
Anak buah Nalendra sudah berada di gedung yang dimana kedua putri Nalendra di sekap. Mereka segera siap siap untuk menyamar sebagai anak buah Sean dengan atribut yang berlambangkan Harimau yaitu kelompok Mafia yang diketuai oleh Sean
Anak buah sedang berbincang bincang
"hai bro lo udah siap".
"Siap dong, permainan saatnya dimulai".
Mereka bertiga pun berjalan ke gedung tua itu saat mulai mendekati gedung tua tersebut terlihat jelas ada 2 orang penjaga dan itu hanya mereka saja tidak ada siapapun selain mereka berdua, lalu mereka bertiga simrik saling memandang kemudian mengangguk perlahan tapi pasti, kemudian mereka bertiga mencoba untuk menyapa 2 penjaga tersebut , dan kedua orang pun menoleh tanpa merasa curiga karena seragamnya sama dengan mereka
"hai bro".
"Hai juga, oy anggota baru ya kalian bertiga".
"Bukan bro udah lama kita bertiga, eh iya gantian aja deh, kasian pasti cape ya kan ngejaga mereka tuh bocah".
"Widih keberuntungan ini bro, ya udah kalian jaga awas jangan sampe mereka berdua kabur'.
"tentu dong"
"Gua ke sana dulu ya"
"yoi".
Saat mereka berdua sudah pergi kini tinggal anak buah Nalendra melancarkan aksinya
"Misi pertama berhasil, kalian berdua ke dalam saja dan segera hubungi bos".bisik Anak buah ya sebut saja Devan
"Baik". serentak mereka berdua
__ADS_1
Mereka berdua segera masuk ke dalam gedung tersebut sementara satu orang menjaga di luar
...****************...
Sementara Nalendra
Kini Nalendra sudah berada di kepulauan kecil yang ternyata tepat yang sangat berbahaya karena tempat ini banyak dijadikan oleh Para mafia untuk menyekap para musuh mereka. Jadi Nalendra sebagai Mafia sangat tau bahayanya di kepulauan kecil ini meski pulaunya kecil namun pulau ini bukan tempat untuk holiday melainkan tempat menemui ajal.
Nalendra saat itu terlihat jelas jika Putri mereka berada di pulau ini, wajahnya menjadi garang dan juga ada kekhawatiran. Seperti saat ini ia terus saja memikirkan kedua anaknya sementara Alex mencoba menenangkan anaknya dan mereka sudah menaiki Mobil menuju tempat gedung tua Tempat putri putrinya di sandra oleh Sean
"Sudah son tenangkan dirimu".
"Dady itu hanya bisa berbicara saja tanpa tau rasa kekhawatiranku dad".
"Dady tau son, semua juga sama sepertimu mengkhawatirkan kedua putri kita semua, lagian Deva sudah diperintahkan oleh mu ya kan".
"Ya dad tap..
Dengan malas Nalendra mengambil hp nya yang berbunyi saat Nalendra membaca siapa yang menghubungi nya langsung membulatkan matanya
"De devan Dad".
"Ya Angkat". Alex
"Bagaimana". dingin Nalendra to the poin
"Sudah siap tuan dan tapi tuan ". ucap sebrang sana menggantung membuat Nalendra tak sabar
"Tapi apa katakan". desak Nalendra
__ADS_1
"Me mereka berdua sedang keadaan tak sadarkan dan wajah merah penuh dengan luka tuan".
deg
Mendengar itu Nalendra seakan tubuhnya lemas namun bisa ia tahan
Nalendra langsung saja mematikan sepihak ia tak ingin mendengarkan lanjutan pembicaraan anak buahnya, sungguh apa yang sedari tadi Nalendra merasakan gelisah perasaan tak enak dan ternyata ini yang terjadi sungguh, saat ini Nalendra benar benar Murka bahkan wajah nya semakin dingin
tut tut
"Kenapa ada apa". desak alex melihat raut wajah menyeramkannya dari Nalendra, Nalendraaa langsung berteriak
"SEANNNNN BAJINGAN!!!!!!".
"Dia melukai Tasya dan Thalia dad, dan kataya mereka berdua tak sadarkan diri dad".lirih Nalendra saat mengatakan tentang mengenai kedua putri nya
"Baik biar dady yang akan menjalaninya dan kamu istriahatlah rilex kan pikiranmu son".
Nalendra mengangguk ia merasa lelah, selama berharian ia terus memikirkan kedua putrinya, karena lelah Nalendra langsung terlelap terlihat jelas sekali wajah lelah dari Nalendra melihat putra sulungnya sedang tidur karena kelelahan membuat Alex menatap iba
"Nalendra dady melihat dirimu sungguh memprihatinkan, hufff baru saja kamu menikmati ikut menonton pertunjukan anak anakmu dan baru saja kalian mulai berbaiki hubungan sebagai Ayah untuk anak anak namun musibah terus saja berdatangan, semoga ini cepat berlalu tuhan". bathin Alex sembari menatap Nalendra yang sedang tertidur hingga berdengkur halus
...****************...
bersambung......
Maaf ceritanya sedikit biasanya aku nulis 1000 kata bahkan 2000 lebih, tapi ini malah kurang dari 1000 , karena masih belum mengumpulkan rangkaian kata kata nya.
Maaf juga jika banyak typonya hehehe
__ADS_1
Mungkin di lain waktu akan diperpanjang lagi ceritanya