
Nalendra terkejut saat itu,
"Sa sa sayang i i ni aku a ku su su amimu apa kau tak mengingatku". ucap Nalendra yang berusaha untuk menjelaskan namun sayang respon Regina malah tidak ada karena kesal ia pun memanggil dokter
"Cih, DOKTER DOKTERRRR!".
Dokter pun segera berlari ke ruangan Regina
"Bagaimana dokter,kenapa dia tak mengenaliku".
"Sudah saya katakan sebelumnya bahwa nyonya Regina mengalami amnesia dan itu tak bisa disembuhkan dengan kata lain Nyonya akan hilang ingatan total, Amnesia jenis ini merupakan kondisi ketika pengidap tidak mampu untuk mengingat berbagai informasi pribadi yang bahkan dinilai sangat penting. Pengidap amnesia jenis ini bisa saja lupa siapa nama dan segala hal yang erat kaitannya dengan pribadinya.Biasanya, pengidap amnesia jenis ini pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan trauma pada kepalanya, atau bisa juga karena mengalami kondisi stres". jelas panjang Lebar Dokter tersebut
Mendengar kata terakhir Nalendra langsung
jedar
Bagaikan petir di siang bolong, Nalendra tak percaya dengan apa yang dia dengarkan mendengad itu seakan tubuhnya tiba tiba lemas, Nalendra tak bisa tinggal diam lagi ia harus segera melaporkan pada keluarganya tentang kondisi Regina ia harus jujur namun untuk masalah dalam rumah tangga ia tidak mungkin di ceritakan pada mereka, jika diceritakan pun pasti menimbulkan masalah dan pada akhirnya hubungannya dengan Regina akan berakhir secara resmi, dan jika itu benar benar terjadi Nalendra akan seperti dulu yang jauh mengenal dengan Gina, hobinya menyiksa orang dan bermain dengan sajam yang memang penyuka darah jadi tiap hari harus ada korban yang dia menjadikan pelampiasan
Jika dulu ia melakukannya saat masih single itu ia lakukan di berbagai tempat yang tak lain Mansionnya sendiri sebagai tempat untuk menyiksa orang, tapi kali ini berbeda karena sekarang memiliki abak maka di Mansionnya harus menjadi ayah yang baik, hangat pada anak anak sementara di luar ia akan berubah menjadi iblis yang siap menelan mangsanya, itu seupama jika Nalendra berpisah dari Regina.
kembali ke Regina
"Siapa namamu". Dokter
"Na ma?". Regina dengan wajah bingungnya
"Ya nyonya".
Toba tiba saja kepalanya langsung sakit dan ia menjerit lagi
"Akhhhhhh". teriak histeris Regina dan tsk lamaia pingsan
"Sayangggg". teriak Nalendra
Nalendra kembali sedih melihat Regina kembali pingsan dan juga sedih sekali mengingat jika Regina tak ingat apa apa lagi, namun sedetik kemudian ia baru menyadari jika istrinya mengalami amnesia maka kejadain 2 bulan yang lalu pasti tidak ia ingat, Nalendra tersenyum.
"Tak apa sayang kamu tak mengingatku, itu artinya kamu tidak mengingat kejadian 2 bulan lalu ini ,dan kita bisa membuka lembaran baru". bathin Nalendra menatap Regina yang saat itu sedang pingsan
Sementara di tempat lain
Toni yang sedang meladeni pelanggang tiba tiba dikejutkan oleh seseorang
"Oi". teriak orang itu
"Anjir kaget aja lu, gua pikir lu siapa". ucap Toni sambil mengusap dadanya
"Hehehe sory sory, gua beli nasgor nya satu biasa lah ya lo kan tau selera gua kan, karena gua langganan lo".
__ADS_1
"Ye udeh sono duduk".
"Yeh, eh sama teh tawar anget ya, tank you".
"Yoi,".
Tak berselang lama akhirnya yang di tunggu pun akhirnya datang juga, kini reza menyantapi makanan nasi goreng tersebut, Reza sebagai teman deket atau sahabat Regina yang saat ini kerja sebagai dosen
Di rumah sakit
Regina sudah sadar kembali, ia masih bingung dengan keadaanya sekarang dan juga ia penasaran siapa dirinya dan dia pun menoleh ke Nalendra yang masih setia menantap ke arahnya lalu dengan berani Regina berucap
"Apa kamu suamiku".
"Ya sayang aku suamimu, sayang kamu itu sudah lama tertidur membuat diriku masih menahan agar tidak lapar". lirih Nalendra
"Hiks hikss benarkah, maaf kan aku".
"Sudahlah tidak apa apa sayang".
"Hmmm apa kita udàh punya anak".
"Ya kita punya 4 anak kembar sayang".
"Hah empat kembar, shhh ahhhh".
"Bagaimana jika istriku ingatannya kembali pasti dia akan sangat menyesali perbuatannya tapi disini bukan hanya dia tapi aku juga". bathin Nalendra menatap sendu pada Regina
"Kenapa kamu memandangku seperti itu". tanya regina
"A ak
brak
"Mamah"
Mereka menoleh ke arah pintu, dan ternyata semua keempat anak anaknya datang, tak hanya itu keluarga Nalendra pun ikut datang namun disini tidak ada Pak Budi kemana pak Budi?
"Mamah mamah sehat".
"Ya mamah udah sembuh kan".
Regina menatap satu persatu anak anaknya ia masih belum mengenali tapi ia merasa ada kehangatan dalam dirinya saat melihat mereka lalu ia menoleh ke suaminya untuk meminta penjelasan
"Mereka anakmu sayang".
"A a anak kku".
__ADS_1
Nalendra mengangguk kemudian ia segera keluar entah kemana Alex melihat itu langsung menyangkal tangan Nalendra
"Mau kemana kamu?".
"Nyari mangsa dad".
"Cih istri sembuh malah nyari mangsa".
"Hahaha gak dad aku hanya ingin mencari angin segar saja, aku tak kuat di dalam dad".
" ya sudah sana".usir halus Alex sementara Balebfra tidak beranjak malah ia langsung menghampiri Alex dengan menepuk pundaknua lalu berkata
"Dady tolong berdamailah dengan istriku, aku sudah melupakan kejadian itu, aku tau dady masih sakit hati namun bagaimana pun juga itu hanyalah kesalahan pahaman mungkin saat itu Regina frustasi jadi pikirannya kemana mana, sama seperti ku tadi juga sebelum Regina sadar aku malah ngomong hal hal yang tak pantas buat Regina, mungkin karena aku juga sedang stres memikirkan Regina".
Mendengar tuturan kata Nalendra membuat alex tersadar karena saat itu ia mengingat kembali dimana pada Alex yang saat itu mendengar Regina masuk rumah sakit bukan sedih tapi malah senang, saat itu juga Alex di tengah keadaan yang kurang sehat ya mungkin karena faktor umur.
Alex tidak mengerti kenapa dalam dirinya sangat senang Regina mengalami musibah, atau jiwa psikopatnya tak pernah luntur dalam dirinya mungkin saja begitu, Alex pun mencoba menerima kembali Regina sebagai menantunya.
Nalendra pergi setelah mengatakan begitu meninggalkan Alex yang tengah melamun, Alex yang sedang melamun tiba tiba di tersadar karena ada yang memanggilnya
"Dady".
"Nathan".
"Kenapa dady disini kenapa gak di dalam, dan bagaimana keadaan Kakak ipar".
"Kondisinya membaik cuma sayangnya ia hilang ingatan".
"Hilang ingatan? apa itu bisa disembuhkan dady".
"Lebih baik dia hilang ingatan dari pada dia sembuh".
"Lah koq dady ngomong begitu sih, kasihan dong kakak ipar gak ingat masa kecil".
"jika Regina ingatannya kembali apa yang akan terjadi Nathan, pasti anak itu lebih menderita, dady mengatakan itu mungkin terdengar kejam tapi sebenarnya yang terjadi itu takdirlah yang lebih kejam Nathan, kenapa harus terjadi pada menantuku ".
"Maksud dady".
"Apa kau tidak tau jika kakak mu dan kakak iparmu selama 2 bulan ini hubungan mereka bagaimana".
"Ah ya dad aku baru inget, ya benar juga dad kalau ingatannya kembali dan kemungkinan 2 bulan yang lalu kejadian itu pasti akan di ingat oleh kakak ipar, dan pastinya kakak ipar semakin bersalah pada abang Lendra".
Nathan tak melanjutkan lagi pertanyaan ia pamit pada dadynya untuk masuk ke ruangan tersebut, dan terlihat jika Regina seperti orang linglung, apalagi pada anak anaknya saja Regina tampak canggung.
"Ekhem Kakak Ipar, hai semua"...
bersambung
__ADS_1
Maaf bnyak typo dan maaf jika kosa katanya agak berantakan dan terima kasih banyak yang selalu membaca setia di novelku ini terimakasih banget banget