ANAK KEMBAR 4 DARI SANG MAFIA

ANAK KEMBAR 4 DARI SANG MAFIA
Merindukan Tasya dan Rey


__ADS_3

Tak berselang lama akhirnya Tasya dan Rey sudah tiba di Indonesia. Mereka pun segera turun dari pesawat, saat menginjaki landasan, Tasya menghirup udara di Indonesia


"Hufff hahhh Indonesiaa aku kembali lagi, huhuhu aku kangen bangettt". Ucap Tasya sambil cingkrak cingkrak ia tak peduli di lihat oleh banyak orang orang, sementara Rey hanya geleng gelengkan kepalanya melihat Tasya yang seperti itu


Ternyata kelakuannnya masih saja seperti anak kecil, tapi walaupun begitu Rey tak peduli dengan kelakuan Tasya, karena inilah yang membuat Rey terhibur


Saat sudah berada di dalam Bandara ternyata sudah disambut oleh tuan Alex dan Nyonya Shalsa yang memang sedang menunggu kedatangan mereka berdua.


"Opa omaaaaa". teriak Tasya sambil berlari dan lalu


grep


ia memeluk erat tubuh Shalsa layak menyalurkan kerinduannya yang amat dalam


"Hai sayangggg, uhhh oma kangen sama kalian". Ucap Shalsa


Yang membalas pelukan cucunta tak kalah erat sambil menciumi kepala Tasya


"Ke opa gak kangen nih". pura pura sedih Alex


"Hihi ya kangen lah opa masa gak sih hehehe".ucap Tasya dengan nyengir


Mereka berdua pun saling berpelukan, hingga mereka lupa jika ada satu cucunya lagi , yang sepertinya dilupakan oleh mereka bertiga


"Ekhemmmm maaf disini masih ada orang loh". deheman Rey dengan sengaja di keraskan agar mereka berdua menyadari dan segera melepaskan pelukan mereka


Mereka bertiga pun merelai pelukannya, dan kedua paruh bayah pun langsung menyadari saat melihat Rey yang tengah menatap mereka dengan raut wajah tak terbaca


"Oh ya ampun, oma lupa sayang uhh kamu makin ganteng aja sih". ucap Shalsa lalu ia pun memuji Rey sambil berjalan mendekati Rey


"Jelas dong oma".ucap Rey dengan bangganya


Tasya melihat kenarsisan Kakaknya itu dengan bergedik geli dan juga memutar bolanya dengan malas, lalu ia pun mencibir kakanya


"Huhu, ganteng sih tapi belum ada yang mau hahhaha". cibir Tasya menatap sinis pada Abangnya


"Eh siapa bilang, enak aja lo dek kalau ngomong".ucap Rey sambil mendorongkan keningnya Tasya dengan jari telunjuknyanya


"Oh Rey udah punya pacar dong, wah kalah ya sama si Ray , kakak kamu itu Rey hahaha".seru Shalsa


"Ha????". menganga mulut Rey dengan lebar dan begitupun wajahnya bereskpresi cengo serta matanya terbelalak


" ha haha eh eng a apaan sih Oma, kan Mamah bilang jangan dulu pacaran, ya jadi Rey gak punya dong ,nanti aja deh udah sukses hehehe".lanjut Rey dengan tawa canggungnya Rey berbicara seperti itu


"Halahhh nunggu kamu sukses itu keburu opa di kubur rey".ucap Alex


"Huss opa jangan bilang gitu dong ah gak seru".tegur rey


"Ya kan canda doang napa sih serius amat".ucap Alex padahal hatinya sudah dag dig dug


"Ya udah ayo kita pulang malah asyik ngobrol kita ini". Ucap Shalsa


"Lohhh kan biasalah ketemu kangen kita ini oma, kan udah beberapa bulan kita gak ketemu sama oma opa".ucap Tasya


"Ya deh ya, ayo ayo pulang nanti keburu dingin loh makanan yang dihidangkan sama pembantu kita".ucap Shalsa


"Widihhh kita makan makan besar nih dek ".seru Rey dengan wajah berbinarnya menatap adiknya Tasya


"Hahaha oma paling is the best deh".puji Tasya sambil mengangkat kedua jempolnya


"Udah udah candanya udah". relai Alex


"Huuuuuu bilang aja opa sirik".seru Rey dan Tasya berbarengan


"Sirik apaaan kalian berdua ini ada ada aja, ayo ayo kita pulang".titah Alex

__ADS_1


"Hehehe ya deh opah kita cuma canda aja jangan serius dong".ucap Tasya


"Ya deh ya deh opah maafin lain kali ajakin opa dong".ucap Alex


"Sip opah". Balas Mereka berdua


Mereka pun segera meninggalkan Bandara saat mereka sudaj menaiki mobil mewah milik keluarga Xavier, karena keasyikan mengobrol hingga tak terasa sudah sampai di Mansion


Oh ya sebelumnya mereka menggunakan pesawat biasa namun penumpangnya hanya mereka berdua, ya jadi mereka ingin merasakan naik pesawat umum tapi tidak dengan penumpang lainnya. Tiba dibandara ternyata bandara tersebut sudah di tutup oleh pihak bandara karena di khususkan penerbangan mereka berdua yaitu dari keluarga Xavier


Singkat cerita mereka sudah berada di Mansion Xavier


Tiba di Mansion


"Huhhhh kangennnn sama kamar aku omaaa". Seru Tasya sambil lari lari di halaman luas Mansion tersebut


"Kamu jangan lari lari Tasya, nanti jatoh".titah Shalsa sambil berteriak


"Ya oma".teriak Tasya yang masih saja lari larian


"Aduhh adik bungsumu Rey kelakuannya masih gak pernah berubah".adu Shalsa pada Rey tentang kelakuan adiknya hingga geleng gelengkan kepalanya


"Hahaha biarin aja oma, biar dia menikmati kehidupannya sekarang".tawa Rey


"Ya kamu benar, nanti kalau oma atau opa gak ada di dunia ini kamu harus jaga kedua adik perempuanmu ya khususnya Tasya, Oma khawatirnya karena ia masih polos".tutut Shalsa


"Hufff ya Oma aku janji bakal ngejaga mereka berdua apalagi adek, ya gk hanya oma dan aku tapi abang semua juga termasuk papah".hela nafas Rey lalu ia pun berkata tersebut pada Shalsa dengan serius


"Ya jelas lah papahmu sangat menyayangi adikmu itu apalagi anak itu sangat cengeng".ucap Shalsa


"Ya itulah seorang Ayah".ucap Rey


Tak terasa mereka sudah berada di dalam Mansion


Sudah lama mereka berdua tak menginjakan kakinya di Mansion. Karena selama ini tinggal di Brazil semenjak sembuhnya Regina saat itu


Setelah kedua anak mereka sudah berangkat, suasana di Mansion begitu sunyi


"Mah Thalia kangen Tasya gak ada yang adu mulut" .rengek Thalia pada Regina yang kini matanya sudah sembab karena terus menangis karena di tinggal oleh sang adik satu satunya


"Kangen Tasya yang cerewet".timbal Ray yang memang setuju perkataan Thalia


"Hah kalian ini kalau jauh aja kangen kalau ketemu berantem".ucap Regina menatap mereka berdua yang sedang menekuk


"Ya begitulah yang namanya saudara, meski mereka berantem atau jahil tapi itulah ciri khas dari mereka memiliki kasih sayang satu sama lain".ucap Nalendra


"ya mas, aduh kalian ini baru beberapa menit di tinggal mereka berdua udah pada kangen".ucap Regina


"Mah kan tau sendiri Thalia kan selalu deket sama Tasya, apa apa Tasya jadi tempat aku cerita atau curhat, tapiii sekarang gak ada dia malah sepi".lirih Thalia dengan tatapan sendunya


"Ya habis mau gimana lagi Thalia".ucap Reguna


"Udah udah mending kalian ke kamar masing masing aja" .titah Nalendra dengan tegas


"Ya papah, Thalia ke kamar dulu ya".pamit Thalia


"Ray langsung ke Apartemen ya".ucap Ray


"Hati hati nak".ucap Regina


"Ya mamah".balas Ray sambil tersenyum lembut, kemudian Regina pun langsung ke dapur karena suaminya ingin kopi hitam


Melihat Regina sudah hilang punggungnya di balik tembok barulah Nalendra melirik ke arah Ray dengan tatapan berbeda lalu ia pun berucap


"Ah kamu ini bilang aja gak mau jauh sama pembantu baru kamu ya".ucap sinis Nalendra sambil tersenyum simrk

__ADS_1


deg


Mendengar itu secara tiba tiba Ray seakan terhenti detak jantungnya, ia hanya menelan salivanya kemudian dam hatinya ia berkata


"Aduh papah napa tau ya, akhhhh gua lupa papah gua itu siapa". gumamnya Ray di dalam hati


"He ekhemmm apaan sih Pah cuma pembantu doang koq pah".ucap terbata bata Ray karena ia takut pada Nalendra apalagi pasti Ray akan mengetahui jika Nalendra tidak hanya tau pembantu yang tinggal di rumahnya saja pasti akan mencari tau latar belakang dan juga biodata pembantu tersebut


Dan dia sangat panik karena telah memberikan pekerjaan pada usia dibawah umur


"Bilang aje kamu menyukainya, papah gak melarang kamu pacaran koq asal jelas asal usul orangnya".sindir Nalendra dengan menggodanya


"Aduhhhh papah apaan sih udah akhhh aku mau ke Apartemen".decak kesal Ray namun jantungnya entah kenapa deg det degan


Saat mereka asyik berdebat soal pembantu barunya Ray, Regina sudah datang dari dapur dan membawa secangkir kopi yang akan diberikan kepada sang suami tercintanya setelah di letak ke meja , karena mereka sedang di ruangan keluarga tak menyadari jika masih ada Ray disana lalu Ray pun langsung berkata


"Mamah aku ke apartemen dulu ya".pamit Ray


Regina terkejut jika Ray masih ada di Mansion bukannya ia sudah pamit kepadanya


"Ya ampun daritadi kamu belum berangkat nak".pekik Regina dengan wajah terkejugnya


"Hehehe i iya mamah tadi Papah ngobrol sedikit" .Ray nyengir kuda lalu ia pun berkata tersebut


"Oh gitu ya udah hati hati ya, mau bekel nasi gak nak atau itu tuh cemilan".ucap Regina namun ia menawarkan pada Ray untuk membawa bekal atau makanan


"Gak usah mah lagian nanti juga di jalan aku mampir ke supermarket".tolak Ray secara halus


"Kan biar hemat".ucap Regin


"Gak usah mah buat di rumah aja, Ya udah bye mamah salam ke Thalia aja ya soalnya buru buru".kekeh Ray menolak


"Hah ,bener nih kamu gak mau bawa cemilan".tanya lagi regina


"Bener mamah ya ampuunnnn".ucap Ray sambil menahan nafasnya karena ia sudah beberapa kali ia menolak namun mamahnya masih aja menawarkan membuat dirinya pasrah


"Ya udah ya udah hati hati ya, ya nanti mamah salamin ke Thalia".ucap Regina yang akhirnya tidak menawarkan kembali


"I love u mamah".ucap Ray


"Love u to".jawab Regina


Saat melihat Ray sudah pergi, Regina pun menghampiri Nalendra yang berada di ruang tv sedang merokok


"Bang".panggil Regina dengan lembut


Nalendra menoleh lalu tersenyum lembut pada sang istri tercintanya


"Ada apa sayang".tanya Nalendra


"Kamu ngobrol apa aja sama si ray".tanya Regina tanpa menjawah pertanyaan Nalendra


"Oh itu si Ray dapat pembantu baru dan usianya masih sekitar SMP"balas Nalendra dengan santainya sambil menyebur asap rokoknya, tanpa peduli wajah Regina sedang menampilkan ekspresi anehnya


"Astaga tuh anak, gak di pikir dulu gitu, mempekerjakan anak dibawah umur".pekik Regina


"Udah lah sayang biarin aja".lerai Nalendra dengan santainya


"Kamu ini gimana sih ,kan gak boleh dilarang itu anak usia SMPan di suruh kerja walaupun jadi pembantu tetep saja itu namanya melanggar".oech Reguna


"Cuma masak aja koq sayang selebihnya hanya pembantu yang setengah hari aja dikerjakan".ucap Nalendra


"Ishhhh bukan gitu aja, masalahnya ini loh mereka satu rumah beda jenis apalagi satu dewasa yang satu lagi ABG aduh bang takut keblablasan tuh anak".lagi lagi Regina mengoceh lagi


Hal ini membuat Nalendra mendengarkan itu hanya menghela nafasnya saja dan sambil menggelengkan kepalanya pada Regina yang sedang mengoceh karena soal pembantu usia SMP

__ADS_1


bersambung


Banyak Typo ya maaf ya guys


__ADS_2