
Dan terjadilah, peristiwa yang membuat kenangan manis di antara mereka berdua untuk pertama kalinya ..
Kini sepasang pengantin baru itu berada di dalam mobil. Senyuman yang terukir menghiasi di bibir keduanya..
Walaupun yang Reino berikan kepada Arini hanya sebuah kecupan manis. Untuk di awal hubungan mereka, Reino tidak mau memaksakan Arini untuk memberikan haknya sekaligus.Reino tidak mau memberikan kesan buruk untuk Arini. Reino akan melakukan penjejakan di hubungan mereka. Agar Arini tidak takut menjalani hubungan dengannya, yang awalnya tidak baik baik saja. Reino hanya memberikan sedikit kesan manis untuk istrinya, yang membuatnya gila tiap hari selama bekerja..
wajah Arini tersipu malu saat ini. Bagaimana tidak, sejak keluar kamarnya. Reino tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Arini. Bahkan di hadapan keluarga nya, saat berpamitan dengan keluarga nya. Reino bersikap manis kepada Arini, bahkan sampai membukakan pintu mobil untuknya .
Bahkan sampai saat ini, Reino tak melepaskan tangan Arini walaupun hanya sebentar. Bukan hanya itu, sesekali Reino mengecup tangan Arini..
Arini merasa tangan nya kebas, bahkan tangan Arini sampai dingin. Saking peredaran darahnya tak mengalir dengan lancar.
Beeeuhhh ada aja si Arini ini.. Lagian Reino, Arini gak bakal Hilang juga ko. wkwkwkw.....
Udara di luar sedang hujan, suasana udara
pun menjadi sejuk. Dan saat ini Arini dan Reino, menggunakan Hoodie couple warna hijau Armi.. Sepulang kerja kemarin, sengaja Reino membelikan Hoodie couple untuk mereka.. Reino memang berniat untuk mengajak Arini kencan, namun Reino hanya tinggal memikirkan waktunya saja. Dan pas hari ini saat suasana hati mereka yang sedang berbunga-bunga. Reino pun baru mengajak Arini untuk couple.
Kencan yang Reino berikan kepada Arini tidak seperti kepada Niken. Yang biasanya kalau bersama Niken, kencan nya mengikuti permintaan nya Niken.. Berbelanja barang barang mahal, dan ke restauran mewah.
Tapi berbeda dengan Arini, Arini minta kencan ala rakyat jelata. Tidak harus sempurna dan mewah, tapi membuat kesan manis.
Reino membawa Arini untuk sekedar nonton bioskop. Ya walaupun hanya menonton film saja, Reino pun jarang sekali melakukannya jika bersama Niken... Tapi jika dengan Arini, dia begitu semangat jika hanya di ajak nonton bioskop. Itu suatu perbedaan antara Arini dan Niken...
"Rin, beneran kamu tidak apa-apa aku ajak nonton..?"
"Gak apa-apa mas. Memangnya kenapa, ada yang salah ya kamu ngajak aku nonton. Justru aku suka mas nonton, aku kalau sama Fera sering nonton film..."
"Takutnya kamu tidak suka aja di ajak nonton.."Sambil membelai pipi Arini. Jujur sikap Reino saat ini membuat Arini sedikit gugup dengan sikap Reino yang seperti itu..." Kamu suka nonton film apa kalau sama Fira..?"
"Eeeeemmmmm....." Arini nampak berpikir.
" Semua film aku suka mas. Film, action, horror, komedi, percintaan pun aku juga suka. Cuma jarang, lebih sering film action dan komedi, gitu mas.."
"Oooh ya, aku pikir kamu suka film romansa percintaan... Yasudah kamu tunggu sini ya. Aku beli tiketnya dulu." Arini mengangguk..
Setelah Reino melepaskan genggaman tangannya dari tangan Arini, dan Reino membelikan tiket. Arini merasakan lega di tangannya. Arini menggerakkan tangan nya, yang dirasa kebas...
Astaga tangan ku rasanya kebas dan keringatan. Bagaimana tidak, dari tadi mas Reino tak melepaskan tangan ku dari tangan nya.
Sesekali Reino menoleh ke arah Arini,dan memberikan senyuman kepada Arini. Dan Arini pun juga membalas senyuman Reino.
Ya Tuhan kenapa aku jadi seperti ini, bucin sekali aku kepada Arini. Dari tadi tidak sedikit pun aku melepaskan genggaman tangannya. Kenapa Arini berbeda dengan Niken ya. Kenapa Arini membuat ku gemas sekali rasanya. Ternyata Arini orangnya asik juga.
__ADS_1
Setelah membeli tiket, tak lupa Reino membelikan popcorn dan minuman untuk mereka.. Dan lagi lagi Reino harus mengantri untuk membelinya..
"Arini..." Tiba tiba saja ada seorang pria memanggil Arini.
Dan Arini pun menoleh, lalu memberikan senyuman kepada Pria itu ..
"Ka Damar .."
Lalu pria itu menghampiri Arini,dan mereka pun bersalaman. Dan Reino pun memperhatikan Arini saat dengan seorang pria.
"Hai Rin, kamu di sini..?"
"Iya ka, aku di sini. Lo ko ka Damar di sini, sama siapa.?"
" Kenap gak boleh aku kesini. Hahahah .... " Arini dan Damar pun tertawa..." Ini tadi aku sama temen sudah janjian mau nonton. cuma mereka sudah duluan, aku baru datang dan akan menyusul mereka.." Arini mengangguk.
"Ow begitu. Terus di mana teman teman yang lainnya. Tega banget temannya di tinggal.."
"Iya mereka memang seperti itu..." Ucap Damar di sertai tawa." Rin, kamu sama siapa di sini. Kamu sama Fira ya, Kalau iya ikut gabung aja sama aku dan yang lain. Lagian kamu kenal ko, teman teman ku siapa aja."
"Tidak usah ka , terimakasih. Aku tidak sama Fira kesini nya. Aku sama...."
"Arini sama saya kesini nya..." Jawab Reino yang datang tiba-tiba sudah di samping Arini..
Damar dan Arini pun menoleh ke arah Reino..
"Tidak Arini bersama saya.. Kenalkan. saya Reino, suaminya Arini.." Sambil mengulur kan tangannya ke arah Damar.
Reino dapat melihat, wajah kekecewaan pada pria bernama Damar. Namun Reino sengaja menegaskan kata suami kepada teman istri nya. Ya entahlah Reino yakin, kalau pria ini pernah memiliki hubungan dengan Arini...
Damar membalas uluran tangannya Reino, dan bersalaman memperkenalkan dirinya..
" Saya Damar, saya temannya Arini. Maksudnya saya pernah sekolah bersama Arini, kakak kelasnya Arini."
"Oooh.... Saya senang bisa kenal dengan kamu.. Kalau begitu kami duluan ya, soalnya filmnya sudah akan di mulai." Damar pun mengangguk..
Arini akhirnya membantu Reino membawa kan 2 cup popcorn , Sedangkan Reino membawa 2 gelas minuman untuknya dan Arini.
Kini film pun sudah di mulai, Arini menonton filmnya dengan sangat serius. Apalagi saat melihat adegan yang menyeramkan. Di saat tokoh pertamanya berkelahi dengan penjahatnya, dan di saat pemeran utamanya melawan berkelahi tanpa alat bantuan senjata. Sesekali Arini menikmati popcorn dan minuman nya. Membuat Pria yang di samping nya terus memperhatikan Arini. Ya Reino tidak fokus dengan film nya, Reino justru fokus dengan Arini yang membuatnya semakin penasaran dengan sosok Arini...
POV Reino
Di awal perkenalan,papah berniat menjodohkan ku dengan seorang wanita.Saat itu aku pun sedang menjalani hubungan dengan kekasihku Niken. Aku malas dengan perjodohan itu, namun aku harus memikirkan nasib diriku. Aku tidak ingin keluar atau bahkan di usir oleh papah ku sendiri.. Sampai aku memikirkan Masalah perjodohan ku dengan gadis bernama Arini. Aku penasaran kenapa papah bersikeras memaksa aku menikahi nya. Kalau memang papahku ingin memperistri nya pun aku tak peduli. Tapi yang aku dapatkan hanya makian dari papahku.
__ADS_1
Aku pun meminta alamat gadis bernama Arini, diam diam aku mencari tau siapa gadis itu. Rupanya dia hanya seorang gadis dari pemilik toserba, dan keseharian nya pun hanya di toko. Saat aku melihat gadis itu, ternyata dia memiliki wajah cantik dan manis.
Saat pertemuan itu, aku memperhatikan pak Zainal dengan putri nya. Hatiku bertanya, kenapa gadis cantik dan manis seperti dia, ingin di jodohkan dengan ku. Apa mungkin dia tidak mempunyai kekasih, tapi tidak mungkin dia pasti mempunyai kekasih. Tetapi kenapa ayahnya mau kalau putri nya di jodohkan dengan pria yang tidak mereka kenal. Apa mungkin mereka hanya menginginkan harta papahku. kalau iya, tidak akan ku biarkan mereka melakukan seperti itu....
Dan beberapa hari kemudian, aku mendengar gadis itu menolak perjodohan itu. Dan pasti nya aku merasa sedikit lega, akhirnya perjodohan itu akan batal. Namun entah kenapa tiba tiba papah mengatakan pernikahan ku akan di lakukan Seminggu kemudian. Aku sedikit marah dengan keputusan papah yang diam diam mengambil keputusan, setelah keluarga gadis itu menerima perjodohan itu...
Aku berjanji di saat malam pengantin, tidak akan ku berikan senyuman kepada gadis itu. Sudah aku pastikan, akan ku berikan dia malam pengantin yang sangat menyakitkan dan itu akan membuat nya harus menguras air matanya...
Hari Pernikahan kami pun akhirnya datang, aku pun tersenyum agar papah yakni dengan diriku yang menerima pernikahan ini... Aku pun juga berpura-pura bersikap baik dengan Arini, agar dia pun juga yakin kalau aku menerima pernikahan ini..
Tepat di malam hari, acara pernikahan kami pun sudah selesai. Aku membawa Arini untuk tinggal bersama kami.. Di saat aku selesai mandi, aku melihat gadis itu tersenyum manis menatap bunga bunga yang di hias di atas tempat tidur pengantin.. Dia mencium setangkai bunga mawar, dan tersenyum manis menatap bunga bunga itu.. Aku berniat memulai aksi ku untuk membuatnya terluka di malam pengantin.
Gadis itu pun duduk di tempat tidur, dengan wajah yang menunduk .
Aku pun berjalan menghampiri dirinya .
"Bangun kamu." Pinta ku, Arini pun berdiri mengikuti apa yang aku katakan.
Aku menarik selimut dan juga bantal, lalu aku memberikan kepada nya.
"Nih selimut dan bantal kamu, kamu tidur di lantai atau di sofa, aku tidak peduli. Asalkan kamu jangan tidur di kasur ini, mengerti kamu.?" Selimut itu pun terjatuh dari tangannya.
"Ta.. Tapi mas,kita kan sudah...." Belum selesai dia bicara, Aku menyelak nya..
"Kita sudah menikah, itu maksud kamu, iya...?" dia pun mengangguk kan kepalanya. aku justru tersenyum sinis." Hei.... Dengar kan aku ya, kita memang sudah menikah. Tetapi pernikahan kita ini karena paksaan ayahmu dan papah ku saja, bukan kemauan aku. Jadi kamu jangan mimpi untuk tidur satu ranjang dengan ku, mengerti kamu..?" Sambil menunjukkan jari telunjuk nya ke arah nya, sebagai peringatan. " Ow iya satu lagi, kalau di depan keluarga ku, terutama papah. Kita harus bersikap seperti pasangan pengantin lainnya, kamu paham kan.?"Dia masih diam tidak menjawab.
Karena dia tidak menjawab aku pun membentak nya." Kamu jangan diam aja, kamu itu bukan patung. Kamu paham gak, apa yang aku katakan ini. Punya kuping kan, dan kuping kamu masih bisa dengar dan berfungsi kan. Jawab, jangan diam aja." Bentak Reino dengan suara yang kencang. Sampai pundak Arini bergerak karena terkejut dengan Reino membentak nya..
Kamar Reino kedap suara, jadi mau Reino berteriak sekali pun. Tidak akan terdengar dari luar, jadi Reino merasa santai jika berbicara dengan suara yang kencang.
Arini menangis saat mendapatkan perlakuan dan ucapan Reino.
"Kenapa kamu tega, kenapa mas. Kamu mempermainkan sebuah pernikahan yang begitu sakral. Jika memang kamu tidak ingin menikah dengan aku, seharusnya kamu katakan kalau kamu tidak mau menikahi ku mas. Jangan seperti ini, sama aja kamu menyakiti perasaan papah kamu mas.?" Ucapnya dengan derai air matanya.
"Kamu tuli atau giman sih. Kan tadi aku bilang ke kamu, kalau aku terpaksa menikahi kamu. Kalau di hadapan keluarga ku dan ayah kamu, kita biasa aja seperti pasangan pengantin lainnya. Kamu ngerti gak si.?" Aku lihat air mata nya lolos dengan sempurna membasahi pipinya.
"Seharusnya kamu beruntung, aku jujur di awal malam pengantin kita. Di saat aku belum menyentuh kamu sama sekali, sebagai mana layaknya pengantin baru di malam pengantin. Jika aku mengatakan itu,di saat kamu sudah ku sentuh. Dan di saat itu aku baru mengakuinya, maka kamu akan tersiksa melebihi dari ini. Sudah lah Aku tidak ingin bicara terlalu banyak dengan kamu, buang buang waktu ku saja. Dan sekarang aku butuh istirahat, kamu pindah sana jangan di sini."
Aku pun segera berbaring dan membiarkan nya menangis. Sebenarnya ada rasa tak tega di benakku mengatakan itu. Hanya saja aku ingin lihat, sampai mana dia bertahan.
Ternyata Arini itu wanita yang kuat dan hebat. Seberapa sering aku marah dan memperlakukan nya dengan tidak baik. Tetapi dia masih saja tersenyum, dan mengurus keperluan ku.
Hingga sampai akhirnya aku merasakan nyaman jika di dekatnya, dan ada ke khawatiran saat dirinya sakit. Terkadang aku merasa bersalah kepada nya setiap kali, dia menangis. Mungkin karena aku telah jahat kepadanya. Setiap kali wajah dan senyuman nya sering terlintas, dan membuat ku menjadi bersemangat menjalankan aktivitas ku. Dan aku pun berniat ingin memulainya hubungan pernikahan kami mulai saat ini...
__ADS_1
POV Reino and
Bersambung...