ANAK KEMBAR 4 DARI SANG MAFIA

ANAK KEMBAR 4 DARI SANG MAFIA
Keputusan Nalendra


__ADS_3

...INGAT CERITA INI HANYA KARANGAN FIKSI, TOLONG JANGAN DI KAITKAN DENGAN DUNIA NYATA YA, KALIAN LEBIH PINTAR DARI AUTHOR JADI BISA BERKOMENTAR YANG BAIK JIKA MENURUT KALIAN JALAN CERITANYA BERANTAKAN SILAHKAN DI SIKIP SAJA BERBIJAKLAH DALAM KOMENTAR TERIMAKASIH!!!!!...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa aku harus cerai dengan bang Lendra". lirih Regina


"Apa maksudmu".dingin seseorang yang berada di lawang pintu


deg


Regina terkejut tiba tiba saja jantungnya berdetak cepat seketikà gina panik, ya Regina tau suara siapa itu, sungguh ia sesal dan menggurutu dirinya karena kebodohan yang ia pikirkan saat tadi, dan kenapa dia berbicara dengan gamblangnya mengatakan begitu, Regina bingung harus mengatakan apa pada suaminya ini


Saat ini Nalendra memasang wajah seram, yang ia pertama kali ditunjukan pada Regina, dan pastinya jika Nalendra sedang memasang wajah seperti itu tandanya ia sangat marah pada Regina dan tentunya kecewa sangat kecewa sekali padanya, wanita yang dulu ia banggakan malah menghancurkan rasa hatinya


Regina tak berani menoleh ke lawang pintu itu dan merasakan atsmosfir yang kuat bahkan Ac yang dingin pun tak dirasa olehnya, Nalendra yang sejak tadi menunggu jawaban dari Regina ia pun bertanya kembali namun kali ini nadanya semakin dingin


"Regina apa yang kamu katakan tadi ". dingin Nalendra yang kini terus berjalan melangkah masuk ke ruangan dengan menatap tajam pada Regina


deg


Lagi lagi Regina tersentak mendengar panggilan nama yang biasa Nalendra memanggilnya dengan sebutan sayang, lalu dengan tenangnya dan mencoba menoleh ke Nalendra lalu ia berusaha berucap dengan gugup


"Ee A abang su sudah pul". terbata bata Regina dengan tangan yang sudah berkeringat dingin


"Jawab Regina". sedikit Bentak Nalendra


deg


Sungguh jantungnya berdetak sangat cepat , seketika tubuhnya semakin menegang, ia bingung harus menjawab apa dengannya ia sungguh tidak berfikir jernih saat ini


"Kau ingin bercerai denganku, apa penyebabnya kamu ingin cerai dariku". ucap Nalendra


"I itu aah itu kamu salah dengar bang".


"Memangnya suamimu ini tuli hah". sarkas Nalendra


"Maaf aku bang tadi a ku"


Nalendra langsung saja menarik tangan Regina dengan tanpa perasaan lalu segera pergi dari ruangannya , sementara anak anaknya ia titipkan pada Rio. Nalendra dengan kasarnya membantingkan tubuh Regina lalu mendorongnya secara kuat untuk masuk ke dalam Mobilnya

__ADS_1


Akhhh akhhh "Hiks hiks sakit".


"Itu akibatnya jika kamu beraninya mengatakan seperti itu padaku".


Regina lagi lagi ia tak bisa berbuat apa apa ia tubuhnya bergetar, sementara Nalendra langsung masuk dengan kasarnya ia membanting pintu dengan kasar setelah itu ia melaju mobil dengan kecepatan tinggi. Tentunya Regina ketakutan dan panik ia pun mencoba menghentikan dan memohon ampun pada Nalendra


"Abang tolong jangan begini maaf maaf bang aku aku salah ta tadi aa ku cum..".


Tiba tiba saja ia langsung mengrem mendadak untungya mereka bedua memakai sabuk pengaman, lalu ia memakirkan di pinggir jalan


"Cuma apa hah???? kenapa kamu ingin bercerai denganku alasannya apa haah, sudah tau kita ini lagi berduka karena putri kita sedang dirawat regina!!!! sementara kamu, akhhhh Gina kamu kenapa seperti ini jawab Regina ".


"Jawab Gina jangan diam aja jangan membuat kesabaranku habis Regina". desak Nalendra


"Ka karena aku sudah gak tahan de dengan hidupku sekarang bang, a a aku ingin hidup normal bang hidup seperti dulu hiks hikss aku tidak ingin kehidupanku yang sekarang hiks hiks a aku selalu di kawal bang dimana mana a aku risih, dan aku cape bang hiks hiks lihatlah sekarang anak kita yang jadi korban".


deg


Nalendra merasa di beri tamparan keras oleh istrinya, ia ini memang resikonya sebagai mafia pasti banyak musuh musuh yang mengincar nyawanya dan mereka tak akan maen maen bahkan nyawa keluarga pun terancam, tapi tetap saja Nalendra tidak terima keputusan jika dirinya dan Regina bercerai


"Jadi menurutmu menikahiku adalah penderitaan begituu"


"Kalau begitu kita pisah ranjang saja tidak ada perceraian dan jangan berbicara denganku selagi kita hanya berdua". cetus Nalendra


deg


kring kring kring


📞 "Halo". dingin Nalendra yang masih dengan mode marahnya


"📞"Tuan nona Thalia dan nona Tasya sudah siuman dan mereka terus memanggil nyonya dan tuan".


tut tut


Nalendra langsung mematikan sepihak meski hatinya senang namun wajah masih memasangkan wajah dinginnya, Regina penasaran siapa yang menelpon dia harap kedua putrinya sudah siuman namun anehnya melihat wajah suaminya tidak berubah membuat ia tak berani menanyakan. Tapi anehnya mobil yang mereka tumpangi langsung berbelok arah Regina yakin mobil ini menuju balik ke Rumah sakit lalu ia bertanya pada Suaminya


"Apa yang terjadi mereka berdua mas?".


Nalendra tidak menanggapi, ia masih fokus menyetir, Regina yang merasa suaminya tidak merespon dia kembali menunduk sungguh hatinya sakit. Ini adalah karmanya karena mungkin ia lupa dengan janji saat sebelum menikah dulu, tapi ternyata di beri sebuah cobaan seperti saja Regina sudah tidak berfikir logis hanya memikirkan dirinya tidak memikirkan perasaan seseorang yang sudah 5 tahun bersamanya.

__ADS_1


Tak lama Mobil sudah berada di Rumah sakit, sebelum turun Nalendra berkata pada Regina


"Bersikaplah seperti biasanya di depan semua orang termasuk orang tua ku dan kau dan juga anak anak mengerti". dingin Nalendra tanpa menoleh sedikit pun pada Regina


Regina mendengar itu hanya mengangguk, dan karena Nalendra mendengar isak tangis Regina langsung berkata kembali


"Hapus air mata itu dulu, aku tidak akan tersentuh lagi dengan air matamu itu". dingin Nalendra


...****************...


Sementara Alex


Mereka bertiga sedang melakukan aksinya, dengan melakukan hukuman yang mereka lakukan saat penculikan Tasya dan Thalia


bug bug bug


Akhhhhhhh


"Makanya om kalau mau bales dendam ya bales dendam ke Papah jangan ke adik adikku, udah tau papah itu kaya apa kalau menyangkut kesayangannya, Ayo cambuk om ini kalau bisa 100 kali aja".


"Cih Rey itu mana cukup, mending 1000 aja".


"Bang Ray kasian dong om anak buah papah itu, yang ada pegel lah tangannya yang terus mengayunkan cambuk itu udah tau itu berat bang, nanti dia gak bisa kerja karena tangannya pegal".


"Terserah lo deh".


Alex melihat mereka berdua hanya geleng, namun tiba tiba ada notice di hpnya saat ia membuka ia terkejut dengan apa yang ia baca pesan baru itu.


"Regina kamu kenapa dengan seenaknya berbicara begitu pada Nalendra haaaahhh".bathin Alex dengan raut yang menunjukan kekecewaan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


bersambung


Terimakasih sudah setia membaca di Novelku ya maaf jika banyak typo atau ceritanya berantakan harap tenang sodara, author itu masih belajar memperbaiki tulisan ya


Gimana episode kali ini tegang gak hehehe ya biasalah jika rumah tangga pasti ada aja konfliknya ada ributnya dan kenapa mereka tiba tiba saja dengan gampangnya bercerai tapi itulah manusia


Keegoisan, keserakahan, kehampaan dll

__ADS_1


Manusia tidak akan luput dari kesalahan dan kesempurnaan hanya milik Allah


INGAT CERITA INI FIKSI!!!!


__ADS_2