
"Maaf mah, aku memang selama ini diam di hadapan mamah. Tetapi aku tidak akan diam jika seseorang sudah menghina ayahku... Dan satu lagi jangan menghina ayahku, apalagi menilai ayahku sakit sakitan... Karena ayahku sakit, tidak pernah merepotkan mamah, papah ataupun mas Reino. Jadi mamah tidak berhak menghina ayahku..." Arini cengkraman tangan mamah Sinta dengan sangat erat.
Membuat Sinta meringis kesakitan, barulah Arini melepaskan..
"Dasar anak kurang ajar. Seperti nya kamu sudah menunjukkan belang nya kamu ya... Heran kenapa bisa suami saya bisa menyuruh Reino untuk menikah dengan gadis liar seperti mu. Tidak ada hormat dengan mertua."
"Anda jangan membicarakan tentang rasa hormat. Saya akan hormat, jika orang itu tidak memiliki sikap seperti anda. Maaf kalau perkataan saya membuat anda tersinggung dan tak suka. Seperti nya saya harus izin pamit, ingin mengurus keperluan mas Reino suami saya...."
Arini pun membawakan secangkir kopi untuk suaminya. Dan meninggalkan mamah Sinta yang masih menatapnya dengan tatapan menyeringai..
Setelah sampai dalam kamar, Arini duduk di sofa. Arini nampak melamun dengan kejadian, antara dirinya dan mertuanya.. Reino yang baru keluar selesai mandi, dan sudah menggunakan pakaian lengkap. Reino nampak heran dengan sikap Arini yang sedang melamun....
"Rin, kamu kenapa pagi pagi sudah melamun.?"
Arini yang terkejut segera menghapus air matanya. Reino memperhatikan Arini, yang sepertinya ada masalah..
"Kamu habis nangis Rin..?"
"Tidak, aku tidak menangis mas.." Jawab dengan senyumnya.
" Yakin, kalau kamu baik baik saja..?"Reino menatapnya dengan tatapan menyelidik..
"Iya mas, aku baik baik saja.."
"Ya sudah kamu mandi sana, terus kamu rapih rapih. Aku ingin ngajak kamu keluar."
"keluar, memang mau ke mana mas.?"
Huuufffhh..... Reino menatap Arini dengan tatapan kesal..." Bisa tidak kamu jangan banyak tanya. Kamu ikuti aja apa yang suami mu katakan."
"Iii... Iya mas. Kalau begitu aku mandi dulu ya .."
"Hemmm...."
Arini membuka lemari pakaian nya untuk mengambil pakaian untuk salinannya.. Setelah itu Arini segera masuk ke dalam kamar mandi .. Sedangkan Reino pun tersenyum selesai mengatakan seperti itu kepada Arini.
Setelah selesai mandi, dan mereka pun kini keluar kamar berdua.. Duduk di ruang makan bareng keluarga. Mereka menikmati sarapan bersama sama.
Tatapan Bu Santi menatap Arini dengan tatapan sinis, lalu menatap Reino yang seakan asyik menikmati makannya...
Selesai makan, mamah Santi membuka obrolannya. Arini pun paham, apa yang akan di katakan ibu mertuanya itu..
"Ekhem...... Rei." Reino dan papah Arifin pun menoleh ke arah mamah Santi..
"Iya mah ada apa.?"
"Nak, mamah tidak bermaksud apa-apa. Mamah hanya ingin bilang. Kamu bisa tidak menasihati istri mu, untuk bicara sopan dan tidak kurang ajar kepada mamah.. Bagaimana pun mamah ini ibu mertuanya, hargailah mamah sebagai orang tua dari kamu Reino..." Mamah Santi menunjukkan wajah sedihnya di hadapan pak Arifin dan Reino.
"Maksudnya apa ya.? Memang apa yang di lakukan Arini kepada mamah..?"
__ADS_1
"Lihat saja ini." Sambil menunjukkan pergelangan tangannya ke arah Reino. Di sana terdapat luka merah bekas kuku Arini.." Ini ulah istri mu dan menantu kesayangan kamu pah.."
mamah Santi menatap Reino dan suaminya, dengan ekspresi sedih...
Reino dan pak Arifin menatap dengan rasa tak percaya. Lalu kedua nya menatap Arini.
"Rin, apa benar yang di katakan mamah. Kamu yang menyebabkan tangan mamah seperti itu.?" Tanya Reino dengan penuh tanda tanya.
"Iya mas, aku melakukan itu ada sebabnya."
"Sebabnya apa Rin, kenapa mesti melukai tangan mamah segala. Bagaimana pun mamah ini, mertua kamu Rin." Nada bicara Reino mulai meninggi...
Mamah Santi justru menunjukkan senyuman kemenangan, saat melihat Arini di marahi oleh Reino..
" Rei jangan seperti itu dengan Arini. Dengar kan dulu penjelasan istri mu itu.."Pak Arifin menengahi.." Arini kamu bisa memberikan penjelasan, Kenapa kamu melakukan itu kepada mamah."
"Sebelumnya aku minta maaf, khusus nya untuk mamah. Maaf aku sudah melakukan hal yang kasar kepada mamah. Tapi di sini aku akan menjelaskan kenapa aku melakukan itu kepada mamah... Aku melindungi diriku saat mamah akan melayangkan tamparan ke wajahku. Apa salah aku membela diri, kalau memang salah aku minta maaf... Dan satu lagi, siapapun boleh menjelekan diri ku, asal jangan menjelekan ayah. Karena ayah ku itu laki laki hebat untukku, jadi gak berhak buat seseorang untuk menghinanya." Reino yang mendengar merasa tercubit hatinya.
" eeem.... Kalau begitu aku minta maaf mah, kalau aku salah. Dan maaf kalau memang tidak ada yang di bicarakan lagi, aku mau permisi mau ke kamar dulu.." Arini pun berjalan meninggalkan ruang makan.
Di sana Reino, pak Arifin dan Siti. Mereka melihat Arini yang meninggal kan meja makan, menuju kamarnya..
"Puas kamu Santi, membuat Arini bersedih seperti itu. Jangan kamu kira aku tidak tau apa yang terjadi saat tadi pagi antara kamu dan Arini.. Kamu harus minta maaf kepada Arini, karena kamu menantuku menjadi sedih..." Ucap pak Arifin dengan penekanan..
"Mamah memang keterlaluan, Kenapa mamah sampai ingin menampar Arini. Apa salah Arini ke mamah. Aku menyesal sudah membela mamah.." Dengan kesal Reino meninggalkan ruang makan, yang di mana pak Arifin menatap mama Santi dengan tatapan marah..
'Aku rindu dengan ayah, hanya dia lah yang aku punya.(Arini)
Reino menatap punggung istrinya dari belakang. Reino merasa bersalah dengan sikapnya tadi sudah membentak nya...
Reino pun menghampiri Arini, dan Arini pun tak tau jika ada suaminya di belakangnya...
"Rin .."
Mendengar suara suaminya, Arini segera menghapus air mata nya. Lalu menoleh ke belakang lalu memberikan senyuman kepada Reino.
"Kamu di sini mas.?" Reino tidak menjawab justru berjalan semakin mendekati Arini...
"Maafkan aku ya, aku tadi sudah membentak mu.. Maafkan aku sudah menyalahkan kamu .."
Arini diam merasa terkejut mendengar suaminya mengatakan maaf. Padahal selama ini, suaminya itu identik dengan sikap acuhnya kepadanya...
"Rin, kenapa kamu hanya diam. Kamu marah sama aku, kamu tidak mau memaafkan ku, walaupun aku sudah minta maaf.." Sambil menggenggam tangan Arini.
Arini terkejut dengan apa yang Reino lakukan.
"Kenapa kamu meminta maaf, aku yang salah membuat mamah marah.."
"Tidak, bukan kamu yang salah. Tetapi mamah yang salah. Papah tau kronologi nya, dan Bu Siti pun juga menjelaskan ke aku tadi. Kalau memang bukan kamu yang salah .. Aku percaya sama kamu, kalau kamu tidak salah .."
__ADS_1
Arini tersenyum mendengar suaminya bicara, kalau percaya dengan dirinya ketimbang mamahnya.
"Terimakasih mas, kamu sudah percaya denganku. Jujur saja aku bingung kenapa dengan sikap mamah yang seperti itu dengan ku..."
"Yasudah jangan di pikirkan. Nanti kita bicarakan lagi ya, bagaimana solusinya agar tidak terulang seperti ini lagi." Arini mengangguk. " Yasudah sekarang kita jalan yuuk.. Kalau kamu memang bosan di rumah, kita nginep saja di rumah ayah kamu. Bagaimana kamu mau tidak.?"
" Serius mas kita nginep di sana.?" Arini begitu senangnya mendengar kata menginap.
"Iya. Kita menginap ya di sana. Sudah lama kan kamu tidak tidur di kamar kamu...?"
Mendengar itu Arini menjadi diam. Arini berpikir, apa mungkin dirinya akan melakukan aktingnya kembali..
Jika aku dan mas Reino di rumah ayah, apa aku harus berakting untuk pura pura bahagia di hadapan ayah. Apa benar llmas Reino dengan perkataan nya semalam. Jika ingin memulai nya kembali. Kenapa aku masih ada keraguan ya.( Arini)
.
Reino melihat Arini yang masih terdiam. Reino tau apa yang ada di pikiran nya Arini. Reino yakin kalau Arini belum yakin, dengan apa yang sudah dikatakan nya semalam..
"Kenapa, kamu masih ragu dengan kata kata ku ini. Apa salah jika aku ingin memulai hubungan yang baru dengan Kamu. Apakah salah, jika aku mulai nyaman dengan kamu. Apa salah jika aku ingin berbaikan dengan kamu. Dan apa salah, jika seorang suami mulai menyayangi istrinya. Apa semuanya itu salah Rin..?"
Arini menggelengkan kepalanya, dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Tidak mas, kamu tidak salah. Hanya saja hatiku yang masih takut, aku takut kamu ....."
"Uuuusssssttttt..... Jangan takut, kita jalani saja hubungan kita ini seperti air yang terus mengalir. Kita cukup jalani saja. Setiap seseorang pasti mempunyai kesalahan, tetapi bagaimana orang itu bisa menjadi pribadi yang baik.Orang itu harus punya niat untuk merubah dirinya menjadi yang baik. Dan orang itu benar benar tidak akan melakukan hal yang sama, . Dan aku, aku ingin menjadi suami yang baik untuk kamu. Rin, aku ingin memulai semuanya dari awal sama kamu. Kamu mau kan memulai semuanya hubungan kita dari awal.?"
" Kamu serius mas.?" Reino mengangguk dan tersenyum kepada Arini, untuk meyakinkan Arini..
"Bagaimana kamu mau kan memulai hubungan kita dari awal, agar pernikahan kita berjalan seperti pasangan suami-istri lainnya...?"
"Iya mas, aku mau. Aku mau menjalani hubungan kita dari awal." Arini menjawabnya dengan wajah yang berseri-seri.
Reino pun juga merasa bahagia dengan jawaban yang Arini berikan. Dengan segera Reino menarik Arini kedalam pelukannya..
"Haaahh.... Akhirnya lega sudah. Akhirnya aku bisa mengatakan ini sama kamu Rin. Jujur saja saat hari hari ku, bersama kamu.. Aku merasa nyaman jika ada kamu di dekat kamu.."
"Masa sih mas. Mas, aku juga bahagia. Karena aku tidak perlu lagi berakting untuk pernikahan yang membuat ku menyakitkan.. Aku ingin hubungan kita mengalir apa adanya..."
"Maafkan aku ya. Aku sudah membuat kesan buruk, di awal malam pengantin kita." Arini pun mengangguk. Posisi Arini masih dalam dekapan suaminya...
Tatapan Arini dan Reino saling bertemu. Reino mengangkat dagu Arini dengan ibu jari dan telunjuk. Reino melihat bibir Arini yang ranum. Tatapan Reino tetap pada satu titik, di bagian itu.
Jantung Arini saat ini berdebar sangat cepat. Apalagi wajah Reino semakin mendekati wajahnya. Seakan nafas Arini terasa sesaat, seperti berada di ruangan yang sempit. Arini bisa merasakan hembusan nafas Reino saat ini ..
Arini sangat malu dengan posisinya yang tak ada jarak lagi. Bahkan mereka pun bisa merasakan hembusan nafas. Akhirnya Arini pun memejamkan mata, untuk tidak melihat apa yang akan di lakukan Reino saat ini ...
Eng. ing eeeeng....
Dan terjadilah, peristiwa yang membuat kenangan manis di antara mereka berdua untuk pertama kalinya ..
__ADS_1