
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba ada yang mengetuk suara pintu. Finna membuka pintu yang ternyata adalah Marha yang bertamu di kontrakannya.
"Silahkan masuk pak, nanti saya panggilkan Ilya," kata Finna mempersilahkan Marha masuk.
Marha duduk di ruang tamu menunggu Ilya sambil memainkan hp nya. Ilya datang dengan senyuman yang merekah di bibirnya.
"Pak Marah," sapa Ilya yang sudah ada di depan Marha
"Ilya, mommy ingin kamu kesana," kata Marha melihat Ilya dan menjelaskan tujuannya ia datang menemui Ilya.
Ilya masuk ke mobil Marha dan berpamitan kepada Finna. Kini Ilya dan Marha sudah berada di mobil dan menuju rumah Marha. Marha kini sudah terbiasa dengan adanya Ilya, ia kini bisa melihat mommy nya tersenyum lebar.
Setengah jam berlalu, mereka telah sampai di kediaman rumah Marha yang besar dan megah. Ilya turun dari mobil dan langsung menuju ke mommy Marha kemudian memeluknya.
"Tante," kata Ilya sambil meneluk mommy dari belakang.
__ADS_1
"Eh Ilya, tante kangen banget," kata mommy membalas pelukan Ilya
"Hehe maaf yah tan, Ilya jarang kesini," kata Ilya cengengesan, kemudian ia duduk di samping Mommy yang sedang membaca majalah.
"Nak, kapan ibu dan adik-adik kamu kesini?" tanya mommy.
"Kayaknya minggu depan deh tan," jawab Ilya yang juga ikut membaca majalah yang ada di meja.
"Tante pengen tau mamah kamu seperti apa, kenapa bisa melahirkan putri secantik dan sebaik kamu," kata mommy mencolek dagu Ilya. Ilya merasa malu, karena ia sebelumnya tidak pernah diperlakukan seperti ini setelah papanya meninggal.
"Kamu sudah makan, nak?" tanya mommy.
"Sudah kok tan, sebelum kesini Ilya makan dulu," jawab Ilya.
"Kita main karaokean aja yuk," ajak mommy.
__ADS_1
"Ayuk tan," kata Ilya dengan sudut bibir yang terangkat.
Mereka menuju ruang karaoke dan menyanyi bersama. Sungguh merdu suara yang dimiliki Ilya, sehingga mengundang para penghuni rumah Marha untuk mencari tahu siapa yang sedang bernyanyi termasuk Marha dan papanya yang dulu sedang asik mengobrol malah ikut gabung.
Mereka sedang asik bernyanyi sampai lupa waktu. Ilya menyadari bahwa hari sudah malam, sebelum terlalu malam Ilya pamit pulang.
Ilya pulang diantarkan oleh Marha. Selama diperjalanan suasana jalanan sungguh hening hanya ada suara musik yang berputar. Karena perjalanan cukup lama, Ilya tertidur pulas. Marha yang melihat Ilya tertidur ia hanya tersenyum. Sungguh perasaan apa yang sedang dialami Marha saat ini. Jantungnya berdetak begitu cepat, hatinya begitu senang ketika berada di samping gadis cantik itu.
Andai dia adalah miliknya, pasti sangat beruntung mempunyai pasangan yang begitu manis dan cantik. Marha sungguh rindu kekasihnya yang sudah tiada di dunia ini. Ia juga bersyukur telah bertemu dengan gadis cantik yang bisa membuat mommy tersenyum lebar.
Seperti biasa jarak antara rumah Ilya dan Marha sekitar setengah jam. Mereka sampai di rumah Ilya. Marha membangunkan Ilya dari tidurnya, karena kalau ia menggendongnya akan mengundang banyak mata untuk menatapnya.
Ilya terbangun dari tidur nyenyaknya. Ia tersenyum kepada Marha dengan wajah yang khas bangun tidurnya. Setelah lima menit, Ilya keluar dari mobil Marha. Marha pamit pulang dengan membunyikan klakson mobilnya. Setelah mobil Marha pergi, Ilya masuk kedalam rumahnya. Ilya pun melanjutkan tidurnya.
Hari-hari berlalu, kini mamah Ilya dan adik-adiknya dalam perjalanan menuju tempat Ilya berada. Ilya ingin menjemput mamah dan adik-adiknya, namun dicegah oleh sang mamah karena perjalanan bandara cukup lama.
__ADS_1