Arini Aku Mencintaimu

Arini Aku Mencintaimu
Teman Lama


__ADS_3

"Begitu lah nak ceritanya. Kenapa Reino seperti itu, karena dia kurang perhatian dari papah. Sedangkan ibunya, di nyatakan meninggal. Dan sejak insiden kejadian itu, Reino yang masih balita, mengalami patah tulang. Dan itu membuat lengan kirinya, terkadang kesulitan untuk di gerakan. Bahkan sampai dia sudah besar pun, terkadang Reino sering merasakan sakit di lengan kirinya..."Arini menutup mulutnya dengan tangannya, karena mendengar cerita ayah mertuanya...


Pak Arifin menatap wajah menantunya , yang terlihat prihatin mendengar cerita . Pak Arifin pun melanjutkan ceritanya kembali...


"Sejak kejadian itu juga, papah menjadi kurang perhatian kepada Reino. Karena saat itu, papah sempat jatuh sakit yang mengharuskan papah harus di operasi nak .."


"Operasi. Memangnya papah sakit apa, kenapa harus di operasi..?"


"Papah sakit, yang mengharuskan operasi. Karena ginjal papah sudah bermasalah. Dan kemungkinannya saat itu papah, sudah tidak bisa di selamatkan. Saat itu, yang papah khawatir kan, kondisi Reino. Tapi dengan penyakit itu, papah pasrah nak dengan kondisi papah. Dan akhirnya, ada seseorang yang baik hatinya. Yang mendonorkan ginjalnya, untuk papah nak. Dan berkat orang itu, papah bisa bertahan sampai saat ini .."


"Lalu bagaimana papah bisa menikah dengan mamah Santi..?" Tanya Arini dengan perasaan ingin tau nya ..


Pak Arifin tersenyum mendengar pertanyaan menantunya.


Huuufffhh.... Pak Arifin membuang nafas yang dirasa cukup sesak di rasakan.


" Saat itu usia Reino 5 tahun, dan Reino juga membutuhkan perhatian dari papah. Karena papah sakit, dan Reino pun jadi kurang perhatian. Akhirnya papah di jodohkan oleh mamah Santi, yang tak lain teman sepupunya papah.. Dan papah menikahi mamah Santi, semata-mata hanya untuk Reino. Agar Reino ada yang merawatnya. Dan setelah papah mendapatkan pendonor ginjalnya, dan oprasinya pun berhasil. Setelah papah pulih, dan menjalani rumah tangga dengan layak seperti pasangan keluarga yang lainnya... Dan meskipun tanpa adanya rasa cinta di hati papah untuk mamah Santi.. Setahun kemudian mamah Santi pun mengandung, dan melahirkan Tya, yaitu adik ipar mu yang manja itu ...?" Pak Arifin menceritakan di sertai senyum. Arini pun ikut tersenyum.


" Arini sayang. Papah hanya bisa bilang, kamu harus sabar ya, dengan sikap atau perlakuan Reino ke kamu.. Sebenarnya dia


baik, hanya saja yang membuatnya terkadang sedikit keras, Hanya kurang perhatian... Semenjak dia tau kalau mamahnya bukan ibu kandungnya, Reino menjadi diam dan acuh ..Tapi di balik itu semua, dia penyayang dan tak tegaan. Apalagi dengan orang yang di dekatnya. " Arini tersenyum mendengarnya, apalagi saat ingat Reino yang merawatnya semalam dan perhatian nya tadi pagi. Membuat jantung Arini berdebar ...


*****


Kini tubuh Arini sudah pulih, dan sejak saat Arini sakit. Sikap Reino menjadi baik dengan Arini. Meskipun masih sebatas dasar hubungan mereka. Setidaknya Arini senang, sikap Reino menjadi baik pada nya .


Arini saat ini sedang jenuh berada di dalam kamarnya. Arini berjalan mengelilingi rumah nya cukup besar. karena semenjak Arini menikah dan menjadi bagian dari keluarga Anggara. Arini tidak pernah mengelilingi rumah mertuanya itu. Arini hanya tau letak dapur, ruang makan, kamarnya dan ruang tamu saja .


Setelah melihat keliling rumah, Arini kembali ke kamarnya.


'Ini rumah besar doang, tetapi sepi banget.. Dan lagian orang orang di sini, semuanya malas bicara pada ku. Hanya Bu Siti saja yang mau menyapa di rumah ini. Kalau di rumah ayah, sudah pasti Fera aku suruh ke rumah ..'


Tok... tok... tok.. Terdengar suara ketukan pintu dari luar.. Dan saat pintu terbuka ternyata Reino yang datang. Arini terkejut mendapati suaminya sudah pulang. Karena sejak tadi Arini tidak melihat jam sudah menunjukkan suaminya pulang kerja..


"Sudah pulang mas.?"Arini menghampiri suaminya, dan mencium tangannya...


"Heeemmmm.... Ooh iya Rin, aku nanti mau keluar lagi malam.. " Arini mengangguk.


"Mas, kamu mau mandi dulu atau makan..?" Sambil menyimpan alat kantor suaminya.." Kalau mau mandi, biar aku siapkan air hangat. Biar rasa lelah kamu hilang, kamu pasti lelah ya. Terlihat wajah kamu seperti lelah .


Reino tersenyum saat mendengar Arini mengatakan itu.. Entah kenapa rasa lelahnya hilang seketika, saat melihat senyuman Arini, dan perhatian Arini kepada nya....

__ADS_1


Arini menoleh kearah Reino, yang tidak menjawab pertanyaannya...


"Mas...."


"Haaaah..." Reino gelagapan mendengar Arini memanggilnya.." Kamu manggil aku Rin.?"


Arini justru tersenyum mendengar jawaban suaminya. Dan itu membuat Reino menjadi salah tingkah, saat Arini tersenyum.


"Iya aku nanya, kamu mau mandi langsung atau gimana.?"


"Aku, aku mandinya nanti saja dulu. Aku ingin kamu buatkan aku es jeruk peras. Tambahkan madu jangan lupa. Kalau kamu bingung, minta kasih tau sama Bu Siti ya Rin. Tapi harus kamu yang buatkan, jangan Bu Siti yang buat minumannya... "


"Iya mas. Kalau begitu aku ke dapur dulu ya mas. "


"Iya..."


Arini berjalan meninggalkan Reino, menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk suaminya...


'Kenapa aku jadi salah tingkah gitu, saat Arini menatap ku. Dan itu lagi, kenapa seperti nya aku senang sekali. Saat Arini memberikan perhatiannya kepada ku, walaupun hanya sekedar menyiapkan air hangat untuk mandi... Ya Tuhan, apa aku sudah mulai menyukainya..." Reino senyum senyum sendiri saat berada di kamarnya. seorang diri...


Reino pun bersandar di sofa kamarnya, sambil memainkan gadget nya .


Tok tok tok.... Terdengar suara ketukan pintu. Dan Reino tau, pasti yang datang istrinya membawa minuman nya..


"Heeemm... "Reino pun duduk dan mengambil segelas minuman dingin tersebut. Sebelum meminumnya Reino menatap dengan tatapan penuh selidik..


"Tapi ini kamu yang buat kan.?"


"Iya mas, ini aku yang buat. Memang rasanya tidak enak ya.?"


"Lumayan. Terus kamu buat minuman apa.?" Sambil melihat gelas satunya.


"Jeruk hangat mas.. Aku lagi ingin minuman yang hangat, jadi aku buat yang hangat saja." Reino pun mengangguk kan kepalanya.


Reino langsung meminum es jeruk buatan Arini.


Tuh kan, kenapa kalau Arini yang buatkan rasanya jadi segar ya. Begitu pun juga kopi, kalau Arini yang membuatnya. Rasa kopinya pun akan terasa lebih nikmat. Tangannya itu ajaib atau apa ya.. Bisa membuat makanan ataupun minuman jadi lebih enak. Apa karena istri ku sendiri yang membuatnya, mangkanya jadi nikmat...( Reino di sertai senyuman.)


Saat malam hari, jam 8 malam. Reino sudah rapih penampilan nya. Menggunakan Hoodie dan Jeans ,serta menggunakan sepatu. Reino terlihat lebih tampan, menggunakan pakaian seperti itu .


"Rin, aku berangkat dulu ya. Kamu jangan menunggu ku, kamu tidur saja." Arini mengangguk.." Oooh iya... Ingat jangan tidur di lantai, tidurlah di kasur."

__ADS_1


Arini hanya diam tidak menjawab perkataan suaminya. Dan Reino paham maksud dari diam nya Arini..


" Kamu jangan khawatir, aku bisa tidur di sofa itu ." Sambil menunjuk ke arah sofa panjangnya.


Barulah Arini mengangguk kan kepalanya, mendengar jawaban Reino seperti itu....


" Ya sudah aku berangkat dulu ya ."


"Ya mas .." Lagi lagi Arini memberikan senyuman kepada Reino. Membuat hati Reino kembali berdebar....


Reino pun berjalan meninggalkan Arini yang masih menatap suaminya..


kini di sebuah cafe, di mana Reino sedang berkumpul dengan teman-temannya..


"Hai bro. Gimana kabarnya nih, kaya nya pengantin baru makin sibuk aja...?" Kata salah satu teman Reino bernama Bram, saat menggoda Reino..


"Apaan si Lo, mau pengantin baru atau bukan biasa ajalah..." Jawab Reino dengan santai..


"Alah, dia mah begitu Bram. Diam diam tapi menghanyutkan. Hahahaha......Nih yee, dia kan pacaran sama Niken. Dia bilang nya belum mikirin buat nikah. Eehh tau tau nya, sekarang dia udah nikah... Istrinya cantik pula lagi.."Goda temannya Reino bernama putra..


"Eeehhh... Dengar ya, gue nikahin istri gue karena di jodohin. Kalau gak, gue juga belum nikah kaya Lo Bram..."


" Hahahah.... Tapi gimana udah nikah, enak gak bro..?" Goda putra lagi.


"Enak lah. Ada yang ngurusin makan gue, dan keperluan gue."


"Bukan hanya itu ya bro, malam pun tidur ada yang kelonin. Wkwkwkwkwk......" celetuk putra dengan ketawa ngakak...


Reino hanya tertawa mendengar ledekan putra, teman yang terbilang paling kocak .. Reino tidak membalas banyolan si putra. Bagaimana Reino ingin membalas ledekan temannya itu. Dia sendiri aja belum menyentuh Arini sama sekali, padahal usia pernikahan nya sudah hampir 3 Minggu....


"Sudah sudah jangan ngeledekin Reino terus. Katanya Gio mau datang sama teman lama kita." Ucap Bram.


"Aldi Prayoga..?" Tanya Reino


"Itu si Aldi Prayoga sepupunya Gio. Yang bocah nya asik kalo di ajak ngobrol. Kata Gio dia datang ke Jakarta dan lagi minta cuti...


"Iya ingat ingat gue Bram..." Jawab Reino


"Lah tuh orangnya, panjang umur dia berdua..."Ucap Bram dengan senyuman...


Dan datang lah, kedua teman mereka yang sangat jarang bertemu..Reino, Bram dan putra. Mereka menyambut kedatangan Gio dan Aldi.. Gio dan Aldi pun bersalaman dan tertawa saat bertemu. Begitupun juga ke Reino, Gio pun berjabat tangan karena beberapa bulan ini jarang bertemu.

__ADS_1


Namun saat Reino bersalaman dengan Aldi, raut wajah Aldi nampak berbeda. Aldi menunjukkan wajah tak suka kepada Reino... Reino sendiri bingung dengan sikap Aldi yang seakan tak suka kepadanya...


__ADS_2