Anasrasya Putri Harilya (Revisi)

Anasrasya Putri Harilya (Revisi)
Kejujuran


__ADS_3

"Tapi, pak," kata Ilya terpotong oleh ucapan Marha.


"Mau jujur atau saya bilangin ke mommy bahwa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan," kata Marha.


Ilya mendengus kesal. Kenapa bos nya begitu peduli pada dirinya.


"Iya-iya Ilya ceritain," kata Ilya yang akhirnya mengalah.


Ilya menceritakan tentang adiknya yang sakit dan sekarang sudah sembuh. Tapi ia tidak tahu siapa yang membiayai rumah sakit adiknya itu. Marha hanya mendengarkan sambil tersenyum di dalam hatinya.


Setelah Ilya bercerita kini Marha melanjutkan perjalanannya kembali. Hp Ilya bergetar, ia mengambil hp nya yang ada di tas yang dijinjingnya. Panggilan pun tersambung.


"Ilya, Rangga sudah pulang dari rumah sakit. Kamu nggak kangen apa?," kata Mamah.


"Ilya kangen mah. Tapi Ilya banyak kerjaan, nanti Ilya kirim uang dan mamah yang kesini yah," kata Ilya.


"Mamah kesana? Untuk apa? Apa kamu sakit?" kata mamah penuh dengan pertanyaan.


"Tidak, mah. Ilya baik-baik aja," kata Ilya.


"Terus untuk apa mamah kesana?" tanya mamah lagi.


"Ilya kangen mamah sama adik-adik Ilya," kata Ilya dengan nada merengek seperti anak kecil.

__ADS_1


"Oia, sebentar lagi rumah sakit tempat Ilya bekerja akan mengadakan ulang tahun. Jadi mamah sama adik-adik diundang," lanjutnya lagi.


"Iya ini demi kamu mamah mau kesana, tapi nunggu Radit dan Rangga libur sekolah yah," kata mamah.


"Dua minggu lagi Rangga dan Radit libur kan mah?" tanya Ilya.


"Mamah nggak tau, tapi kalau memang mereka libur mamah pasti kesana," kata mamah.


"Udah dulu ya mah. Ilya lagi ada di jalan." kata Ilya. Tuut...tuut, suara hp bertanda terputus.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah sakit. Mereka turun dari mobil dan langsung mendapatkan tatapan sinis dari orang-orang sekitar. Ilya pamit kepada Marha karena ia ingin menghampiri sahabatnya.


Ilya sedikit berlari menuju 3 sahabatnya dan menyapanya dengan ucapan selamat pagi. Ketiga sahabatnya menjawab salam Ilya dengan bersamaan. Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba datanglah sosok laki-laki yang gagah, siapa lagi kalau bukan Alan.


"Boleh ikut gabung nggak?" tanya Alan.


"Boleh, silahkan duduk." kata Rina dengan senyuman imutnya. Alan duduk di samping Ilya.


Dan ia pun memperkenalkan diri.


"Kenalkan nama saya Alan," kata Alan memperkenalkan dirinya.


Sekarang Rani yang angkat bicara. "Saya Rani, ini adik saya Rina dan ini kedua sahabat kami, Ilya dan Vian." kata Rani memperkenalkan diri dan memperkenalkan sahabatnya dengan menyebut namanya dan menunjuknya satu persatu. Mereka yang ditunjuk oleh Rani hanya tersenyum.

__ADS_1


"Kalian dokter apa aja di sini?" tanya Alan lagi.


"Saya dokter spesialis mata," kata Vian.


"Saya spesialis jantung," kata Rina.


"Saya spesialis bedah," kata Rani.


Dan yang terakhir Ilya menjawab "saya spesialis kecantikan,"


"Wah disini dokternya spesialis semua ya," kata Alan setelah meminum kopi susu miliknya.


"Saya Alan, dokter spesialis anak," kata Alan tersenyum manis yang membuat dokter kembar itu klepek-klepek.


Jam kerja di mulai, seperti biasa para dokter sibuk dengan pasiennya masing-masing. Begitupun Ilya dan para sahabatnya.


Waktunya para dokter beristirahat. Seperti biasa Ilya dan sahabatnya kumpul di kantin Rumah sakit khusus untuk para dokter. Mereka memesan manu favorite mereka masing-masing.


^-^-^-^-^-^-^-^》》》


Maaf bila ada typo dimana-mana.


Jangan lupa dukung ceritaku dengan cara like, komen, vote, rate 5 & juga tambahkan ke favorite kalian. Terimakasih😊

__ADS_1


__ADS_2