
Di Rumah Sakit
Regina dan Nalendra masih setia menunggu di ruangan di mana Tasya dan Thalia sedang dirawat di ruang ICU, karena mereka mengalami hal begitu serius. Kedua putri Nalendra terdapat luka yang cukup serius dibagian tubuh mereka.
Lebih parahnya mereka berdua mendapatkan luka lembam dan juga bisa di pastikan mereka terkena pukulan tangan yang sangat keras.
Nalendra lagi lagi harus menahan amarahnya yang bergejolak. Dia tak mungkin mencari mangsa mengambil sembarang orang untuk melampiaskan stresnya seperti yang dilakukan dulu. Tidak mungkin juga ia pergi ke club untuk menuntaskan berminum alkohol sampai mabuk Itu bukanlah solusi terbaik pikir Nalendra.
Sudah hampir 8 jam, Tasya dan Thalia tak sadarkan diri, disana juga keluarga angkat Regina siapa lagi Pak Budi dan juga Nayra. Sementara Shalsa dan Nathan mereka pulang terlebih dulu, apalagi Nathan harus menggantikan posisi kakaknya. Shalsa beristirahat karena memikirkan kedua kesayangan cucunya, tentunya Shalsa di temani oleh para maid. Karena hampir mau menjelang malam, Nayra dan Pak budi izin pulang apalagi Pak Budi keadaannya tidak bisa keluar malam takut kedinginan, dan mereka berdua di antar oleh sopir pribadi keluarga Xavier, tinggal Nalendra Regina dan kedua body guard yang sedang menjaga Twins T
Tampak Regina sedang menatap sendu kedua anaknya masih saja terbaring lemah dengan di pasangkan infus
"Abang atuh gimana mereka berdua, kenapa gak bangun bangun sih koq betah banget disana".
"Mungkin mereka lagi di alam lain atau mereka sedang bermain disana dulu sayang".
"Hmmm, Thalia Tasya cepet bangun ya mamah kangen banget sama kalian, apalagi si bungsu tukang makan".
"Apalagi Thalia, katanya 2 minggu lagi mau ikut lomba tari balet tapi gak jadi karena kamu malah tiduran disini sambil bermimpi, ayolah nak cepet bangun".
"Huffff kenapa kalian berdua respon hah, KENAPAAAAA!!!!!". kembali menangis Regina dan langsung memeluk suaminya
Hikis hikss hikss
"Kenapa Tuhan keluargaku harus mengalaminya ini semua gara gara abang, mungkin mereka balas dendam karena salah satu keluarganya mereka dibunuh oleh Bang Lendra, aku semakin gelisah dengan takdirku sekarang, bahkan kedua putraku sama saja dengan Ayahnya, tuhan aku tidak tahan dengan keluarga yang seperti ini aku ingin kembali pada Bapak, aku lebih baik hidup normal dari pada kaya raya tapi hidupnya selalu terancam keluar pun harus dikawal". bathin Regina yang sekarang masih dalam pelukan Suaminya
Saat tangisan mulai mereda Regina mengurai pelukannya kemudian ia dengan hati hati menyapa suaminya
"Ekhem bang".
"Ya Sayang".
__ADS_1
"Nanti aku mau ke rumah bapak ya boleh".
"Ya boleh aja tapi nanti ya kalau mereka berdua sudah pulih".
"Ya Bang".
"Tapi bukan mampir aja, nginep gitu maksudnya".
Nalendra pun mengangguk tanda dia mengizinkan Regina menginap di rumah Bapak Budi. Nalendra tampak curiga pada istrinya sebenarnya kenapa tiba tiba izin ke rumah bapak, mungkin dia merindukan bapaknya tapi padahal tadi sore bapaknya dan Narya berkunjung ke rumah sakit menengok Cucu cucunya. Tapi Nalendra tidak ingin berfikir lebih dalam lagi, ya karena itu keinginan Regina sendiri ya mungkin saja kangen tidur di rumah bapaknya.
Sementara di tempat lain
Di tempat seperti restoran mini ada seorang pria berbadan gembul sedang melayani pembelinya
"Toni".
"Eh ya bude mau pesen apa".
"Makan disini bude?".
"Ya ton disini aja, kalau di rumah nanti anak anak pada minta".
"Hahaha wajar lah bude resikonya kalau udah nikah mah yah gitu".
"Ya kamu kapan nikah ton".
"Ah nanti aja bude, slow ah gak usah buru buru soal nikah mah".
"Ya yang penting jangan kaya bude ya".
"Hehehe ya bude minta doanya aja ya ".
__ADS_1
"Ya bude doakan".
Kalian tau siapa Toni, ya dia sahabatnya Regina sejak SMA. Kini ia berjualan makanan namanya Kedai Mang Toni jualannya macam macam ada nasi goreng bervariasi, mie goreng bervariasi, burger pokoknya lengkap dan ada minum minuman yang segernya. Harganya pun murmer pas di kantong anak sekolahan.
Jadi memang tempatnya strategis di wilayah kampus dan juga tempat kost kostan mahasiswa yang mau kuliah, jadi lumayan juga dapat penghasilannya. Jika kalian mau mangga segera ke Kedai Mang Toni letaknya di Bandung sekarang mah ya pokoknya sekitaran kampus daerah Bandung silahkan kalian cari saja. Murah di kantong tapi rasanya gak murahan, itu tulisan spanduknya Kedai Mang Toni
...****************...
Kembali pada Regina
Regina masih tampak memikirkan sesuatu, sementara Nalendra entah pergi kemana jadi di rumah sakit hanya ada Regina dan 2 body guard yang menjaga di luar, tadi Nayra ingin ke rumah sakit tapi Pak Budi tiba tiba saja jantungnya kumat lagi jadi Nayra harus merawat bapaknya.
Regina sedang melamun tanpa sadar ia berbicara dengan begitu saja, dan tanpa Regina ketahui bahwa saat ia mengatakan kalimat itu tepat di lawang pintu baru saja ada seseorang disana yang kemungkinan mendengarkan lirihan Regina
"Apa aku harus cerai dengan bang Lendra".
"Apa maksudmu".
deg
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
bersambung.....
Sekali lagi jika Ceritaku ini tidak masuk akal maaf jangan disamakan dengan dunia nyata ok.
Toh ini kan cerita fiksi berarti di luar nalar gak sesuai dengan dunia nyata 😄 mohon kebijakan
Maaf ceritanya singkat karena aku butuh mengumpulkan ide ide hehehe
buat kalian yang udah ngasih saran dan kritikan terimakasih banget ya tapi tolong jangan di kaitkan dengan di dunia nyata jika kalian tidak suka dengan ceritanya silahkan skip aja
__ADS_1