
Nalendra saat ini sedang berada di club, bukan untuk bersenang senang melainkan ia mencari sesuatu untuk dijadikan pelampiasannya, saat dirasa sudah menemukan mangsanya segera ia mulai permainannya
"Ekhem boleh saya disini". ucap Nalendra dengan suara yang berbeda karena saat ini Nalendra sedang memakai topeng yang terlihat bibir tipis yang seksi
"Ah boleh tuan". dengan suara mendayu mendayu Wanita memakai baju maroon yang kuranh bahan dan ketat sehingga di dadanya membuat kedua buahnya terlihat menonjol dengan lipstik warna merah cerah
Nalendra pun duduk di tengah dua wanita berpakaian kurang bahan, kemudian Nalendra mengusap bokong mereka dengan sangat pelan sehingga mereka berdua merasa terangsang
"Sssshhh hmmm tuaaaannn".
"Apaaa sayangg". bisik Nalendra kemudian meniupkan telinga wanita itu sehingga membuat sensasinya menambah gairah apalagi Nalendra badannya tercium bau maskulin membuat siapa yang ada berada di dekatnya terjamin mabuk kepayang
"Hmmm dasar j@l4n9, sebentar lagi kalian berdua akan terperangkap". bathin Nalendra dengan serengai iblisnya
Sementara di rumah sakit
Keempat anak Regina dan Nalendra tak henti henti mereka berbicara bahkan Tasya berada di pangkuan Regina sambil bercerita cerita, Ray yang tak pernah berbicara pun ikut berbicara entah apa yang mereka katakan membuat Regina kembali tertawa mendengar ocehan mereka
"Begitu mamah ceritanya, makanya tasya minta mamah cepet sembuh biar mamah bisa nganterin Tasya, kak Thalisa, bang Ray dan Rey". coletehan Tasya
"Ya Tasya doain mamah ya agar mamah bisa sembuh kembali nanti kita kumpul lagi bareng sama mamah dan papah".
__ADS_1
"Kami berempat sayang mamah". serentak mereka bereempat sambil memeluk tubuh Regina tak lupa memberi kecupan pada pipinya
Melihat itu ketiganya tersenyum bahagia dan juga sedih, dimana mereka terlihat bahagia namun mengingat kembali jika Regina tidak menikmati masa masa indah yang telah dilewati namun tidak untuk kejadian 2 bulan lalu itu.
Tak berselang lama mereka bereempat tertidur mungkin karena kelelahan jadi mereka langsung istirahat di ruangan khusus untuk para keluarga Xavier
Shalsa menghampiri Regina yang saat ini tengah melamun entah ia memikir apa pada otaknya. Kemudian Shalsa pun mencoba menyadarkan Regina ternyata Regina tersadar, setelah melihat Regina sadar Shalsa dengan hati yang ragu ia mencoba untuk berkata
"Regina sayang, apa kamu tidak ingat momy nak, momy mertua mu sayang".
"Ma maaf re regi gina ma masih tidak ingat apa apa". terbata bata Regina
Hahhh
"Tuhan kuserahkan padamu, jangan biarkan menantuku mengalamu penderitaan seperti sebelumnya meski ingatan masa lalunya setidak kejadian 2 bulan itu tidak ia ingatkan Tuhan, agar hubungan mereka berdua kembali dan membuka lembaran baru setidaknya kembali lagi kisah kehidupan mereka berdua". bathin Alex
"Honey kau doakan saja menantu kita sayang, jangan terlalu memaksakan, cukup kenalkan kita semua padanya agar Regina bisa mulai memahami dan bisa menjalani kehidupannya meski tidak mengingat kejadian masa lalu". ujar Alex dengan suara lembut namun terkesan tegas pada Shalsa
Shalsa hanya menatap iba pada Regina, saat mereka tengah terdiam tiba tiba
ceklek
__ADS_1
"Reginaaa". teriak seseorang dan ia langsung berlari di ke Regina, sementara Regina pun syok siapa lagi ini siapa lagi mereka ahhhhh kenapa tidak mengingat apa apa
"Regina regina sadar aku Kak Nayra kakakmu regina, kau tau aku kesini karena dari suamimu kamu ke rumah sakit karena kamu jatuh dari kamar mandi dan mengakibat kau hiks hiks Gina". histeris Nayra, ia ternyata orang itu adalah Nayra tak hanya Nayra dia juga bersama seseorang yang tak lain adalah pak Budi
"Nah bapak cukup prihatin denganmu nak, bapak akan selalu berdoa semoga kamu lekas sembuh".
Regina yang melihat lelaki paruh bayah itu seketika ia merasa ada sebuah kehangat dari dadanya , tanpa permisi air mata pun lolos begitu saja
Semua di ruangan itu tampak Suasana yang haru, Alex keluar ia tak sanggup berada di sana.
Alex berpamitan pada semuanya karena ia ada urusan, namun Shalsa yakin jika Alex bukan itu saja ia yakin jika suaminya itu pasti akan melampiaskan rasa kekesalannya pada tahanan Suaminya.
Shalsa sangat tau betul Alex itu seperti apa ia percis dengan Nalendra yang tak segan segan membunuh karena frustasinya dan stres mereka yang mengalami . Tapi meski Alex begitu Shalsa sangat mencintai Alex ia menerima apa adanya yang Alex miliki yang terpenting ia nyaman berada didekatnya. Meski awalnya Shalsa tak menyukai Alex karena seorang mafia namun lambat laun perjuangan Alex mendapatkan Shalsa melihat kegigihan Alex dengan senang hati Shalsa menerimanya sebagai pendamping hidupnya.
Sejujurnya dalam rumah tangga itu bukan hal suatu yang bisa menyelesaikan masalah itulah pikiran mereka yang saat itu masih lajang, namun ternyata dugaan itu salah besar buktinya setelah menikah malah makin masalah datang bertubi tubi dalam rumah tangga. Banyak sekali tingkat peceraian di muka bumi ini karena pada dasarnya mungkin awal niatnya sudah salah, jika kita nikah karena cinta mungkin suatu saat cinta itu akan berubah bahkan menghilang
Maka dari itu niatkan dalam hati sebelum menikah kita harus menjalani pernikahan ini karena Allah ta'ala. Sungguh kita semua diciptakan oleh Allah berpasang pasangan. Seperti kisah cinta mafia ini
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bersambung
__ADS_1
Maafkan aku say aku jarang up, dan maaf banyak Typo di kisah cerita ini hehehe