
Sesampainya dirumah, Ilya langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan rebahan. Setelah selesai membersihkan diri, Ilya langsung bermain hp nya. Karena hari ini terlalu kecapean Ilya tertidur dengan tangan yang masih memegang hp.
Pagi telah tiba seperti biasa, Ilya membuat sarapan. Setelah sarapan Ilya langsung berangkat kerja. Sesampainya di rumah sakit, Ilya langsung menuju ruangannya. Hari ini ada meeting untuk para dokter karena ulang tahun rumah sakit semakin dekat. Semua dokter disibukan dengan berkas-berkas yang diminta Marha ditambah dengan pasien yang masih sakit.
Ilya kini sedang bersantai karena semua tugasnya telah selesai. Semua pasien yang ditangani oleh Ilya sudah pulang. Tiba-tiba pintu ruangan Ilya ada yang mengetuk.
Tok….tok….tok
Sontak Ilya langsung membuka matanya karena ia tidur sejenak.
"Masuk," kata Ilya mempersilahkan orang tersebut untuk masuk. Orang yang mengetuk pintu pun masuk dan ternyata itu Rina.
Rina duduk di depan Ilya dan menyapanya. Mereka mengobrol sebentar sambil tertawa. Ditengah tertawanya kini Rina mulai masuk ke dalam intinya.
"Ilya, kamu sudah selesai?" tanya Rina.
"Udah ko," jawab Ilya.
"Wah kamu hebat Il, hmm aku minta tolong boleh?" tanya Rina.
"Apa sih yang nggak bisa buat kamu," kata Ilya kemudian mereka tertawa.
__ADS_1
"Gini, batre hp aku habis. Pinjem hp kamu ya," kata Rina.
"Yaudah nih, kalau pulsanya habis gantiin yah," kata Ilya bercanda.
"Siap bos," kata Rina. Kemudian Rina pergi meninggalkan Ilya dengan membawa hp Ilya untuk menghubungi pacarnya.
Rina kembali ke ruangan Ilya untuk mengembalikan hp milik sahabatnya dan berterimakasih sudah meminjamkannya.
Rina kembali keruangannya dan Ilya kini sendiri lagi. Ilya memejamkan matanya sebentar karena ini sungguh sangat melelahkan baginya.
Kini semua dokter sudah kumpul di ruang meeting, termasuk Ilya dan para sahabatnya. Meeting dimulai, meeting kali ini membahas tentang acara ulang tahun rumah sakit yang akan dimeriahkan di bukit tinggi dekat sungai yang arusnya deras.
Semua dokter sangat senang akan acara tersebut. Karena kapan lagi bisa senang-senang diluar kerjaan. Meeting selesai hari sudah sore, Ilya pulang ke rumahnya dan membersihkan diri. Setelah itu Ilya memainkan hp nya.
"Ilya, makan dulu yuk," ajak Finna.
"Kamu yang masak?" tanya Ilya.
"Iya dong, yuk makan," kata Finna.
Mereka berjalan menuju meja makan. Sesampainya di meja makan, mereka memakan makanan yang dimasak oleh Finna. Selesai makan mereka mengobrol tentang kerjaan.
__ADS_1
"Il, banyak pasien yang nyariin kamu," kata Finna.
"Apa ya, hmm maaf yah aku jarang masuk," kata Ilya merasa bersalah.
"Hei, tidak usah merasa bersalah seperti itu. Aku tau ko kamu sibuk," kata Finna.
"Oh iya, gimana tentang acara ulang tahun rumah sakit tempat kamu kerja?" tanya Finna.
"Aku nanti ikut acara tersebut. Kamu mau ikut nggak?" tanya Ilya.
"Kalau boleh aku mau ikut," kata Finna.
"Kamu boleh ikut ko," kata Ilya.
"Serius," kata Finna dengan ekspresi yang senang. Ilya menganggukan kepalanya.
"Mau...mau, aku mau ikut," kata Finna.
Ilya membicarakan kapan acara tersebut akan dilaksanakan, dan barang-barang apa yang akan mereka bawa.
"Oia, nanti ibu sama adik-adik aku ikut," kata Ilya.
__ADS_1
"Wah seru tuh kalau adik-adik kamu yang lucu ikut semua," kata Finna. Ilya tersenyum menanggapi ucapan Finna.