ANAK KEMBAR 4 DARI SANG MAFIA

ANAK KEMBAR 4 DARI SANG MAFIA
Aku sudah berjuang demimu


__ADS_3

Sampailah di Rumah sakit khusus Keluarga Xavier


Tasya dan Nalendra yang sudah membawa Regina turun dari mobil, Tasya selama di perjalanan tak henti hentinya menangis memanggil mamahnya namun Regina tentu tak bisa mendengar


Saat ini Nalendra langsung saja perintahkan pada suster untuk segera periksa dahulu istrinya


"Cepat siapkan brankar dan segera periksa istri saya,cepat cepat jangan lelet gini dong apa kalian semua ingin di pecat haaaa". ancaman Nalendra


Tentu mereka mendengar itu langsung menangani Regina dengan wajah paniknya karena mereka takut jika dipecat


Gini Regina sudah berada di ruangan untuk mengecek segera diberi pertolongan pertama karena Regina mengeluarkan pendarahan yang cukup banyak di kepala, dan itu sebagai organ vital yang sangat fatal.


"Tuan tolong di luar agar dokter bisa menangani dengan baik". ujad suster dengan sopan


Nalendra pun mengikuti arahan suster ia di luar duduk di depan ruangan tersebut sambari bergumam


"Tuhan tolong selamatkan istriku ini tuhan, aku tidak sanggup melihatnya yang berbaring lemah dan kaku".


"Hiks hiks papah".


Nalendra baru sadar jika dirinya tak hanya seorang diri saja ia berdua bersama anak bungsunya, lalu Nalendra menoleh ke arah Tasya


"Sini sayang". sambil merentangkan kedua tangannya


Tasya langsung memeluk Nalendra, Tasya menangis di pangkuan Nalendra. Nalendra juga sebenarnya ingin menangis namun ia tahan karena tak ingin menunjukan raut kesedihannya di depan anaknya.


"Regina jangan tinggalkan aku, bagaimana jika kamu meninggalkanku dan anak anak kita mereka sangat membutuhkanmu sayang".


Nalendra sekarang tampak bingung antara menyesal tapi juga ia merasa ada kepuasan sendiri, ya pikirnya karena ini hukuman yang memang pantas diterima untuk istrinya tapi ia juga tidak tega melihat Istrinya yang tak sadarkan diri dengan kondisi berantakan, Nalendra memang sudah menyadari jika Regina kondisi sudah parah namun karena keegoisan Nalendra yang tetap teguh pada pendiriannya, ia menghiraukan Regina tapi ternyata apa yang terjadi oleh istrinya membuat Nalendra tak bis berkutik


Nalendra tidak ingin memberitahukan pada orang tuanya maupun pada pak Budi karena ia tak ingin mereka khawatir, dan tak hanya itu juga, ada rasa kekhawatiran dan diri Nalendra yaitu yang pastinya Nalendra dan Regina akan benar benar bercerai secara resmi, karena itulah Nalendra tak mau jika rumah tangganya di usik entah dari keluarga Nalendra atau Regina.Karena ini masalah rumah tangganya, biarlah dia yang pertanggung jawab

__ADS_1


Tak hanya itu saja pasti Nalendra akan di benci oleh keluarga Regina, dan tak akan bertemu lagi


Nalendra juga berfikir keras jika ia bercerai apa yang akan terjadi setelahnya, setelah tidak ada istri yang selalu ada di sampingny dan juga menemani tidurnya. Tidak mungkin ia akan mencari wanita penghibur karena Nalendra bukan pencinta S3x bebas, jika mencari wanita pun bukan untuk bersenang senang namun untuk menyiksa mereka.


Nalendra kebingungan saat ini, Nalendra tidak akan mau bercerai tidak akan mau berpisah dengan cinta pertamanya, diamnya Nalendra terhadap Regina itu sebuah hukuman saja karena hatinya masih cinta padanya namun sudah dilumuri oleh rasa sakit.


Semenjak saat itu pula setiap hari Nalendra pulang ke rumah siang hari karena menjeput anak anaknya dan setelah itu kembali ke kantor pulang ke rumah tengah malam, dan apa yang di lakukannya di luar dan ternyata ia selalu pergi ke club, untuk mencari Wanita untuk jadi tawanannya, jika sudah ia dapatkan maka ia akan merayu wanita itu, setelah berhasil ia akan membawanya ke tempat yang gelap dan sunyi dan terjadilah pertumpahan darah, ya Nalendra kembali menjadi iblis seperti dulu namun bedanya ia lakukan di luar atau di tempat tempat tersembunyi yang hanya Nalendra yang mengetahui


Nalendra yang telah melamun tiba tiba saja Nalendra mendengar suara pintu yang akan terbuka


Tiba tiba pintu terbuka dan terlihat Dokter keluar


"Tuan Xavier boleh ke ruangan saya sebentar". Dokter dengan raut wajah serius


"Hmm baik". wajah datar Nalendra meski dalam hati berkecambuk tak nyaman


Nalendra pun mengikuti langkah dokter tentunya Tasya juga ikut bersama Nalendra. Tak berselang lama tibalah di ruangan dokter tersebut. Entah kenapa Nalendra merasa tidak tenang apa terjadi pada Regina


"Bagaimana istri saya dok".


"Nyonya mengalami dehidrasi berat tuan dan juga nyonya mengalami gizi buruk mungkin nona tidak menerima asupan makanan, tuan mohon maaf meski anda memang sibuk tapi usahakan anda mengecek keadaan istri anda". ujar Dokter


Deg


Jantung Nalendra seakan berdetak dengan cepat, hati Nalendra sungguh sakit dan juga ada rasa penyesalan, tapi juga ada rasa kesenangan meski itu sedikit karena dengan begini membuat Regina bisa tersadar atas perbuatannya namun Nalendra tidak akan mungkin berfikir terlalu kejam terhadap Regina karena ia sangat senang melihat penderitaan Regina ya seakan dendam Nalendra terbalaskan, jika itu musuh tapi ini beda dengan orang yang tersayang maka dari itu perasaannya akan berbeda antara senang dan sedih, antara puas dan juga menyesal


Mungkin Saat pertama kali Nalendra melihat Regina yang tak sadar diri itu respon pertama akan ada rasa senang namun di akhiri sebuah kesedihannya yang besar.


Kalian ngerti kan maksud Author dalam cerita ini , jadi aku ambil contohnya gini kalian itu habis di hina sama orang dan disitu kamu pasti sakit hati banget kan dihina begitu, dan kamu sudah mulai menghindari orangnya namun tanpa di duga dan tanpa kita harapkan juga orang yang kita jauhi itu ternyata mendapatkan musibah bagaimana perasaan kalian pertama kali saat berita itu baru terdengar dari telinga kalian yang aku tau mungkin sebagian kecil ada sedikit rasa senang secara reflek dalam dirinya, namun selanjutnya berubah jadi ada rasa iba atau terkesan bersimpati sama orang itu, nah itulah contohnya, ya mungkin paham ya sodara sodara.


Nah balik lagi ke ceritanya

__ADS_1


Sejak 2 minggu awal mereka berhubungan renggang, Nalendra pun sudah menilai jika Regina benar benar menyesal, namun karena sudah berjanji pada diri sendiri bahwa Nalendra mengatakan harus tepat 2 bulan Nalendra akan berhenti mendiamkan Regina dan belum sampai disitu saja karena Nalendra merasa belum puas ia ingin meminta usul pilihan antara tetap bersama atau berpisah , jika tetap bersama maka jangan mengulangi lagi kesalahannya namun jika ia berpisah maka anak anak akan Nalendra menjadi orang tua asuhnya, mungkin ini pilihan sulit tapi sebenarnya ini cara licik Nalendra yang memang tak ingin pisah dengan Regina


Nalendra pun keluar dari ruangan dokter tersebut, dengan berjalan gotainya dengan wajahnya sedihnya Nalendra tak bisa lagi menahan rasa sedihnya, karena mendengar Regina itu dehidrasi kurang makan tapi itu memang semua benar jika Regina selama ini tidak makan dan minum badan sudah kurus kering.


Di tengah lamunannya Nalendra tersadar saat Tasya menanyakan tentang perkataan Dokter tadi


"Papah gizi buruk itu apa".


"Hmmm i itu karena jarang makan sayang".


"Apa jadi selama ini Mamah tidak pernah makan begitu, koq papah tega sih sama mamah kenapa Papah gitu sih sama mamah, apa papah sudah tak sayang lagi ya sama mamah".


"Itu karena mamah gak mau makan sayang, kenapa kamu nyalahin papah".


"Haaa apa itu benar".


"Ya sayang, mamahmu emang nakal". ucap Nalendra dan begitu santainya diakhir kalimatnya


Nalendra nalendra dasar tak punya hati banget ya, udah tau itu semua gara garanya karena udah di diemin mulu istrinya. Dasar cowok gak punya Akhlak


"Cih, siapa suruh ngomong gitu, aku pun tak terima lah thor, kau rasa kan lah jadi aku, apa rasanya jika seorang yang kita cintai yang kita perjuangkan selama bertahun tahun aku berkorban demi mendapatkan dirinya sampai kita berdua bertemu lalu merit tapi saat keluarga kita sudah mulai di tengah berbahagia malah dia sendiri yang akan memecah belah keluarga , ya memang saat itu ia tidak mengatakan langsung padaku thor tapi kan dia hanya berkata begitu pun, ya sakitlah apa tak hancurnya hatiku thor, biarinlah istriku yang lemah ini tidur disana biar tau rasanya sakit itu apa dan itulah karmanya seorang istri durhaka pada suami, cih memangnya lelaki terus yang selalu disalahin padahal kenyataannya memang perempuan yang duluan suka mencari masalah MANA LAKI LAKI nih???? HIDUP LELAKI HIDUP!!! Seru Nalendra pada sang Author , Author hanya 😑


Balik lagi ke cerita Nalendra


Nalendra saat ini berada di ruangan Regina rawat melihat Kondisi dan raut wajahnya yang pucat membuat Nalendra meringis tanpa sadar air matanya terjatuh, dan ia melihat perban di kepalanya dan ia pun mengingat perkataan Dokter jika kemungkinan kecil Regina mengalami Amnesia, tapi Nalendra mènyangkal karena tak mungkin itu terjadi hanya ia terjatuh bisa mengakibatkan Amnesia, namun lagi lagi perkataan dokter itu membuat Nalendra membukam, karena perkataan dokter benar ada nya, terbukti Nalendra menyaksikan pendarahan dikepalanya Regina yang terus saja keluar mungkin saja Regina terbentur agak keras saat ia terjatuh.


Nalendra menghela nafasnya ia harus bisa menerima Regina meski hatinya masih sakit, namun tetap saja jika melihat Regina seperti ini hatinya semakin remuk.


Lalu Nalendra menggenggam tangan Regina yang dingin ini


"Sayang maafkan aku, aku suami yang kejam Regina, aku tak pantas menjadi suamimu aku akui ini semua gara garaku semua yang dekat denganku pasti terancam, hiks hiks Regina Aku ahhh sayang aku tak bisa berkata apa apa, dosaku banyak saat ini". lirih Nalendra dengan mata yang sembam, sementara Tasya sudah pulang ke Mansion karena ia merengek ingin tidur

__ADS_1


bersambung....


Banyak Typo dan ceritanya berantakan Maaf kan hamba


__ADS_2