menjadi kuat." jelas Beby sedetail mungkin, agar Puja tidak lagi salah paham, dan tidak terus-terusan memarahinya.


Karena hal itu mampu membuatnya menjadi malu. Untung saja supermarket ini tidak terlalu ramai orang. Dan hanya ada beberapa pengunjung saja!


"Bagaimana ideku? Cukup baik bukan?" tanya Beby lagi, bertanya kepada momynya sembari menaik-naikan kedua alisnya.


Membuat Puja, mbak-mbak kasir, serta Travis yang kebetulan baru saja datang langsung di buat tertawa secara bersamaan.


"Oh, oke-oke baiklah! Momy sudah paham sekarang!" balas Puja yang akhirnya memutuskan untuk membayar sekotak susu itu.


Dan beberapa detik kemudian, Beby juga ikut menaikan keranjang belanja miliknya ke atas meja kasir.


"Momy sekalian, tolong bayarkan coklatku juga!" pinta Beby.


"Baiklah!" jawab Puja dengan cepat, karena belum menyadari jika putrinya itu sedang mengerjainya sekarang, dan sedang memanfaatkan uangnya.


Hingga tak lama kemudian, barulah Puja sadar dan langsung melototkan matanya.


"Beby! Kau menyuruh momy membayar seluruh tagihanmu, lalu kemana uang yang baru saja momy berikan tadi?" pekik Puja, sehingga mampu membuat orang-orang yang ada disana langsung terkejut bukan main.


Sementara Beby hanya bisa tertawa bersama dengan Travis, dan keduanya sudah lari menuju ke mobil.

__ADS_1


"Maafkan aku momy! Uangnya akan aku masukan ke tabungan ku." balas Beby dengan sedikit berteriak.


Hingga akhirnya keponakan dan pamannya itu sudah masuk ke dalam mobil mereka. Sementara Puja terpaksa mau tak mau tetap harus membayar belanjaan milik Beby, dan membawa nya menuju ke mobil.


__ADS_2