ANAK KEMBAR 4 DARI SANG MAFIA

ANAK KEMBAR 4 DARI SANG MAFIA
Nalendra vs William


__ADS_3

Nalendra sudah berada mall besar yang terdapat di Brazil yaitu bernama RioMar Fortaleza



Dimana mall ini terletak di Fortaleza,Ceará, Brasil. Sebagai pusat perbelanjaan di kota Ceara. Dan sini lah Nalendra beserta body guard yang selalu mereka ikuti kemana pun Nalendra pergi. Tentunya Nalendra sebagai jadi pusat perhatian dari mereka, karena dari Negara Brazil pun juga sangat mengenali siapa itu Nalendra.


Nalendra di kenal di dunia bisnis, bahkan ia dijuluki sebagai CEO yang tersukses mengalahkan perusahaan perusahaan yang berdiri jauh dengan perusahaan CEO.


Yang memang Nalendra pindah ke Brazil karena ingin membangun perusahaan barunya.


Lebih tepatnya perusahaan milik keluarga Xavier kini turun tangan pada adiknya yaitu Jonathan. Meski usia sudah matang namun ia masih tak memiliki seorang wanita.


Kembali lagi ke cerita


Dengan hati yang cemas Nalendra harus mengontrol emosi sekaligus ada rasa kecemasan dari dirinya.


Ia sudah tak tahan ingin menghampiri putri dan istrinya, hati yang sudah terbakar cemburu karena melihat istrinya yang bertemu dengan kekasihnya lebih tepatnya mantan tapi untungnya Regina amnesia jadi ia bisa tenang karena Regina tak mengenali lagi pada William yaitu mantan kekasih Regina.


"Gua gak akan pernah membiarkan lu merebut istri gua". Bathin Nalendra dengan tatapan dinginnya


"Kenapa anak itu berada disini, gua harus minta data si anak brengsek itu, apa ia sekadar hanya liburan di brazil atau karena ada maksud terselebung lain". Bathin Nalendra dengan berperang bathin yang banyak pertanyaan tentang William yang berada di Brazil.


Sudah hampir 18 tahun Regina dan William tak bertemu, Nalendra kira mereka tak akan pernah bertemu kembali. Tapi malah sekarang Tuhan memilih untuk dipertemukan kembali cinta pertamanya Regina.


Nalendra pun terus saja berjalan menulusuri Mall dengan wajah yang tampak tak muda lagi namun aura ketampanannya tak pernah luntur dari wajahnya bahkan makin tua makin terlihat sangat tampan


Kini mereka sudah berada di tempat permainan ternyata mereka melihat Tasya sedang bermain basket, sementara Regina hanya duduk saja di temani dengan makanan yang ia pesan, lalu tiba tiba saja ada yang duduk di samping nya Regina pun langsung menoleh dan ternyata ia langsung tersenyum setelah melihat siapa yang duduk di sampingnya


"Bang Lendra".lembut Regina


"Sayang, mana Tasya kenapa sendiri hmm".basa basi padahal Nalendra tau jika Tasya yang tadi ia lihat sedang bermain basket namun sekarang anak itu berpindah ke tempat lain


"Oh Tasya lagi main tuh main pukul pukul, aduh itu anak bukannya tadi main basket yah dasar anak itu kalau udah ke tempat beginian mah pasti belum puas".omel Regina dengan wajah kesalnya


"Hahaha bukannya si bungsu itu memang menyukai beginian kan".


"Ya sih tapi emangnya Tasya gak bosen gitu , Tasya udah mau jadi guru bang tapi kelakuan kaya anak tk aja".


"Tasya kan memang anaknya begitu, kalau itu buatnya menyenangkan, ya udah biarin aja".ujar Nalendra


"Beda banget sama abang abang dan kakaknya, mereka itu tidak menyukai tempat beginian malah mereka mending ke perpustakaan".gerutu Regina yang masih dengan membahas tentang anaknya


"Sudah lah sayang, namanya anak anak semua itu tidak akan sama pasti berbeda beda".ujar Nalendra dengan matanya masih menatap pada Tasya yang sedang asyik sibuk dengan bermain


"Beginilah anak bungsu anak yang selalu berbeda".desis Regina


Mendengar itu Nalendra hanya tersenyum saja. Kemudian Nalendra melihat jika Tasya susah selesai dan puas bermain ia langsung menghampiri Regina lalu ia terkejut karena ternyata dia melihat Nalendra yang membuat dirinya tanya penasaran kapan Papahnya kesini


"Papah kapan ke sini".tanya Tasya


"Pas kamu lagi main basket sayang".


"Oh, Hmmm aku mau makan pah Tasya lapar".rengek Tasya dengan memasanh wajah imutnya

__ADS_1


"Dasarr kamu ini kalau soal perut selalu saja gak pernah lupa".terkekeh Nalendra pada anaknya yang manja ini


"Hihihi biarinlah pah mumpung tasya masih disini kan nanti aku bakal tinggal di indonesia ninggalin kalian huhu jadi sedih deh". Cengengesan Tasya di akhiri dramatisir Tasya


"Yah mamah di tinggal dong sama anak manja mamah ini".timbal dramatisir Regina pada Tasya


"Ih apaan sih mah, aku anak manja ya wajar lah mah aku anak manja nanti kalau ada penggantinya aku gak akan manja manja sama mamah lagi".protes Tasya dengan membela diri


"Hahahah, jangan sekarang ah kamu itu masih terlalu muda kalau udah kepala 2 baru kamu boleh mengenal tentang asmara". Tawa Regina setelah mendengar cerocos Tasya


"Ya mah, tasya mana mungkin aku pikiran ke situ, kecuali kak Thalia yang sudah punya gebetan".


"Hah Thalia punya gebetan koq mamah baru tau sih, kamu darimana kalau Thalia punya pacar sih nak".


"Ya pas aku ke rumah sakit aku liat Kak Thalia lagi berdua sama pak dokter".


"Kamu tau siapa namanya". Nalendra, yang merasa tertarik dengan topik ini


"Hmmm Kalau gak salah namanya Dokter Steven".


"Oh Steven". Nalendra


"Papah tau". Tanya Tasya dengan tekerjut


"Ya taulah orang dia itu temen papah". Santai Nalendra menjawab


"Hah temen papah ?tapi koq keliatan masih muda sih".


"Terus papah kenal sama dokter itu dimana".


"Waktu SMA dia adik kelas papah dia kelas 2 papah kelas 3".


"Pasti kalian naik kelas itu loncat loncat, kaya kak Thalia bang Ray dan Rey". Tanya Tasya dengan hati iri pada ketiga saudaranya yang memiliki otak yang sangat cerdas berbeda dengan dirinya. Meski Tasya juga sama halnya pintar jika di bandingkan dengan otak temannya. Namun jika disandingkan oleh saudaranya maka ia paling terendah


"Ya memang, dokter william kelas 2 ny hanya 2 bulan kalau papah 1 bulan itu pun hanya mengikuti ujian aja".jelas Nalendra


"Papah koq pintar sih aku aja baru umur 18 tahun malah baru masuk kuliah". lirih Tasya dengan menununjukan wajah sendunya.


Nalendra mendengar keluhan Tasya langsung berkata


"Yang penting anak papah belajar yang rajin masalah umur atau kepintaran itu tidak ada kaitannya".


"Tapi bang Ray bang Rey sama Kak Thalia koq mereka bisa menyelesaikan kuliahnya di umur 18 tahun, sementara aku kebalikannya".Tasya yang kini ia menujukan raut sedihnya, meski air matanya tidak keluar namun hatinya menjerit ia merasa tuhan itu tak adil baginya. Kenapa harus dirinya sendiri yang berbeda di antara saudaranya. Tiap saudara dimana pun pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing.


"Eh jangan begitu sayang ,setiap anak itu punya kelebihan masing masing".


Mendengar itu Tasya hanya terdiam, padahal hatinya ia merasa sakit dan tak terima ucapan Nalendra. Ia merasa anak yang paling berbeda di antara ketiga kakaknya. Apa karena gara gara dia menyukai game, tapi Tasya merasa tidak tiap hari melakukan hal itu tapi apa penyebabnya kenapa harus dirinya yang memiliki kekurangan dalam otaknya.


"Kenapa aku berbeda dari ketiga kakakku".bathin Tasya meringis kepedihan


"Aku rasa tuhan itu tidak adil". lanjutnya gumam yang masih dalam hati


Karena Regina dan Nalendra keasyikan mengobrol sementara Tasya yang masih begulat dalam hatinya, tak terasa mereka sudah berada di ruang VVIP, kini mereka pun sudah memesan makanan yang mereka inginkan

__ADS_1


Singkat cerita mereka sudah selesai makan dan waktunya pulang. Saat mereka ingin keluar dari mall tiba tiba saja Tasya tak sengaja menabrak orang di depannya


brug


"Awww".pekik tasya


"Dek maaf".


"Ya gak apa ap.. Eh ini bukannya om tadikan".


"Oh kamu anaknya Regina ya, lalu mamah kamu mana".


"Itu mamah sama papah".


Tak berselang lama Regina menghampiri Tasya dengan wajah paniknya


"Tasya sini nak kamu ini kenapa sih sampe tabrak orang segala maafkan anak say".


"Hay Regina kita bertemu lagi".


deg


Regina yang saat itu sedang menundukan kepalanya dan ia tak sempat melihat orannya namun saat mendengar suaranya ia terkejut karen penasaran Regina memberanikan mendongakan kepalanya


Benar saja saat melihat wajah pria yang tadi mengaku mantan kekasihnya itu namun sayangnya Regina tidak ingat. Sementara Nalendra melihat kejadian itu apalagi pada lelaki yang menabrak Tasya langsung memasang wajah seramnya hati sangat terbakar cemburu, ia berfikir fikir yang tidak tidak ,sungguh ia tak rela jika istrinya di rebut oleh William.


"Maaf tuan istri saya dan putri saya akan segera pulang". ketus Nalendra sambil menarik kedua pinggang Regina dan Tasya dengan posesif


"Oh jadi ini suami yang gak becus".ledek William meski hatinya sakit melihat Regina di peluk oleh Nalendra yang terlihat posesif sekali


"Apa bedanya dengan kamu laki laki brengsek bermain bersama jal444ng". sarkas Nalendra pada William disertai senyum sinisnya pada william


William mendengar itu seketika dengan cepat ia menjawab dengan menahan emosi, karena ia harus mengingat kembali kejadian dimana ia mabuk dan diberi obat perangsang oleh Keysa


"Gua terjebak bodoh". cepat William dengan mengumpat pada Nalendra


Regina merasa terjebak diantara kedua pria dewasa yang saling egois, langsung saja ia melerai berdebatan yang tak berguna malah akan menjadi bahan memalukan karena di tontonan para pengujung yang berlalu lalang


"Sudah sudah jangan berkelahi disini ini mall banyak pengunjung yang melihat ke sini aku malu jadi bahan tontonan karena ulah berdebat kalian tak jelas". Regina


Regina merasa atsmosfer di sekitar dirinya merasa hawa dingin yang mencekam. Regina dapat merasakan jika kedua lelaki beda usia itu memasang mode bahaya. Tak hanya Rrgina, Tasya pun sama hal nya merasakan aura yang berbahaya di sekitar sana.


Kedua makhluk yang sama sama memiliki keegoisan saling tak mau mengalah. tatapan mereka berdua saling menghunus, saling memberi tatapan tajam seolah mereka akan siap untuk bertarung.


bagaimana kisah selanjutnya, apakah mereka berdua akan berkelahi?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung...


MAAF JIKA AUTHOR SELALU JARANG UP 😄


Butuh ngumpulin ide ide cerita serta merangkaikan kata.

__ADS_1


__ADS_2