
Tak terasa sudah di ujung acara, kini keempat anak Nalendra dan Regina berada di atas panggung mereka terlihat sangat menggemaskan terutama Ray yang sedang berada di belakang yang akan memainkan dram begitu coolnya, sementara Reynanda sudah duduk membawa gitar di pangkuan dan Rey pun bersuara
"Halo semuanya saya beserta ketiga saudara saya akan bermain musik, dan kita akan perkenalan satu persatu yang pertama saya perkenalan diri namaku Reynanda sebagai gitaris, sementara di sana ada abangku bernama Raynanda sebagai drummer dan disana ada adikku yang memainkan piano dan disebelah ini si bungsu yang hobinya makan sebagai vokal". ucap Rey dengan entengnya sambil melirik ke arah tasya
Mendengar itu sontak semua seisi aula langsung menertawakan, sementara Tasya sudah melayangkan tatapan tajam pada abangnya tapi rey mukanya cuek bahkan semakin jengkel
"Ish abang mah". pekik Tasya yang tak menyadari bahwa ia memegang mik jadi mereka mengetahui Tasya sedang mengumpat
"Dan dia pun seorang pemarah juga tuh lihat sendirikan?". goda Reynanda pada adiknya dan terjadilah perang kecil dua anak ini
Makin ramailah seisi ruangan itu, kemudian Rey pun kembali bersuara
"Tapi tenang guys yang nyanyi gak si bontot aja tapi semua pun ikut bernyanyi". ucap Rey
hahahahaha "Ya ampun aku kira anak itu dingin, soalnya pas dia masuk ke sini mukanya dingin tapi lihàtlah nyatanya dia kocak hahaha".
"Ya ampuun lucu banget mereka berdua hahaha serasa nonton drama ini mah haha".
begitulah para penonton yang mmenyaksika berdebatan antara Tasya dan Rey. Nalendra melihat itu lagi lagi ia harus menghela nafas
"Duh dua anak ini gak dimana pun mereka selalu aja debat". ucap Nalendra dengan geleng geleng kepalanya, mendengar itu Alex terkekeh lalu ia pun berucap
"Hahaha itulah son yang bikin serunya". tawa renyah Alex
Mereka semua pun terdiam saat Ray mulai memainkan drum
dug dag dug tring
"ok beri tepuk tangan meriah yuk semua". ucap Tasya dengan diiringi suara drum band
"Disini kita akan membawakan lagu berjudul night changes milik One Direction ". Rey
"Yang tau lagu ini ayo ikutan nyanyi bareng bareng ya". Tasya
Drum berhenti kini gitar pun mulai bermain itu tandanya akan segera di mulai
Kini Ray lah yang pertama mulai bernyanyi
Goin' out tonight, changes into something red
Her mother doesn't like that kind of dress
Everything she never had she's showin' off
Semua langsung histeris mendengarkan suara Ray
"Akhhhhhhhhhh Raynandaaaa kamu cool kamu keren banget banget ya ampuun".
"Woahhhhhhhhhh Raynanda aku padamu dek kyaaaaaaa".
begitulah teriakan teriakan mereka
Kini gilaran Rey bernyanyi sambil memainkan gitar dan piano sudah mulai di mainkan
Drivin' too fast, moon is breakin' through her hair
She's headin' for somethin' that she won't forget
Havin' no regrets is all that she really wants
Tak kalah hebohnya seisi ruangan apalagi Rey dengan gaya tengilnya membuat semua perempuan di aula histeris
"Akhhhhhh Reynandaaaàa tadi senyumnya manis".
"Tadi dia kedipin matanya ya ampun tu anak, aku kira ia dingin tapi nyatanya gak, tapi tetep gua pilih abangnya sih hehehe".
Orang pun histeris melihat tingkah Rey di panggung, apalagi keluarganya pelongo mereka melihat Rey disana, apalagi Nalendra melihat anak itu ia sungguh terkejut dan tak percaya selama ini Rey bersikap dingin saat di panggung malah sebaliknya. Regina pun terkejut dan merasa geli lihatnya sementara Shalsa ketawa terbahak melihat tingkah genitnya Rey, untuk Nathan asa geleng geleng sementara Alex ia pun sama tertawa geli melihat cucunya yang biasa dingin tapi malah genit
"Eh itu anakku genit amat sih". pekik Regina tak percaya pada anaknya yang biasanya dingin jadi tengil
"Sumpah itu bukan anak gue". ucap Nalendra dengan terus matanya terus memandang ke arah Rey sedang bernyanyi
"Hahahaha ya ampun Rey dasar ganjen ya ampun padahal". tawa renyah Shalsa
"Haduh Rey rey pertama kalinya punya cucu kaya gini hahahaha". tawa renyah Alex sambil geleng geleng
Kini giliran Thalia
We're only gettin' older, baby
And I've been thinkin' about it lately
Does it ever drive you crazy
Just how fast the night changes?
Mereka pun masih saja histeris
"Aduh my princes".
"Jodoh masa depanku ini sudah terlihat" .
"Cepatlah gede nanti aku lamar kamu dekkkkkk".
Teriak para cowok yang sangat menyukai Thalia
Giliran Tasya yang menyanyi
Everything that you've ever dreamed of
Disappearing when you wake up
__ADS_1
But there's nothing to be afraid of
Even when the night changes
It will never change me and you
Sama halnya mereka masih dengan teriakan
"I love you Tasyaaaaa".
"Tasyaaaa baguss banget suaranyaaa, lucu gemesss pengen nyubit pipi embemnya".
"Aduh gua bingung milih yang mana".
"Kalau bisa dua duanya sih hahahaha
Begitulah mereka berteriak tak jelas terutama laki laki sama halnya Thalia tadi, dan mereka lupa kalau anak anak itu adalah keluarga Xavier yang menakutkan tapi mereka seakan lupa hal itu sementara Keluarga Xavier malah tak pedulikan omongan mereka hanya fokus pada si kembar bereempat di panggung dan menikmati petunjukan spektakuler.
Dan mereka silih berganti bernyanyi dan saat beberapa bait lagu terakhir mereka bernyanyi bersama dan berbaris sejajar empatan mereka saling bergantengan hingga berakhirnya nyanyi
Prok prok prok
"Wah luar biasa sekali, tak menyangka akan ada tampilan mereka di ujung acara dan itu berkat anda nona lalu terimakasih sudah menampilkan terbaik dan silahkan apa mau ada yang disampaikan".
Tasya langsung mengacung
"Baik silahkan dek tasya". Mc
"Ekhem, hay semuanya saya mau memberikan pesan untuk kalian teman teman , ayo semua keluarkan bakat kalian dan jangan kalian pendam ya, karena bisa aja dari bakatmu kalian bisa jadi juara untuk itu ayo semangat bangunlah melakukan sesuatu yang kalian inginkan dan sekian dari pesanku dan maaf jika berkataanku ada yang salah dimohon maafkan dan dadah semua". ucap lebar Tasya memberikan pesan pada semua para tamu yang hadir
"Wah terimakasih dan silahkan kalian boleh turun ya". Mc pada tasya
Rangkaian acara perlombaan pertama telah usai dan untuk besok akan ada tanding lagi oleh keloter selanjutnya, karena memang yang mengikuti audisi sangat banyak, jadi kemungkinan lusa Thalia dan Tasya kembali lagi ke Gedung untuk memastikan siapakah yang akan masuk ke babak selanjutnya dan acara ini akan berlangsung 2 bulan.
Regina melihat anak anaknya turun dan langsung serbu pertanyaan.
"Eh rey kamu kenapa begitu sih hah tadi di panggung".
"Eh biar seru lah mah, ayo ah kita pulang". santai Rey menjawab membuat Regina geleng geleng
Nalendra saat itu yang tak sengaja melihat gelagat aneh pada anak sulungnya dan dia pun langsung bertanya
"Kenapa son". tanya Nalendra
"Papah aku merasa hatiku gelisah". ucap Ray sambil berbisik pada Nalendra, Nalendra mendengar itu tersenyum smirk kemudian ia berkata
"Ternyata kamu juga sama merasakan son sama seperti bapaknya". ucap Nalendra
"Apa papah juga sama ". tanya Ray dengan mendongakan kepala untuk melihat Nalendra
"Ya". cepat Nalendra
Entah kenapa Ray merasa khawatir pada Adik bungsu ia pun langsung menghampiri Tasya
"Eh kenapa bang". tanya heran Tasya
"Ya pokoknya kamu sama abang". kekeh Ray
"Ya ya eh bang aku mau kencing".
"Ayo kakak antar". tawar Thalia,namun di cegah oleh Ray
"Jangan Thalia bang Ray aja". tegas Ray pada Thalia
Kini giliran Rey melihat gelagat aneh pada abangnya lalu ia pun bertanya
"Abang kenapa muka abang panik gitu". tanya Rey
"Rey apa kamu gak merasakan apa apa". dingin Raynanda, Reynanda pun paham kini ia pun bersuara
"Ya gua ngerasain tapi bang coba lihat deh di belakang yang paling ujung itu". ucap Rey sambil menunjukan ke arah belakang yang gelap. Ray pun mengikuti ke arah yang ditunjukan oleh Rey setelah sudah terlihat dan kini ia memincingkan padangannya lalu berkata
"Yang pake jubah hitam itu bujan". ucap Ray untuk memastikan
"hmmm, mencurigakan kan kelihatannya". ucap Reyp
"Siapa orang itu rey,kita kasih tau papah". ucap Ray lalu ia pun mengajak Rey untuk mengaduk papahnya
"Hmm".. hanya deheman Rey
Tasya melihat kedua saudara kembarnya merasa aneh lalu ia pun berbisik pada tasya
"Mereka kenapa kak Thalia". bisik tasya pada telinga Thalia, thalia pun sama tak mengetahui
"Aku gak ngerti dek mereka nyomongin apa". jawab Thalia dengan mengangkat bahunya
Sementara Rey dan Ray menghampiri Nalendra lalu berkata
"Papah lihat di ujung". Ucap Rey to the point sambil menunjuk dengan dagunya
Nalendra itu pun mengikuti pandangannya dan ketemu sama halnya Ray, Nalendra merasa aneh pada orang berjubah itu karena terlihat mencolok sekali.
"Kenapa orang itu terlihat mencurigakan". bathin Nalendra
Regina yang di samping suaminya pun ikut berkomentar
"Ada apa ini". tanya Regina
"Gak sayang eh katanya Tasya mau kencing". elak Nalendra dan langsung mengalihkan topiknya
"Oh ya udah aku antar dirinya". Regina
__ADS_1
"Ayo bareng bareng aja". ajak Nalendra, karena ia khawatir sekali saat ini dan merasa ada yang tidak beres
"ih kalian kenapa sih". Regina heran memandang Nalendra kemudian ia pergi menemui kedua putrinya,mertua dan adik ipar
Alex menghampiri mereka bertiga siapa lagi kalau bukan Nalendra, Rey dan Ray
"Son ada apa ini". Tiba tiba bertanya, mereka pun menoleh ke arah Dady
"Apa dady melihat itu". menujuk ke arah di ujung
"Apa dady merasakan sesuatu?". tanya lagi datar Nalendra dengan wajah serius
"Ya bahkan saat masuk ke sini pun dady merasakan sesuatu yang tidak beres". datar Alex dengan wajah seriusnya.
" Opa gimana ya Ray merasa gak enak terutama Tasya". ucap Ray dengan raut wajah penuh dengan kekhawatiran
"Tasya eh tasya mana". ucap Alex dan sedang tadi tidak melihat cucu bungsunya
"Itu ba reng sama ma eh mana Thalia sama Tasya". ucap Rey sambil menunjuk ke arah Regina, Shalsa dan Nathan sedang ngobrol tapi ia sadar tidak melihat kedua adiknya.
Nalendra sejak itu langsung panik
"**!* Gawat". umpat Nalendra
Mereka menghampiri Regina dan menanyakan Tasya dan Thalia
"Thalia tasya mana sayang". tanya Nalendra pada Regina
Mereka mendengar itu langsung menghentikan ngobrol laku regina pun menjawab dan menunjukan ke arah bangku yang kosong, dan seketika Regina syok saat itu
"Mereka ada di eh Tasya Thalia kemana tadi mereka duduk disini dan ngobrol". terkejut Regina,
"Lah mana pengawal mereka ya dady". tanya Nalendra
"Ya ampun". ucap Alex
deg
Gina saat itu langsung lemas seketika hampir jatuh untungnya dengan sigap Nalendra langsung menangkap istrinya, lalu gina langsung peluk suaminya dan menangis histeris
"Hiks mana mereka thalia Tasya kalian di mana nak hiks hiks tadi kalian disini, abang dimana anak anak kita bang hiks hikss".
Histeris gina yang masih dalam gedung mengundang semua orang yang terjadi mereka melihat keluarga Xavier dilanda duka karena telah terjadi sesuatu. Semua pun langsung bergosip
"Ya ampun kasihan baru aja mereka tampil malah mendapatkan kabar duka".
"Ya ampun my princes hilang semoga segera ketangkep pelakunya, dan semoga aja di siksa dengan sadis lah".
Begitulah kira kira mereka menggosip, kini balik lagi ke ceritanya Nalendra sedang menenangkan sang si istri meski kini ia sudah tumbuh jiwa iblisnya
"Udah sayang abang sekarang cari mereka ya". Nalendra
"Hiks hikss bang cari mereka berdua bang Gina takut kenapa napa hiks".
"Tenang sayang kalian semua tunggu di luar ya Nathan jaga Momy dan kakak iparmu ya".
"Ya bang".
"Kalian jaga istri dan keluargaku jika ada sesuatu mencurigakan segera telepon"
Regina pun di tuntun oleh Nathan dan Mertuanyanya, Shalsa pun menahan tangis. Kini mereka pun sudah berada di luar
Sementara Nalendra dan lainnya bergegas ke toilet putri
"Minggir kalian kalau tidak akan ku tembak". teriak Nalendra dengan wajah sudah garang mereka bertiga pun sama
Mereka pun langsung keluar, bahkan baru juga masuk ke ****** seketika panik mereka, mereka semua wanita ya jelas mereka berteriak teriak.
Nalendra pun langsung bergegas masuk dan menggeladah semua toilet tapi tak ada
"Tasya Thalia kemana kamu nak". teriak Nalendra memanggil 2 putrinya
"Adek Thalia kalian berdua mana sih ini abang Ray".Teriak Ray
"Tasya Thalia plis ya kalian kalau mau maen petak umpet jangan disini deh". Rey dengan bicara ngaurnya
"Princes princes opa kalian dimana cu". teriak Alex
Keempat pria itu memang sangat khawatir mereka terus saja menggeladah toliet namun hasilnya nihil
Tak lama tiba tiba
Pip pip
"Dady lihat jam ku menyala". teriak Rey
Mereka mempunyai jam yang sudah dimodifikasi semua nya itu dipasangkan pelacak sehingga bisa mudah untuk menemukan mereka dengan keadaan atau situasi darurat
"Coba periksa, mereka berusaha memberitahukan kita ". desak nalendra
"Sepertinya memang benar mereka terjadi sesuatu cepat cek, dimana lokasinya". dingin Alex dengan sorot matanya mengeluarkan aura bunuh
Setelah membuka gps mereka semua melihat ada titik merah yang berada jauh dari kota seketika semua tiba tiba muka mereka menjadi naik pitam
"Dasar Brengsek!!!!!!". teriak Nalendra di toilet perempuan suaranya menggelar di penjuru ruangan itu
Mereka pun keluar dari kamar mandi dengan muka garangnya karena menahan emosi ingin sekali mereka membunuh orang itu
...****************...
bersambung.....
__ADS_1
maaf banyak typo