
"Sudah salah tapi tidak mau sadar diri." sambung manager itu lagi, berbicara dengan ketus kepada Tanu.
Sehingga membuat wanita itu langsung melotot tak percaya, ketika mendengar omongan dari pria itu.
"Kau!" geram Tanu sambil menunjukan jari telunjuknya ke arah wajah sang manager hotel.
"Aku akan memberimu pelajaran setelah ini. Memang nya siapa kau? Berani sekali menyalahkan ku! Aku akan menelpon pemilik hotel ini agar dia mau memecat mu. Manager hotel yang sudah kurang ajar terhadap ku, lihat saja apa yang akan aku lakukan setelah ini. Kau tidak siapa aku, aku adalah seorang model terkenal se Asia. Dan kau akan menyesal karena sudah berurusan dengan ku!" ucap wanita itu lagi dengan penuh penekanan, akibat sudah terlanjur marah.
Dia merasa sangat tidak suka dengan ucapan dari manager itu, dan sudah bersiap ingin pergi dengan di ikuti oleh Rian di belakangnya.
Namun sebelum itu.
"Hh, terserah apa yang kau katakan. Asal kan anda tau, bahwa aku melakukan hal ini, karena ada perintah dari boss saya! Seharusnya anda yang berhati-hati nona! Karena sudah membuat salah satu putri penguasa di Negara ini marah, dan anda sudah mengganggunya. Maka bersiaplah karna mulai sekarang nama anda akan di blacklist dari hotel ini, dan segera lah angkat kaki pada detik ini juga." tekan pria itu, sehingga membuat Tanu langsung menghentikan langkah kakinya. Dan mematung sambil menutup mulutnya dengan cepat.
Wanita itu langsung membalikan badan, namun sudah tak melihat keberadaan sang manager hotel.
Hanya ada 2 orang penjaga yang baru saja keluar dari dalam lift, dan langsung melemparkan koper miliknya dan juga Rian ke lantai.
Tanu benar-benar tak percaya, dan sudah ingin kembali marah. Namun Rian langsung membekap mulut wanita itu, sambil berkata pelan.
"Apa kau tidak jera Tanu? Manager itu baru saja mengatakan jika kau sudah menganggu salah satu putri penguasa di Negara ini. Ayo cepat pergi dan jangan bikin masalah lagi! Jangan berpikir hanya karena pekerjaan mu adalah seorang model, maka kau yang paling berkuasa di sini dan semua orang takut padamu." tekan Rian yang langsung saja membawa kekasihnya itu keluar secara paksa.
Agar wanita itu tidak lagi membuat masalah terus-terusan.
Sementara kini Sang Manager Hotel tengah berada di ruangan nya.
Pria itu langsung menoleh ke arah pintu, dan anak buahnya langsung datang menghampirinya.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa pembuat onar itu sudah pergi dari hotel ini?" tanya nya.
Karena ingin memastikan bahwa keinginan Puja yang menyuruhnya untuk membuat Tanu dan juga Rian menjadi jera, telah terlaksaakan dengan sempurna.
Sang Manager Hotel itu tidak ingin ada kesalahan ketika menjalankan perintah yang di berikan oleh Nona Muda Dari Keluarga Konglomerat tersebut.
Hingga pada akhirnya sang penjaga langsung mengangguk.
"Baiklah, keluarkan saja koper mereka. Aku tidak ingin melihat bahwa barang-barang perempuan itu masih ada di lantai bawah." perintah Manager itu lagi.
Setelah semuanya benar-benar beres manager hotel itu pun langsung menghubungi Puja, dan mengatakan jika semua urusan tentang mereka berdua telah di tangani dan beres dengan sempurna.
Tak lupa Puja juga mengucapkan terima kasih dan panggilan langsung di akhiri setelahnya.
Wanita itu langsung menarik nafas secara spontan. Meskipun awalanya dia sangat kaget ketika mendengar ungkapan dari manager itu. Bahwa perempuan yang bernama Tanu, dan juga kekasihnya Rian telah di usir secara paksa dari Hotel ini.
"Ada apa? Sepertinya nona terlihat sedikit memiliki masalah?" tanya Andra yang memang tak sengaja berselisihan dengan majikannya itu.
"Ah, tidak ada apa-apa! Pada saat aku pulang tadi, aku tidak sengaja memergoki 1 orang laki-laki dan juga 1 orang wanita sedang melakukan mes*m di lorong-lorong hotel. Dan yang lebih parahnya lagi, bahkan manager hotel bilang kalau mereka bukan pasangan suami istri." jawab Puja menceritakan tentang masalahnya.
Tentu membuat Andra langsung kaget.
"Astaga, bisa-bisanya mereka melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu di tempat terbuka. Kenapa tidak di dalam kamar aja sih?" protes Andra merasa sangat heran, dan juga di buat ikut jengkel sama seperti Puja.
"Iya maka dari itu aku sempat menegur mereka, tapi mereka malah tidak terima dan marah-marah. Al hasil lebih baik aku telpon manager hotel untuk menangani keduanya. Tapi_" jawab Puja namun tidak melanjutkan perkataannya.
Sehingga membuat Andra langsung kesal, dan cemberut.
__ADS_1
"Tapi apa nona?" tanya wanita itu dengan sedikit memaksa, agar Puja mau melanjutkan omongan nya. Karena dirinya yang sudah terlanjur di buat penasaran.
"Tapi manager hotel malah menggusur mereka secara paksa."
"Baguslah kalau begitu! Mereka itu cuman sampah masyarakat yang tidak punya otak. Lagian pihak hotel kenapa mengizinkan mereka? Padahal mereka belum sah menikah!" sambar Andra dengan cepat.
"Entahlah!" jawab Puja yang langsung pergi meninggalkan Andra menuju ke dalam kamarnya.
Dia sudah terlanjur lelah dan cukup pusing. Sehingga langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur.
Melihat akan hal itu Beby langsung datang menghampiri momynya.
"Momy, momy!" panggilnya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Puja, sehinga mau tak mau wanita itu terpaksa harus bangun kembali dan memandang ke arah putrinya itu.
Puja menaikan kedua alisnya, memberikan celah untuk Beby berbicara.
"Momy dari mana saja? Kenapa baru pulang sesore ini?" tanya gadis kecil itu, nadanya terdengar seperti sedang protes
"Tentu saja momy bekerja sayang! Memangnya kenapa hm? Biasanya kamu tidak semanja ini meskipun momy pulang sampai larut." jawab Puja, namun Beby hanya menundukan wajahnya sambil membuat lingkaran-lingkaran kecil di atas kasur dengan menggunakan tangannya.
Tak lama kemudian wanita itu langsung mengangkat anaknya dan mendudukan Beby tepat di atas pangkuannya.
"Momy baru ingat jika sebentar lagi kamu akan ulang tahun. Katakan keinginanmu, dan momy akan mengabulkan nya." ucap Puja, karena mengingat jika selama ini Beby akan selalu request kepadanya tentang kado ulang tahun. Seperti tahun yang lalu-lalu, dan Puja pasti akan memberikannya dengan sangat senang hati.
"Benarkah? Apa momy akan memberikan semua yang aku inginkan?" tanya Beby berbicara dengan mata yang berbinar-binar, setelah mendengar ungkapan dari Puja.
"Ya, tentu! Apa kamu lupa jika selama ini momy akan selalu memberikannya? Apapun pasti akan momy belikan untukmu. Maka katakanlah sekarang! Dan momy akan memberikan kado ulang tahun sesuai yang kamu mau." balas Puja dengan bersungguh-sungguh, sambil tak lupa untuk tersenyum.
__ADS_1