
Saat di dalam mobil tampak hening seketika keduanya tidak ada yang bersuara satu sama lain. Raynanda sedang fokus menyetir tanpa berfikir apa pun sementara perempuan itu hanya terdiam sambil memikirkan sesuatu.
Keheningan suasana ini membuat perempuan yang dibawa oleh Ray menjadi canggung, karena ia tak tahan dalam kesunyian ini ia pun siap siap buka suara
"Ekehem tu tu tuan". panggil Wanita itu dengan terbata bata, Ray merasa di panggil pun seketika menoleh ke samping melihat wanita dengan sekilas kemudian kembali lagi ke depan
"Ada apa". Nada dingin Ray pada wanita itu
deg
gleg
"Mmm ma makasih su sudah membantu ku, da dan sa saya ja janji akan membayar ini semua karena anda sudah baik membantu saya tuan". Ucap panjang meski terbata bata karena saat itu ia sedang gugup
"Hmm".deheman ray
"Berapa usiamu".tanya Ray dengan datar
"Eh?".cengo Wanita itu
"Saya lihat kamu seperti masih anak smp, apa ya?".tanya Ray masih dengan raut datarnya dan sekilas melirik ke samping pada wanita tersebut
"Aku usia 14 tahun memang saya sudah Smp kelas 2 tapi...".gantung gadis itu sambil menundukan kepalanya
"Tapi apa?". Tanya Ray penasaran
"Ah gak apa apa koq tuan". Gelagapan wanita dengan mengubah ekpresinya dengan menampilkan wajah tersenyumnya untuk menutupi kesedihan
"Oh".
"Mmm apa saya bisa kerja di tempat anda tuan untuk membayar jasa kebaikan anda".cicit wanita itu ada rasa takut dalam dirinya menghadapi pria yang didepannya terlihat dingin dengan berekspresi datarnya
"Tidak usah ". Tegas tolak dengan dingin Ray
"Ta ta tapi, sa sa saya ingin bekerja tuan".gugup Wanita itu
"Kalau gitu aku akan pinjamkan uangku padamu, jatuh temponya selama 2 tahun, jika setelah 2 tahun kamu tidak segera bayar, maka akanku seret kau dalam penjara".ancam ray sambil menatap tajam padanya
deg
Wanita tersebut seketika mendengar ancaman itu membuat dirinya tercekat berkeringat dingin, dia pikir pria di sampingnya itu baik tapi ternyata ia salah menolong orang sama sama kaya, tapi kelakuannya angkuh dan sombong tapi ia tak berani mengatakaannya dengan suara, hanya ada dalam pikirannya saja
"Ba ba baik tu tuan".
Setelah wanita itu berkata tersebut, Ray tidak membuka suara lagi. Beberapa saat suasana nya menjadi hening namun saat suasana yang semula sunyi menjadi hidup kembali. Dikala mana hp milik Ray berbunyi ia pun langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan
drrt drtt
📞"Hmm ada apa".dingin Ray
....
📞"Brengsekkkkkkkk!!!!!!! gua dari rumah buru buru, anjing sampe gua gak ngabisin sarapan gua dan....ck".bentak Ray sambil memukul stir
.....
📞"Lu cari orang itu dan hancurkan perusahaannya sampai ke akar akarnya beraninya dia main sama gua".maki ray
__ADS_1
tut tut
"Woy".panggil Ray tanpa melihat ke samping
"I i iya". Ketakutan wanita itu mendengar nada dingin Ray belum tadi ia melihat raut wajah garangnya pria itu
" gua turunin lu di sini ya nih uangnya gua harap lu bisa membuka usaha lu dari uang ini buat bayar hutang lu".datar Ray yang masih tidak menoleh sedikit pun pada gadis itu, sambil memberikan kantong yang berisikan 5 tumpukan uang, Wanita mebelalakan matanya melihat uang sebanyak itu
"I ini terlalu banyak tuan". terbata bata wanita itu
"C.k gak usah menolak deh nih ambil aja".decak kesal Ray
"Te terimakasih ".
"Tunggu qpalagi cepet keluar".bentak Ray
glek
"Ba baik tu tuan".
Setelah wanita itu pergi, Ray pun segera menelpon seseorang
📞"Ikuti gadis itu dan cari tau latar belakangnyanya,, tut".titah Ray pada orang seberang sana dengan nada dinginnya
Tak terasa mobilnya telah tiba di perusahaan milik Nalendra
Ray seperti biasa di sambut oleh para karyawan karyawan disana dengan wajah datar dingin seperti duplikat Nalendra sang papahnya
Kini berada di ruangan miliknya
Tak berapa ada suara ketukan pintu membuat dirinya yang sedang mengotak ngatik Laptop tiba tiba berhenti lalu menyuruh orang itu masuk
"Masuk". titah suara yang berada di dalam yang tak lain itu Ray sendiri
Kini terlihat pria jangkung ia berumuran lebih tua dari Ray yang berjarak 2 tahun, tampan dan tatapan yang dingin dan juga memiliki sifat yang sama seperti Ray sebagai majikannya
"Tuan saya sudah menemukan apa penyebab beliau membatalkan".lapor Dicky
"Katakan ****".cepat Ray dengan penasarannya
Lalu ia mendengar helaan nafas dari Dicky lalu ia pun berkata
"Ternyata perusahaannya bukan milik Tuan Bima tapi". Gantung Dicky membuat Ray penasaran
"Tapi apa".desak Ray
"Pemiliknya ternyata bernama Dendrick".ucap Dicky dengan lantang
"Dendrick ?".tanya Ray sambil menyeringitkan dahinya namun ia bergumam menyebut nama Dendrick berulang seperti tidak asing dengan nama itu
hufff
Dengan helaan nafas yang berat lagi dari Dicky lalu dengan mantap ia menyebut nama Dendrick dengan lengkap ia membuat Ray langsung berdiri
"Dendrik Alano Brick".mantap Dicky menjawab
brak
__ADS_1
"Brengsek ternyata si pria itu, musuh papah".teriak Ray dengan wajah memerahnya
"Iya tuan dan ternyata Dendrik kabarnya akan pindah ke Brazil tuan".
"Aaapaaa??".cengo Ray mendengar kabar tersebut, tiba tiba wajah memucat terlintas di pikirannya pada Nalendra
"Ya tuan itu yang saya dapatkan dari anak buah saya".ujar Dicky
"Pastinya nyawa papahku terancam Bram".lirih Ray dengan raut wajah khawatirnya
"Saya juga sudah mengerahkan pasukan Mafia kita untuk memperketat Mansion keluarga Xavier".mantap Dicky yang memang selalu bisa di andalkan dalam urusan begini
Sehingga tak terasa sore pun sudah tiba para staf karyawan sudah mulai pulang ke rumah masing masing termasuk Ray sendiri selaku sebagai CEO
Tiba Di apartemen Raynanda
"Bajingan sekali pria tua tidak akan kubiarkan dia mencelakai keluarga ku termasuk Papah".umpat Ray yang kini ia sedang meninju dinding tak peduli tangannya terluka karena ia merasa kesal sekaligus khawatir pada kuarganya termasuk pada ayahnya
Namun saat ia di tengah kamarahan tiba tiba saja ia teringat gadis siang tadi
"Anjir gua lupa gadis itu, ck gua juga harus memantau gadis itu merepotkan saja tuh bocah".umpat Ray sambil menepuk jidatnya
ting ting
Sebuah E_mail masuk
"Pasti identitas gadis itu ". gumam monolog Ray
Saat ia membuka lalu membaca identitas wanita yang tadi ia temui tersebut, sangat prihatin sekali membaca nya.
Karena tanpa diduga ternyata anak itu seorang anak yatim piatu dan di asuh oleh orang tua angkatnya
Namun bukannya menjadikan layaknya seorang anak kandung pada wanita itu
Tapi justru malah menjadikan dirinya sebagai pembantu tanpa dibayar oleh mereka.
Miris sih, apalagi dia putus sekolah gara gara orang tua angkatny itu yang tidak mau membiayainya sekolah
Hingga sampai suatu hari mereka berdua berhutang kepada juragan sapi.
Sebagai penebus hutangnya supaya agar cepat selesai mau tidak mau sebagai jaminannya adalah juragan tersebut menikah dengan gadis malang itu.
Gadis ini bernama Sipa Patmawati usianya sekitar 14 tahun, seharunya ia kelas 2 SMP namun karena orang tua angkatnya tidak memberikan uang untuk bersekolah maka dari itu ia putus sekolah dan memilih kerja karena keterpaksaan oleh kedua orang tua angkatnya
"Njir kasian amat hidupnya, oh jadi dia di kejar sama orang orang karena dipaksa nikah sama aki aki". gumam Ray yang sudah memahami keadaan Sipa tersebut saat tadi ia berlari
Namun sedetik kemudian Ray langsung membelalakan matanya sambil menepuk jidatnya
"Astaga berarti dia dalam bahaya dong , gimana kalau mereka sampe ketemu sama tu anak, anjir gua bodoh sekali". merutuki kebodohan Ray dengan mengacak rambut dengan frustasi
Tak berselang lama ia baru ingat jika dirinya sudah menitip pengawal nya untuk memantau keseharian Sipa tersebut hal itu membuat dirinya merasa lega
Btw ini Visual Sipa Patmawati jika gak suka skip aja oh ya sama Si Ray juga ya
Raynanda
__ADS_1