
Kini sudah berada di rumah sakit, mereka berdua tergesa gesa menuju ke Ruangan tempat dimana kedua anak mereka di rawat
brak
"Mamah papah". teriak mereka berdua tak lain Tasya dan Thalia
"Tasya thalia". serentak pasutri
Regina dan Nalendra pun langsung berhamburan pelukan pada kedua putrinya
"Bagaimana keadaan kalian berdua sudah lebih baik". Regina sambil mengurai pelukannya
"Mah aku gak mau lanjutin lomba nya ya aku aku takut". gemetar Tasya masih mengingat kejadian tempo kemarin malam
Regina langsung memeluk tasya kembali dengan erat ia sangat tau jika anak anaknya mengalami trauma. Situasi sekarang menjadi sulit karena saat ini ia dan Nalendra sedang perang dingin, bahkan Nalendra tidak melirik sedikit pun pada Regina bahkan ngobrol pun enggan.
"Papah keluar dulu ya sayang". sambil mengelus lembut para Thalia
"Papah mau kemana". tanya Thalia
"Papah harus nemui dokter dulu, mcuahhh". lembut Nalendra lalu ia pun mencium kening Thalia tak lupa pada Tasya yang posisinya sudah kembali terlentang di brangkas
Nalendra pergi begitu saja tanpa memberikan sepatah atau dua patah kata pada Regina. Regina melihat punggung Nalendra dengan mata sayunya sampai menghilang , Regina menjadi sedih dan juga ia sangat menyesali atas perbuatannya dan perkataan sore tadi, inilah karmanya jika menyakiti hati suami yang tulus itulah pikirnya
"Tuhan tolong jangan membuat suami marah terus menerus, aku memang bodoh kenapa aku bisa ngomong begitu pada suamiku ya tuhan bagaimana ini". bathin Regina
sementara Nalendra
tok tok tok
"Masuk".
"Saya dari orang tua Tasya dan Thalia bagaimana perkembangan mereka berdua". to the point Nalendra
"Oh ternyata anda tuan Xavier saya kira siapa silahkan duduk, baik untuk kedua putri anda secara fisik sudah membaik namun dalam mentalnya mungkin butuh 1 bulan atau lebih untuk menyembuhkan rasa traumatik".
Nalendra hanya mengangguk, namun ketika dokter tiba tiba menanyakan istrinya raut wajah menjadi suram
__ADS_1
"Mana istri anda tuan".
"Sedang menjaga anak anak". dingin Nalendra
glek
Sungguh dokter tersebut merasa tak nyaman dan juga ia merasa bersalah karena telah menanyakan istrinya dan dia pikir suaminya ini sangat tidak suka jika dirinya sebagai pria asing menanyakan istrinya.
"Mmm maaf tuan bukan bermask...". ucapan Dokter tersebut dipotong cepat oleh Nalendra
"Tidak ada apa apa, saya pamit terimakasih dok".dingin Nalendra
"I iya tuan". ucap terbata bata Nalendra
Nalendra pun keluarga dengan raut wajah menyeramkannya, Nalendra tidak langsung ke ruang inap ia langsung keluar menuju parkiran lalu setelah menemukan mobilnya ia masuk tanpa Nalendra menyalakan tentunnya dia dikawal oleh body guardnya namun mereka semua berada diluar
Nalendra memenjamkan matanya lalu ia pun langsung berkata
"Regina jika memang kamu mau cerai denganku aku tidak apa apa tapi kedepannya aku tidak akan sudi melihatmu aku benar benar kecewa padamu Regina". bathin Nalendra ia terpenjam matanya, lalu ia mengingat 5 tahun lalu ia berjuang mencari Regina hingga ia bisa dapatkan dengan begitu mudahnya karena Regina sendiri saat itu datang ke Jakarta sehingga hubungan mereka telah sampai di jenjang pernikahan tapi sekarang malah berada di ambang kehancuran, apakah ini yang namanya godaan 5 tahun setelah menikah
Nalendra dengan perasaan tak karuan ia mencoba relax mengatur nafas lalu ia pun berkata sambil memenjamkan matanya
"Ok ok baik ini mungkin salahku karena disaat ia menikah denganku kehidupan Regina menjadi rumit, ia ini salahku juga melibatkan anak anak ku jadi korban untuk membalas dendam oleh para musuh, tapi kali ini bukan dari mafia tapi dari sepupuku yang gila harta itu". lirih Nalendra
"Tuhan bagaimana ini apa aku haru mengakhiri hubungan ini jika iya bagaimana dengan anak anakku yang jadi korban". lirih Nalendra hingga tanpa sadar air matanya lolos begitu saja
"Lebih baik aku beri dia 2 bulan untuk memberikan hukuman padanya setelah itu aku akan beri dia waktu 2 hari untuk memberikan tawaran bertahan atau ceraikan setelah 2 bulan mendapatkan hukuman". gumam Nalendra sedang menatap sendu pada foto bingkai kecil yaitu foto Regina yang saat itu masih SMA ia simpan di mobil miliknya
Nalendra sebenarnya dari tadi ia sudah lebih baik dari sebelumnya. Tapi Nalendra ingin melihat perjuangan istrinya apakah ia benar benar berhasil atau menyerah
Sementara di tempat lain
Agung sedang berada di ruang kerja karena saat itu ia sedang periksa jawaban jawaban muridnya , tiba tiba
"Ayah!!".
datang seorang anak laki laki yang berusia sekitar 4 tahun ya umurnya sama dengan si 4 kembar Nalendra dan Regina.
__ADS_1
"Hay Arkan belum tidur nak". sapa balik Agung
Tenyata anak itu bernama Arkan anaknya Agung dan Reva. Arkan ingin siap menjawab tiba tiba saja ada lagi yang datang
"Ya ampun arkan, udah bunda bilangin jangan ganggu Ayah nak, yok tidur sekarang udah jam berapa ini nah ya Allah". omel Reva, yah sekarang Reva jadi emak emak yang kerjanya suka mengomeli mau ke anaknya atau suaminya. Agung pun tidak masalah dengan istrinya yang suka mengomelinya karena baginya itu adalah hiburan.
"Yah habis aku belum ngantuk bunda". rengek Arkan pada bundanya
"Ih da salah sendiri tadi tidur siang jadi we jam segini masih melek". omel Reva
Sementara Agung sedari tadi menyaksikan mereka berdua hanya menahan senyumnya
"Arkan ke kamar ya nak, ayah masih banyak kerjaan kalau Arkan gak mau tidur sekarang berarti mainan robotnya gak ayah beliin". bujuk Agung yang diakhiri dengan ancaman kecil agar Arkan menurut
Benar saya Arkan langsung nurut ia berlari keluar tinggal mereka berdua Reva dan Agung, saat Reva ingin melangkah keluar tiba tiba tubuhnya di tarik siapa lagi kalau suaminya
Akhhhh
"Ih abang mau apa sih". desis Reva padahal wajahnya sudah merah
"Udah gini aja sayang, temenin aku kerja ya muachhhh". bisik Agung dengan suara seksinya dengan di akhri ciuman pada pipi
Sungguh Reva menjadi salah tingkah meski sering dilakukan seperti namun tetap saja ia selalu malu.
"Udah bang kasian Arkan ih".
"Eh Arkan kan udah besar lagi pula ia kan nanti punya adik". ujar Agung dengan tangannya diletakan di perut Reva yang memang sudah agak buncit lalu di usap dengan pelan
Ya Reva saat ini tengah mengandung lagi usia sekitar 5 bulan, dan sudah di USG dan ternyata bayinya kemungkinan Perempuan, sungguh hal itu membuat mereka berdua sangat senang dan juga berharap ia segera lahir dan lengkap lah sudah kebahagiaan mereka memiliki anak sejodoh itu sudah membuat mereka bersyukur.
bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf selama beberapa hari aku gak up soalnya aku memang ada kerjaan di luar nyata
Maaf ya jika ceritanya banyak yang typo atau berantakan hehehe
__ADS_1