Anak Jenius Putri Seorang Aktor

Anak Jenius Putri Seorang Aktor
RIO DAN JUGA BEBY


__ADS_3

Rio dan juga Beby akhirnya bermain dan menghabiskan waktu di Mall.


Mereka berdua terlihat sangat akrab, dan orang-orang yang melihatnya pasti akan mengira jika keduanya adalah ayah dan anak! Padahal Rio dan juga Beby adalah orang asing yang baru saling mengenal.


Sudah jam 4 sore, mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri permainannya.


Sementara di lain tempat Andra terlihat kalang kabut dan juga sangat panik setelah mengetahui jika anak asuhnya telah menghilang!


"Travis, lebih baik kita melaporkannya kepada Nona Puja kalau Beby menghilang!" ucap wanita itu karena terlanjur putus asa.


"Tidak! Puja akan marah besar, dan masa depanmu bisa terancam nantinya!" jawab Travis dengan segera.


Mengingat bahwa pria itu tau jika sepupunya bisa melakukan apapun, dan memiliki kekuasaan yang sangat besar.


Dia juga masih mengkhawatirkan orang lain, sehingga tidak akan melaporkan berita ini kepada Puja sampai Beby bisa di temukan.


"Percayalah padaku! Bahwa Beby akan di temukan." ujar Travis mencoba untuk meyakinkan Andra.


Pria itu bergegas ingin kembali masuk ke dalam Mall! Namun tiba-tiba saja Travis melihat bahwa keponakannya keluar secara bersamaan dari Mall itu juga, dengan menggandeng tangan seorang pria dewasa yang sama sekali tidak di kenalnya.


"Beby!" ucap Travis dan Andra secara bersamaan.


Wanita itu langsung berlari menghampiri Beby dan memeluk anak asuhnya dengan sangat erat.


"Kau tau, sus sangat mengkhawatirkan mu! Maafkan sus karena tidak becus dalam menjaga mu, sampai-sampai kamu bisa hilang seperti ini." ungkap Andra dengan badan yang bergetar hebat.


Rasa senang bercampur dengan ketakutan langsung bercampur jadi satu di dalam tubuhnya.


Rasa senang akhirnya Beby bisa di temukan. Dan rasa takut, jika Beby sampai kenapa-napa!


Sementara gadis kecil itu hanya tertawa kecil dengan membawa boneka kecil di tangannya. Lalu menyerahkan boneka itu kepada sang suster!


"Aku berhasil mendapatkannya pada saat bermain permainan capit boneka tadi." ungkap Beby merasa sangat senang.


"Benarkah? Jadi rupanya kau pergi ke tempat permainan." tanya Andra merasa tak percaya.


Dan Beby spontan langsung mengangguk, serta tak lupa menunjuk kan jari telunjuknya ke arah Rio.

__ADS_1


"Aku pergi bersama om ini, dia sangat baik dan tampan. Jadi aku menyukainya!" Pengakuan dari Beby spontan membuat Travis langsung marah.


Pria itu melayangkan tatapan tajam ke arah pria yang sedang menggunakan topi serta masker dan kacamata hitam untuk menutupi wajahnya.


"Andra cepat bawa Beby masuk ke dalam mobil. Aku harus menyelesaikan urusanku dengannya!" tunjuk Travis tepat ke arah Rio.


Andra langsung mengangguk, dan menggendong Beby dengan cepat.


"Tunggu dulu!" cegah Rio, namun Andra terlihat tak peduli dan terus berjalan ke depan.


Pria itu hanya bisa menghela napas dan langsung membuka kaca mata hitamnya.


Dan secara tiba-tiba saja! Travis langsung memukul wajah Rio dengan sangat brutal sampai beberapa kali.


Hingga membuat sebuah boneka besar yang tengah di pegang oleh pria itu langsung terjatuh ke lantai.


"Om!!!!" Teriak Beby histeris, hingga tak lama kemudian gadis kecil itu memutuskan untuk menutupi seluruh wajahnya dengan menggunakan tangan.


Kini Andra telah berhasil membawa Beby masuk ke dalam mobil, dan dengan segera memerintahkan pak sopir untuk segera jalan.


"Memangnya siapa yang menculik keponakanmu? Aku hanya mengajaknya bermain tadi. Lagi pula aku memanggilnya karena ingin menyerahkan boneka itu." ucap Rio berkata yang sebenarnya!


Boneka dari hasil poin yang mereka berdua kumpulan. Dan kini boneka itu telah menjadi kotor, dan sedikit berpasir!


Rio kembali mengambilnya, dan membersihkan boneka nya terlebih dahulu.


"Lain kali kau harus sering melihat berita! Memangnya ada penculik yang tampan seperti ku? Dasar bodoh!" maki Rio secara berterus terang!


Kini pria itu telah pergi berlalu dengan meninggalkan Travis sendirian. Sebelum ada salah satu orang yang mengenalinya, dan nanti akan menjadi kacau. Sangat tidak lucu, jika seandainya para fans meminta foto kepadanya, di saat wajahnya tengah memar seperti sekarang.


"Anj*ng!" umpat Travis begitu marah.


Salah satu security datang, dan melihat jika situasi sudah mulai aman.


Travis akhirnya pergi untuk menyusul Andra, menuju ke Hotel.


...****************...

__ADS_1


"Kau dari mana saja?" tanya Tanu yang tak lain adalah kekasih Rio yang sekarang.


Pria itu tidak menjawab dan memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya.


Karena di cuekin, membuat wanita itu langsung merasa kesal. Namun Tanu tetap ikut masuk juga ke dalam rumah pacarnya!


Di sana ia melihat Rio yang sedang duduk bersantai di sofa ruang tamu, dengan memeluk sebuah boneka beruang besar. Hingga menimbulkan pertanyaan bagi Tanu.


"Woah, ini besar sekali. Apa ini untukku?" tanya wanita itu pula dengan pedenya, dan langsung mengambil alih boneka beruang tersebut.


Dengan cepat Rio kembali mengambil bonekanya. "Bukan, boneka ini tentu saja untuk ku sendiri. Kalau kamu mau, beli lah sendiri sana! Jangan mengacaukan suasana hati ku sekarang! Tanu pergilah, dan pulang! Ini sudah hampir malam." perintah Rio, karena kedatangan wanita itu bisa kapan pun menghancurkan moodnya.


Sudah terlanjur kesal, dan kehadirannya merasa tak di anggap! Membuat Tanu akhirnya memutuskan untuk segera pulang, dan menemui kekasih gelapnya saja.


"Hallo sayang! Kamu dimana hari ini? Apa lagi sibuk?"


"Baiklah, aku akan kesana sekarang! Tunggu aku ya!"


Setelah berkomunikasi dengan Rian yang merupakan managernya sendiri. Tanu pun langsung masuk ke dalam mobilnya, dan langsung otw untuk bertemu di sebuah hotel yang ada di Jakarta.


Sementara kini Rio yang ada di atas balkon sempat mendengar ucapan Tanu ketika sedang bertelponan bersama Rian.


Namun pria itu tidak peduli, karena sejatinya dia juga sudah mengetahui tentang perselingkuhan ini sejak lama.


Lagi pula berpacaran dengan Tanu bukanlah karena cinta, tapi karena membutuhkan sesuatu yang tak lain adalah ****.


Karena sesungguhnya Rio hanya mencintai Puja! Dan hingga sekarang masih belum mendapatkan pengganti yang tepat.


Bisa di katakan bahwa Rio adalah laki-laki yang tidak tau malu, sudah mencampakan wanita itu, namun masih juga mengharapkannya untuk kembali.


Namun dia hanya menunggu saja, tanpa berniat untuk berusaha mencari keberadaan Puja hingga sekarang.


Entahlah sungguh aneh memang, sangat sulit untuk memahami kemauan pria yang kini sudah berusia 36 tahun itu.


Rio meletakan gelas kopinya ke atas meja, dan menghubungi salah satu anak buahnya!


"Hallo, bisa kau selidiki siapa anak kecil itu? Aku membutuhkan informasinya secepat mungkin." perintah Rio lewat sambungan telponnya.

__ADS_1


__ADS_2