
Sudah 1 bulan yang lalu saat setelah peristiwa dimana William dan Nalendra terjadi, kini mereka berdua tidak menampakan diri seolah olah hubungan mereka sudah angin lalu. Regina saat ini tengah menyiapkan sarapan untuk keluarganya
"Mah". panggil Thalia sangat di tengah sarapannya, semua menoleh pada Thalia kecuali Ray fokus ke sarapannya
"Ya Thalia". Sahut Regina dengan lembut sambil menatap Thalia
"Besok doain Thalia ya mau ada penilaian kerja semoga hasilnya memuaskan". pinta Thalia dengan wajah yang seperti meminta harapan pada orang tuanya
"Aminn". Serentak kedua Regina dan Nalendra, sementara Ray langsung berdiri
"Ray sekarang ada meeting mah".pamit Ray sambil berdiri dan menghampiri Regina dan Nalendra untuk bersalaman
" Kamu gak habisin dulu sayang". lembut Regina sambil mengusap punggung kekar Ray
"Hmm ya mah nanti aja soalnya ini buru buru, oh ya Tasya kamu ke kantor abang ya bawain bekel buat abang". Ucap Ray pada Regina kemudian disambung dengan meminta pada Tasya untuk memerintahkan Tasya membawa bekal nasi untuknya
"Ya bang". Sahut Tasya di tengah makan sarapannya
Ray pun segera pergi dari tempat makanan setelah perpamitan
"Hati hati nak". Teriak Regina karena putra sulungnya sudah menjauh, Ray hanya menjawab dengan mengangkat jempol saja
"Papah gak kerja". Tanya Tasya pada Nalendra yang sedang makan
"Kan ada bang Ray sayang". Jawab Nalendra
"Oh gitu, Kak Thalia emang kalau jadi dokter ada penilaian juga".jawab Tasya kemudian beralih pada Thalia
"Ya lah dek semua juga yang bersangkutan dengan pekerjaan ada penilaian dari atasan, termasuk guru juga". Ucap Thalia yang kini sedang memainkan hpnya
"Hmm kalau nilainya kurang gimana, apa di ulangi lagi".
"Setau kakak sih ya di ulangi lagi, tapi itu buat kedokteran , gak tau kalau guru".ucap Thalia yang kini menatap tasya
"Hmmm, bang Rey kita kapan ke Indonesia?". Jawab Tasya dengan wajah di tekuk, kemudian beralih pada Rey yang saat ini tengah merokok
"Minggu depan".jawab cepat Rey
"What minggu depan?". Terkejut Tasya tanpa sadar ia mengejutkan mereka berempat
"Biasa aja kali dek". sarkas Rey
"Udah udah Tasya cepet habisin sarapannya jangan ngomong mulu, kamu ini". Tegur Nalendra dengan tegas pada Tasya, karena memang tasya yang sedari tadi bertanya
"Ok". Jawab Tasya dengan nada lemas nya
__ADS_1
Mereka pun makan bersama kecuali Ray yang sudah berangkat duluan, satu persatu mereka meninggalkan tempat makanan, kini Nalendra dan Regina sudah berada di kamar.
Nalendra sedang bermanja manja dengan Regina, entahlah saat ini lendra tidak ingin Regina keluar dari Mansion
"Sayang".manja Nalendra dengan memeluk tubuh Regina
"Ya ada bang". Lembut Regina sambil mengelus pundak tangan kekar Nalendra
"Kamu udah gak datang bulan lagi kan". bisik Nalendra tepat di telinganya, membuat sekujur tubuh Regina merinding. Jika suaminya begini maka ia pasti tau tujuannya
"Gak kenapa emangnya". tanya Regina meski sudah tau tujuannya
"Kita main sebentar ya cuma 4 ronde".pinta Nalendra dengan santainya ia berkata tersebut tanpa beban
bug
"Aww, sayang kenapa mukulin abang sih". pekik Nalendra walaupun tidak sakit sih
"Ya kamu kira kira dong 2 ronde aja aku kewalahan apalagi 4". omel Regina dengan wajah garang nya namun bagi Nalendra itu keimutannya
"Ya kan kamu tinggal tiduran terus biar aku yang main". Jawab santai Nalendra
"Ih kamu mah". Regina yang wajah sudah merona
"Ayolah sayang, tuh udah basah gini".goda Nalendra kemudian dengan nakalnya tangan menyentuh va.gi.na Regina
"Ya biarin mau pagi siang sore malam, nih yang kamu aja udah basah gini".
"Akhhhhhhhhh ya udah". Des.ah Regina, dengan pasrah Regina pun mengiyakan, sontak membuat Nalendra langsung bersorak
"Asyikkkkkk 4 ronde ya sayang".
"Terserah". decah Regina dengan wajah kesalnya menatap Nalendra
Mereka pun melakukan adegan panasnya hingga di janjikan oleh Nalendra yaitu 4 ronde
Sementara keluarga Nayra dan Kelvin
"Bunda, adek mau kemping boleh".tanya Kinara
"Nanya nya jangan ke bunda tapi ke ayah". Jawab Nayra pada putri bungsunya
"Ayahhhh". pinta Nayra dengan wajah memelas
"Jangan". Tegas Kelvin, dengan wajah lembutnya menatap Kinara
__ADS_1
"Kenapa". Kecewa Kinara pada Ayahnya
"Pokoknya jangan kecuali sama abangmu".tegas Kelvin
"Tenang yah orang yang ngadain keping itu Kenzi sendiri yah". Kenzi
"Ok kalau gitu boleh".
"Horeeeee aku sayang ayahhhh".
"Ya udah cepet habisin sayang sarapannya". titah Kelvin pada Kinara
Sementara di tempat seorang gadis sedang berlari kencang, namun tiba tiba ia menabrak seseorang
brug
"Awwwwss". pekik gadis
"Apa mata anda itu buta?". Dingin seorang lelaki berbadan tegap dan tubuh kekarnya
Gadis yang tadi menunduk kini mendongak saat mendengar suara dingin dari pria tersebut
deg
"Ma maf tu tuan". Gugup gadis itu dengan wajah pucatnya menatap pria yang di depannya sedang menatap tajam pada gadis tersebut. Namun dibelakang gadis ada beberapa orang yang berlari kemari
"Hai nona". Teriak orang orang belakang Gadis tersebut
deg
Gadis itu dengan gemetaran ia menoleh ke belakang, dia membelakan matanya hak itu tak luput dari tatapan Pria tersebut melihat gerak gerik wanita yang tadi menabraknya. Kemudian Gadis itu menoleh ke depan dan menatap pria tersebut dengan wajah yang sangat prihatin seperti seorang yang memang butuh bantuan
"Tu tuan to tolong sa saya sa saya di di dikejar oleh mereka suruhan orang". Dengan keberanian gadis itu meminta pada orang yang berada di depannya
"Ck.menyusahkan ".dingin Pria tersebut sambil berjalan
"Ta tapi tuan sekali ini saja bantu saya tuan".
"Ck. Cepet ikut saya ke dalam mobil".
"Te terimakasih tuan".ucap Wanita tersebut Dengan wajah binarnya pada pria itu
bersambung
Hai guys, aku mau memberitahukan jika Anak kembar 4 dari Sang Mafia akan melanjutkan Season 2.
__ADS_1
Tapi sepertinya Author akan melanjutkan di sini saja tidak ada judul yang baru lagi.
Semoga kalian suka dengan novel ku dan next di episode selanjutnya bye