
Nalendra saat ini bertemu dengan anak buahnya, 3 orang yang telah menyamar sebagai anak buah Sean. Akhirnya kedua putrinya sudah ditemukan kini mereka berdua asa didalam mobik milik Devan atau anak buah kepercayaannya Nalendra.
Nalendra melihat keadaan kedua putrinya itu yang begitu memprihatinkan membuat darahnya mendidih. Sungguh Nalendra tak tahan ingin bermain darah dengan pelakunya, kemudian Nalendra masuk ke dalam untuk segera menyentuh mereka rasa kerinduan, kesedihan, kemarahan semua rasa itu ia rasa saat ini. Nalendra rindu sekali dengan mereka berdua yang 1 hari menghilang, ada raut kesedihan melihar keduanya pingsan serta luka lebam di wajahnya dan itu membuat Nalendra menjadi marah karena tidak terima jika kedua putrinya di sakiti seperti ini.
Nalendra pun mengusap lembut kedua putrinya persamaan lalu memberikan kecupan pada dahi mereka berdua setelah itu mengatakan
"Kedua putri papah yang kuat ya sayang maafkan papah yang telat menjemput kalian". lirih Nalendra tanpa sadar air matanya terjatuh. Mengusap kedua putrinya dengan posisi duduk, Nalendra akan mengantarkan anaknya kembali ke Indonesia.
Sementara penyerangan pada Sean itu bagian Alex, karena ini sudah di bagi tugas oleh mereka. Jika Alex dan Nalendra menyerang Sean secara bersama, maka siapa yang nantinya akan menjaga dan mengantarkan Thalia dan Tasya . Meski dikawal oleh para body guard dan juga angota Mafia Nalendra namun tetap saja mereka pasti butuh seseorang yang tak lain adalah keluarga siapa pun itu entah itu Ayah atau pun Ibu Kakak atau pun Adik
Maka dari itu Nalendra dan Alex membagi tugas sementara Ray dan Rey mereka berdua tentunya akan ikut bersama opanya.
...****************...
Sean saat ini sedang menikmati bermain dengan wanita wanita penghibur, sungguh biadab sudah punya binih tapi hobinya main perempuan. Ia tidak mengetahui jika Kedua bocah itu telah berhasil di selamatkan oleh anak buah Nalendra
"Shhhhh terus goyangkan pinggul mu baby shhhh, mmmmmcuahhhh bibir ayang manis sekali".
"Ah Ah Ah enak banget honey pisangnya koq gede sih , shhhhh ahh".
"mmcuahh tank you baby, eh jeng gantian dong mainnya".
"Bentar dong dikit lagi gua belum puas, ini enak banget sumpah "
"cih, beb jilatin punyaku ya ".
"Ya sudah sayang sini".
Mereka bertiga bergitu menikmati permainan, namun tak di sangka ditengah mereka sama sama ingin menuntaskan hasratnya tiba tiba saja
brak brak brak
Mereka bertiga terkejut kenapa berani sekali ada yang mencoba mendobrakan pintu namun belum berhasil dibuka, apa pengawal nya tidak menjaga dengan baik atau keluyuran. Sean menjadi emosi karena hasratnya yang sudah mencapai puncak, eh malah ada si pengganggu.
" Bangsat siapa yang mengganggu kesenanganku" umpat Sean lalu turun dari kasurnya kemudian ia melihat kedua perempuan yang bertelanjang langung berdecak kesal dan memerintahkan "Cih kalian berdua pakailah baju kalian". decak Kesal Sean mendengar itu tentu saja mereka berdua tak bisa menerima
"Terus bagaimana ini kita berdua belum puas". salah satu Wanita yang berkulit putih
"Sudah kubilang pakai baju, gua udah gak mood'. ucap Sean dengan memerintahkan mereka tanpa bantahan, namun pintu yang sedari tadi di gebrak kini pintu langsung terbuka
BRAKKKK!!!
Akhirnya setelah beberapa mengedor pintu atau lebit tepat mendoprak, pintu pun telah terbuka oleh seorang lekaki bertubuh tegap meski wajah sudah menua namun masih gagah, , sean dan kedua wanita melirik ke arah pintu. Sean melihat siapa yang datang membuat dirinya menegang.Sementara 2 perempuan itu gemetaran karena melihat tatapan tajam dan juga muka seramnya.
Pria itu menatap sinis pada Sean dan melihat keadaan kamar lalu matanya tak sengaja melihat kedua perempuan yang sedang memegang selimbut mereka dengan selimbutnya dan beralih lagi ke Sean lalu mengatakan
"Apa kau sudah selesai ber senang senang".
glek
__ADS_1
Sean menelan ludahnya secara kasar lalu ia berkata dengan gagap
"Pa pa paman A A Alex".
Mendengar itu Alex menyerangai dan berkata
"Kau masih ingat pada pamanmu ini bocah".
"Mau apa paman kesini kita berdua tidak ada urusan".
"Paman tau kau hanya berusan dengan putraku Nalendra, tapi kenapa malah melibatkan kedua putri cucuku hah!!". ucap dingin Alex yang diakhiri dengan bentakan pada Sean
Sementara sean langsung tertawa ejeknya
"Hahaha itu salah Nalendra sendiri kenapa membawa Dady ku pergi tidak pernah pulang, kau tau Momy selalu memikirkan Dady Paman". tawa Renyah Sean
Alex tersenyum sinis dan mengatakan
" hmmm Bodo sekali Momy mu". sarkas Alex
"DIAM!!!!". bentak Sean tak terima jika ibunya diikatakan bodoh oleh pamannya
"KAU JUGA SAMA SAJA DENGAN DADY MU, LIHATLAH KAU ITU BAJINGAN KENAPA KAU SEENAKNYA MELAKUKAN HAL KEJI SAAT DIRIMU BERADA DI LUAR SEMENTARA ISTRIMU MUNGKIN KHAWATIR DENGANMU, !!!, HAHAHA Ternyata istrimu juga benar benar bodoh,sama seperti momymu ,l". teriak Alex dengan menatap tajam pada Sea, sambil menunjuk nunjuk pada wajah Sean
deg
Sementara istrinya ia memang pernah bercerai dengannya namun Axel ingin minta rujuk dengan meminta maaf bahwa Axel dan istrinya bercerai adalah karena ulah saudaranya.
Mendengar itu Istrinya percaya begitu saja, karena dirinya yakin suaminya akan berubah, padahal itu semua hanya sandiwara
Axel hanya ingin istrinya merawat Sean kecil karena jika dia menyewa baby sitter maka ia harus mengeluarkan uang karena itu Axel tidak mau uangnya dihabiskan, untuk menghemat pengeluaran uang
Maka ia harus menarik kembali istrinya, meski sudah kembali sebagai istri sah namun istrinya seperti menjadi pembantu saja, dengan entengnya ia menyuruh memasak, mengepel , menyetrika, mencuci itu semua harus di kerja oleh istrinya seorang, dan bodohnya istri Axel hanya menganggap itu hal wajar bagi setiap istri dan berlanjut sampai saat ini.
Kembali ke cerita
"Kau keluar lah aku tak butuh ceramah darimu". perintah dengan tak sopannya sean pada pamannya.
Tentu Alex tak terima lalu yang memerintahkan pada pengawal
"Cih, seret anak ini ke tempat biasa". perintah tegas Alex dengan menatap tajam pada Sean
Sean pun tak terima langsung saja ia berteriak namun tak berhasil alhasil Alex meberitahukannya.
"Pengawal pengawal paman apa apa ini heyy pengawal'. teriak Sean
"Percuma kau memanggil mereka karena sudah dihabisi semua". santai Alex
"Bedebahhhhhh kaliannnm enyahlahh". umpat Sean dengan kedua tangannya di tahan oleh dua pria dewasa yang berbadan kingkong
__ADS_1
Sean saat itu berusaha memberontak namun bagaimana lagi tenaga sudah dikuras oleh pemainannya tadi dengan kedua wanita itu. Sementara kedua wanita itu hanya menangis di pojok, melihat mereka berdua ketakutan Alex menyerengai, ia tak sabar ingin bermain dengan mereka namun bukan seperti Sean melainkan ia ingin bermain sayat sayatan dengan mereka karena sudah lama tidak bermain dengan Darah sehingga Alex tak sabar dan menghampiri mereka.
"Apa kalian takut dengan om". dingin Alex sambil menatap kedua wanita itu dengan ekspresi yang tak dapat diartikan
"I i ya jelas sa sa ya eh ma ma ksudnya kami be berdua ta ta kut pa pada anda". karena gugup wanita berkulit putih langsung menjawab dengan gagap
Sungguh Alex melihat mereka tampak ketakutan membuat jiwa Psikopatnya bangkit karena tak sabar ingin bertemu dengan darah serta jeritan jeritan serta tangisan penyiksaan.
"Tenang om hanya ingin bermain dengan kalian, apa kalian mau".
"Ta tapi tuan ba ba yarannya harus ge ge de". kini wanita satu lagi yang berbicara dengan kulit agak gelap
"Oh tentu saja".
Sementara Nalendra
Kini Nalendra sudah kembali ke Indonesia namun ia bukan pulang ke Mansion melainkan ke Rumah sakit miliknya. Nalendra sudah menghubungi istrinya dan semua keluarganya.Regina tiba hadir langsung memeluk sang suami
"Abangggg". teriak Regina yang sudah datang ke Rumah sakit dengan diikuti oleh Nyonya dan beberapa pengawal.
brukkk
Gina langsung ambruk pada tubuh Nalendra dan menangis sehingga dapat merasakan getarannya
"Huaaaaa Abangggggg hikd hikss". histeris Regina yang masih dalam pelukan
"Apa yang terjadi pada putri kita bang". lanjut Regina
Nalendra pun merasa sakit melihat istrinya kacau karena memikirkan sang Anak yang hilang dan kembali dengan keadaan tak sadar kan diri
Nalendra mencoba menenangkan istrinya dengan berkata lembut
"Sayang kita berdoa saja ya supaya kedua putri kita cepat pulih".
cup
Nalendra mengatakan sebuah tutur kata untuk menenangkan sang istri, dengan diakhri kecupan di keningnya kemudia dia mengusap pipi basah sang istri menggunakan ibu jarinya setelah itu a memeluk erat tubuh sang istri untuk menangkannya meski dirinya pun sama ikut merasakan kesedihan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bersambung........
Maaf banyak typo maaf banget jika kosa katanya berantakan.
Dan maaf apabila alur ceritanya datar belum jelas, sebenarnya Author tidak mengharapkan jika Novelku yang buruk ini dibaca oleh para Readers, karena tujuanku membuat novel itu untuk diri sendiri dan juga aku suka berimajinasi liar saat malam hari saat menjelang tidur, jadi sangat disayangkan jika imajinasku tidak ku tuangkan ke sebuah tulisan yang nantinya akan menjadi sebuah cerita fiksi.
Terimakasih atas like dan komennya yang kalian berikan untukku
Semoga terhibur ya jangan bosen dengan ceritaku. 😅😅😅
__ADS_1