
Nalendra sudah selesai sarapan ia beranjak dari tempatnya beserta keempat anaknya yang sudah selesai sarapan pula, ya memang sudah menjadi runtitas setiap hari Nalendra mengantar jemput mereka, karena ia tau jika mereka berempat merasa ada kehilangan 1 orang di hidup mereka Nalendra sangat tau jika mereka merindukan orang itu yaitu Regina tapi Nalendra masih enggan melepaskan Regina dengan kondisinya, maka dari situlah ia sebisa mungkin melakukan berbagai cara agar bisa meluangkan waktu dengan anak anaknya.
Sejak saat itulah mereka berempat tidak berani menanyakan tentang mamahnya. Hingga pada saat sore hari Nalendra pulang, Saat ia membukakan pintu kamarnya, ia terkejut Regina tidak ada di kasur namun ia berfikir positip jika istrinya pasti ada di kamar mandi, namun curiganya kenapa tidak ada suara. Nalendra ingin membuka namun jika Reguna sedang mandi bagaimana tapi juga ia agak khawatir karena tidak ada suara apa pun di dalam kamar mandi
Karena perasaanya sudah mulai tidak tenang Nalendra melangkah menuju pintu kamar mandi dan entah kenapa Nalendra semakin maju mendekati pintu maka semakin ia merasakan tidak tenang serta gemuruhnya detak jantungnya , saat pintu terbuka alangkah terkejut Nalendra menangkapi Regina sudah terbaring lemah serta dengan kepalanya yang berdarah Nalendra di situ lemah ia langsung lari
"Reginaaaa!! teriak Nalendra serta wajah yang pucat melihat istrinya tergeletak di kamar mandi
"Sayang bangun sayang hiks maaf aku mengabaikan kamu hiks hiks tolong tolong jangan jangan seperti ini tolong". dengan tubuhnya bergetar serta tangannya yang sudah basah di banjiri dengan air dan darah yang mengalir dari Regina. Sungguh Nalendra benar benar menyesali perbuatannya Nalendra tak mengira jika hukuman yang diberikan olehnya pada Regina membuat Regina sudah di ambang kematian.
Tapi ia tepiskan pikiran itu , Nalendra segera mengangkat tubuh polos istrinya mungkin Regina saat itu sedang mandi tiba tiba terpeleset dan jatuh itulah pikirnya Nalendra. Namun itu salah Regina pingsan karena ia tubuhnya sudah terhidrasi dan kekukarangan asupan makanan sehingga membuat dirinya lemah
__ADS_1
Nalendra tidak mungkin ia keluar dengan tubuh Regina yang masih polos, maka ia pun langsung saja di pakaikan pakaiannya dengan tangannya bergetar dan hap
Ia langsung menggendong ala bridel style
"Bertahanlah sayang jangan membuat aku bener bener salah denganmu tapi seharusnya ini akibat ulahmu sendiri, jadi jika kamu ingin bersamaku bertahanlah dan jangan sampai kamu mati jika kau mati itu artinya kau sudah menyerah". bisik Nalendra padangannya terus di depan , ia berbicara begitu seolah ia sedang mengancam Istrinya tentu hatinya menolak berkata begitu tapi otaknya masih tak ingin mengakui jika ini ulahnya dan dia berfikir ini adalah karma istrinya karena akibat dari ucapannya saat itu pada dirinya dan pada akhirnya inilah yang terjadi, dengan kaki terus melangkah hingga sampai di tangga Nalendra
"CEPAT SIAPKAANNNNN MOBIL !!". Teriak Nalendra dengan wajah paniknya
Sementara Natasya saat itu sedang berada di ruang TV mendengar suara teriakan Nalendra langsung berlari ke arah tangga alangkah terkejutnya ia melihat Regina yang sedang di gendong oleh nalendra dengan kepalanya yang masih mengeluarkan darah segar, seketika ia menjerit dan memanggil lalu berlari ke papahnya
" Huaaaaa Mamahhhhh". teriak Tasya dengan kencang sehingga mengundang Ketiga kakaknya yang sedang berada di halaman belakang dan tak hanya mereka bertiga semua seisi Mansion mendengar suara teriakan dan juga tangisan Natasya yang menggema di setiap sudut Mansion dan mereka pun penasaran, dan ketiga anak kembar Nalendra ikut penasaran dan juga mereka sudah merasakan kegelisahan dan ternyata benar saja sejak tadi pulang sekolah sampai saat ini mereka bertiga nampah gelisah makanya mereka bertiga pergi ke halaman belakang.
__ADS_1
"Mamah kenapa pah kenapa begini". tanya Tasya yang sudah dibanjiri tangisannya
"Tasya kalau ingin ikut diam saja, kalian bertiga di mansion saja ya". tegas Nalendra
Mereka bertiga ingin sekali bertanya namun melihat wajah ayahnya mereka membungkam mulutnya, kecuali Tasya.
"Baik papah".patuh mereka bertiga karena memang mereka penurut dengan Nalendra berbeda dengan Tasya yang suka memberontak keras kepala maka dari itu Nalendra tak ingin berdebat dengan Tasya jadi dia pun mengajak Tasya ikut.
Sampailah di Rumah sakit khusus Keluarga Xavier
bersambung.....
__ADS_1