Anasrasya Putri Harilya (Revisi)

Anasrasya Putri Harilya (Revisi)
Ketemunya Mamah


__ADS_3

Sedangkan Rangga dan Radit menangis histeris tanpa henti. Ibunya hilang terbawa arus ditambah Ilya belum sadar dari pingsannya. Mommy Marha yang mendengar kabar bahwa Ilya pingsan dan langsung menuju tempat kejadian. Ilya dibawa ke rumah sakit terdekat dan langsung ditangani oleh dokter di rumah sakit tersebut.


"Mama, mba" tangis Radit yang tak kunjung berhenti.


"Sabar yah sayang," kata Rina menenangkan bocah kecil itu. 


Begitupun dengan Rangga yang terus meronta ingin sekali memeluk kakaknya yang berada di dalam ruang UGD. Rani menenangkan bocah kecil itu dengan memeluknya. Karena pelukan hangat yang diberikan  oleh dokter kembar, mereka tertidur pulas di pangkuan dokter kembar. 


Dokter kembar ikut bersedih akan situasi yang sedang melanda Radit dan Rangga. Mereka terus merapalkan doa-doa agar Ilya bisa cepat sadar dan mamanya agar segera ketemu.


Beberapa jam kemudian. Ilya tersadar dari pingsannya dan matanya mencari dimana mamah berada. Ilya sekarang ingat apa yang terjadi, dia langsung menjerit memanggil mamah.


Semua orang menghampiri Ilya, begitupun dengan Radit dan Rangga. Kedua adiknya langsung memeluk Ilya dengan sangat erat.


"Mamah…..hiks hiks," tangisan Ily yang selalu memanggil mamanya.

__ADS_1


Di sisi lain yaitu ada Galis dan Sarae. Mereka sedang panik-paniknya karena rencana mereka gagal. Mereka ikut merayakan ulang tahun rumah sakit tapi tidak mengikuti susunan acara yang disusun oleh panitia.


Sarae sedari tadi mondar mandir memikirkan rencana selanjutnya agar tidak gagal lagi. Sedangkan Galis yang merasa sangat panik memikirkan rencana agar dirinya tidak ketahuan dalam kasus yang terjadi barusan.


Pagi harinya, mamah Ilya. Sekarang mamah Ilya sudah dimasukan di ruangan ICU dan sedang ditangani oleh para dokter yang ada di rumah sakit tersebut.


Ilya terbangun dari tidurnya dan langsung memanggil adik-adiknya. Rangga dan Radit duduk di ranjang Ilya. Tiba-tiba Marha masuk kedalam ruangan Ilya dirawat dan memberikan kabar bahwa ib nya sudah ditemukan. 


Ilya berjalan menuju ruangan ibunya dirawat dengan dibantu oleh dokter kembar. Alan dan Vian mencari tau tentang kasus yang melanda Ilya. Mereka disibukkan mencari bukti-bukti yang kuat.


"Mamah, hiks hiks hiks," tangisan Rangga dan Radit.


"Mamah, bangun. Adit punya mainan banyak dali doktel kembal," kata Radit dengan polosnya sambil menggoyang-goyangkan tubuh mamanya.


Rina yang melihat Radit dengan rasa iba, ia pun langsung menggendong bocah kecil itu dan merayunya dengan mengajaknya membeli mainan baru. Begitupun dengan Rangga yang diajak oleh Rani untuk membeli eskrim.

__ADS_1


Kini tinggal Ilya, Marha dan Mamanya. Mamah Ilya bangun dari pingsannya dan memanggil nama anaknya. Ilya langsung menatap bahagia karena orang yang disayanginya sudah sadar.


Ilya langsung memanggil dokter untuk memeriksa mamahnya tentang perkembangannya.


Sarae dan Galis terkejut mendengar bahwa orang yang mereka celakai sudah ketemu dan lebih parahnya bagi mereka orang itu sudah sadar. Kini mereka menyusun rencana untuk membunuh orang yang mereka celakai.


Mereka menjalankan rencana pertama yaitu membunuh sang kakek yang dulu mereka suruh. Mereka membunuh tepat dimana waktu itu Sarae bersembunyi sebelum mendorong Ilya.


Ilya pamit untuk membeli makanan di kantin rumah sakit tersebut. Kini tinggal Marha dan Mamah Ilya. Marha ingin sekali bertanya pada mamah Ilya, namun melihat kondisinya sekarang tidak memungkinkan untuk bertanya langsung. Mamah Ilya bangun dari tidurnya dan melihat Marha yang sibuk dengan laptopnya.


^'^'^'^'^'^'^'^'^'^'^》》


Kira kira apa yah rencana Galis dan Sarae. Apakah akan lebih kejam dari ini apa…..


Yuks komen, like, vote, dan ratenya ditunggu yah😊 ada ketegangan yang lebih tegang dari ini😀. Kira kira apa yah? Kalau mau tau tinggalkan like biar author makin semangat.

__ADS_1


__ADS_2