
Dan sudah kewajiban Arini untuk menyiapkan keperluan suaminya. Walaupun untuk masalah ranjang, Arini belum berani memberikannya. Bagi Arini kalau suaminya sudah memintanya, dirinya pun akan memberikan nya. Apalagi bila suaminya memintanya dengan ikhlas, sebagaimana suami meminta hak nya kepada istri nya dengan penuh kasih sayang, bukan karena keterpaksaan...
Arini juga akan memberikan nya, kehormatannya yang Selama ini dia jaga hanya untuk suaminya ...
Saat Reino selesai mandi, dan keluar dari dalam kamar mandi. Reino melihat Arini sedang menyiapkan pakaian untuk dirinya...
"Kamu ngapain.?" Arini terkejut mendengar suara suaminya dari belakang..."Kamu kan lagi sakit, istirahat lagi sana."
"Aku hanya menyiapkan pakaian kamu untuk ke kantor saja mas.?"
"Tidak usah, biar kan aku saja. kamu istirahat saja, aku tidak ingin kamu sakit. Maksudnya aku tidak ingin ayah kamu mendengar kalau kamu sakit, semenjak tinggal bersama ku...Udah hanya itu ,tidak lebih. Jadi kamu jangan geeerr, atau berpikiran macam-macam ya.?"
Arini tersenyum.." Iya mas aku tidak akan geer, ataupun berpikiran macam-macam tentang kamu. Aku juga sadar ko, kamu menikahi ku hanya keterpaksaan. Walaupun aku tidak tau kenapa kamu terpaksa menikahi ku.. Tapi aku melakukan ini, karena aku ingin membalas kebaikan kamu. Bagaimana pun semalam kamu sudah merawat ku saat sakit, dan sekarang aku sudah baikan, karena kamu. Walaupun aku masih sedikit pusing dan masih lemas, tapi aku terimakasih sama kamu ya...
Ohh iya mas, ayah jangan sampai tau kalau aku sakit. Pasti dia akan sangat mengkhawatirkan aku di sana, aku tidak mau itu.."Lagi lagi Arini memberikan senyuman nya kepada Reino.
Dan lagi lagi jantung Reino kembali berdebar debar, mendapatkan senyuman Arini.
" Oh iya mas, pakaian kamu ini sudah aku siapkan... Kamu mau sarapan di sini, atau kamu mau gabung sarapan bareng keluarga...?"
"Gampang kalau Masalah sarapan, oh iya terimakasih sudah menyiapkan ini. Sekarang kamu istirahat saja sana, biar sarapan kamu aku minta Bu Siti bawakan ke kamar saja." Arini pun mengangguk kan kepalanya.
Reino mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh Arini. Setelah memakai pakaian nya, dan juga setelan jas nya. Arini membantu memasangkan dasinya, dan Reino dapat melihat wajah cantik Arini saat ini..
Tatapan mereka saling bertemu, mu Arini atau Reino. Jantung mereka berdetak sangat cepat saat mereka saling berpandangan....
" Sudah rapih.." Lagi lagi Arini tersenyum kepada Reino.
"Terimakasih... Ya sudah aku berangkat ya.Kamu istirahat, jangan kerumah ayah dulu. Kalau mau nanti aku antar kerumah ayah kamu." Arini mengangguk.." Kalau kamu masih merasa sakit, aku antar kamu kedoker dulu sebelum berangkat..
"Tidak perlu ke dokter mas. Aku sudah baikan, hanya butuh istirahat saja. Kamu tidak sarapan dulu.?"
"Tidak, nanti saja di kantor. Aku sudah kesiangan soalnya.. Kalau kamu masih pusing, sarapan di sini saja. Nanti aku minta tolong Bu Siti, untuk mengantarkan sarapan kamu.. "
"Iya mas, terimakasih.." Reino mengangguk..
Arini mengarah kan tangannya, di depan Reino.. Reino tau maksud Arini. Reino pun mengulur kan tangan nya,dan Arini men*ium tangan Reino.
Cup
__ADS_1
"Hati hati ya mas, jangan lupa sarapan.."
"Iya . "
Arini pun tersenyum kepada Reino. Dan Reino pun menjadi salah tingkah,saat mendapatkan senyuman manis dari Arini...
Reino pun kini berada di dalam mobil, dan melaju kendaraan nya meninggalkan kediamannya. Selama mengendarai, Reino senyum senyum sendiri. Setiap kali mengingat Arini, setiap kali berangkat dan pulang Arini selalu menyambutnya. Bukan hanya itu, Arini selalu memberikan senyuman setiap kali Reino pulang. Bagaimana pun ke adaan nya, dirinya selalu memberikan senyuman manisnya untuk suaminya...
'Astaga kenapa aku selalu mengingat nya ya, seperti nya aku sudah gila deh .. Aku heran deh, dia itu gadis apa ya.. Sudah aku marahi, aku sakiti. Tapi di masih saja mengurus keperluan ku. Bukan hanya itu, bahkan dia selalu tersenyum kepada ku. Baru semalam aku melihatnya marah, dan seperti nya dia benar benar kecewa. Dan aku merasa tak tega melihatnya yang menangis seperti itu.'
Lagi lagi Reino tersenyum mengingat saat Arini tersenyum kepada nya. Dan di saat itu juga, jantung nya kembali berdebar.
'hah... Gak mungkin kan aku menyukainya. Tapi setiap kali di tersenyum dan menatap ku, jantung ku selalu berdebar sangat cepat... Ya Tuhan, apa aku Mulai menyukai Arini. Aku akui, Arini itu cantik. Bahkan cantiknya Arini itu terlihat sekali tanpa polesan make up. Tidak seperti gadis gadis yang lain, cantik hanya di tutupi makeup yang tebal, atau filter.. Loh, kenapa aku jadi memujinya.'
Reino melaju kendaraan nya dengan senyuman, dan wajah bahagia.
Sedangkan di kediaman pak Arifin, Arini baru saja selesai sarapan paginya, yang di buatkan oleh Bu Siti...
Saat Arini mengambil handphone miliknya di dalam laci. Arini melihat foto Reino,di atas meja samping tempat tidurnya... Arini tersenyum memandangi foto Reino, yang begitu tampan dan senyuman nya yang manis....
Aku yakin kamu orang baik, hanya saja aku tidak tau kenapa kamu bisa mengatakan terpaksa menikahi ku. Selagi bukan kamu yang melepaskan aku, aku akan berusaha meluluhkan hatimu mas. Demi papahmu dan ayahku....
"Arini, papah ingin bertanya sama kamu nak..Apa Reino memperlakukan kamu dengan baik ..?" Arini menatap ayah mertuanya ada perasaan sedikit takut dengan pertanyaan ayah mertuanya .
"Kenapa papah mengatakan itu...?"
"Eeemmmm.... Begini nak, papah tau kalau Reino, kadang suka emosional. Mungkin papah bisa bantu menasihati anak papah nak. Agar dia bisa memperlakukan kamu dengan penuh kasih sayang." Pak Arifin meneguk kopi nya yang sudah tak terlihat mengepul." Begini nak, mungkin kalau Reino terkadang suka marah. Mungkin itu kesalahan papah, yang kurang memperhatikan Reino."
"kurang memperhatikan mas Reino. Maaf pah maksudnya apa ya pah.?"
"Begini nak, papah ingin menceritakan sedikit tentang keluarga papah. Sebenarnya ibu mertua mu itu, dia itu ibu sambungnya Reino. Ya mamah Santi itu, istri kedua papah nak..." Arini cukup terkejut mendengarnya ." Saat Reino kecil, papah, Reino dan istri pertama papah yang bernama Alya mengalami sebuah kecelakaan. Mobil yang papah naiki,mengalami kecelakaan di sebuah jurang."
Flashback
23 tahun lalu, Sebuah keluarga kecil yang sangat bahagia. Sedang menikmati liburan nya ke vila, di daerah kawasan puncak.. Di saat arah balik ke Jakarta. Dan mobil yang di naiki pak Arifin dan keluarga mengalami kecelakaan di sebabkan rem blong. Di saat jalan yang berkelok-kelok, sisi kiri dan kanan jalan antara jurang dan tebing.
"Astaga, pak bagaimana ini." Ucap supir pak Arifin bernama Andi.
"Ada apa Andi.?"
__ADS_1
"Maaf pak, ini mobil. Tiba-tiba saja rem nya tidak berfungsi, rem nya blong pak.?"
"Ya ampun, ko bisa bagaimana ini pah.?"
"Apa sebelumnya kamu sudah cek, kenapa bisa tidak berfungsi rem nya Ndi..?"
"Maaf pak, tadi sebelum berangkat sempat saya cek. Dan semuanya aman pak, tapi kenapa bisa tidak berfungsi seperti ini. " Andi sebagai supir, mencoba mengendalikan mobilnya dengan sedikit tenang. walaupun sebenarnya hati nya merasa khawatir, dengan keselamatan keluarga majikan nya .
" Begini saja pak, Bu. Lebih baik bapak ibu dan den Reino melompat dari mobil ini. Saya akan mengendalikan mobil ini, agar kalian bisa selamat. Ayo pak, Bu kalian melompat, agar kalian selamat..."
Usulan dari Andi, supir pak Arifin. Yang sudah mengabdi dengan pak Arifin dari sebelum menikah dengan Bu Alya...
" Pah aku takut." Bu Alya terlihat sangat ketakutan..
"Sayang, kamu tidak usah takut.. Ini darurat kamu harus melompat, sebelum mobilnya jatuh ke jurang ."Pak Arifin mencoba menenangkan istrinya, walaupun sebenarnya di sendiri merasakan hal yang sama. Terutama pada putra kecilnya, yang saat ini ada pada nya,di dalam dekapan ayahnya...
"Ayo pak, Bu. Kalian semuanya harus keluar dan melompat dari mobil ini. Karena di depan sana sudah memasuki kawasan jurang..."
"Mas, aku takut ..." Alya sudah tidak tau harus bagaimana lagi. Rasa takut nya benar benar mengguncang jiwanya...
"Cepat Alya, aku pun sama. Aku juga khawatir dengan kalian. kita tidak ada cara lain, selain lompat.. Ayo kita lompat, Andi kamu juga lompat ya.."
1
2
3
"Lompat...." Teriak pak Arifin..
Pak Arifin dengan erat memeluk Reino kecil sangat erat dalam dekapannya...Dan melompat saat memasuki di kawasan jurang. Pak Arifin tergelincir ke jurang, dan terselamatkan oleh ranting pohon yang tersangkut di pakaiannya..
Sedangkan istrinya, yaitu bu Alya pun juga melompat, dengan perasaan takut.. Namun sayang Bu Alya, terjatuh di jurang yang curam. Bukan hanya itu, Bu Alya pun terperosok , dan tergelincir ke sungai. Dan arus sungai yang cukup deras, membuat tubuh Bu Alya terbawa dengan arus tersebut....
Sedangkan Andi, yang tak lain supir pribadi pak Arifin. Dia tidak bisa melompat dari dalam mobil. karena seatbelt nya, tidak bisa terlepas. Dan akhirnya Andi pun terjatuh ke jurang,dan tak berhasil di selamatkan..
Flashback of.
"Begitu lah nak ceritanya. Kenapa Reino seperti itu, karena dia kurang perhatian dari papah. Sedangkan ibunya, di nyatakan meninggal.Dan sejak insiden kejadian itu, Reino yang masih balita, mengalami patah tulang. Dan itu membuat lengan kirinya, terkadang kesulitan untuk di gerakan. Bahkan sampai dia sudah besar pun, terkadang Reino sering merasakan sakit di lengan kirinya..."Arini menutup mulutnya dengan tangannya, karena mendengar cerita ayah mertuanya...
__ADS_1
Bersambung....