
Sore menjelang malam, Ilya dan Radit hendak pulang. Tetapi karena dokter kembar memberikan begitu banyak mainan untuk Radit, Ilya jadi kerepotan untuk membawa semua barang pemberian dari dokter kembar. Ilya berada di depan gerbang rumah sakit dan menunggu angkot lewat. Tetapi sudah satu jam ia menunggu namun tidak ada satupun angkot lewat. Saat sedang menunggu tiba-tiba mobil sport berhenti di depannya dan tak lain adalah Marha.
Ilya dan Marha pulang dengan keadaan jalanan yang sepi. Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah kontrakan Ilya yang disambut oleh mamah.
"Ilya, berikan Radit pada mamah, biar mamah yang menidurinya di kamar," kata mamah merebut Radit dari gendongannya.
Ilya mempersilahkan Marha duduk sementara ia membuat minuman untuk Marha. Mamah kembali bergabung dengan orang lelaki gagah dan anak cantiknya.
"Mah, kenalin ini bos Ilya. Pak Marha kenalin ini mamah saya," kata Ilya memperkenalkan dua orang tersebut.
__ADS_1
"Marha," kata Marha memperkenalkan diri dan menyalami mamah Ilya. Begitupun dengan mamah Ilya.
Ilya pamit untuk membersihkan diri dan merapikan kamarnya. Sementara Marha dan mamanya sedang asik mengobrol dan bercanda ria.
Hari-hari begitu cepat, dimana tibalah saatnya acara ulang tahun rumah sakit dimulai. Banyak dokter yang membawa keluarganya masing-masing. Begitupun dengan Sarae yang membawa sahabatnya yaitu Galis. Kenapa Galis ikut? Karena Nagit sedang berada di luar kota. Ya, Nagit dan Galis sekarang tinggal di Balikpapan, awalnya Nagit menolak ajakan istrinya yang tidak masuk akal. Karena Galis mengancam Nagit, jika tidak ikut pindah maka Nagit akan dicap jelek oleh orang tuanya.
Dokter kembar dan kedua sahabat Ilya yaitu Vian dan Alan juga ikut. Karena mereka berperan penting dalam acara tersebut. Mereka adalah panitia pada acara ulang tahun rumah sakit.
"Kek, boleh saya minta tolong?" tanya Galis basa basi.
__ADS_1
"Boleh nak," jawab kakek tersebut.
"Kakek bilang ke wanita yang sedang duduk sendirian, bilang ke dia, kalau temannya sedang menunggunya di dekat sungai," kata Galis sambil menunjuk Ilya. Tanpa Galis sadari, sedari tadi mamah Ilya memperhatikannya karena ia menunjuk putrinya.
Kakek tersebut berjalan menuju Ilya dan menyampaikan yang Galis katakan. Ilya merasa heran, kenapa harus bertemu di dekat sungai, kenapa tidak langsung kemari. Tanpa pikir panjang, Ilya menuruti apa yang kakek itu bilang. Mamah Ilya terus mengikuti langkah putrinya. Hari itu mulai gelap, Ilya sudah sampai di tempat tujuan yaitu sungai dengan arus yang begitu deras.
Ilya mencari seseorang yang dimaksud oleh kakek tersebut adalah temannya. Saat Sarae melangkahkan kakinya, mamah Ilya terus memperhatikannya dari dekatan. Ketika tangan Sarae sudah di depan dadanya, mamah Ilya langsung berlari dan mendorong tubuh putrinya agar tidak jatuh. Diwaktu yang bersamaan, tangan Sarae sudah mendorong seseorang yaitu mamah Ilya. Sebelum Ilya menyadari bahwa ada yang mendorong mamahnya, Sarae langsung kabur.
Ilya menangis histeris karena sang mamah sudah terbawa arus. Ilya terus menjerit minta tolong dan para dokter yang ikut acara tersebut mendengar tangisan Ilya dan teriakannya.
__ADS_1
Marha langsung berlari menuju sumber suara. Setelah melihat Ilya menangis spontan Marha langsung memeluk Ilya tanpa melihat situasi.
Setelah Ilya mengatakan semuanya, ia pingsan dipelukan Marha. Marha langsung menghubungi petugas yang ada di acara tersebut. Petugas pun langsung melaksanakan tugasnya.