Anasrasya Putri Harilya (Revisi)

Anasrasya Putri Harilya (Revisi)
Rencana Galis dan Sarae


__ADS_3

Pagi telah tiba. Seperti biasa Ilya bangun sangat pagi untuk membersihkan diri dan membuat sarapan. Ilya memasak makanan kesukaan mommy yaitu ayam kecap dengan rasa yang lumayan pedas.


Selesai masak, Ilya menata makanan dimeja makan dengan rapi. Mereka memakan makanan yang ada di meja. Karena hari ini hari libur bagi Ilya, maka ia habiskan hari ini untuk bersama dengan mommy.


Di sisi lain dimana ada Galis dan Sarae yang sedang menyusun rencana untuk membunuh Ilya. Rencana itu akan dilaksanakan pada saat acara-acara rumah sakit berlangsung. Seperti ulang tahun rumah sakit, party para dokter, dan acara-acara lainnya. Kebetulan satu bulan lagi rumah sakit akan mengadakan ulang tahun yang ke 10 tahun. Para dokter wajib menghadiri acara tersebut.


Acara itu akan berlangsung di bukit dekat sungai yang memiliki arus begitu deras dan jauh dari pemukiman warga.


"Oke, berarti fix nih rencana kita," kata Sarae.


"Jangan terlalu gegabah Ara, kita harus menyuruh orang untuk menuntun Ilya ke tempat sungai itu," kata Galis.


"Benar juga," kata Sarae.


"Gini aja," kata Galis sembari berbisik di telinga Sarae.


"Kamu pinter juga, Lis," kata Sarae.


"Siapa dulu, Galis." kata Galis menyombongkan diri.


Mereka tertawa bersama dan mengobrol banyak hal.


^-^-^-^-^-^-^-^-^》


"Ilya, sini nak," kata mommy. Ilya pun menghampiri mommy.


"Ada apa tan?" tanya Ilya.


"Sini duduk, kita nonton drakor yah,," kata mommy sambil menepuk sofa kosong. Ilya duduk di samping mommy. Mereka tertawa dan larut dalam drama tersebut.


"Nak, kamu punya adik nggak?" tanya Mommy.


"Punya," jawab Ilya.


"Kenalin dong ke tante, adik kamu laki-laki apa perempuan?" tanya mommy lagi.


"Laki-laki, tan," jawab Ilya.


"Ilya, bulan depan ulang tahun rumah sakit. Kamu ajak adik-adik kamu ikut yah, mamah kamu pun boleh ikut,"


"Iya, tan. Nanti Ilya ngomong dulu ke mamah."

__ADS_1


Mereka larut dalam drama yang mereka tonton. Dari mulai tertawa, menangis dan rasa greget pada drakor tersebut.


Hari menjelang sore, Ilya pamit pulang namun lagi-lagi dilarang oleh mommy. Mommy sangat menginginkan teman untuk bisa diajak bercanda. Meski mommy mempunyai sahabat sosialitanya namun tetap mereka tidak bisa selalu bersama.


Lagi-lagi Ilya mengalah dan menginap lagi di rumah Marha. Sore itu Marha dan papanya pulang dari tempat bekerja. 


Mereka kumpul kembali di ruang keluarga. Meski sebagian dari mereka sibuk dengan benda yang ada di depannya seperti laptop, hp, dan alat-alat kerja lainnya. Itu tidak akan mengurangi canda tawa mereka.


Disaat mereka sedang bercanda tawa, tiba-tiba petir menggelegar di atas langit. Ilya langsung berteriak histeris karena rasa takutnya yang sudah menguasai dirinya.


"Aaaaahh," teriak Ilya.


Mommy melihat Ilya dengan penuh rasa iba. Mommy langsung memeluk tubuh Ilya dan mengelus pundaknya agar Ilya lebih tenang.


"Ssst, tenang yah di sini ada tante," kata mommy.


"Hiks...hiks," suara tangisan Ilya sembari sesegukan.


"Mommy, bawa Ilya ke kamar aja. Setidaknya jika ada suara petir lagi tidak terlalu jelas. Dan putarkan lagi untuknya," pinta Marha.


Mommy langsung membawa Ilya ke kamar dan memutarkan lagi cukup keras. Ilya mulai tenang dan menghentikan tangisannya.


"Tante tau pasti kamu takut kan?" kata mommy.


Marha mengetuk pintu kamar Ilya. Setelah mendapatkan izin dari dalam, ia pun masuk ke kamar Ilya.


"Mom, mommy makan dulu yah. Biar aku yang nemenin Ilya," kata Marha. Kemudian mommy meninggalkan Marha dan Ilya.


Ilya tertidur pulas dengan kepala berbantalkan paha Marha. Marha tersenyum mendengar nafas Ilya yang teratur. Marha meletakan kepala Ilya dan meluruskan tubuh Ilya dengan hati-hati.


Marha keluar dari kamar Ilya dan menuju ke meja makan. Marha mendengarkan obrolan papa dan mommy nya.


"Mom, pah aku ke kamar ya," pamit Marha.


"Ilya gimana? Apa dia sudah tidur?" tanya mommy.


"Udah kok, mom. Marha ke kamar yah," pamit Marha lagi kemudian ia berjalan menuju kamarnya.


Malam semakin larut. Ilya bangun dari tidur nyenyaknya karena ia merasa sangat lapar. Ia menuju dapur, saat tiba di dapur Ilya melihat Marha yang sedang membuka kulkas.


Marha tau bahwa ada orang dibelakangnya yang lagi duduk. Ia menghiraukan orang yang sedang duduk tersebut dan melanjutkan minum di depan kulkas.

__ADS_1


Setelah selesai Marha minum sekarang Ilya pergi mengambil gelas dan kembali ke meja makan untuk meminum air putih.


Pagi telah tiba, sinar matahari menerobos lewat selip selip gorden kamar Ilya. Ilya bangun dari tidurnya dan membersihkan diri. Setelah itu ia turun ke dapur untuk membuatkan sarapan bagi orang yang ada di dalam rumah tersebut, meskipun itu asisten rumah tangga.


Ilya bergerak kesana kemari sangat lincah, dari mulai memotong sayuran hingga menumis bumbu. Masakan sudah matang dan sudah tersusun di meja makan. Semua orang sudah kumpul dan menyantap makanan pagi ini. Marha dan Ilya pamit untuk berangkat kerja, sebelumnya Ilya sudah ngomong ke Marha agar Ilya bisa mengganti pakaian santainya dengan pakaian kerjanya.


Setelah sampai di kontrakan Ilya, Marha ditawarkan untuk masuk dan duduk di ruang tamu. Ilya tidak tinggal sendiri, ia tinggal bersama temannya yang bernama Finna. Finna menghampiri Marha yang sedang duduk dan menyuguhkan teh hangat untuk Marha.


Finna dan Marha mengobrol sejenak sambil menunggu Ilya selesai. Beberapa menit kemudia, Ilya keluar dari kamarnya dengan pakaian dokternya dan minyak wangi yang menenangkan pikiran.


"Ilya, kemarin banyak ibu-ibu yang melahirkan loh," kata Finna.


"Aduh iya aku lupa Fin. Maaf yah," kata Ilya.


"Iya gapapa kok, kamu hati-hati yah," kata Finna.


Marha hanya mendengarkan mereka ngobrol sejenak dan Ilya pamit kepada Finna.


Marha dan Ilya berangkat. Finna berdoa semoga mereka berjodoh agar hidup Ilya bisa lebih baik lagi.


"Ilya," Marha memanggil Ilya. Ilya pun menoleh.


"Kamu kenapa?" tanya Marha. Karena sedari tadi Ilya hanya melamun.


"Gapapa kok, pak," kata Ilya berbohong.


"Udah lebih baik kamu jujur," kata Marha setelah menepikan mobilnya di pinggir jalan.


^-^-^-^-^-^-^-^》》》


Hayo kira-kira rencana Galis dan Sarae berjalan lancar ga ya? Kalau lancar gimana? Kalau tidak lancar gimana? Terus siapa yang bakal jadi korban rencana Galis dan Sarae?


Penasaran tidak sama kelanjutan kisahnya? Kalau penasaran ikuti terus yah.


Jangan lupa dukung karyaku dgn cara like, komen, vote & tambahkan ke fav. Terimakasih sudah menyempatkan membaca😊.


Yang minta difeedback silahkan komen utamakan like setiap eps nya. Feedback setiap hari jum'at, ingat setiap hari jum'at. Jadi tinggalkan jejak yah😊. See you next eps☺


Salam dari Author 🙏


        Maililiani

__ADS_1


__ADS_2