
"Nona tidak bisa berbohong, karena sebenarnya anda tidak ingin membuka hati dengan pria lain, bukan karena rasa trauma anda di masa lalu. Tapi karena anda masih menaruh hati dengan ayah kandungnya Beby. Mantan kekasih anda yang tak lain adalah Rio! Tetapi anda enggan untuk mengakuinya, entah karena malu ataupun alasan lain. Sehingga anda masih terus bertahan sampai saat ini untuk tidak menjalin hubungan dengan pria manapun. Dan anda pun sampai tega membiarkan putri nona sendiri hidup tanpa adanya seorang ayah." ucap Andra dengan memandang ke arah majikannya itu.
Tidak peduli meskipun dirinya akan di pecat setelah ini oleh Puja, karena sudah terlalu ikut campur dengan urusan pribadi wanita itu.
Tetapi Andra nekat melakukan ini agar Puja mau membuka hatinya kembali dan melupakan Rio. Andra tau jika sebenarnya wanita itu masih mengharapkan kekasih masalalunya. Entah apa yang ada di dalam pikiran Puja, bisa-bisanya dia masih berharap dengan Rio, padahal sudah jelas-jelas dahulunya pria itu sudah menolak untuk menikahinya secara mentah-mentah.
Lalu apalagi yang bisa di harapkan dari pria itu? Selain hanya satu-satunya jalan yaitu agar Puja bisa segera mencari penggantinya.
"K-kau!" ucap Puja berbicara dengan nada suara yang serak akibat tak sanggup menahan tangis.
Entah mengapa dia merasa tertampar oleh perkataan Andra barusan yang mengatakan jika dirinya masih mengharapkan pria brengsek itu.
"Dari mana kau tau jika aku masih mengharapkan nya? Apa kau bisa membaca pikiran orang lain? Kenapa kau begitu peduli denganku dan juga anakku?" tanya Puja merasa sangat emosional dan langsung menangis dengan menutup wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya.
Andra langsung berjongkok dan mencoba untuk menenangkan perempuan itu.
"Nona, aku peduli dengan Beby karena aku sudah menganggapnya seperti anak ku sendiri. Bahkan orang lain sepertiku juga masih memiliki perasaan, lalu bagaimana dengan nona yang merupakan ibu kandungnya sendiri? Tolong lupakan dia! Dan bangunlah masa depan baru dengan pria lain yang bersedia menyayangi putri anda. Apa nona tidak lelah harus berharap terus-terusan dengan pria itu? Padahal sudah jelas-jelas dia telah menolak nona pada beberapa tahun yang lalu." ucap Andra masih terus mencoba untuk meyakinkan Puja.
Karena sepertinya hanya dengan cara ini agar bisa membuat majikan nya itu mau membuka hati lagi. Dan dengan begitu Beby pasti akan segera memiliki ayah sesuai dan yang di inginkan nya sejak awal.
Selain itu juga, Andra mendorong Puja untuk segera menikah dengan pria lain. Agar wanita itu tidak terus-terusan mengharapkan Rio. Sungguh rasanya ia begitu tidak rela ketika sang nona yang pernah di sakiti harus bersama kembali lagi dengan pria bajingan itu.
Jujur bagaimana bisa Andra mengetahui tentang semua hal ini , di karenakan pada pagi hari yang lalu dia tak sengaja hendak masuk ke dalam kamar Puja, namun dirinya malah melihat bahwa sang nona yang sedang duduk sambil menonton berita kencan seorang aktor besar dan juga model ternama.
Awalnya wanita itu cukup di buat sangat kaget, atas respon kemarahan yang di berikan oleh Puja. Dan menandakan jika nonanya begitu sangat cemburu dengan berita tentang Rio.
Sehingga membuat Andra langsung beransumsi jika sebenarnya Puja tidak trauma akan masalalunya. Karena jika seandainya wanita itu trauma terhadap apa yang di alaminya ketika bersama dengan Rio dulu. Maka seharsunya Puja pun tidak akan pernah mau untuk melihat atau pun mengetahui tentang sesuatu yang berhubungan dengan pria masalalunya.
Dan semua itu terbukti jelas ketika melihat Puja yang begitu histeris dan merasa bersalah terhadap putrinya.
"Maafkan aku, memang seharusnya aku tidak pantas untuk menjadi ibu! Aku telah abai dengan sesuatu hal yang sangat di inginkan oleh anakku sendiri. Karena keegoisan ku, aku sampai rela membiarkan Beby menderita ketika hidup tanpa memiliki kedua orang tua yang lengkap. Apa yang sedang kau pikirkan Puja? Padahal kau juga sudah merasakan bagaimana rasanya ketika hidup hanya dengan seorang ibu saja. Sementara ayahmu malah bersenang-senang dengan istri barunya. Ibumu dan kakakmu lebih memilih untuk bekerja, dan hanya kau sendiri yang sama sekali tidak memiliki tujuan hidup dan menjadi orang paling bodoh di dunia ini." ucap Puja yang langsung menyalahkan dirinya secara habis-habisan.
__ADS_1
Wanita itu merasa sangat menyesal kepada putrinya dan mengira jika selama ini Beby akan baik-baik saja meskipun tanpa memiliki seorang ayah. Tetapi sekarang dia mengingat tentang dirinya yang dulu, pada saat keluarganya benar-benar hancur.
Ayahnya pergi dan lebih fokus kepada keluarga barunya. Meskipun awalnya Anwar sempat menawarkan diri untuk mengajak Puja ikut bersama dengannya. Namun Jenny dengan cepat menolak dan tidak terima. Terpaksa Puja harus hidup bersama dengan Ibu dan kakaknya. Begitu sangat merindukan sesosok ayah! Hingga pada akhirnya setelah memasuki usia remaja, barulah Puja berani menentang dan selalu berulang kali pergi ke rumah ayahnya untuk mengobati rasa rindu.
Sama seperti hal nya Puja sekarang! Dulunya Jenny pun lebih sibuk dan mementingkan pekerjaan dari pada anak-anaknya.
Dan sekarang Puja benar-benar bertekad akan berubah demi Beby! Dia akan berusaha sekeras mungkin untuk membuka hatinya dengan lelaki lain, yang bisa menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk putrinya.
...****************...
Puja dan juga Beby hari ini akan berangkat ke sekolah dasar untuk mendaftarkan putrinya lebih awal.
Mungkin besok putrinya sudah bisa mulai kembali sekolah di Indonesia.
Pada saat Puja sudah masuk ke dalam kantor guru, sementara Beby malah ingin sendiri dan berada di dekat mobilnya.
Padahal tadinya Puja sudah membujuk anaknya untuk ikut masuk, namun dia masih tetap tidak mau. Dan terpaksa lah Puja pergi sendirian, dan berjanji akan segera kembali.
Beby masih marah kepada momynya, maka dari itu dia menolak ajakan Puja.
Sebuah senyuman khas langsung terbit dari bibirnya. Dan Rio langsung berjalan menyebrangi jalan untuk segera menghampiri gadis kecil itu.
Beby langsung tekejut ketika ada yang mengagetinya dari arah belakang. Di saat ia melihat ternyata orang itu adalah.
"Om tampan!" ucapnya merasa sangat senang, dan langsung memeluk tubuh Rio dengan spontan.
Tentu Rio dengan senang hati langsung menerima pelukan itu dan tak lupa mengecup singkat pucuk kepala Beby.
"Bagaimana kabarmu? Kenapa tidak pernah menghubungi nomor om? Apa kau memblocknya? Karena nomor mu tidak aktif!" ujar Rio, yang memang beberapa kali sempat menelpon dan menchat nomor Beby melalu whatsaap. Namun tidak pernah ada respon sama sekali.
"Bukan om! Momy tidak memperbolehkan ku lagi memiliki handphone. Dan menyitanya karena aku masih kecil." jelas Beby menerangkan.
__ADS_1
Dan kini barulah Rio paham!
"Lalu kenapa kamu ada disini? Apa ini adalah sekolahmu?"
"Iya, mungkin ku rasa begitu!" jawab Beby karena belum tau apa sebenarnya tujuan sang momy mengajaknya kesini.
Apa mungkin dia akan pindah sekolah? Tapi rasanya Beby tidak akan bertanya kepada Puja, karena dia masih belum mau berbicara dengan wanita itu.
Rio memandang ke arah sekelilingnya, sambil memakan sebuah eskrim. Melihat akan hal itu tentu membuat Beby menjadi ingin dan berselera ketika melihat eskrim mochi itu meleleh di dalam mulut om tampannya.
"Apa om punya satu lagi?" tanya Beby secara tiba-tiba.
Rio yang paham, bahwa perkataan dari gadis kecil itu pasti tertuju kepada es krim yang sedang di makan olehnya.
"Tidak! Apa kau ingin? Beli saja sendiri, uang momy mu pasti banyak. Kau bilang dia adalah seorang pengusaha."
Setelah mengatakan hal itu Rio langsung berdiri dan sudah bersiap ingin pergi.
"Om, om! Sebentar lagi aku akan ulang tahun, tolong berikan alamat rumahmu! Agar aku bisa mengantarkan kartu undangannya nanti. Dan datanglah, agar aku bisa mengenalkan om dengan momyku. Dia sangat cantik dan manis sama sepertiku, om pasti tidak akan menyesal ketika bertemu dengannya nanti." ujar Beby berbicara sambil tersenyum.
Sungguh hal ini lah yang sangat di harapkan oleh bocah kecil itu. Mempersatukan momynya dengan om tampan, yang di mulai melalui pertemuan dan juga perkenalan terlebih dahulu.
Mendengarnya Rio lantas langsung memberikan alamat rumahnya beserta dengan uang senilai 100 ribu rupiah, dan tak lupa mengelus kepala Beby karena merasa sangat gemas dengan kelakuan bocah kecil itu.
"Uang ini untuk apa?" tanya Beby, padahal dia sama sekali tidak meminta uang kepada Rio.
"Nanti setelah momy mu kembali, beli lah es krim ke sebrang! Maafkan om karena hanya membeli 1 eskrim, om tidak mengetahu bahwa ternyata kau juga ada disini." jawab Rio.
"Tidak masalah om tampan, terimakasih atas uangnya!"
"Sama-sama! Baiklah, om tunggu kartu undangannya! Sampaikan titip salam om kepada momy mu ya! Sampai jumpa." ucap Rio yang setelah itu langsung berlari pergi ke sebrang dengan meninggalkan Beby sendirian.
__ADS_1
Rio langsung menaiki sepeda motornya, dan tak lupa memakai helm.
Pria itu bahkan sempat menoleh ke arah Beby dan tak lupa untuk membunyikan klakson, hingga pada akhirnya Rio langsung saja tancap gas dan mengendarai motor besarnya di jalan raya.