
Pagi pagi sudah di buat pusing oleh tingkah laku Sipa yang kelewatan polosnya, Sama halnya terjadi di kantor
Kini waktunya sudah menunjukan siang hari , ia tak sabar membuka bekal yang dia bawa, belum dibuka saja sudah tercium aroma sedapnya.
Saat ia membuka si bekalnya ini, seketika ekspresinya terkejut melihat isi bekal yang disiapkan oleh pembantu barunya
"Astagaaa sipaaa emang dia kira gua ini anak kecil apa". mendesus Ray dengan geram pada Sipa sambil geleng geleng kepala
"Ck. Gua kaya anak tk aja dibekelin kaya gini".berdecak kesal Ray sambil memperhatikan bekalnya, memang sangat menggugah selera tapi gak kaya gini juga kaleeee
Ya kenapa dia gak geram coba, ternyata bekalnya yang dibuat oleh Sipa itu memang cocok untuk anak TK
Karena bentuknya yang lucu dengan berbagai rupa, seperti nasi dibentuk dengan kepala beruang dihiasi dengan Rumput laut untuk hidung dan mata agar terlihat sekali bentuk wajahnya.
Tak hanya itu brokoli nya di simpan di atas nasi tersebut seperti memiliki rambut.
Melihat bekalnya sendiri agak geli namun karena ia sangat lapar ya terpaksa ia menerima makanan yang sangat disayangkan untuk tidak dimakan
Setelah itu habis bekalnya ia langsung menelpon Sipa
"Halo". Ucap Ray sambil memegang handphonenya
"Halo kak ada apa?".ucap sebrang sana ternyata itu adalah suara Sipa
"Kamu sengaja ya bekel makanan yang bentuk begitu". ucap Ray dengan memaki Sipa
"Hah bekel? , bek bek..kel..". Ucapnya Sipa disana karena ia memikir sesuatu setelah ia menemukan jawabannya, matanya langsung melebar
" Ehh ya kak tadi memang aku yang buat ya biar lucu aja gitu, apa kakak suka apa enak rasanya?".tanya Sipa sambil berharap jika bekalnya yang ia buat bereksptasi baik namun sayangnya
"Enak sih tapi kamu pikir aku anak tk apa hah, lain kali bikin bekel itu jangan dibentuk bentuk aku yang liatnya nya pun agak geli". kesal Ray
Sebrang sana, Sipa mendengarnya itu langsung berubah yang awalnya ceria menjadi murung, bahkan bibirnya bergemetar
"M m maa maaf a aku gk bikin lagi deh kaya gitu, ya maaf udah buat kaka kesal".ucap Sipa sebrang sana sambil bergetar menahan tangisannya
Ray disana terkejut mendengar jika suara Sipa seperti di tahan
"Huffff eee k k ka kamu nangis ya".panik Ray
"Gak koq kak". elak Sipa tapi terdengar jika suaranya berbeda
"Ya udah aku tutup dulu, maaf aku tadi membentakmu".ucap Ray dengan lembut
"I iya tidak apa koq kak ini salahku".terbata bata Sipa
tut
Setelah Ray menutup panggilannya ia langsung memaki dirinya sendiri
"Aduhhhhh Ray anak orang ini loh, malah ngebentak astagaaaa ".maki Ray dengan kepalanya di ketok oleh tangannta sendiri
Drrt Drrtt
"Lohhh papah, napa nelepon anjir perasaan gua kagak enak nih angkat jangan, angkay aja deh".gumam Ray
"Halo pa...".ucap Ray di potong oleh Nalendra
"Kamu ini Ray anak orang dibentak, ingat dia itu masih kecil loh Ray umurnya masih sekitar SMP awas kalau kamu bentak lagi itu anak, akan ku bawa anak itu ke Mansion akan jadikan papah anak angkat".ancam Nalendra dengan tak main main
deg
"Pah pah ray...".ucap Ray namun lagi lagi harus di potong oleh panggilannya karena terputus lagi lagi Ray tidak diberi kesempatan berbicara hal ini membuat dirinya jengkel
tut
"Issshhhhh dasar pria tua".umpat Ray namun sedetik kemudian setelah ia mengumpat ada panggilan lagi
Drttt
__ADS_1
"Ishhhh ada apaaa lagi sihhh". desis Ray dengan jengkelnya lagi lagi ada panggilan
"Ya hal..". Dan lagi lagi ucap Ray di potong oleh panggilan tersebut dan ternyata dialaha Nalendra alias papah kandung Ray sendiri ternyata ia menelepon kembali
"Dasar anak durhaka kamu bilang papah pria tua".teriak dari sebrang sana Nalendra
"Astaga papah".ucap Ray dengan menjauh telepon genggamnya namun pada saat ia ingin berbicara sudah di berakhir panggilannya
tut
"Ya Ampuuunnnnnn dosa apa yang aku buat, kenapa dia bisa tau kalau tadi aku mengumpat".ucap Ray dengan frutasi
"Issshhh apa Papah itu cenayang yah". gumam Ray dengan bertanya sendiri
"Gua harus balik nih ke apartemen gua harus minta maaf ama Sipa anjir gua gak enak gini ama dia aduuhh bodohnya gua napa coba lo membentak tuh anak".icap Ray lagi lagi ia menyesal dan merutuki sikapnya tadi
Sementara di belahan lain
Tasya dan Rey saat ini sedang makan malam bersama keluarganya
"Tasya udah telepon mamah belum dek".ucap Rey sambil makan sop iganya
"Belum bang, memangnya sekarang jam berapa sekarang disana?".ucap Tasya lalu ia bertanya pada Rey
"Paling jam 12 siang kayanya dek".ucap Rey
"Oh, Opa nanti hari minggu aku boleh gak pergi nonton bioskop sama teman teman aku".pinta Tasya pada Alex
"Teman teman yang mana dek".bukan Alex yang menjawab melainkan Rey sang abangnya sendiri dengan wajah berekspresi sulit untuk di jelaskan
"Itu loh bang si Sintia, Bella gitu gitu".ucap Tasya
"Ya elah itu kan temen SD kita kan, gak gak ngapain sih kamu temenan ama mereka, Opa jangan ngijinin aku tau koq orang orang seperti apa yang tadi Tasya sebutin".tolak Rey kemudian pada Alex mencoba tidak memberikan ijin padanya karena Rey khawatir dengan adik bungsunya
"Iih opa ijinin ya plis, mereka baik koq".memelas Tasya sambil kedua tangannya berdempetan
Tasya mendengar itu hanya manggut manggut, ia tak ingin mengelak atau pun protes. Karena ia yakin keputusan dari orang tua akan selalu benar itulah di mata Tasya.
Tasya memang anaknya tidak banyak protes selalu menurut, karena ia tak ingin sampai salah langkah lagi
Rey hanya melihat ekspresi Tasya yang sedang menunduk namun tetap makan, memang jelas jika Tasya sangat sedih karena tak diijinkan oleh Alex, namun Rey bisa melihat jika Tasya mulai memahami yang disampaikan oleh kakeknya itu.
"Gue sih gak tega liat ade gua di ceramahi, tapi itu juga buat keselamatan dia juga, akhhhhhh napa sih gua malah ngomong gitu di depan opa dan oma pasti adek bakalan ngehindar nih".bathin Rey sambil menatap sendu ke arah Tasya setelah itu ia kembali makan dengan habis
Sementara Nalendra
Nalendra saat ini sedang nonton TV di ruangan namun tiba tiba ada telepon masuk
drrt drrt
"Ya Kelvin ada apa kamu telepon".Nalendra
"Tuan maaf jika saya mengganggu waktu anda saat ini, dan maaf jika saya lancang ,hanya ingin menanyakan pada anda, apa anda tidak datang ke markas , sudah 1 bulan anda tidak datang".ucap Kelvin dengan hati hati tak ingin membuat majikannya tersinggung di sebrang sana
"Bukannya saya tidak ingin, namun sepertinya saya memang sudah mulai pensiun".ucap Nalendra
"Lalu siapa yang akan menjadi penerus?".tanya Kelvin
"Mungkin kamu atau".ucap Nalendra di gantung
"Tuan Muda Ray?".cepat Kelvin menjawab
"Sepertinya tidak karena sebenarnya saya melarang dia untuk tidak bekerja di dunia bawah itu, karena resikonya sangat berat". Ucap Nalendra
"Mm baiklah, oh ya tuan saya ke sini hanya menyampaikan mmm sa saya dapat laporan".ucap Kelvi n namun di akhirnya ada rasa keraguan seperti enggan mengucapkan namun jika tidak disampaikan malah menjadi beban untuknya dirinya jadi dengan berat hari Kelvin pun memberitahukan laporan meski menerima resiko
"Katakan".desak Nalendra tak sabar
"Tapi tolong anda jangan marah pada putra putra anda".ucap hati hati Kelvin
__ADS_1
"Kenapa begitu, emang apa yang di lakukan oleh mereka Kelvin".ucap Nalendra dengan heran
"Hufff baiklah, jadi penyerangan saat itu terjadi bukanlah murni dengan tangan anak buah kita, tapi...".ucap Kelvin namun malah di potong
"Tapi apa bodoh cepat katakan jangan di gantung, kalau di gantung pala lu bakal gue gantung di tiang".ucap Nalendea karena ia gereget pada Kelvin karena bertele tele
"Baik baik tuan maaf, ja jadi pada saat itu penyerangan kita tempur, bukan hanya dari anak buah kita atau pun anak buah Robert namun ada campur tangan oleh Tuan muda William, dan tuan muda Ray sendiri yang meminta bantuan pada tuan William ". Ucap Kelvin
deg
mendengar itu Nalendra terkejut, kenapa bisa bisanya anaknya meminta bantuan pada saingan cintanya itu
"Ka kamu seriussss".ucap Nalendra, sangat tercekat Nalendra mendengar laporan tersebut
"Saya tidak bohong tuan jika anda tak percaya silahkan anda telepon putra kembar anda".ucap Kelvin
"Akhhh tidak tidak saya tidak ingin berdebad dengan mereka, dan saya juga tidak akan menemui William biarlah mereka menganggap aku tidak tau soal ini".tolak Nalendra dan di hanya ingin berdamaian ia tak ingin membuat kegaduhan yang mengakibatkan mereka akan berpecah dalam keluarga itu tidak akan terjadi dalam keluarga Nalendra sendiri
"Wow apa ini Tuan Nalendra, akhirnya ia telah berubah".ucap bathin Kelvin dengan memuji Nalendra sàat ini, ia salut pada Nalendra yang sudah berubah ia tak heran jika Kelvin lah yanh bertahun tahun selalu bersama dengan Nalendra
Jadi dia sangat tau karakter seorang Nalendra itu seperti apa. Nalendra yang dulunya sangat egois arogan kejam berubah menjadi Nalendra yang kalem dewasa, meski masih ada kekejamannya namun itu hanya pada orang orang berbuat salah atau orang yang mengusik keluarganya
"Baiklah tuan".ucap Kelvin di sebrang sana
"Oh ya aku akan ke Markas mungkin besok atau lusa".ucap Nalendra
"Baik tuan".ucap Kelvin
"Aku tutup".ucap Nalendra
tut.
Setelah hp dimatikan benda itu di simpan lalu ia memenjamkan matanya sebentar
Nalendra saat ini tengah mecerna apa yang tadi disampaikan oleh Kelvin
Sebenarnya Nalendra memang ingin pensiun dari dunia gelapnya karena ia ingin menikmati masa tuanya bersama sang istri tercintanya
Namun ia tidak memikirkan itu sekarang ia hanya memikirkan jika peristiwa saat itu bukanlah semata anak buahnya yang menang namun memang ada campur tangan dengan William
"Hahhhhh gua minta maaf ma tu orang gengsi anjir apalagi tuh orang mantannya binih gua".
"Dunia ini sempit, kenapa coba anak anak gua minta bantuan dengannya, apa mungkin karena sikap gua yang keras jadi mereka lebih nyaman ama orang itu".
Nalendra menyadari jika selama ini sangat keras pada anak anaknya namun ia melakukan itu karena ingin anak anaknya kuat menghadapi kenyataan.
Rasa iri itu pasti akan ada jika kita sendiri di banding dengan orang lain. Itulah yang dirasakan oleh Nalendra sendiri mengalami hal ini, jika putra putranya lebih menyukai mantan kekasih ibunya dari pada papah kandungnya sendiri
Namun Nalendra membiarkan itu, karena pada dasarnya memang seorang sulit untuk mengerti dengan setiap karakter masing masing
Mungkin saja karena Nalendra seorang ayah kandung namun ia belum mengerti karakter anak anaknya sendiri.
Terkadang apa yang kita lihat itu bisa jadi bukan karakternya sendiri. Nalendra bisa memahami hal ini, jadi biarkan lah mereka menyukai siapa pun asal jangan pernah melupakan orangtua kandungnya saja.
...****************...
...****************...
...****************...
Guys mohon maaf ceritanya agak kurang gimana gitu, dan juga harus di perbaiki kembali
Karena sebenernya ini karya aku yang pertama
Saya tidak berani membalas komentar apalagi yang komentator negatif karena aku malas debat
Mohon maaf ya kalau saya orangnya agak jengkel bikin ceritanya dan banyak yang Typo
Toh saya juga pasti akan di perhatikan dan dibaca kembali dan pasti akan di revisi terus menerus
__ADS_1